Impian Dari Mendiang Ibu

"Aku sangat tidak menyangka jika kamu akan melakukan hal sejahat dan senekat ini. Jam itu sangat berharga untukku, dan itu adalah pemberian dari nenek saat aku berulang tahun bulan lalu. Kamu tidak pantas memilikinya! Dan keluarga kamu juga tidak akan pernah bisa membelinya meskipun kalian bekerja seumur hidup!" tandas Rukia yang kini sudah memeluk erat bingkisan jam tangan super mewah itu dengan tatapan penuh kebencian menatap Anezaki.

"Jika sangat mahal dan berharga, mengapa kamu malah membawanya ke sekolahan? Apakah kamu membawanya untuk memamerkannya kepada teman-temanmu? Lagipula ... bukankah di sekolahan kita dilarang membawa benda mewah yang tidak berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar?"

Ucapan Yuru spontan saja membuat Rukia merasa terpojok dan semakin kesal. Namun dengan cepat dia segera mencari alasan karena merasa paling benar, paling kaya dan paling berkuasa. Begitulah pemikiran anak-anak orang kaya.

"Aku membawanya karena setelah pulang sekolah akan mengunjungi nenekku. Dan aku ingin memakainya nanti!" ucap Rukia membela diri.

"Tap-tapi aku sama sekali tidak mengambil jam tangan itu dari lokermu, Rukia. Meskipun aku tidak kaya, aku tidak pernah mengambil barang apapun milik orang lain yang bukan hakku." ucap Anezaki membeĺa diri

Aimi menatap tajam Anezaki dan terlihat begitu meremehkannya. Lalu dia mulai melenggang mendekati Anezaki dengan kedua tangan yang disilangkan di bawah dadanya.

"Tidak ada maling yang mau mengakui kesalahannya bukan?" sindir Aimi menatap Anezaki jijik dan penuh kebencian.

"Near, sebaiknya segera bawa dia menemui guru dan laporkan semua ini! Dia harus dihukum! Aku tidak mau satu kelas dengan maling! Bisa-bisa target berikutnya adalah aku ... atau kalian semua ... isshhh ... jangan sampai itu terjadi! Dia harus dilaporkan dan dihukum!" timpal Nagisa dengan ekspresi sangat tidak suka.

"Anez, sebaiknya kamu ikut denganku!" seru Near sang ketua kelas mulai melenggang untuk pergi ke ruangan guru.

Dengan langkah yang begitu berat Anezaki mulai mengikuti Near dan melewati teman-temannya yang mulai menggunjingnya. Perbincangan mereka yang mengatakan jika dirinya adalah seorang pencuri membuatnya cukup sedih.

Kejadian ini membuatnya kembali teringat saat dia masih memiliki wajah yang buruk rupa. Dimana hampir semua orang selalu menghina dan menggunjingnya di setiap harinya. Menyedihkan! Hanya ada cacian dan makian, tiada teman yang menemani.

Sedangkan Cho yang masih mengenakan seragam olahraganya hanya terdiam dan menatap tajam kepergian Anezaki.

...🍁🍁🍁...

Ruangan Kepala Sekolah, SMU Gakkuen.

Near telah menceritakan semuanya yang terjadi di dalam kelasnya kepada guru BK. Hingga akhirnya sang guru BK membawa mereka untuk langsung menemui Kepala Sekolah. Sementara Anezaki yang terduduk di sebelah Near hanya terduduk dan terdiam dengan perasaan sedihnya.

Sebuah rekaman CCTV di dalam kelas 2 jurusan seni juga mulai diperiksa, hingga mereka mendapatkan sebuah bukti jika memang ada sosok Anezaki yang sedang berusaha untuk membuka loker milik Rukia.

Hal itu tentu saja membuat Anezaki terkejut bukan main. Anezaki juga meminta mereka untuk memeriksa CCTV ruangan medis di waktu yang bersamaan, karena pada waktu itu Anezaki sedang berada di ruangan medis dan beristirahat karena nyeri di hari pertama menstruasi.

Namun rupanya rekaman CCTV di ruangan medis mengalami kerusakan, hingga di hari ini tidak bisa berfungsi dengan baik dan tidak menangkap rekaman apapun.

"Semua bukti mengarah padamu. Pihak keluarga Rukia juga sudah menghubungi saya mengenai masalah ini. Mengambil barang milik orang lain adalah perilaku yang sangat buruk. Jadi kami memutuskan untuk mengeluarkan kamu dari sekolahan."

DEGHH ...

Mendengar keputusan itu, membuat Anezaki membeku seketika. Lulus dengan nilai yang baik dari SMU impiannya ini adalah menjadi salah satu impiannya selama ini. Lalu bagimana jika kini dia malah dikeluarkan dari sekolahan?

Segala pembelaan untuk dirinya sendiri tak bisa merubah apapun. Karena semua itu tidak sekuat kekuasaan mereka yang memiliki wewenang lebih besar dan berkuasa.

"Dalam 3 hari ini surat akan segera keluar. Kamu segera kemasilah semua barang-barangmu di sekolahan ini." imbuh sang Kepala Sekolah kembali. "Near, bapak masih ada beberapa pertemuan penting. Kembalilah ke kelasmu!"

"Baik, Pak." sahut Near dengan patuh dan segera meninggalkan ruangan ini bersama Anezaki.

Mereka kembali mendatangi kelas 2 jurusan Seni. Namun Anezaki terlihat mengemasi barang-barangnya.

"Aku dengar dia akan dikeluarkan dari sekolahan. Kasihan sekali." bisik seorang siswi.

"Ckk ... bagus deh! Biar tau rasa dia! Makanya kalau mau berbuat sesuatu mikir dulu pakai otak! Udah miskin, maling pula! Untung saja wajahnya tidak seperti monster lagi." timpal siswi lainnya lagi.

Anezaki yang mendengarkan semua cacian itu tak menghiraukannya sama sekali. Dia segera menggendong tasnya dan segera berniat untuk meninggalkan kelas ini dengan langkah yang berat.

Semua orang hanya menatap kepergiannya tanpa ada yang berusaha untuk menahan atau mendekatinya. Termasuk Yuru yang hanya bisa menatap kepergiannya dengan ekspresi rumit.

...🍁🍁🍁...

PLAKKK ...

Sebuah tamparan yang cukup keras hingga berbekas mendarat di pipi Anezaki setelah sang ayah mendengarkan laporan dari wali kelas Anezaki.

"Kamu benar-benar anak pembawa sial yang tidak memiliki etika yang baik! Susah payah ayah mencari uang dan menyekolahkanmu di SMU Gakkuen agar kamu bisa menjadi anak yang berhasil dan sukses!! Tapi lihatlah apa yang telah kamu lakukan sekarang?! Lihatlah!! Kamu telah menghancurkan semuanya!"

Sang ayah terlihat sangat frustasi dan dipenuhi oleh amarah. Beberapa barang di rumah sederhananya mulai dihancurkan olehnya untuk melampiaskan amarahnya.

"Kini kamu malah melakukan hal tak bermoral seperti itu! Apa kamu tau, Bocah?!! Apa kamu tau?!! Memasukkan kamu ke SMU Gakkuen adalah pesan dan impian dari ibumu!! Dia ingin putrinya berhasil dan sukses di masa depan! Menjadi seorang seniman yang sukses seperti dia! Tapi lihatlah ... lihatlah karena kebodohanmu kamu sudah menghancurkan semuanya! Kamu sudah menghancurkan impian mendiang ibumu, Bocah pembawa sial!"

Pria paruh baya itu merasa marah, terpukul, frustasi, bersedih hingga tak sadar dia sudah terduduk dan menangis memegangi kedua kakinya.

Melihat semua ini Anezaki juga tak kuasa untuk menahan tangisnya. Tangannya mulai mengepal kuat. Dia mulai memungut sebuah foto keluarga disaat dirinya masih bayi yang terlepas dari figura yang terjatuh dan pecah. Satu persatu pecahan kaca mulai disingkirkannya dari atas foto keluarga itu.

"Aku tidak boleh diam saja! Aku tidak boleh menghancurkan impian ayah dan ibu!! Aku tidak boleh keluar dari SMU Gakkuen!! Aku akan menyelidiki dan mengungkap semua ini! Aku akan menjungkir balikkan keadaan!! Hingga membuat mereka menyesali perbuatan mereka!!" batin Anezaki masih dengan jemari yang memegangi foto tersebut, sementara jemari lainnya yang masih memegang sebuah pecahan kaca tak sadar juga menggenggam kuat hingga membuat tangannya terluka.

...🍁🍁🍁...

Terpopuler

Comments

Giantini

Giantini

dah ada sistem yg bisa mendeteksi kebohongan kok GK digunakan dasar bodohh

2023-12-31

0

𝐩𝐫𝐚𝐬𝐬𝐞𝐭𝐲𝐨 𝟏

𝐩𝐫𝐚𝐬𝐬𝐞𝐭𝐲𝐨 𝟏

tuh ayah nya bodo amat sih masa kagak percaya sama anak nya🙄 seharusnya di selidiki dulu masalah nya kagak main tampar dan maki doang

2023-08-01

1

@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈

@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈

yakin kamu pasti bisa membuktikan bahwa dirimu tak bersalah Anez semoga berhasil

2023-07-23

1

lihat semua
Episodes
1 Gadis Pembawa Sial
2 Mendapatkan Beauty And Candy System
3 Mendapatkan Salep Ajaib
4 Wajah Baru
5 Mendapatkan Parfum Ajaib
6 Rencana Licik Cho
7 Sang Penyelamat
8 Mengungkap Kecelakaan Di Labolatorium
9 Sang Pelaku
10 Menjenguk Yuru
11 Menerima Tawaran Dari Moon Entertaiment
12 Kehadiran Cho Yang Tidak Terduga
13 Dua Calon Bintang Yang Akan Bersinar
14 Menghadapi Berandalan
15 Teknik Mematikan Anezaki
16 Ajakan Bertemu
17 Meja Culun Dipenuhi Anak Populer
18 Jam Tangan Yang Hilang
19 Impian Dari Mendiang Ibu
20 Si Penyamar ?
21 Kembali Ke Sekolah Bersama Yuru
22 Menjungkir Balikkan Keadaan
23 Kejutan Untuk Cho
24 Tantangan Dari Mitzuru
25 Pria Panggilan Untuk Anezaki
26 Menghadiri Pesta Perayaan
27 Seorang Idol Besar ?
28 Kegeraman Mitzuru
29 Mereka Sangat Mirip
30 Hancurnya Hati Mitzuru
31 Pelangi Setelah Hujan
32 Kemurkaan Sang Ayah
33 Mendapatkan Aset Baru
34 Menemui Sang Bos ?
35 Prasangka Yuru
36 Misi Menyelamatkan Seorang Gadis
37 Harapan Anezaki
38 Ayah Yang Berubah
39 Mengunjungi SMU Nada
40 Menyelamatkan Yuru ?
41 Kehangatan Dan Kebahagiaan Yang Lama Dirindukan
42 Bersiap Untuk Makan Malam Bersama
43 Kenyataan Yang Mengejutkan
44 Kekecewaan Anezaki
45 Mitzuru Yang Berbeda
46 Hot News
47 Menyingkap Sang Pelaku
48 Yuru, Terima Kasih
49 Sebuah Dendam
50 Masalah Di Star Make Up
51 Ternyata Berguna
52 Mitzuru Yang Aneh
53 Makan Malam Bersama
54 Menghadiri Pesta Ulang Tahun
55 Pengakuan Mitzuru Dan Keputusan Anezaki
56 Saling Melindungi
57 Es Krim Lucu
58 Membalas Seseorang Yang Tulus
59 Sang Malaikat ?
60 Gantungan Kunci ?
61 Pengakuan Yuru
62 Kamu Cantik
63 Mencari Rumah Baru
64 Mitzuru Dalam Bahaya
65 Suzu Yang Ketakutan
66 Pengakuan Suzu
67 Memaafkan
68 Tidak Pernah Akur
69 Gejolak Hati Mitzuru
70 Bersama Formula Kecantikan Ajaib
71 Kabar Buruk
72 Tiba Di London
73 Perpisahan Abadi
74 Sebuah Rencana Jahat ?
75 Dibalik Kematian Ishikawa
76 Kejutan Besar
77 Berkumpul Kembali
78 Pernyataan Yuru
79 Sebuah Akhir
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Gadis Pembawa Sial
2
Mendapatkan Beauty And Candy System
3
Mendapatkan Salep Ajaib
4
Wajah Baru
5
Mendapatkan Parfum Ajaib
6
Rencana Licik Cho
7
Sang Penyelamat
8
Mengungkap Kecelakaan Di Labolatorium
9
Sang Pelaku
10
Menjenguk Yuru
11
Menerima Tawaran Dari Moon Entertaiment
12
Kehadiran Cho Yang Tidak Terduga
13
Dua Calon Bintang Yang Akan Bersinar
14
Menghadapi Berandalan
15
Teknik Mematikan Anezaki
16
Ajakan Bertemu
17
Meja Culun Dipenuhi Anak Populer
18
Jam Tangan Yang Hilang
19
Impian Dari Mendiang Ibu
20
Si Penyamar ?
21
Kembali Ke Sekolah Bersama Yuru
22
Menjungkir Balikkan Keadaan
23
Kejutan Untuk Cho
24
Tantangan Dari Mitzuru
25
Pria Panggilan Untuk Anezaki
26
Menghadiri Pesta Perayaan
27
Seorang Idol Besar ?
28
Kegeraman Mitzuru
29
Mereka Sangat Mirip
30
Hancurnya Hati Mitzuru
31
Pelangi Setelah Hujan
32
Kemurkaan Sang Ayah
33
Mendapatkan Aset Baru
34
Menemui Sang Bos ?
35
Prasangka Yuru
36
Misi Menyelamatkan Seorang Gadis
37
Harapan Anezaki
38
Ayah Yang Berubah
39
Mengunjungi SMU Nada
40
Menyelamatkan Yuru ?
41
Kehangatan Dan Kebahagiaan Yang Lama Dirindukan
42
Bersiap Untuk Makan Malam Bersama
43
Kenyataan Yang Mengejutkan
44
Kekecewaan Anezaki
45
Mitzuru Yang Berbeda
46
Hot News
47
Menyingkap Sang Pelaku
48
Yuru, Terima Kasih
49
Sebuah Dendam
50
Masalah Di Star Make Up
51
Ternyata Berguna
52
Mitzuru Yang Aneh
53
Makan Malam Bersama
54
Menghadiri Pesta Ulang Tahun
55
Pengakuan Mitzuru Dan Keputusan Anezaki
56
Saling Melindungi
57
Es Krim Lucu
58
Membalas Seseorang Yang Tulus
59
Sang Malaikat ?
60
Gantungan Kunci ?
61
Pengakuan Yuru
62
Kamu Cantik
63
Mencari Rumah Baru
64
Mitzuru Dalam Bahaya
65
Suzu Yang Ketakutan
66
Pengakuan Suzu
67
Memaafkan
68
Tidak Pernah Akur
69
Gejolak Hati Mitzuru
70
Bersama Formula Kecantikan Ajaib
71
Kabar Buruk
72
Tiba Di London
73
Perpisahan Abadi
74
Sebuah Rencana Jahat ?
75
Dibalik Kematian Ishikawa
76
Kejutan Besar
77
Berkumpul Kembali
78
Pernyataan Yuru
79
Sebuah Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!