BAB 17

"Tapi pak, kami sakit, bagaimana kami akan berlari," ucap Yun.

"Karena kalian yang sudah membuat kekacauan, maka hukuman untuk kalian di tambah menjadi 80 lari keliling lapangan," ucap pak Firgon.

"Apa! Tapi pak kami terluka!" ucap mereka tak terima.

"Siapa suruh kalian berbuat onar di saat latihan? Jadi terima saja hukuman kalian agar kalian jera," ucap pak Firgon.

"Tapi pak …."

"Tidak ada tapi-tapi, jika kalian melakukan lagi maka hukumnya lebih dari ini 100 putaran, dan buat kalian yang melakukan kesaksian palsu maka hukuman 150 kali putaran," ucap pak Firgon.

Mereka berdelik ngeri.

"Ayo cepat berputar!" perintah pak Firgon.

Dan dengan terpaksa merek pun berlari.

"Pak, aku permisi keluar sebentar, ada barang ku yang ketinggalan," ucap Albezro.

"Hanya 5 menit," ucap pak Firgon.

"Baik pak." angguk Albezro. Ia pun keluar dari tempat latihan.

Baru berjalan beberapa langkah, ia pun di kejutkan seorang wanita di balik tembok.

"Hey kau!" sapa seorang wanita dan ia menghadap ke arah Albezro membuat Albezro berhenti.

Albezro menekuk alisnya. "Ada apa?" tanya Albezro.

"Kau tidak ingin berterima kasih kah dengan ku?" tanya Mila.

"Eh, iya, terima kasih banyak," ucap Albezro pergi begitu saja. Selama ini ia menjadi murid yang di hina tanpa bantuan siapa pun, semua ia tanggung sendiri. Ia tidak biasa jika ada orang tiba-tiba akrab dengannya.

"Hanya ucapan itu saja? Kau seolah-olah tidak terima aku membantu mu?" Mila menatap Albezro sayup.

"Selama ini aku sendirian tanpa bantuan siapa pun dan tidak ada yang membelaku, jadi aku terbiasa dengan kesendirian ku, hal ini bukan pertama kali aku rasakan, aku sudah terbiasa," ucap Albezro datar.

Albezro pun pergi meninggalkan Mila yang terlihat kesal.

"Ish, dasar songong! Lain kali aku tidak akan membantu mu!" ucap Mila kesal.

Albezro melihat Mila sekilas yang berjalan cepat. Albezro pun berjalan menuju kamarnya.

"Latihan sebentar lagi akan berakhir, aku harus menyiapkan sesuatu untuk pergi ke ruang bawah tanah, selain mencoba senjata baru ku aku juga ingin mencari poin untuk bisa membeli peralatan lainnya. Aku juga bisa mengurangi monster meskipun hanya satu," ucap Albezro mengambil tas, ia memasukkan baju pelindung dan juga membawa topeng agar ia tidak di ketahui.

"Hanya tinggal motor terbang, di mana akan ku dapatkan ya?" tanya Albezro berpikir.

"Oh iya, aku bisa pinjam punya pak Hendra," ucap Albezro.

Albezro keluar dari kamarnya untuk memastikan jika latihan sudah selesai.

Terlihat mereka yang yang di hukum tadi tampak kelelahan. Mereka terbaring sambil menggerutu.

"Sial! Ini gara-gara bocah sialan itu! Aku akan membalasnya," ucap Yun kesal.

"Bagaimana jika kita minta kak Leo yang menghabisi dia?" saran Ferdi.

"Kamu benar juga, tapi saat ini ia masih di tempat latihan khusus, kita akan temui nanti," ucap Hiro.

"Sepertinya latihan jam pertama sudah selesai, aku akan pergi ke tempat pak Hendra," ucap Albezro mengambil tasnya dan ia pun berjalan menuju tempat kediaman pak Hendra.

Beberapa orang sedang memeriksa pabrik terbengkalai itu.

"Di sini sepertinya sudah seperti tidak di tempati lagi, tapi kenapa murid itu mengatakan ada manusia yang membuang limbah beracun di sini? Apa dia bohong?" tanya pemburu itu heran karena tempat itu memang sudah lama tidak di tempati.

Terpopuler

Comments

MOCH ABDURRACHMAN

MOCH ABDURRACHMAN

la nutka aja dulu

2024-12-24

0

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Terus ...

2023-06-28

0

Hatee Dek Aida

Hatee Dek Aida

Jangan Sampai Mc-nya Naif... Apalagi Jika Berhubungan Dengan Wanita, Jangan Seperti Author Di Novel Sebelah, Lembek Didepan Peyek, Capek Dech...

2023-06-17

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!