BAB 20

[Ding Ding]

[Misi selesai]

[Selamat Anda membunuh jendral dan prajurit monster]

[Selamat Anda mendapatkan 1000 poin]

[Level pertumbuhan\=5]

[Kekuatan\=10]

[Kecepatan\=10]

[Kelincahan\=10]

[Kecerdasan\=10]

[Kemampuan\=10]

[Keberanian\=10]

[Poin\=1111]

"Wah, banyak sekali poin ku," ucap Albezro dengan suara lemah mengangkat tangannya ke atas melihat poinnya lalu ia pun tertidur.

"Anak ini kenapa? Poin apa? Haishhhh, ini pasti karena kelelahan baru ia mengigau. Kasihan sekali dia, entah berapa monster yang dia bunuh," ucap pak Hendra meletakan kipas angin di dekat Albezro agar ia tidak kepanasan.

Triring! Triring!

Triring! Triring!

Ponsel milik Albezro berbunyi. Karena penasaran, pak Hendra mengangkatnya.

"Oh dari Firgon ya." pak Hendra mengangkatnya.

"Albezro, kamu kemana saja? Ini sudah waktu jam latihan kedua di mulai." terdengar suara pak Firgon yang sedang mencari Albezro.

"Maaf Firgon, bocah nakal ini sedang di tempat tinggal ku, dia tampak kelelahan dan sudah tertidur, tolong izinkan dia hari ini, aku yang memintanya," ucap pak Hendra.

"Hm? Sejak kapan kau akrab dengannya?" tanya pak Firgon menekuk alisnya merasa heran.

"Sejak kapan ya, sepertinya sejak dia tiba-tiba bisa mengalahkan prajurit monster itu sendirian. Tolong beri dia izin, aku kasihan padanya karena usahanya selama ini untuk menjadi kuat tidak sia-sia," ucap pak Hendra.

"Baiklah, untuk hari ini, tidak ada lain kali," ucap pak Firgon.

"Oke! Terima kasih banyak," ucap pak Hendra memutuskan panggilannya dan menyimpan kembali ponsel tersebut ke dalam saku celana Albezro.

***

"Ya ampun! Aku harus masuk latihan jam kedua!" teriak Albezro yang langsung bangun dari tidurnya.

"Coba kau lihat di luar sana," ucap pak Hendra duduk di kursi di depan jualannya.

"Eh." Albezro terkejut karena hari sudah gelap.

"Waduh, aku bakal kena marah ini," ucap Albezro menepuk keningnya.

"Bapak sudah meminta izin untuk mu, tapi tidak ada lain kali, kamu tidak boleh bolos lagi," ucap pak Hendra memberi tahu.

"Oh, terima kasih banyak pak atas bantuan Anda," ucap Albezro.

"Lalu berapa monster yang kamu bunuh hingga kelelahan begitu?" tanya pak Hendra sambil memotong kukunya.

"Berapa ya, yang pasti aku bekerja sama dengan pemburu level SS dan level SSS, lumayan banyak juga yang kami bunuh," jawab Albezro mengingat-ingat.

"Oke! Terima kasih pak karena sudah menumpang tidur di rumah mu," ucap Albezro mengambil roti lalu naik di atas motor terbang dan melaju di udara.

"Hey! Bocah nakal! Kembalikan motor terbang ku, atau setidaknya bayar rotinya!" teriak pak Hendra. Tapi Albezro sudah menjauh.

Tak lama, Albezro sampai di asramanya. Ia masuk mengendap-endap. Sedikit lagi ia sampai di depan kamarnya, tapi seseorang menariknya dari belakang.

"Aduh!" teriak Albezro.

"Dari mana kamu dengan pakaian seperti ini?" tanya Mila mengintrogasinya.

"Kamu lagi, kenapa kamu ngikutin aku Mulu," gerutu Albezro.

"Idih! Siapa juga ngikutin kamu, aku lihat kamu mengendap-endap seperti pencuri itu kenapa? Kalau kamu nggak mau jawab aku aduin nih sama Buk Mei," ancam Mila.

Albezro langsung menutup mulut Mila karena saat itu buk Mei sedang lewat di koridor depan.

Seketika mereka saling bertatapan sejenak.

Mila tersadar dan ia menarik tangan Albezro. "Singkirkan tangan bau mu ini!" seru Mila.

"Kamu sih pake acara mau ngasih tahu," omel Albezro manyun.

Terpopuler

Comments

𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤

𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤

Thor??, bukanya PC membunuh ribuan prajurit monster dan jendral monster??

2024-06-20

0

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Terus...

2023-06-28

0

takmautau

takmautau

percikan perasaan suka mulai tumbuh di hati wanita tanpa disadari

2023-06-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!