BAB 2

Mereka membawa senjata untuk bertarung, senjata laser dan bom untuk melawan monster. Senjata terbaru adalah teknologi yang efektif dan khusus untuk melawan monster. Dan tak lupa memakai pakaian tempur untuk pelindung diri.

Namun mereka tetap harus berhati-hati dengan monster kuat yang mungkin lepas dari kejaran pemburu level SSS.

Mereka pun masuk ke dalam, di dalam ruang bawah tanah itu ada celah-celah dan terowongan yang bercabang-cabang yang membingungkan, biasanya di sini adalah tepat mereka para murid yang berlatih. Sedangkan ke dalam, di sana seperti ada dunia lain dengan hamparan daratan yang luas tempat para monster bersarang.

Setiap kelompok berpencar dan mereka masuk ke dalam terowongan itu untuk memburu monster.

"Hey kamu! Cepat berdiri di depan!" perintah Indra kepada Albezro.

Mereka saling tersenyum seperti sedang merencanakan sesuatu.

Dengan terpaksa Albezro pun berdiri di depan mereka seolah-olah dia adalah ketua kelompok. Albezro memegang senjatanya dengan erat dan bersiap siaga jika ada monster datang.

"Awas! Monster datang!" teriak Amira.

Albezro pun siap siaga ingin menembak monster tersebut, tapi sayangnya mereka hanya membohonginya saja.

"Ha-ha-ha dasar payah! Di bohongi mau saja! Benar-benar manusia terbodoh sedunia!" ucap Lesmana tertawa sambil menokok kepala Albezro, hampir saja ia terjatuh.

"Sudah sana cepat lihat ke depan!" perintah Lesmana.

Albezro bagaikan bahan olokan mereka saja.

Dari belakang, Indra pun menendang punggung Albezro dengan kuat membuat Albezro terjatuh ke depan.

"Rasakan itu! Kau sangat ingin menjadi satu kelompok dengan kami maka kami akan terus menyiksa mu," ucap Indra melototi Albezro.

"Kau lebih berhenti saja! Sekolah juga tidak kekurangan murid yang lebih berbakat dari mu, kau itu hanya menyusahkan! Justru sekolah benar-benar merasa rugi sudah menerima murid yang tidak berguna seperti mu, Dasar sampah menyebalkan!" seru Lesmana dengan menendang Albezro dengan kuat.

"Aduuh! Sakit!" rintih Albezro memegang punggungnya yang di tendang Lesmana hingga meninggalkan bekas lebam.

"Melihat wajah mu benar-benar membuatku muak! Ingin rasanya aku membunuh mu!" denggus Indra mendorong kepala Albezro hingga ia terbaring di tanah.

Terlihat mata Albezro berkaca-kaca menahan penghinaan yang ia dapatkan.

"Kenapa! Mau nangis! Benar-benar tidak berguna!" ucap Soni mendegak kepala Albezro ke atas lalu menghempaskan ke tanah.

Albezro menagis dalam diam, memangnya kenapa dengan orang sepertinya? Ia juga tidak ingin terlahir seperti ini, jika bisa memilih ia ingin menjadi orang terkuat di dunia biar ia bisa menjaga orang-orang yang memang harus di lindungi, tapi mau bagaimana lagi, ini bukan inginnya.

"Dasar payah! Tidak berguna! Sampah menjijikkan!" mereka memukul Albezro secara bergiliran.

"To … long henti … kan!" pinta Albezro meringkukkan tubuhnya karena harus menahan rasa sakit.

Akan tetapi tiba-tiba saja, pelindung kepala mereka berbunyi bahwa ada benda asing yang mendekat.

"Eh, ada monster! Ada monster!" ujar mereka panik. Dan benar saja, di belakang mereka ada monster yang sangat besar, ia adalah jendral monster yang lolos dari pemburu lain.

"Gila! Kita akan mati di sini! Cepat kabur!" teriak Indra.

Mereka pun berlari, Albezro ingin segera melarikan diri tapi sayangnya jendral monster itu menangkap kakinya.

Albezro pun segera menembak dengan senjata lasernya, laser itu mengenai tubuh jendral monster tersebut, tapi itu tidak membuat monster itu tumbang.

"Haishhhh, habis sudah si bodoh itu di bunuh jendral monster," ucap Amira. Mereka berlindung di balik bebatuan besar dan melihat kejadian tersebut sambil meminta bantuan agar mereka selamat karena jendral mereka bukanlah lawan bagi mereka yang baru latihan, yang biasa menjadi lawan mereka adalah prajurit monster.

Albezro ingin mengambil alat komunikasi untuk meminta bantuan, sayangnya alat itu di hancurkan oleh jendral monster tersebut dan ia pun di lemparkan ke tanah.

Duuaaakkk!

"Aduuuuuh!" teriak Albezro kesakitan. Mereka berempat hanya melihat saja tanpa membantunya.

Tangan kiri Albezro terasa seperti patah, ia mengerang kesakitan, saat jendral monster itu mendekatinya, ia pun melempar bom.

Duuaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr!

Ini adalah kesempatan Albezro untuk melarikan diri dan bersembunyi. Meskipun sudah di bom, jendral monster itu tidak langsung mati.

"Mau lari kemana kau anak manusia! Kau pikir kau bisa melarikan diri! Kau akan mati dalam genggaman ku!" ucap jendral monster itu dengan suara menggelegar.

"Ini bagaimana? Kenapa bantuan belum datang juga, bisa-bisa kita juga mati oleh jendral monster itu," gerutu Amira dengan suara pelan.

"Jangan bicara dan diamlah!" bisik Indra kesal.

Terpopuler

Comments

𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤

𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤

menangis di dalam hati" ke nya Thor

2024-06-20

0

Ryu Akira

Ryu Akira

*menangis

2023-12-12

0

Shahrul Yoe

Shahrul Yoe

tembak aja kasi mati team lu woi😂

2023-07-02

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!