Sesampainya di depan pintu, mereka pun langsung naik ke atas motor terbang cepat.
Albezro mengendarainya menuju tempat kediaman pak Hendra.
"Ya udah, aku pulang dulu pak," ucap Albezro berpamitan.
"Hey! Kau tidak mau tidur di rumah ku kah?" tawar pak Hendra.
"Ini sudah larut malam pak, besok juga ada latihan, nanti aku pasti di cariin kalau nggak ada di asrama," ucap Albezro.
"Baiklah jika begitu, kamu hati-hati di jalan," pesan pak Hendra.
"Baik pak," ucap Albezro meninggalkan tempat kediaman Pak Hendra.
Malam yang gelap tanpa bintang itu membuat malam menjadi tidak indah dan hanya hamparan gelap yang di lalui.
Tak sengaja Albezro melihat sebuah pabrik yang sudah lama tidak beroperasi itu tercium bau yang menyengat.
"Bau apa ini?" tanya Albezro mencari arah sumber bau tersebut. Ia memarkirkan motor terbangnya di dekat pohon yang besar lalu ia pun pergi mencari arah bau yang tidak sedap itu. Bau itu munculnya dari pabrik terbengkalai yang sudah sejak munculnya monster tidak pernah di gunakan lagi.
Albezro terkejut karena melihat ada beberapa orang yang sedang membuang limbah beracun di sana, dan lebih mengangetkan lagi, di sana ada jendral monster bersama mereka.
'Pantas saja malam ini monster muncul sangat banyak, ini adalah ulah mereka,' batin Albezro.
Albezro mengeluarkan ponselnya untuk memotret mereka sebagai barang bukti.
Saat ia sedikit ingin maju, ia malah terpijak sejauh ranting kayu.
Kletek!
Mereka semua menyadari suara itu dan melihat ke arah Albezro.
"Gawat! Kita ketahuan! Cepat tangkap dia!" perintah seorang pria panik kepada jendral monster.
Albezro langsung lari dan menuju motor terbangnya, ia bergegas melarikan diri.
"Kemana aku harus lari? Jika aku lari ke sekolah maka sekolah akan di mata-matai oleh mereka, aku harus mengelabui mereka," ucap Albezro mencari akal.
Albezro melajukan motornya, sedangkan jendral monster itu terus mengajarnya.
Mau tak mau, Albezro harus melewati pohon besar, ia terjun dari motornya dan membiarkan motornya terbang dengan sendirinya, otomatis jendral itu akan terus mengikuti motor terbang tersebut. Albezro merelakan motor terbangnya demi menyelamatkan diri.
Ia diam di atas pohon yang gelap itu.
"Sial! Kita sudah ketahuan, cepat kita tinggalkan pabrik itu dan cari tempat yang lain lagi," ucap pria itu kesal.
"Tapi pabrik itu adalah satu-satunya pintu ke ruang bawah tanah yang bisa menghasilkan para monster," ucap temannya.
"Tapi bagaimana lagi, inilah cara agar kita tidak ketahuan, aku tidak tahu apa yang anak itu dapatkan, apa dia mendapat buktinya atau tidak, yang pasti kita tunggu saja jendral monster itu menangkap orang itu," ucap pria itu tampak kesal.
"Baiklah, kita akan cari tempat yang bisa menghasilkan monster yang lebih kuat lagi," ucap temannya dan mereka pun pergi secepatnya meninggalkan tempat tersebut, mereka juga membersihkan tempat itu dengan alat yang mereka buat agar tidak ada jejak lagi.
Sedangkan Albezro masih di atas pohon mendengar percakapan mereka.
'Mereka ingin pindah ke mana? Aku akan segera mencari tahu sebelum para monster itu akan terus terlahir kembali,' batin Albezro.
Setelah merasa sedikit aman, Albezro pun turun dari pohon tersebut, ia berlari menuju asramanya.
Diam-diam ia memanjat asramanya dan masuk lewat jendela dan menutupnya pelan-pelan.
"Oh, keluar malam-malam begini dan masuk dari jendela, kamu lebih mirip pencuri." terdengar suara wanita di belakangnya.
Pelan-pelan Albezro membalikkan tubuhnya dan yang ia lihat adalah buk Mei.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Yo...ayo...
2023-06-28
0
Ogeg iraeinn
motor terbang = Hoverbike
2023-06-17
0
takmautau
ketahuan rupanya
2023-06-17
0