BAB 6

"Kalian pikir aku masih orang yang sama? Apa kalian pikir aku bisa di tindas terus? Jangan menganggu ku lagi atau kalian akan menyesal!" ancam Albezro menatap mereka tajam, ia pun pergi meninggalkan mereka di ruangan itu lalu menuju kamarnya.

Albezro mengambil bajunya dan berganti pakaian, karena ia bangunnya kemalaman jadi ia melewati makan malam asrama.

Lagian, setiap kali makan di asrama bersama tetap saja itu membuatnya tidak aman, semua mata terus tertuju ke arahnya dengan pandangan mengejek dan merendahkan.

Tapi ia tetap makan dari pada kelaparan, kali ini tempat makan asrama sudah tutup, ia harus cari makan di luar.

Biasanya para murid tidak boleh di biarkan berkeliaran di di tengah malam karena terkadang ada monster yang keluar dari pintu bawah tanah, karena jarak antara asrama dan pintu bawah tanah itu tidak terlalu jauh karena mereka demi melindungi para warga perkotaan.

Orang-orang juga kadang tidak berani yang keluar malam-malam, kadang ada monster yang terlepas dan keluar dari ruang bawah tanah untuk mengacau di perkotaan.

Karena perut Albezro lapar, ia harus keluar dari asrama untuk cari makan di perkotaan. Albezro pun naik motor cepat untuk menuju perkotaan agar cepat sampai.

"Sesampainya di perkotaan, Albezro pun berhenti di sebuah warung makan yang belum tutup. Tapi tentu saja yang berjualan itu adalah pemburu level S, ia memilih berjualan demi untuk kepentingan warga kota yang tidak menjadi pemburu.

Albezro pun turun dari motornya dan menuju warung tersebut.

"Pak, aku mau beli roti," ucap Albezro.

"Kamu murid pemburukan?" tanya Pak Hendra melihat lambang sekolah pemburu monster di baju Albezro.

"Iya Pak." angguk Albezro.

"Lalu kenapa kamu keluar malam-malam begini sendirian tanpa guru pembimbing?" tanya Pak Hendra.

"Aku melewatkan makan malam di asrama, makanya aku keluar untuk mengisi perut ku yang kosong," jawab Albezro mengambil roti coklat dan melahapnya.

"Tapi tetap aja bahaya, ini jam sudah hampir larut malam, lalu kau sudah ada izin dari guru pembimbing?" tanya pak Hendra lagi.

"Tidak," jawab Albezro santai sambil mengunyah rotinya.

"Oh ya, tadi aku dapat berita bahwa ada murid paling bodoh di sekolah pemburu monster itu tiba-tiba saja bisa mengalahkan prajurit monster sendirian, apa benar itu?" tanya pak Hendra penasaran.

Mendengar dirinya di sebut murid paling bodoh di sekolah mendadak Albezro manyun.

"Ya betul," jawab Albezro dengan menyipitkan matanya.

"Wah, itu sangat luar biasa, itu sesuatu yang tidak pernah ada sebelumnya. Aku sangat penasaran seperti apa orangnya, bagaimana dirinya dan seperti apa dia," ucap pak Hendra antusias.

"Kenapa penasaran, orangnya ada di depan Anda Pak," ujar Albezro manyun.

"Di depan ku? Di mana? Di mana?" tanya pak Hendra celingak-celinguk mencari orang yang di maksud.

Albezro menarik nafasnya. "Aku orangnya Pak," ucapnya menunjuk dirinya sendiri.

"Kamu? Kamuuuuu!!! Kamu yang benar donk! Jangan bercanda," ucap pak Hendra menggoyangkan tubuh Albezro dengan kuat.

"Kalau tidak percaya ya sudah, cari saja sendiri," ucap Albezro.

"Oke kalau begitu, karena kamu mengaku diri sendiri adalah murid paling bodoh mendadak jadi pemburu hebat, mari kita pergi ke ruang bawah tanah untuk mengasah kekuatan mu," ucap pak Hendra.

'He-he-he, dengan begini aku bisa mencari poin,' batin Albezro tersenyum menyengir.

"Baiklah, aku setuju," ucap Albezro bersemangat.

"Aku tutup warung ku dulu," ucap pak Hendra menutup.pintu rumahnya lalu menutup warungan dan menguncinya.

Mereka pun naik motor terbang dengan cepat menuju ruang bawah tanah.

Terpopuler

Comments

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ayo....ayo....

2023-06-28

0

takmautau

takmautau

lawannya tdk main2 langsung lvl S 😀

2023-06-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!