"Ada apa ini?" tanya Albezro tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan.
"Dia … dia yang sudah menghajar kami pak, mentang-mentang dia menjadi kuat dan kami di tantang lalu di habisi," ucap Yun meringis kesakitan sambil memegang bahunya.
"Iya pak! Lihat aku sampai terluka karena keegoisannya ingin menjadi kuat, bahkan kami di anggap sarung tinju," ucap Ferdi yang bibirnya terluka karena ia di hempas tadi.
Pak Firgon melihat ke arah Albezro.
"Aku melakukan apa yang harus aku lakukan," ucap Albezro datar.
"Bapak tau, tidak mungkin ada asap jika tidak ada api kan?" ucap pak Firgon melihat ke arah mereka yang di hajar Albezro.
"Iya tuh pak, dia yang menantang mereka dulu," ucap murid yang lain yang tadinya hanya jadi penonton mendadak membela Yun dan kawan-kawannya.
"Betul itu pak, si tukang onar itu lebih baik berhentikan saja Pak dari pada dia melakukan keonaran yang lebih parah lagi," ucap mereka.
"Iya betulan pak! Keluarkan saja, sekolah juga tidak kekurangan orang yang berbakat," ucap mereka.
Albezro melihat ke arah mereka yang memang sejak dari awal mereka tidak menyukai keberadaannya.
Tapi itu tidak penting baginya, menjadi kuat adalah hal yang sangat ia inginkan. Dan ia sudah mendapatkannya saat ini, jadi hal kecil seperti ini tidak ia pedulikan.
Tiba-tiba saja si cantik Mila dari kelas sebelah datang, ia adalah wanita tercantik di sekolah.
Rambutnya yang tergerai lurus jatuh ke bawah, mata yang penuh sinar cahaya yang apa bila memandangnya menjadi terpukau. Bulu mata lentik, bibir yang tipis merah merona, hidung mancung dan wajahnya yang bulat. Ia benar-benar sangat cantik, bahkan ada beberapa guru sangat menyukainya dan tergila-gila padanya.
"Pak, aku melihat sendiri jika mereka yang menyerang dia terlebih dahulu," ucap Mila.
Semua mata tertuju ke arah Mila yang cantik jelita itu.
"Mila," ucap mereka terpukau.
"Dari mana kau melihatnya, sedangkan mereka yang ada di depan mata saja malah menyalahkannya?" tanya pak Firgon.
"Aku melihat dari jendela saat aku melewati ruang ini," ucap Mila.
"Oh begitu ya. Apa benar begitu?" tanya pak Firgon kepada para murid di dalam ruangan.
"Benar pak," ucap mereka yang masih terpukau melihat kecantikan yang luar biasa yang di miliki oleh Mila.
"Berarti benar ya, jika mereka menyerang dulu?" tanya pak Firgon lagi.
"Benar pak," jawab mereka seolah-olah mereka terhipnotis hanya dengan kecantikannya. Jarang-jarang bisa melihat sang Dewi secara langsung karena jadwal Mila sangat padat.
"Jika begitu kalian di hukum," ucap pak Firgon.
"Benar pak," ucap mereka lagi secara serentak.
"Terima kasih Mila karena sudah menjadi saksi untuk Albezro," ucap pak Firgon.
"Sama-sama, aku permisi dulu," ucap Mila mengangguk dan tersenyum lalu meninggalkan tempat tersebut.
"Mila! Tunggu! I love you Mila!" teriak mereka yang ingin mengejar Mila. Tapi pak Firgon segera menutup pintu.
"Kalian mau kemana! Karena kalian sudah mengakui kesalahan kalian Mak kalian di hukum!" tukas pak Firgon.
"Mengakui kesalahan apa? Apa yang kami lakukan sampai kami di hukum?" tanya mereka tak terima.
"Kalian sudah memberi kesaksian palsu, jadi hukuman kalian adalah berkeliling tempat ini sebanyak 50 kali," perintah pak Firgon.
"Apa!" mereka terkejut berjamaah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Terus...
2023-06-28
0
takmautau
sangking tersepona
2023-06-18
0