Wusssssshh!
"Eh, kenapa aku melihat ada motor terbang murid ke arah ruang bawah tanah malam-malam seperti ini? Siapa yang pergi?" tanya buk Mei saat itu ia masih mengantuk tapi berdiri di atas balkon kamarnya.
Akhirnya mereka pun sampai di tempat pintu bumi itu berada.
"Ayo kita masuk, tapi jangan terlalu dalam karena di tempat terdalam ada pemburu level SSS berada, jika ketahuan kita akan di hukum," ucap Pak Hendra.
'Bapak ini sungguh lucu, sudah tahu akan di hukum dia sendiri yang mengajaknya,' batin Albezro tersenyum.
Mereka pun masuk ke dalam. Pak Hendra menghidupkan senternya dari gelapnya ruang bawah tanah.
"Pak, apa tidak apa-apa Bapak tidak pakai pelindung begini?" tanya Albezro.
Tit!
Sreet!
Tubuh pak Hendra langsung menggunakan baju pelindung.
"Dasar orang tua, ternyata dia sudah punya persiapan," omel Albezro manyun.
"Tidak mungkinkan monsternya tidur?" tanya pak Hendra saat melihat tempat itu sepi.
Mereka pun berjalan terus ke dalam dan hingga sampai di ruang bawah tanah terdalam, di sana terlihat hamparan daratan yang luas.
Terlihat di pangkalan berdiri beberapa bangunan tempat pemburu level SSS berada sebagai pangkalan untuk membunuh para monster agar para monster tidak mengacau di daerah perkotaan karena di sana banyak orang awam yang harus mereka lindungi.
Tempat itu terlihat aman-aman saja.
"Hm … seperti belum ada tanda-tanda monster menyerang malam ini," bisik pak Hendra.
"Jadi bagaimana? Apa kita pulang saja?" tanya Albezro.
Bom! Bom! Bom!
Beberapa monster keluar dari tanah menyerang pangkalan.
Semua pemburu level SS dan level SSS terbangun.
"Gawat!" teriak Albezro menarik pedang laser dari tempat penyimpanan di belakang pak Hendra lalu berlari ke arah pangkalan karena pangkalan itu akan habis jika tidak di pertahankan.
"Hey bocah nakal! Mau ke mana kamu!" teriak pak Hendra. Ia pun terpaksa berlari mengejar Albezro.
[Ding Ding]
[Misi baru]
[Bunuh beberapa monster]
[Setiap monster 100 poin]
[Status misi: Sedang berlangsung]
Albezro melompat dengan kuat ke atas pangkalan di mana beberapa pemburu level SS dengan bertarung. Karena monster itu munculnya bersamaan dan lumayan banyak dari biasanya, para pemburu level SSS melawan jendral monster.
Albezro pun melompat di atas punggung monster itu dan memotong tangan prajurit monster itu hingga tangan monster itu pun terpotong sebelahnya.
"Ayo kita di beri kesempatan!" teriak mereka yang saling bekerja sama memotong tubuh monster itu bersamaan.
Monster itu tumbang akan tetapi muncul monster yang lain, kali ini 2 jendral monster ingin mengancurkan pangkalan.
"Cepat lindungi pangkal!" terima mereka.
Para pemburu berlari keluar dari pangkalan karena pangkal akan segera di tutup dengan perisai hologram cekung.
Sebuah sinar menyelimuti pangkalan mereka agar pangkalan itu bisa di tembus oleh Monster.
Selanjutnya, mereka menembakkan senjata laser ke arah jendral monster tersebut, tapi tidak membuat jendral monster langsung mati. Mereka menyerang sejadi-jadinya.
"Haishhhh! kenapa malah jadi seperti ini? Padahal cuma ingin mencari satu monster aja untuk mengetes bocah nakal itu," gerutu pak Hendra.
Agar mereka tak mengenali wajahnya, Albezro menutup wajahnya dengan baju yang ia pakai, sedangkan ia tidak memakai pakaian, jika ketahuan murid pemula sepertinya datang ketempat berbahaya itu ia bakal di marah habis-habisan atau takutnya ia di keluar dari sekolah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Bayu Adji
ini maksudnya apa dah ?!!
2023-07-02
1
Jimmy Avolution
Nice...
2023-06-28
0