Albezro pun berjalan untuk keluar dari tempat tersebut, tapi saat di perjalanan ia pun bertemu dengan kelompoknya lagi.
Pak Firgon mendekati Albezro.
"Kamu ke mana saja dan juga … di mana pelindung kepala mu?" tanya pak Firgon.
"Sudah rusak," jawab Albezro singkat.
"Ya sudah, jika terlihat kamu habis berkelahi ya? Dengan siapa?" tanya pak Firgon penasaran.
"Dengan prajurit monster," jawab Albezro singkat.
"Sendirian?" tanya pak Firgon menekuk alisnya.
"Iya." angguk Albezro.
Pak Firgon menekuk alisnya, rasanya tidak percaya dengan ucapan Albezro ia bisa melawan prajurit monster sendirian, yang bisa melawan prajurit monster sendirian itu setidaknya level C.
Saat ini mereka masih berada di level A dan B.
"Ah mana mungkin dia bisa melawan prajurit monster sendirian, tadi saja dia hampir mati di hajar jendral monster," ucap Soni keceplosan.
"Apa! Kalian tahu jika dia bertemu jendral monster? Lalu kenapa kalian bilang tidak tahu!" ucap pak Firgon tampak murka.
"Eh itu … makanya kami memencet tombol bantuan," ucap Sino binggung untuk menjelaskannya.
"Tapi tadi kalian bilang salah pencet, kalian berbohong ya! Kalian itu bersatu bukanya membiarkan teman satu kelompok mati begitu saja!" seru pak Firgon marah.
"Maaf Pak, maaf, kami tidak akan mengulanginya lagi," ucap mereka berlutut.
"Jika hal seperti ini terjadi lagi, kalian akan di turunkan levelnya!" ucap pak Firgon menatap mereka tajam, ia pun meninggalkan mereka berempat.
"Sial! gara-gara dia kita di marahi! Lagian kamu sih kenapa pake acara keceplosan sih!" sungut Indra.
"Iya nih Sino," sahut Amira kesal.
"Maaf, maaf aku nggak sengaja," ucap Sino menepuk mulutnya.
Mereka pun memilih untuk keluar, beberapa guru pembimbing juga sudah keluar membawa muridnya karena mereka bertemu dengan 2 jendral monster sekaligus, dari pada pada murid mereka terluka, jendral monster itu sangat sulit di lukai, mereka sangat kuat.
"Bagaimana dengan latihan hari ini?" tanya pak Hero.
"Tadi murid ku bertemu dengan prajurit monster, tapi prajurit monster itu di kalahkan oleh seorang murid yang sudah setahun tapi belum naik level, tidak tahu hari ini dia bisa melawan prajurit monster sendirian," jawab pak Amir.
"Wah, itu sangat luar biasa. Bukannya murid itu ada di kelas pak Firgon?" tanya pak Hero melihat ke arah pak Firgon yang baru saja keluar dari pintu bawah tanah dan berjalan ingin bergabung dengan para guru pembimbing.
"Ada apa?" tanya pak Firgon melihat mereka yang memandang ke arahnya.
"Bukankah murid mu ada yang sudah setahun belum naik level B?" tanya pak Amir.
"Benar, memangnya ada ada apa?" tanya pak Firgon mengangkat alisnya.
"Murid ku bilang jika murid yang setahun tidak naik level itu bisa mengalahkan prajurit Monster, itu berada di kelas mu kan? Memang benar?" tanya pak Hero penasaran.
Pak Firgon melihat ke arah Albezro yang sedang melihat ke arah pintu bawah tanah itu.
"Benarkah? Nanti aku akan tanya pelan-pelan dengannya," ucap pak Firgon yang masih kebingungan.
Mereka pun pulang dengan motor terbang cepat ulang ke asramanya.
Albezro pun masuk ke dalam kamarnya dan ia merebahkan tubuhnya atas kasur.
Ting tong!
Ting tong!
"Albezro! Albezro!" panggil pak Firgon.
Albezro pun bangun dan ia membuka pintu.
"Eh, pak Firgon, ada apa?" tanya Albezro.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Josss...
2023-06-28
0
Nurul
Level nya alberzo ngak konsisten, Awal level D ngak naik ke C, tapi ini udah Naik ke level B
2023-06-28
0
Boenk Baseng Kendak
semangat
2023-06-22
1