"Hey! Kamu yang tidak berguna si sampah yang menyebalkan! Kamu jangan ambil makanannya yang banyak, kamu itu tidak berguna, sia-sia saja makanan yang masuk ke dalam perut mu tapi kamu juga tidak bisa apa-apa!" maki Guntur teman sekelasnya juga.
Albezro meliah ke arah Guntur dengan tatapan yang mematikan, seketika Guntur merasakan tubuhnya kaku hanya dari pandangan Albezro.
"Aku tidak perhitungan hal kecil seperti ini, aku harap ini adalah terakhir kamu mengatakan hal buruk itu," ucap Albezro datar.
"Kau … kau … kau pikir … pikir aku takut de-dengan ancaman mu i-tu," ucap Guntur yang tiba-tiba saja bicaranya terbata-bata.
"Cih, kau bilang tidak takut tapi lihat celana mu itu," ucap Albezro melihat ke arah celana Guntur yang sudah basah gara-gara mengompol. Albezro melihat sekilas ke arah Guntur dengan tatapan sinis dan ia pun pergi ke kursinya.
"Ada apa denganmu Guntur?" tanya temannya, mereka tertawa melihat celana Guntur yamg basah.
Kerena malu, Guntur pun lari meninggalkan kantin dan kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Albezro melahap makanannya dengan santai meskipun semua mata tertuju ke arahnya.
"Apa kamu yakin jika dia memang bisa mengalahkan prajurit sendirian?" bisik mereka.
"Entahlah, tapi ada mereka yang melihatnya langsung mungkin saja benar, tapi melihat dia langsung di mata rasanya juga nggak percaya jika orang yang terkenal kebodohannya bisa melawan prajurit monster di tambah aku sering lihat dia di bully dan terlihat sangat menyedihkan, tiba-tiba dia menjadi pemburu monster kuat, itu sangat aneh," ucap temannya.
Beberapa orang melihat ke arah Albezro yang sedang asik dengan makanan. Mereka saling berbisik dan tersenyum.
Mereka pun menghampiri Albezro dan duduk mengelilingi Albezro.
Albezro meneguk air minumnya tanpa mempedulikan mereka karena ia tahu jika mereka pasti akan mengusiknya.
"Hey! Aku dengar kamu sekarang menjadi pemburu terkuat, apa itu benar?" tanya mereka senyam senyum.
"Kalian yang datang tiba-tiba ini hanya untuk menanyakan hal ini? Lalu apa penting?" tanya Albezro balik.
"Bukan begitu, hanya saja memastikan apa itu benar atau tidak dan kami ingin mendengar dari mulut mu saja," ucap pria saling mengode ke arah teman-temannya dan mereka tersenyum seperti sedang merendahkan.
"Apa pentingnya, selama ini kalian juga tidak pernah peduli dengan ku, menanyakan hal ini sungguh tidak penting, buang-buang waktu saja!" Albezro pun berdiri dan pergi meninggalkan mereka.
"Hey! Dasar manusia sampah! Kau pikir kau hebat dan beraninya kau mengabaikan kami! Kau sungguh punya nyali!" sergah pria itu membuat Albezro berhenti. Ia membalikkan tubuhnya dan menatap mereka satu persatu.
"Kita tak punya masalah apa pun, kau lebih baik menjauh saja, aku tidak ingin melukai siapa pun," ucap Albezro membalikkan kembali badannya kebelakang.
"Kurang ajar! Kau membuat ku kesal!" teriak pria itu murka dan menendang Albezro dari belakang, tapi itu tidak membuatnya jatuh.
Albezro kembali membalikkan badannya, ia menarik kerah baju pria itu lalu melemparnya ke dalam kantin.
Bruuk!
Pria itu terjatuh di bawah kaki seorang wanita yang ia sukai, wanita itu sedang membawa makanan di atas napan. Namanya Syakira.
"Hey! Apa yang kau lakukan! Kau mengintip ya!" teriak Syakira marah, ia menendang pria itu hingga terpental ke depan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Sipppp...
2023-06-28
0
Boenk Baseng Kendak
mantap
2023-06-22
1