Pemburu itu melemparkan senjata laser ke arah Albezro lalu Albezro pun menembakkan sinar laser itu ke arah kedua mata jendral monster itu membuat kedua matanya kesakitan, jendral monster itu memegang matanya dan melepaskan Albezro.
Pemburu itu langsung menyambut tubuh Albezro agar ia tidak jatuh dan ia pun punya kesempatan untuk memotong kedua kaki jendral monster itu.
Albezro juga tak mau tinggal diam, Ia berlari dan melompat dari bahu pemburu itu dan memenggal kepala jendral monster tersebut dan jendral itu pun tumbang ke tanah dan mati.
"Good job," pemburu itu mengangkat jempolnya ke arah Albezro.
Albezro mengangguk tersenyum. Baru saja pemburu itu ingin mendekati Albezro datang lagi 2 prajurit monster.
"Astaga! Kenapa malam ini banyak sekali yang muncul!" teriak pemburu itu kesal sambil melawan prajurit monster itu.
"Ha-ha-ha, kalian manusia sungguh naif, kalian masih saja melindungi manusia yang masih membuat kerusakan, jadi jangan salahkan kami yang terus bermuculan," ucap prajurit monster itu tertawa.
Antara Albezro dan pemburu itu bekerja sama, membingungkan kedua prajurit monster itu dan melakukan serangan secara acak dan membuat prajurit itu mati.
"Wah, ini sangat luar biasa, aku tidak pernah sebelumnya mendapat teman kolaborasi yang sekeren dirimu, kau bisa memahami ku dan aku bisa mengerti kamu menjadikan kerja sama kita menghasilkan kekuatan yang luar biasa, jika tahu siapa namamu?" tanya pemburu itu.
"Aku … oh itu temanku manggil, aku pergi dulu," ucap Albezro berlari terbirit-birit.
"Hey tunggu dulu! Aku harus tau siapa namamu agar kita bis jadi tim lagi!" teriak pemburu itu.
Albezro tidak mempedulikannya, karena bantuan sudah banyak yang datang untuk membasmi para monster-monster itu.
Albezro berjalan mencari pak Hendra yang sudah berbaur dengan orang banyak.
[Ding Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda membunuh 2 jendral monster dan 2 prajurit monster]
[Hadiah 600 poin]
[Level pertumbuhan \= 2]
[Kecepatan \=4]
[Kelincahan \=4]
[Kekuatan \=4]
[Kecerdasan \=4]
[Kemampuan \=4]
[Keberanian\=4]
[Poin \=611]
"Wah, poin ku sudah banyak, aku bisa membeli peralatan di system ku nih. Tapi kemana pak Hendra ya?" tanya Albezro mencari-carinya.
Tuing!
Sebuah batu kecil di lemar ke arahnya, Albezro melihat ke arah datangnya lemparan batu tersebut.
"Pak Hendra."
"Ssstttttt! Cepat kesini!" ucap pak Hendra setengah berbisik sambil melambaikan tangannya.
Albezro pun berjalan mendekati pak Hendra.
"Kenapa bapak bersembunyi di sini?" tanya Albezro.
"Is kamu nih, kalau aku keluar aku bakal Ketahuan nanti, tapi aku melihat kamu sangat luar biasa, kamu itu sudah mahir, mungkin jika di katakan kamu sudah berada di level A yang akan mendekati level S. Aku percaya sekarang kepada mu dan itu sangat percaya jika kau akan berkembang dengan lebih baik. Tapi sekarang pikirkan gimana cara kita pulang," ucap pak Hendra.
"Buka saja baju bapak dan gunakan seperti ku," saran Albezro.
"Oh iya, benar juga kamu." Pak Hendra membuka bajunya dan membuat sebagai penutup wajah.
Karena ini gelap dan para pemburu yang berdatangan juga tidak mengenali Albezro, Albezro pun membuka penutup wajahnya agar tidak di curigai, sedangkan pak Hendra berjalan dibelakang Albezro dan mereka keluar dari pintu bawah tanah tersebut.
"Ah memalukan, masa aku berjalan di belakang murid!" denggus pak Hendra merasa malu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
dsnbl
Tah kenapa gw kaga suka cara ngomong di novel ini, terlalu lebay
2024-03-21
1
Jimmy Avolution
Sippp...
2023-06-28
0
Kaisar surgawi
ini sebenernya A atau D sih Ranknya
2023-06-18
1