Ting tong!
Tong tong!
"Silakan masuk," ucap kepala sekolah.
Pak Firgon masuk ke dalam ruangan Yusen dan berdiri di hadapannya.
"Ada apa?" tanyanya.
"Salah satu murid ku melihat ada 3 orang yang bekerja sama dengan jendral monster untuk membuang limbah beracun di pabrik terbengkalai yang menuju arah kediaman pak Hendra. Mohon kepada kepala sekolah untuk memberi izin untuk memeriksanya di sana," pinta pak Firgon.
"Apa itu benar?" tanya kepala sekolah mengerutkan alisnya.
"Ya, dia melihatnya sendiri, karena ketahuan ia di kejar oleh jendral monster hingga merelakan motor terbangnya rusak demi menyelamatkan diri," jawab Pak Firgon menyakinkan.
"Baiklah, masalah serius seperti ini tidak bisa di biarkan jika ini terjadi," ucap kepala sekolah berdiri untuk bersiap siaga.
"Tapi pak, murid ku bilang, saat itu ia mendengar percakapan mereka. Karena sudah ketahuan, mereka akan pindah mencari tempat lain," ucap pak Firgon mengingatkan.
"Baiklah, sebagian memeriksa tempat pabrik terbengkalai itu, sisanya mencari tempat yang akan mereka jadikan tempat baru untuk membuang limbah tersebut," ucap kepala sekolah.
"Baik Pak," ucap pak Firgon tegas.
Albezro mengikat tangannya dengan kain dengan kuat dan ia kembali berlatih untuk menjatuhkan patung monster itu.
"He-he-he, mumpung pak Firgon tidak ada nih, ayo kita tantang Albezro," bisik mereka.
Yun dan teman-temannya datang menghadap Albezro yang sedang menendang patung monster itu, mereka memegang kaki Albezro memberhentikan latihan Albezro lalu mendorong kaki Albezro membuat Albezro mundur beberapa langkah.
"Hay! Kau kuat juga ya, bisa menjatuhkan patung monster itu dengan cepat. Jadi bagaimana jika kita berlatih?" tanya Ferdi.
"Apa kalian yakin ingin berlatih? Tidak membully?" Albezro balik bertanya.
"Tidak, ini hanya latihan biasa," ucap Hiro menyeringai.
"Ini bukan latihan, tapi pengeroyokan," ujar Albezro melihat mereka yang mengelilinginya.
"Kau kan kuat, bisa melawan jendral monster hanya sendirian, itu berarti kau juga bisa mengalahkan kami semua donk," ucap mereka tertawa.
Albezro tidak menjawab, ia melihat mereka semua lalu tiba-tiba ia melakukan serangan menendang Hiro dari belakang.
Bruuk!
"Aduuuuuh!" teriak Hiro kesakitan karena bokongnya terhempas ke lantai.
"Kurang ajar! Kami hanya ingin mengajak mu berlatih bersama, tapi kenapa kau malah menendangnya!" teriak Yun seolah-olah ia ingin mengatakan pada murid lain jika Albezro yang memulai pertengkaran terlebih dahulu dan agar dapat pembelaan dari mereka.
"Kenapa? Hasilnya tetap akan sama bukan? Tujuan kalian hanya untuk memang ingin memukuli ku, jadi sebelum aku di pukul, lebih baik aku lumpuhkan salah satu dari kalian agar berkurang satu," ucap Albezro.
"Ayo, kita hajar saja dia, dia sudah melukai teman kita," ucap mereka yang langsung menyerang Albezro.
Tentu saja Albezro tak mau kalah, ia juga menyerang mereka. Dari belakang mereka menangkap kedua tangan Albezro, Albezro pun menendang yang ada di depannya lalu menginjak kaki mereka yang memegang tangannya.
Yang lain juga datang menyerang ke arahnya, Albezro menangkapnya lalu memutarnya dan ia pun terlempar jauh.
Yang tadi kakinya di injak, ia menyerang lagi Albezro dari belakang, tapi Albezro menangkap tangannya dan memutar kebelakang lalu membalikkannya dan ia terhempas ke lantai dan meringis kesakitan.
Akhirnya mereka yang menyerang Albezro pun sudah tumbang semuanya dan merintih kesakitan.
"Ayo bangun lagi dan serang aku!" tantang Albezro.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Ayo...
2023-06-28
0