"Messy!" teriak pemburu level SS yang kenal dekat dengannya.
"Eh, kalian baru datang," ucap Messy yang kesakitan.
"Syukurlah kamu tidak apa-apa, maaf kami terlambat. Tapi kamu hebat juga bisa mengalahkan jendral monster sendirian, itu berarti kekuatan mu sudah tambah besar," ucap pemburu itu.
"Bukan aku membunuhnya, tapi …." Messy kebingungan melihat orang yang menolongnya tadi tidak ada lagi.
"Kalau bukan kamu, lalu siapa?" tanya pemburu itu penasaran.
"Tadi … ada seseorang yang membantuku, tapi kemana dia pergi ya?" tanya Messy kebingungan.
"Ya sudah, ayo obati dulu lukamu," ajak pemburu itu.
Albezro duduk di samping gundukan tanah.
[Ding Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda membunuh jendral monster]
Selamat Anda mendapatkan 200 poin
[Level pertumbuhan\=3]
[Kekuatan\=6]
[Kecepatan\=6]
[Kelincahan\=6]
[Kecerdasan\=6]
[Kemampuan\=6]
[Keberanian\=6]
[Poin\=511]
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Albezro pun melihat peralatan di systemnya.
[Pembelian pedang laser]
[Poin 400 poin]
[Ding Ding]
[Poin Anda di potong 400 poin]
[Sisa poin Anda 111 poin]
Albezro pun mengambil pedang lasernya, ia mengeluarkan dari system'.
Pedang itu sangat panjang, ia bisa membunuh monster dengan jarak jauh sekali pun.
"Oke! Saatnya beraksi," ucap Albezro mengikat kedua tangannya dengan kain, ia pun memegang kedua tangannya dengan pedang laser.
Albezro pun memberanikan diri masuk ke ruang bawah tanah lebih dalam lagi di mana tempat para monster yang selalu muncul.
Di sana juga sudah ada beberapa pemburu level SS dan level SSS yang sedang bertarung.
Ada sebagian dari mereka yang terluka, luka ringan mau pun luka berat.
"Demi poin, saatnya beraksi." Albezro pun berlari lalu menyerang monster yang di laluinya.
Monster itu terluka dan para pemburu lain merasa terbantu dan mereka pun menyerang monster itu dan monster itu mati.
Pemburu itu melihat ke arah Albezro dengan mengacungkan jempol. Albezro tersenyum.
"Ayo kita berkerja sama," ucap pemburu itu.
Kedua pemburu level SS dan level SSS itu bekerja sama dengan Albezro.
Mereka pun menyerang para monster secara terus menerus.
Hanya dengan mereka bertiga, mereka bisa mengalah beberapa jendral monster dan sudah ada puluhan prajurit monster yang bisa mereka bunuh.
Akhirnya, monster tidak muncul lagi. Mereka bertiga pun terbaring kelelahan.
"Aku merasa sangat luar biasa hari ini," ucap pemburu SS itu menatap ke atas.
"Kapan-kapan kita bisa seperti ini lagi kan?" tanya pemburu level SSS tersebut.
Albezro diam tak menjawab.
"Oh ya, nama kamu siapa?" tanya pemburu itu.
"Aku … panggil saja aku El," jawab Albezro.
Albezro pun bangun. "Karena monsternya nggak muncul lagi, aku harus pulang segera," ucap Albezro berdiri dan ingin pergi.
"Hey El, bagaimana kami bisa menghubungi mu agar kita bisa bekerja sama lagi?" tanya pemburu itu.
"Hm … aku akan datang kapan aku mau, dan kita bisa bekerja sama lagi. Aku pergi dulu," ucap Albezro berlari dan keluar dari ruang bawah tanah itu meninggal mereka yang masih binggung.
"Hey! Tapi setidaknya perlihatkan wajah mu agar kami bisa mengenali mu!" teriak mereka, tapi Albezro sudah menjauh. Ia segera naik motor terbangnya dan segera pergi dari sana.
Tak lama, ia pun sampai di depan rumah pak Hendra dan membuka topengnya.
"Huh! Lelah sekali," ucap Albezro masuk ke dalam rumah pak Hendra dan terbaring.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
apalah Thor masa jendral monster cuma dpt 200 point'? kan prajurit monster juga dpt 200 point
2024-06-20
0
Jimmy Avolution
Sippp...
2023-06-28
0
nur kholifah
itu senjata dari system kalau gak ada ruang simpanan system puyeng juga ya harus bawa senjata dari system di masukin ransel
2023-06-18
0