Bab 13

Tiana tidak tahu bahwa Bella bukanlah seorang manusia biasa. Bella adalah setengah manusia tapi dia dipelihara oleh Ayahnya yang merupakan vampir buangan.

Ayahnya tidak pernah berhenti meminum darah oleh itu Bella juga merupakan vampir yang meminum darah segar dari darah manusia dan darah binatang.

Awalnya Bella tidak pernah tertarik untuk berteman dengan manusia biasa tetapi setelah kedatangan Tiana, Bella tiba-tiba merasa tertarik. Apalagi dia bisa mengendus aroma tubuh Tiana yang sedikit berbeda.

Oleh itu, Bella memilih untuk berteman dengan Tiana karena rasa ketertarikannya.

"Hari ini ada ulangan, kamu sudah siap?" tanya Tiana memecahkan lamunan Bella.

"Eh em iya sudah," jawab Bella gugup.

"Jangan tidur, awas nilaimu dikurangin," pesan Tiana.

"Hmm," gumam Bella dengan senyum manisnya.

....

Di toko perhiasan tempat Trishna bekerja. Hari ini Trishna sama sekali tidak bersemangat apalagi Lena sepertinya marah pada dirinya ditambah sang Ibu yang berkelakuan sangat aneh.

Lena tidak menyapa maupun tidak senyum sama sekali padanya seperti hari biasa. Hal itu karena Trishna telah menolak tawaran sang CEO untuk menaikkan jabatan mereka.

Sebenarnya bukan salah Trishna tapi semuanya dari Ferdian. Saat Trishna menolak tawaran tersebut, Ferdian langsung menolak Lena untuk dinaikkan jabatan.

'Gara-gara Tuan Galang cih,' gerutu Trishna dalam hati.

Trishna seperti berada di dalam dilema apalagi dia tahu Lena sangat menginginkan jabatan yang ditawarkan Ferdian.

"Bukan urusanku!" decih Trishna merasa kesal dengan Ferdian.

Sedang Trishna menggerutu dibalik rak perhiasan tiba-tiba seseorang datang menegurnya.

"Nona," ucap seorang pria yang berdiri di belakang Trishna.

Trishna kaget dia langsung membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan pria itu.

"Maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya Trishna.

"Ya, tapi saya cuma ingin berbicara sedikit dengan Nona bisa?" jawab pria itu lagi dan kembali bertanya.

"Maksudnya Tuan ingin bicara dengan saya begitu?" tanya Trishna lagi ingin memastikan.

"Iya benar," jawab pria itu tersenyum manis.

"Baiklah, mau bicara di sini saja atau di luar sana?" tanya Trishna lagi.

"Di luar saja," jawab pria itu.

Trishna mengangguk lalu mengikuti langkah pria itu. Mereka akan berbicara di luar toko.

Setelah selesai berbicara Trishna kembali masuk ke dalam toko dengam wajah yang bingung. Dia berjalan sambil menundukkan kepalanya sehingga dia merasa dia telah melanggar seseorang saat ini.

"Maaf, maaf... Saya tidak sengaja," ucap Trishna yang masih menundukkan kepalanya.

"Kau kenapa?" tanya pria yang dilanggar oleh Trishna tadi.

Suara pria itu terdengar sangat familiar membuat Trishna langsung mendongak dan melihat wajah pria yang dia langgar tadi. Wajah masam Trishna berubah tersenyum senang.

"Kebetulan sekali Tuan di sini, hmm saya mau izin hari ini. Ibu saya ditimpa musibah dan saya harus pulang ke rumah," ucap Trishna.

Pria tadi adalah Ferdian yang kembali datang ke toko di mana Trishna bekerja.

"Ada apa dengan Ibumu?" tanya Ferdian dengan mata tajamnya. Hidung Ferdian mencium aroma yang tidak seperti biasa pada tubuh Trishna.

"Ibu ditimpa musibah Tuan, saya harus pulang kata pria itu tadi Ibu sedang tidak sadarkan diri di rumah," terang Trishna dengan wajah sendu.

"Pria siapa? Kamu baru ketemu pria tadi?" tanya Ferdian sambil memegang kedua pundak Trishna.

"Tuan tidakkah ini berlebihan? Orang lain akan berpikir aneh tentang kita," ucap Trishna sambil melepaskan tangan Ferdian yang memegang pundaknya.

Ferdian baru sadar mereka bukan di tempat tertutup mereka masih di tempat umum. Ferdian berdehem lalu menatap Trishna dengan tatapan dingin.

"Kamu boleh pulang tapi biar saya yang menghantar kamu," ucap Ferdian lirih.

"Saya bisa naik taksi online Tuan," jawab Trishna ketus.

"Mau pulang sekarang atau tunggu jam pulang pilih saja," ucap Ferdian lagi lalu keluar dari toko itu.

'Cih suka-sukanya saja,' batin Trishna kesal.

Trishna berjalan menuju ke ruang ganti mereka di mana terdapat loker para karyawan. Setelah Trishna keluar dari ruang ganti dia memasuki ruang manager Diana.

"Permisi Bu, maaf menganggu tapi izinkan saya pulang sekarang karena Ibu saya lagi ditimpa musibah," ucap Trishna meminta izin dari Diana.

Diana menatap tidak suka ke arah Trishna, ingin sekali dia menolak tetapi Ferdian telah meneleponnya untuk mengizinkan Trishna dan tidak menyuruhnya untuk lama karena dia sendiri akan menghantar Trishna.

"Ok tapi tunggu, ada saya ingin tanya," jawab Diana dengan wajah dingin.

"Tanya? Tanya apa Bu?" tanya Trishna lagi.

"Apa hubungan kamu dengan Tuan Galang? Jangan bilang kalau dia kekasihmu?" tanya Diana dengan tatapan curiga.

"Cuma hubungan sebatas karyawan dan bos saja Bu tidak lebih," jawab Trishna jujur.

"Oh baguslah lagian memang tidak pantas jika kamu berhubungan dengan Tuan Galang apalagi posisimu sangat rendah," ejek Diana.

Trishna hanya mengangguk karena tidak ingin berdebat. Lagian memang sejak kehadiran Ferdian, Diana terus menatap kesal ke arahnya.

Trishna hanya bisa berdoa agar jabatan Diana diturunkan jabatan karena selama ini juga dia sering mengambil kesempatan terhadap karyawan yang ada di toko ini.

"Pergilah Tuan Galang telah menunggumu," lanjut Diana lagi.

"Terima kasih, permisi ya Bu," ucap Trishna lalu pamit keluar dari ruangan Diana.

Trishna melebarkan langkahnya tapi jalannya kembali dipalang oleh beberapa teman kerjanya termasuk Lena yang berada di belakang mereka.

"Trish, apa benar kau ada hubungan dengan Tuan Galang?" tanya salah satu teman sekerjanya.

"Tidak ada hubungan apa-apa, saya permisi dulu. Ibuku sedang ditimpa masalah," ucap Trishna lalu berlari menerobos teman-temannya.

Teman-temannya tidak lagi menghalanginya, mereka kompak melihat ke arah Lena.

"Kau bilang mereka pacaran atau kau hanya menebak saja?" tanya salah satu teman mereka.

"Aku tidak bohong, Tuan Galang menunjukkan sikap tidak biasa saat kami makan siang kemarin," sahut Lena yakin.

"Mungkin Tuan Galang hanya tertarik saja, cih bukan berarti mereka pacaran," sahut salah satu temannya.

"Sudahlah kita hanya membuang masa, mari kembali bekerja," ucap salah satu teman mereka.

Lena berdecih setelah teman-teman sekerjanya sudah bubar. Dia masih saja kesal kepada Trishna.

"Aku yakin mereka punya hubungan, lagian kenapa Tuan Galang membatalkan tawarannya jika Trishna tidak menyetujuinya ck," ucapnya lirih.

.

.

.

.

.

Kini Trishna dan Ferdian telah sampai di rumah Trishna. Tanpa sadar Ferdian mengikuti Trishna sampai ke dalam rumahnya.

"Ayah!" panggil Trishna setelah melihat Ayahnya terjatuh dari kursi rodanya.

Ferdian lantas membantu Trishna mengangkat Ayahnya dan mendudukkan kembali di atas kursi rodanya.

"Tuan buat apa di sini," bisik Trishna setelah sadar kehadiran Ferdian.

"Mau bantu kamu," sahut Ferdian polos.

"Ck tidak per-"

Ucapan Trishna terpotong apalagi sang Ayaj meraih tangan Trishna lalu menyeru namanya.

"Bantu Ibu kamu dia ada dikamar," ucap Ayahnya.

Trishna mengangguk lalu dengan cepat menuju ke kamar orangtuanya tanpa berpamitan dengan Ferdian.

Baru saja Ferdian hendak menyusul Trishna tapi tangannya tiba-tiba dipegang oleh Ayah Trishna.

"Anak muda kamu jangan masuk ke sana, nanti kamu tidak bisa menahan hasratmu," ucap Ayah Trishna sambil menatap Ferdian penuh arti.

Ferdian membalas tatapan Ayah Trishna, dia membaca pikirannya dan dia dibuat kaget karena Ayah Trishna mengetahui wujud aslinya.

"Kamu siapa?" tanya Ferdian pada Ayah Trishna.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Berlyan_biru03💎

Berlyan_biru03💎

aku mampir kak geb,,,

2023-07-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!