Bab 14

Setelah mengurus Ibunya, Trishna keluar untuk menghampiri Ferdian karena telah membantunya.

Ferdian terlihat melamun jauh sehingga kedatangan Trishna dia tidak menyadarinya. Pikiran begitu banyak tanda tanya tentang percakapannya dengan Ayah Trishna.

'Elizabeth Lindel aku seperti pernah mendengar nama itu,' batin Ferdian.

"Hei, hei Tuan, Tuan Galang?" panggil Trishna dengan melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Ferdian.

Ferdian menangkap tangan Trishna dan digenggamnya. Dia menoleh ke arah Trishna dengan wajah serius. Netra mata mereka beradu.

Cukup lama sehingga Trishna sadar barulah dia menarik tangannya dan mengalihkan pandangannya.

"Huh Tuan, saya mau bilang saja terima kasih atas bantuannya. Sebentar saya akan masak makan malam kalau Tuan tidak keberatan atau tidak ada kesibukan, Tuan bisa bergabung dengan kami," ucap Trishna sambil menunjukkan wajah karena dia jadi salah tingkah setelah ditatap oleh Ferdian.

"Maaf lain kali ya, terima kasih undangannya. Aku pamit ya masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan," jawab Ferdian.

Dengan cepat Ferdian ingin memasuki mobilnya tapi ditahan oleh Trishna. Ferdian kembali menoleh ke arah Trishna dengan hati yang mulai gelisah.

"Kenapa?" tanya Ferdian karena Trishna menarik hujung jasnya.

"Tuan terlihat pucat, apa Tuan sakit?" tanya Trishna sambil meletakkan tangannya pada dahi Ferdian.

"Dingin kok dingin?" lanjut Trishna lagi.

Ferdian menurunkan tangan Trishna lalu tersenyum.

"Aku pergi dulu," sahut Ferdian.

Trishna tidak menjawab dia hanya mengangguk dan membiarkan Ferdian pergi hingga menghilang dari pandangan matanya.

"Tuan Galang sungguh aneh," ucap Trishna.

.....

Dalam perjalanan Ferdian memanggil Roben lewat telepati, dia menyuruh Roben menyiapkan darah segar yang banyak karena saat ini dia mulai tidak bisa menahan rasa laparnya.

Tatapan mata Trishna membuat dia semakin kuat ingin mencicipi darah Trishna tetapi dia tidak ingin gegabah dia harus bisa mengorek siapa Trishna sebenarnya.

Ditambah lagi dengan Ayah Trishna mengatakan bahwa Trishna ada kaitan dengan wanita yang bernama Elizabeth Lindel.

Chester pernah mendengar nama itu tapi dia tidak mengingatnya di mana dia pernah mendengarnya.

"Sial ini semakin terasa sakit," ucap Ferdian sambil melonggarkan kancing kemejanya dibagian leher.

Ferdian membawa mobil dengan kelanjuan yang tinggi menuju ke apartemennya. Setelah sampai diparkiran apartemen, Ferdian langsung melangkah dengan cepat seperti angin yang bertiup tanpa ada yang menyadarinya.

"Roben, di mana darahku!" ucapnya setelah memasuki apartemen miliknya.

"Ini Tuan," jawab Roben dengan memberi Ferdian satu gelas besar yang berisi darah segar.

Ferdian langsung menerima gelas itu dan meneguknya dalam sekali teguk, lalu beralih ke gelas yang lain yang berada di atas meja. Tidak sampai 5 menit 20 gelas besar yang berisi darah segar sudah diminum hingga tandas oleh Ferdian.

Wajah Ferdian masih terlihat sangat pucat dan rasa panas di dalam dadanya masih terasa.

"Rob kapan gerhana bulan berdarah? Rasanya aku semakin tidak bisa menahan rasa panas didadaku semakin menyakitkan," ujar Ferdian sambil meremas kemeja bagian dadanya.

"Maaf Tuan saya lupa mengatakan hal ini, gerhana bulan akan berlaku minggu depan tanggal 19," jawab Roben yang baru saja mengingat tentang gerhana bulan berdarah.

"Berarti aku harus meminum darah manusia kalau tidak aku akan mati, kamu cepat cari manusia," ucap Ferdian.

"Tidak, tidak. Kamu harus dapatkan Trishna untukku aku bisa menghirup aroma sangat berbeda," lanjut Ferdian lagi.

"Baiklah Tuan, serahkan pada saya," ujar Roben.

"Masih ada stok darah? Kalau masih ada keluarkan saja aku masih terasa haus," ucap Ferdian lagi yang mulai tepar di atas sofa.

Roben segera mengambil semua stok darah yang ada di kastil dengan sekelip mata, Roben telah kembali membawa semua stok darah.

Setelah menghabiskan lebih dari 20 stok darah tadi, kini Ferdian telah tertidur di atas sofa di dalam apartemennya. Untuk pertama kalinya Ferdian kehilangan tenaga yang cukup banyak sehingga tidak mampu membuat teleportasi untuk kembali ke kastilnya.

Roben meminta Ferdian ke dalam kamar apartemen, dia membantu Ferdian membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaian yang terkena darah tadi.

Pekerjaan Roben telah selesai, kini dia kembali ke ruang tamu dan mengambil laptopnya untuk melakukan pekerjaan yang diperintahkan kepadanya tadi.

.

.

.

.

.

Pagi menerpa dan cahaya matahari telah masuk ke dalam kamar lewat celah-celah gorden membuat Ferdian kaget dan terbangun karena merasakan sengatan yang tajam.

"Ck aku lupa sekarang bukan di kastil," gerutu Ferdian.

Dengan cepat Ferdian mengenakan kulit palsu lalu bersiap untuk pergi ke kantor seperti biasa. Awal pagi ini Ferdian tidak merasa panas di bagian dadanya mungkin karena semalam dia menghabisi darah binatang segar sebanyak hampir 50 gelas.

Walaupun kulitnya masih terlihat pucat tetapi Ferdian sudah merasa lebih baik dari kemarin.

Roben telah bersiap dan berdiri dekat meja makan. Segelas besar darah telah berada di atas meja menunggu Ferdian untuk menghabisinya.

Dengan sekali tegukan darah di dalam gelas itu telah habis. Ferdian segera mengarahkan pada Roben untuk bersiap akan ke kantor.

Setelah 2 hari tidak memasuki kantor karena ingin bertemu Trishna, akhirnya hari ini dia memutuskan untuk masuk ke kantor. Apalagi Roben telah memberitahu padanya berita gembira.

"Tapi kamu pastikan dia akan datang?" tanya Ferdian sambil tersenyum gembira.

"Pasti Tuan, apalagi saya sudah menyuruhnya membuat pilihan," jawab Roben dengan senang hati.

"Baiklah aku akan menunggunya di kantor, kalau dia datang suruh langsung ke ruanganku," ujar Ferdian dan diangguki oleh Roben.

....

Awal pagi lagi Ibu Trishna telah bangun dan dengan cepat menyiapkan sarapan pagi dan membersihkan rumahnya.

Sejak kejadian kemarin Ibunya tidak banyak berbicara dan tidak membiarkan Trishna maupun Tiana membantunya, hingga dia sempat membentak Trishna karena memaksa ingin membantunya membuat sarapan pagi.

Setelah itu Ibu Trishna langsung berlari melanjutkan acara memasaknya. Membuat Trishna dan Tiana curiga.

"Ada apa dengan Ibu Kak," tanya Tiana setelah mereka berada dalam perjalanan menuju ke sekolah Tiana.

"Kakak tidak tahu Tia huhh," sulit untuk dicerna kenapa Ibu mereka tiba-tiba berubah lagi.

Trishna terlihat sangat moody hari ini apalagi Diana sang manager menyuruhnya untuk menerima tawaran Ferdian dan jika dia menolak maka gajinya akan dipotong setengah.

Terpaksalah Trishna menerima tawaran itu tapi dia akan pastikan untuk protes di hadapan Ferdian nanti, untuk melampiaskan kekesalannya karena dia pasti ini semua modus Ferdian saja.

"Kakak terlihat tidak bersemangat kenapa?" tanya Tiana lagi memecahkan lamunan Trishna.

"Hmm Kakak dipindahkan ke pusat, kita semakin jauh Tia, Kakak hanya khawatir denganmu," jawab Trishna jujur.

"Tidak apa Kak, lagian di sekolah baru ini tidak seperti sekolah sebelumnya, mereka menerima Tiana dengan terbuka," ucap Tiana yakin.

"Baguslah kalau begitu, sekurang-kurangnya Kakak bisa tenang sedikit. Kamu belajar baik-baik ya," sahut Trishna lalu mengusap puncak kepala Tiana.

Perhentian pertama mereka adalah sekolah Tiana, Trishna hanya melihat Tiana yang pergi masuk ke dalam bangunan sekolah dan sekilas dia melihat seorang pria berjas berdiri di belakang Tiana.

Trishna mengosok matanya dan pria berjas itu sudah tidak terlihat lagi. Dahi Trishna mengerut.

"Ah mungkin aku kecapean gara-gara kurang tidur semalam," ucap Trishna lirih lalu kembali menutup jendela taksi yang dia naiki.

Tanpa sadar, memang ada seorang pria berjas sedang mengikuti Tiana tadi tetapi setelah merasa Trishna melihat kehadirannya dia langsung menghilangkan dirinya dan kini berada di hadapan jendela lantai 3 yang bisa melihat ke arah taksi yang Trishna naiki.

'Kekuatannya muncul tanpa sadar, Trish aku harap kamu baik-baik saja,' ucap pria itu dalam hati.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Anonym

Anonym

chester siapa thor,, pasti authornya bingung 🤣🤣🤣

2023-06-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!