Ferdian menekan nomor telepon Trishna lalu membuat panggilan keluar. Cukup lama Ferdian menunggu Trishna mengangkat ponselnya hingga akhirnya Trishna menjawab panggilannya.
["Hello, dengan siapa?"] ucap Trishna setelah menjawab panggilan dengan nomor baru yang masuk.
["Kau belum memberi jawaban dengan pilihanmu atau kau hendak aku menambah hukumanmu?"] jawab Ferdian.
["Eh Tuan Galang? Maaf Tuan, saya tidak tahu ini nomor Tuan. Ehmm untuk pilihan hukuman tadi saya sudah pesan dengan Pak Roben, err-saya pilih jadi pembantu saja Tuan lagi pula cuma sebulan kan,"] ujar Trishna dengan nada takut-takut.
["Berarti mulai hari ini, kau akan tinggal di apartemenku, bersiap sekarang aku menunggu sudah menunggu di luar,"] jawab Ferdian sambil tersenyum sungging.
["Sekarang? Tuan di luar sekarang?"] Trishna kaget karena dia harus tinggal sekarang.
Trishna menyempatkan diri melihat ke luar lewat jendela kamarnya dan benar saja Ferdian telah berada di depan gerbang dan sedang melambai ke arahnya.
'Ck dia benar-benar sudah ada di luar, bagaimana ini? Apa alasan yang tepat untuk aku memberi alasan kepada Ibu,' ucap Trishna dalam hati.
Trishna mondar mandir di dalam kamarnya, mencari alasan yang tepat untuk meminta izin kepada Ibunya dan ponselnya tiba-tiba saja berbunyi.
Ting!
Notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya, dengan cepat Trishna memeriksanya. Benar saja tebakannya Ferdian yang mengirim pesan kepadanya.
[Katakan pada Ibumu, kau harus mengikuti program yang perusahaan jalankan dan harus tinggal di mess.]
Begitulah bunyi pesan yang dikirim oleh Ferdian dan membuat pikiran Trishna kembali berpikir jernih.
"Benar juga, aku bisa gunakan alasan posisiku saat ini," ucap Trishna lirih.
Dengan cepat Trishna mengemasi pakaian yang akan dibawanya, tidak lupa dengan barang-barang penting miliknya. 2 koper besar yang dibawa oleh Trishna.
Sekuat tenaga Trishna menarik keluar dan membawanya turun ke lantai dasar. Bunyi koper yang dia tarik telah menarik perhatian Ibu dan Ayahnya yang berada di ruang tamu.
Tiana baru saja keluar dari kamarnya dan rencana akan membantu sang Ibu untuk memasak walaupun dia tahu Ibunya pasti akan melarangnya.
Akan tetapi langkahnya terhenti apabila melihat Trishna sedang menurunkan koper-kopernya.
"Kak Trish mau ke mana?" tanya Tiana pada Trishna.
"Oh Tia," sahut Trishna sedikit kaget karena kemunculan Tiana di belakangnya.
Sang Ibu dan Ayah juga menatap penuh tanda tanya. Mereka merasa aneh karena Trishna tiba-tiba saja membawa koper miliknya.
"Ibu, Ayah. Trishna minta izin untuk tinggal di mess sementara karena tadikan Trishna baru saja naik jabatan jadi mereka mengadakan program untuk pengangkatan baru dan semua diwajibkan untuk ikut," terang Trishna.
Seketika wajah mereka semua mendadak lega mendengar penjelasan Trishna, karena di pikiran mereka bertiga sempat memikirkan Trishna ingin tinggal di luar dan meninggalkan mereka.
"Berapa lama Kak?" tanya Tiana dengan suara sedikit sendu.
"Cuma sebulan ini saja Tia, kamu jangan sedih dan jangan nakal ya," jawab Trishna lalu menarik perlahan hidung Tiana.
"Hati-hati ya Sayang, jangan lupa makan saat tinggal di mess," pesan sang Ayah.
"Jaga diri kamu nak, kalau ada libur pulang-pulang ke rumah," pesan sang Ibu pula.
Trishna terharu mendengar pesan dari kedua orangtuanya. Dia berjalan mendekati kedua orangtuanya dan menghamburkan pelukan ke arah keduanya.
'Cuma sebulan, aku pasti bisa,' batin Trishna merasa sedih karena tiba-tiba merasa jauh dari keluarganya.
Trishna pamit dan melarang keluarganya menghantar dia ke luar dengan alasan dia akan merasa sedih. Padahal dia hanya coba berkelit sedikit karena memang nyata dia sedang bersedih.
Trishna menarik kedua kopernya menuju ke arah mobil mewah Ferdian. Wajahnya terlihat murung dan sedikit dingin.
Ferdian membantunya memasuki koper ke dalam jok mobil dan mereka memulai perjalanan mereka menuju ke apartemen Ferdian.
"Kamu kenapa?" Ferdian coba memecahkan keheningan di dalam mobil.
"Tuan bisakah aku menambah sedikit syarat dalam pekerjaanku yang sebulan ini?" jawab Trishna dengan kembali bertanya.
"Heh kamu masih bisa berani bernegosiasi dengan atasanmu," sindir Ferdian.
"Jawab saja tidak boleh apa susahnya sih,' ketus Trishna.
Ferdian menatap Trishna dengan ekor matanya lalu tersenyum tipis.
"Baiklah cuma satu, syarat apa yang kamu mau tambah," ujar Ferdian.
Dia bisa melihat wajah Trishna sedikit berbinar mendengar ucapannya dan mulai tersenyum.
"Dua saja Tuan, terima kasih," jawab Trishna.
"Pertama jangan mencampuri urusan pribadiku, kedua Tuan jangan pernah dekat-dekat denganku," lanjut Trishna kemudian.
"Aku bilang cuma satu Trish dan hanya yang pertama saja aku ikuti," jawab Ferdian serius.
"Tuan harusnya dua karena tidak adil kalau cuma satu. Nomor ganjil itu tidak baik Tuan," bujuk Trishna.
"Kalau mau aku ikuti dua syarat berarti akan aku tambah sebulan lagi," ucap Ferdian.
Glekk!
"Baiklah cuma satu dan cuma satu bulan," jawab Trishna dengan kesal yang pada akhirnya mengalah daripada harus berlama-lama tinggal bersama Ferdian.
Ferdian tersenyum tipis dan tatapan matanya mulai terlihat tajam karena ada rencana yang akan dia lakukan sebentar malam. Oleh itu, dia menolak syarat kedua yang diberikan Trishna.
Walaupun Trishna berubah cemberut, Ferdian sama sekali tidak peduli yang dia tahu hanya ingin mencicipi darah yang beraroma manos milik Trishna.
Setengah jam telah berlalu, mereka telah berada di dalam apartemen Ferdian dan Roben telah menunggu kedatangan mereka.
"Eh Pak Roben juga ada di sini," ujar Trishna kembali tersenyum karena tidak akan berduaan saja bersama Ferdian.
"Roben merupakan asisten pribadiku, makanya dia akan berada di sini dan hanya tinggal di apartemen sebelah," terang Ferdian.
"Oh baguslah," jawab Trishna senang.
Trishna berjalan menuju ke arah Roben dengan senyuman mengembang seperti sudah lama akrab.
"Pak sampai jam berapa Pak Roben akan berada di sini, kalau boleh sampai Tuan Galang tidur saja," bisik Trishna.
Ferdian menajam pendengarannya tapi tetap saja dia tidak bisa mendengar. Dia hanya menatap tajam ke arah Roben dan Roben hanya tersenyum kaku membalas tatapannya.
Bersambung....
Maaf readerss belum bisa update panjang seperti kemarin karena author seriusly akhir2 ini sibuk urus kepindahan rumah. Jadi banyak waktu dihabiskan membersih tempat baru.
Dan untuk yang baca novel *Gadis kecil kesayangan mafia kejam, maaf belum bisa up, dan kemarin sebenarnya tidak libur up cuman review lulus hari ini oleh itu sekalian saja author libur lagi hari ini.
Maaf seribu maaf.. Teruskan mendukung karya author dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa komen atau like 🫶🫶 Love you sekeboooon***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments