Pria itu bukan hanya berkhianat, dia terang-terangan memadu kasih dengan wanita lain. Kasiman memanfaatkan kekuatannya mengoleksi wanita cantik dari luar dan dalam daerah. Pernikahan sirih tanpa persetujuan istri pertama tetap di gelar besar-besaran. Dari semua selirnya, sosok istri kedua yang paling berkuasa sampai bisa menendang istri pertama dan anak-anaknya keluar dari rumah.
Adik laki-laki Pentol meninggal dunia, dia kelelahan setelah pulang sekolah harus bekerja mencari uang demi membantu keluarga. Sosok ayah yang tidak bertanggung jawab di tambah membunuh anak dan istrinya. Sekarang waktu telah berputar, Pentol membalas semua perlakukan itu.
“Aku tidak akan membunuh mu, membebaskan mu begitu saja sebelum kau merasakan penderitaan panjang dan rasa sakit!” ucap Pentol mencambuknya.
Suara keras cambukan merobek kulit Grigi. Dia menahan punggungnya yang berdarah keluar dari kantor kepsek. Tinggal di salah satu kamar yang telah lama tidak di berpenghuni. Gedung C bertingkat yang belum aktif sebagai asrama sekolah.
Tinggal di kamar bagian atas dekat atap gedung.
Setiap malam dia di hantui sosok-sosok mengerikan. Grigi meringis mengobati luka-lukanya, dia menangis merasakan penderitaan menyakitkan. Kepada siapa dia mengadu? Ibunya telah tiada. Dia juga mendengar kabar kematian ayahnya.
Mencari cara melarikan diri dari penjara gedung sekolah berhantu, dia meninggalkan semua barang-barangnya di kamar. Keluar gerbang sekolah ternyata sangat mudah tanpa ada gangguan apapun. Tidak saat dia berdiri melewati batas wilayah sekolah. Di luar terlihat perubahan alam yang menakutkan.
Orang-orang yang berjalan seperti zombie.
Aungan suara serigala, sosok aneh berlari menggerakkan retakan tulang. Grigi berlari masuk menutup gerbang. Dia meminta tolong pada penjaga sekolah, tapi pria itu tetap tertidur tidak mendengar teriakannya. Sosok mirip kera melompati gerbang, dia berlari masuk ke dalam kamar mengunci rapat.
Dia melihat dari jendela, dari atas tampak banyak orang berkelakuan aneh.
Dia menjerit histeris melihat seorang siswa yang di tarik salah satu pejalan kaki. Dia menggigit lehernya mengisap hingga anak kecil itu jatuh pingsan. Berselang lima menit, anak itu bangkit berkelakuan mirip zombie. Grigi menutup tirai, dia hampir kehilangan tingkat kesadaran mengalami semua peristiwa aneh dan mengenaskan.
Tok, tok, tok
“Bu Grigi! Bu!” panggilan Sarma berkali-kali mengetuk pintu kamarnya.
Grigi mengintip dari celah lubang. Melihat tamu itu adalah manusia nyata, dia membuka pintu meminta tolong sangat ketakutan. Sarma ikut histeris saat mendengar Grigi menceritakan semua kejadian yang dia alami.
“Bisa jadi ibu terkena sihir, jadi hanya ibu yang mengalami semua itu. Saya ada kenalan, sosok dukun yang bisa mengobati hal tersebut.”
Sarma pergi bersama Grigi ke rumah mbah Surip. Kedatangan Grigi membalikan meja ritualnya. Sebelum keinginan hatinya di ucapkan, mbah Surip meminta dia agar segera pulang.
“Mbah, saya tidak bisa kembali ke rumah, Saya harus mengabdi pada negara, saya sekarang tinggal di asrama gedung sekolah.”
“Maaf tapi aku tidak bisa menolong mu..”
“Ada apa mbah? Mbah terkenal mampu mengobati semua penyakit ghaib. Memangnya sosok apa yang mengganggu bu Grigi?”
“Sosok hantu yang tertanam iblis! Kekuatan ghaib lain yang hebat membantunya. Coba saja kau lihat bekas bakaran api di tubuh setelah pulang nanti. Itu adalah kekuatan naga hitam!”
Mbah Surip tidak mau meninggal di tangan kekuatan sisi hitam naga, dia juga tidak mau mencari masalah dengan Pentol.
Di dalam kamar, Grigi menutup wajahnya dengan bantal. Ingatan beralih bagaimana ibunya meninggal di tangan sosok makhluk yang mirip dengan naga. Kaitan semburan api naga yang membunuh ibunya, sosok Pentol tersenyum dapat membalaskan dendam.
Dia mengalami demam hingga tidak kuat merasakan bekas bakaran dan luka di tubuhnya. Kedatangan bu Sarma kedua kalinya menyelamatkan dirinya. Bu Hamza hanya mampu memanggil bidan desa untuk memeriksanya, di dalam kamar yang beraura menyeramkan itu Sarma merasakan sosok lain mengamatinya.
Dia merapikan kamar Grigi, terkadang menoleh memastikan tidak ada sosok yang berdiri di sudut ruangan.
“Bu Grigi saya tinggal ya semoga ibu cepat sembuh..”
Perlahan dia menutup pintu, pandangan mata ketakutan melihat sosok yang dari tadi ada di kamar mulai mendekatinya.
...☠️☠️☠️☠️...
Keesokan harinya Sarma minta di temani Hena dan Inem untuk melihat keadaan Grigi. Beberapa jam sebelum kedatangannya dia di bekali jimat meminta perlindungan dari mbah Surip. Tapi keanehan perkataan si mbah yang menyuruhnya menjauhi ruangan kepala sekolah. Dia penasaran kejadian apa yang di sembunyikan.
Sampai di depan pintu kamar Grigi, mereka bertiga terkejut melihat wajahnya yang berubah seperti hantu. Posisi tubuhnya menggantung mirip kelelawar, mereka menjerit ketakutan berlari keluar gedung. Suroto dan Bani memborgol gerbang pintu keluar asrama. Dari dalam Grigi kerasukan meronta-ronta memukul gerbang memperlihatkan gigi taringnya. Dari balik tempat yang tidak terlihat ada Pentol tertawa cekikikan, dia masih belum puas dengan semua penderitaan yang di alami saudara tirinya.
“Kau dan ibu mu lah yang mengubahku menjadi monster. Sekarang rasakan semua perbuatan mu. Hahahah!”
Tawa pentol kuat menggema terbawa angin, sisa hujan berselimut awan hitam kembali meneteskan gerimis kecil. Tidak ada yang berani membuka gerbang asrama, Inem berlari ke ruang kepala sekolah melaporkan kejadian itu namun di kursi pimpinan ada sosok hantu bertubuh hitam menyalakan wajah retak bolong mengeluarkan hewan-hewan dari dalam.
“Hantu! Akhh!”
Grigi jadi tontonan gratis, para pekerja sekolah dan staf dewan guru tidak ada yang bisa menolong. Para dukun yang di datangkan mundur teratur tidak sanggup menolong. Keadaannya berantakan di mata Grigi hanya dia yang bisa melihat kedatangan sosok Pentol mendekati menekan keras keningnya. Dia jatuh tidak sadarkan diri, Suroto membuka pintu sedang Sarma, Inem dan Hena mengangkatnya ke dalam kamar.
Sebelum membuka menutup mata selamanya dia menjerit sekuat-kuatnya sampai pita suaranya terlepas. Ketakutan orang-orang yang melihatnya ikut berteriak meninggalkan gedung C. Jenazah di kuburkan pada malam itu juga. Selesai mengurus jenazah mereka satu persatu pulang ke rumah mereka.
Tidak ada yang tau kekuatan yang tersembunyi di dalam sosok kepsek hantu. TPU menyaksikan bagaimana dia keluar dari kuburannya sendiri. Tubuh Grigi yang tidak bisa tertanam meski telah hancur memperlihatkan tulang tengkorak.
“Tolong akhiri penderitaan ku ini dan maafkan lah aku Pentol..” gumam Grigi yang tak lagi dapat bersuara.
Dia mencari dataran paling tinggi, perbukitan belakang sekolah yang terdapat tebing curam bebatuan. Berharap bisa mengakhiri hidupnya, Grigi menjatuhkan tubuhnya.
Prak_ clap_
Kepala pecah dan tulang yang retak. Dia masih saja bisa bangkit berjalan seperti biasa. Memutuskan membunuh dirinya sendiri di atap gedung.
Sebelum terjun dia meminta maaf pada Pentol dan meminta dia membiarkannya tiada.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Catty
yang insom baca ini auto tarik selimut
2023-07-09
0
Strawberry milk shake
kulitnya bolong? asal nyimak pentol ada aja hewan yang keluar dari pori-pori nya yang besar
2023-06-26
0
nina
banyak pelajaran yg di petik. bersekutu dgn setan un faedah
2023-06-25
0