“Jupen, kamu kenapa? Habis di kejar setan?” tanya Wanto.
“Aku lihat si Gaston jadi setan!”
“Hus jangan ngawur, kita balik yuk. Hujannya udah reda."
Keanehan lainnya muncul pada siswa yang kerasukan, Tora masih di dalam kelasnya. Dia memakai baju tidur, berjalan tanpa alas kaki menerjang badai. Penjaga sekolah tidak melihat kedatangannya, pintu gerbang terbuka sendiri seakan ada yang menggerakkan. Madi menelepon pak Sesem, dia mengatakan hari ini Tora tidak masuk sekolah. Dia juga akan memeriksa ruangan kelas, Madi dan wali kelas 8 B itu pun melakukan pencarian di sekolah tepat jam enam sore.
Ripa yakin sekali anaknya ada di sekolah, dia melihat coretan di buku gambarnya. Gambar yang berisi ruangan kelas dan gambar hantu mendeskripsikan sosok kepala sekolah. Bu Pentol adalah kepala sekolah yang terbilang misterius, setelah sakit keras yang dia alami pada waktu itu. Berselang enam bulan tanpa kabar dan di fonis umurnya tinggal beberapa hari lagi, dia kembali pulih berdiri tegak tanpa rasa sakit. Kepala sekolah itu menjabat selama beberapa periode.
Bagai pisang yang tunas berkali-kali, kejadian langka ini masih menjadi momok menakutkan bersama desas-desus banyak pembicaraan orang-orang yang mengatakan dia sosok hantu gentayangan.
“Tanda ini sama dengan tanda kematian Tatang, teman sekelas ku yang meninggal secara tidak wajar” gumam Ripa merobek tanda melingkar besar di buku gambar.
Dia membakar semua tanda sekalipun baju anaknya, dia semakin takut anaknya mengalami hal yang sama.
Ripa ingat pada masa lalu, teman-temannya yang memainkan permainan aneh seperti ritual pemanggil setan. Dia tidak ikut hanya menyaksikan dari kejauhan, kelima teman-temannya meninggal dengan meninggalkan jejak misterius.
“Pasti anak ku memainkan permainan setan ini!” gumamnya lagi lalu bersiap-siap pergi ke sekolah menyusui suaminya.
Suroto dan Madi menyorot senter di setiap ruangan, tiba di kelas 8 B, mereka melihat Tora mencoret-coret meja dengan pulpen. Gesekan kuat mengikis meja, Madi mengguncangkan tubuhnya, mata Tora memutih gerakan kepalanya miring tersenyum melihatnya.
“Si Tora kesurupan pak! Hih!” Suroto bersembunyi di balik pintu.
Seketika Tora pingsan, dia membawa anaknya keluar gedung di bantu Suroto yang gemetaran takut Madi membuka mata. Tora bermimpi buruk, dia selalu saja terjebak di ruangan IPA dan di ganggu penampakan kepala sekolah. Dia melihat dirinya sendiri di bawa sosok bertanduk, jari runcing menarik jantungnya. Tora merasa dada kirinya sangat sakit, dia merengkuhkan tubuh melihat darah mulai keluar dan jantungnya bolong memperlihatkan bagian tubuhnya mulai banjir darahnya sendiri.
“Argh! Argh!” rasa sakit yang dialami berkali lipat tidak sanggup lagi menahannya.
“Tora, kenapa kamu menjadi anak yang lemah? Hihh..”
“Pergi kau kepala sekolah hantu!” teriak Tora.
Dia membuka mata, berlari sampai ke atas gedung lalu melompat sesaat sebelum Madi tiba. Leli menjerit kuat melihat anaknya yang lompat dari sekolah. Hatinya sangat bersedih, dia tidak sadarkan diri melihat kematian anaknya. Kembali terjadi kasus murid yang lompat dari atap gedung, Kali ini berita di tutupin dari khalayak ramai, Para wartawan, LSM, dan perangkat sekolah lain di suap agar tidak buka suara forum umum.
“Ampun_jangan ganggu kami lagi. Ya, aku bersalah mengambil kalung dari dalam buku” ucap Tora ketakutan.
Dia belum menyadari telah meninggal bergentayangan berpindah di antara alam nyata dan lain. Pulang ke rumah melihat tubuhnya sendiri terbujur kaku. Di sampingnya ada ibunya menangis memeluknya, ayahnya yang bersedih, bapak, ibu guru dan semua temannya yang hadir menangis hingga ada yang tidak kuat keluar ketakutan melihat kepala Tora yang pecah.
“Aku pasti lagi mimpi! Huh ayo dong bangun Tor!” ucap Tora memukul pipinya sendiri.
Sosok mengerikan menunggunya, dia di tarik masuk ke dalam pintu hitam. Sebuah tempat yang mengerikan, banyak makhluk-makhluk aneh mengeluarkan suara melengking. Tubuh makhluk seperti terkena siraman air yang mendidih. Kulit terkelupas, darahnya yang menetes mengelupas kulit berjatuhan. Lautan makhluk kesakitan, di ujung sana ada sosok kepala sekolah yang duduk menopang dagu dengan tangannya yang sangat panjang. Tanduk di kepalanya semakin runcing, wajahnya berlobang ada hewan menggeliat keluar dari dalam.
Lidahnya menjulur keluar menelan Tora, sosok iblis memakan jiwa yang memanggilnya di dalam buku setan. Kematian Tora disebut membunuh diri sendiri secara sadar, sehari sebelum kejadian teman-teman sekelasnya melihat dia bertingkah aneh.
“Tora meninggal, pasti selanjutnya aku” gumam Amat.
Berhasil kembali ke alam nyata, dia sering di incar makhluk halus. Kali ini dia telah pasrah jika harus di jemput makhluk yang ada di dalam buku. Hari ini dia mencari Petrok sambil membawa sebuah pisau di tangannya. Mendengar Petrok pindah kelas, dia meyakini Petrok menjauhinya setelah insiden di ruangan IPA. Di dalam kelas, pandangan Amat berubah melihat ruangan yang di penuhi wajah-wajah murid mirip mayat hidup.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
UD gorila shop
selamat datang di sekolah setan. jangan lupa siapin papan nama kuburan nya sendiri sendiri
2023-07-18
0
Tante godang
teriak sendiri aku
2023-07-13
0
Abang ganteng
ngawur 🤔 siswa siswi kesurupan karena ikut cara pemanggilan si buku. salah sendiri unsur-unsur coba jadi ke bla blasan
2023-07-13
0