Suara teriakan warga yang menahan luka di lehernya, dia meninggal di depan kasiman. Semua yang ada disitu terkejut, salah seorang pengikut melihat luka busuk di lehernya. Wajah biru, mayat pria yang biasa mencari kayu di hutan menjadi awal momok ketakutan orang-orang. Awan menggumpal hitam dari kejauhan, gunung terlihat di selimuti kabut putih pekat. Kasiman merasakan aura kegelapan yang sangat kuat.
“Manan! cepat bakar mayat itu dan tanah tubuhnya di dalam hutan Aku akan mencari tau siapa penyebab semua kekacauan ini.”
“Baik tuan ku..”
Manusia yang merasa dirinya paling benar adalah manusia yang memiliki tingkat kesadaran diri yang buruk di dalam kata ego. Sikap dan tindak tanduk bertolak belakang, dia juga merasa ingin di agung-agungkan atas keputusannya. Dia mengirim sihir, menerbangkan sosok jin ifrit peliharaannya.
Sosok jin yang sihir hitamnya sangat hebat sampai mampu menggunakan kekuatan dalam satu malam memindahkan istana raksasa. Tidak dalam hal ini, dia di perintahkan Kasiman memindahkan sosok manusia yang berani melawannya.
Jin yang sulit di taklukkan itu di pancing dengan pengorbanan nyawa manusia. Dia berpikir kekuatannya yang hebat bisa melawan sosok apapun.
Bola api yang berubah menjadi asap masuk ke dalam tubuh anak kecil di hadapannya terpental keluar. Tubuh jin yang terhempas itu membakar pepohonan, dia melihat kekuatan anak itu tidak bisa di anggap main-main.
“Manusia jenis apa kau? Sungguh aura iblis melekat dalam dua jantung yang kau miliki. Bersiaplah menerima serangan ku! Syat___”
Membuka lembaran buku tengkorak, jin tersebut masuk ke dalamnya. Dia di tarik tangan iblis, suara teriakannya terdengar oleh Kasiman yang sedang melakukan persemedian.
“Hah! Kurang ajar! Siapa kau sebenarnya!”
Kiriman kekuatan sihir di balikkan Pentol dua kali lipat. Dia mual menarik ular yang sangat panjang dari dalam mulutnya. Kira-kira panjangnya dua meter setengah, ular hitam berubah wujud menjadi raksasa meruntuhkan istananya.
Di balik wajah ular kiriman itu Kasiman melihat Pentol yang menggerakkan sihir di atas telapak tangannya. “Tidak mungkin dia sudah mati terbakar!” gumam Kasiman.
Para pengikutnya keluar dari dalam istana setelah mengetahui bangunan akan runtuh.
“Hahah! Kasiman, seharusnya kau tidak aku hidupkan lagi di masa lalu. Kau yang menyandang status Kasim tidak sepatutnya merasa jadi penguasa dunia” gema suara si raja iblis.
Gema suara iblis menghilang di ganti kehadiran Pentol. Dia memusnahkan tubuh ayahnya seperti ayahnya membunuh dia dan ibunya. Semua pengikut Kasiman melihat sendiri bagaimana kematiannya yang telah sampai di kerongkongan. Dia berdiri mengambil alih semua kekuasaan Kasiman, tidak dengan menginginkan dirinya di sembah atau membangun istana bermegah. Dia menginginkan ilmu yang ampuni, hidup abadi dan memiliki kekayaan bagai harta karun di dalam seribu satu malam.
Dia meninggalkan tempat itu bukan berarti melepaskan semua orang termasuk para warga desa di kaki gunung. Pasar yang tegak di dalam wilayah batas pedesaan maupun perkotaan juga mulai di incar sebagaimana semua orang yang tidak mengasihani dirinya dan ibunya.
“Tidak ada yang aku lepaskan, bahkan satu orang pun yang bersembunyi di dalam lubang semut sekalipun akan aku lenyapkan!”
Pentol menaklukan gunung keramat atas kekuatan kegelapan kepala naga. Wajahnya berganti-ganti , sebagai tanda kekuatan sisik naga menempel di dalam tubuhnya.
......................
#Putaran rekaman video yang kedua
☠️
Aktivitas pasar jual beli ramai di pertengahan antar kota dan desa. Para pedagang eceran, pusat roda perputaran uang daerah pedesaan dan sebagai kebutuhan sandang, papan dan pangan. Pasar di tempat itu termasuk pasar yang besar dan luas. Jam operasi dari jam tiga pagi sampai jam enam petang. Orang-orang masih banyak antri membeli dan menjajakan dagangan hingga malam hari.
Tapi keanehan mulai menakuti banyak orang. Penampakan Pentol dan gangguan makhluk-makhluk aneh menarik warga satu persatu menghilang tanpa jejak. Pentol mempersiapkan hari dimana dia membalaskan dendam, melampiaskan semua amarahnya. Jam 00:00 malam, mantra bercampur kekuatannya merantai tali melingkar di sekitar tanah pasar.
Beberapa orang yang selamat di rantai menempati gedung sekolah. Wajah-wajah lama yang berkaitan hingga masa sekarang. Kebakaran di pasar tidak serta merta di sebut kekacauan dari Pentol. Orang yang berimbas membungkam mulut mereka rapat-rapat supaya tidak terkena dampaknya.
“Bisa jadi ini di sebabkan kesalahan orang yang ada di dalamnya. Karena percikan api misalnya” ucap salah satu pria yang memegang obor di tangan.
“Tapi aku tetap meyakini kalau si Pentol biang keladinya.”
Orang yang bertekuk lutut menjadi pesuruh bahkan tetap berjaya bangunan sekolah yang di tegakkan bergelimpangan kekuatan setan. Sebelum melihat rekaman yang lain, mereka mematikan layar bersembunyi di bawah meja.Pintu berhasil di dobrak, bayangan kilatan memperlihatkan sosok kepala sekolah memakai topi penyihir. Dia mendengus memberikan peringatan di balik suaranya yang beriak.
“Kalian akan melihat semua kehancuran ini, semua yang memanggilnya tidak akan lepas dan selamanya menjadi bagian kegelapan. Ahahah!”
Sosok sukma Dira yang paling ketakutan, dia tidak mau meninggal terperangkap di dalam dunia lain. Hanya ada Yumi yang berani mendekatinya, menguatkan jiwanya yang hampir ikut menghitam. Bisikan iblis Pentol mengembuskan kata-kata manis berjanji menyelamatkannya.
“Hiks, apakah sebaiknya aku bersekutu dengannya agar bisa kembali ke tubuh ku?”
“Tidak Dira, kita semua akan kembali bersama-sama. Tidak menjadi pengikut kepala sekolah hantu! Aku akan membantu mu”
“Lalu, bagaimana jika engkau gagal? Selamanya aku akan terkurung disini. Maafkan aku Yumi, aku harus memutuskan meminta pada bu Pentol.”
“Dira!”
Obe dan Kokom menahan Yumi mengikuti sukma Dira. Mereka meneruskan langkah mencari tanda lain menyatukan misteri gedung sekolah. Di antara lorong panjang, penampakan Bebi membuat Kokom menangis. Adiknya di bungkus seperti pocong Melompati Mereka mengikuti masuk ke dalam bersembunyi melihat Dira mulai mendekati bu Pentol. Dia menekan bagian kening, sebuah tanda aneh memercikkan api. Jeritan Dira kesakitan sukmanya hilang terbawa angin. Jeritannya masih terdengar, Yumi berlari di ikuti teman-temannya dari belakang.
“Kakak, tolong bantu aku”
Sosok anak kecil menunjuk ke dalam gedung olahraga. Yumi kehilangan teman-temannya, dia sendirian masuk ke dalam mulai mencoba menenangkan diri. Meletakkan tangan pada dinding, melihat pandangan mata batin ada mayat yang di semen di dalamnya.
Pragh__
“Yumi bangun! Ayo cepat kita tinggalkan tempat ini!”
Kokom membantu membawanya berlari, Obe yang berjaga di belakang sampai mereka masuk ke dalam ruang IPA. Semua harus di tuntaskan, tidak ingin berlama-lama atau kehilangan nyawa. Mereka mencari buku yang sama, yang di pegang sosok bu kepala sekolah. Selipan di antara rak paling atas. Ada sosok menyeringai menjuntai rambut yang sangat panjang.
“Arghh! Awas Kom” teriak Obe.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
pgri
🙏
2023-07-15
0
Taseda
pulang kemana ya sekolahnya nyasetan semuanya
2023-07-14
0
Nona Mirna
cara ngomong kepsek buat q merinding
2023-07-13
0