Retaknya daging manusia

Dua orang tua murid masih menunggu kabar anaknya. Mereka bertanya pada salah satu guru yang masih berada di dalam kantor. Tora dan Amat yang belum pulang, di halaman sekolah yang luas. Jumlah ruangan yang banyak, mereka mencari keduanya selama berjam-jam tapi tidak di temukan sama sekali.

“Bapak dan ibu jangan panik, kami sudah meminta bantuan polisi. Kalau ada kabar dari anak-anak, kami akan segera memberitahu” ucap pak Sesem yang sebenarnya juga sedang menutupi kegusaran di hatinya.

Masalah tidak henti-hentinya terjadi, kali ini ada kasus yang menakuti para guru mengaitkan kematian guru yang melompat dari atas gedung. Hantu penasaran Jasmin yang arwahnya tidak tenang di sebut-sebut berkaitan dengan peristiwa kematian Eno.

Kejadian pagi itu banyak membuat murid-murid trauma hingga ketakutan tidak mau bersekolah. Sekolah di liburkan, pagi di sambut tangisan orang tua murid yang menuntut kematian anaknya. Mayat Eno masih di otopsi, dokter spesial forensik baru memberikan hasil sehingga jenazah tiba di siang hari.

Menuntut tidak berguna, amarah dan semua sumpah serapah yang di tujukan pada sekolah itu tidak mengembalikan anaknya. Semua guru menenangkannya, mereka beramai-ramai pergi ke rumah duka. Organisasi intra sekolah dan semua perangkat sekolah memadati TPU.

“Ya aku sangat yakin sekali ini pasti ulah hantu si Jasmin. Huhh, wanita itu udah mati aja tetap cari sensasi!” ucap Rinal sambil mengipasi wajahnya dengan kipas kecil yang selalu dia bawa.

Guru Bahasa Indonesia berjenis kelamin laki-laki itu tidak seperti cerminan seorang pendidik. Dia suka bergosip, mengeluarkan kata-kata kasar di sela hinaannya. Karakter sangat feminim dan sangat menjaga penampilannya.

“Hus pak Rinal jaga ucapan mu pak. Percuma saja bapak guru bahasa Indonesia tapi tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar” bantah bu Yura menekuk wajah melihatnya.

“Kita nggak boleh mengaitkan masalah ini dengan almarhumah. Saya yakin pasti ada dalang dari semua ini” ucap pak Edison.

......................

Tora berlari memanggil semua teman-temannya. Dia berdiri di tengah lapangan yang ramai, tidak ada satupun orang yang melihatnya. “Apakah aku sudah mati?” gumamnya.

Seolah hanya ibu kepala sekolah yang melihatnya, dia tersenyum membuat Tora berpikir bahwa karena lapangan terlalu ramai sehingga orang-orang tidak mendengarnya. Tora berjalan mengikuti seorang wanita yang wajahnya mirip dengan ibu kepala sekolah. Pakaiannya compang-camping, ada tanda seperti tato di dahinya saat berhenti berbalik melihatnya.

Sebuah tanda yang mirip pada sampul buku berwarna merah yang ada di ruangan IPA. Wanita itu tersenyum menyeringai, dia memuntahkan hewan-hewan bersayap ke mulutnya. Tora tidak sadarkan diri. Gangguan makhluk yang tidak lain bersumber dari si kepala sekolah hantu mulai mengganggu ketenangan penghuni sekolah.

Orang tua Tora semalaman menginap di sekolah, mereka membawa seorang dukun atas ijin dari bapak Wakesek. Satpam dan penjaga sekolah ikut menemani semua hal yang mereka lakukan.

“Bapak semalam kok ngilang? Hampir saja bapak di pecat karena satu Minggu nggak ada kabar.Ada masalah apa pak?” tanya Bani.

“Saya ketemu setan pak. Ya saya kemarin sempat ada niat mau keluar dari sini. Tapi pak Sesem mengatakan kalau saya belum boleh keluar sebelum ada pengganti”

“Kalau masalah setan disini banyak pak. Tuh kejadian anak murid yang jatuh dari atas gedung kemungkinan besar karena gangguan setan.”

Dukun bertopi bulat lebar menabur sesuatu. Hewan mengaum dari kejauhan, ranting pepohonan berjatuhan tanpa ada angin yang berhembus. Pria itu kejang-kejang, bola mata penuh memutih. Tawanya sangat keras, dia berlari melompati dinding sekolah.

“Pak mau kemana?” teriak Madi.

“Bagaimana ini pak, anak kita belum di temukan juga! Hiks.”

“Ibu tunggu disini ya bapak mau cari dukun lain.”

Madi mengemudikan sepeda motornya, dia mengingat ada seorang dukun yang di kabarkan memiliki kesaktian yang luar biasa. Di malam yang larut mengetuk pintu rumah Wanto, dia setengah mengantuk menjawab dengan membuka mata sebelah.

“Pak, dimana alamat dukun itu?”

“Dukun siapa?"

“Pak! Jangan main-main dong. Anak saya menghilang!”

Pria yang duduk di atas kursi bambu itu tidak mau di bawa ke sekolah. Dia cukup bertanya siapa nama anak yang menghilang. Dia memberikan bekas puntung rokoknya agar di buang ke dalam wilayah sekolah. Deno tidak bisa memaksa lagi, dia terpaksa menuruti perintah pria tua itu. Wajahnya yang murung di ikuti Wanto berjalan masuk ke dalam gerbang.

Dia membuang putung rokok seperti yang di anjurkan. Kasna hanya bisa menangis, dia terduduk lemas menunggu keajaiban anaknya kembali. Suara Suroto berteriak nama Tora, mereka melihat anak laki-laki itu pingsan di bawah pohon beringin.

Dia di larikan ke Rumah Sakit, di depan UGD dia meminta ijin pada istrinya untuk menanyakan Tora pada dukun yang membantu itu. Madi menancap gas kendaraan memberitahu anaknya telah di temukan.

“Terimakasih mbah, anak saya sudah di temukan. Tapi ada yang aneh, wajahnya pucat fasih. Di sekitar mulutnya ada darah berwarna hitam. Apakah mbah bisa mengobatinya?”

“Kau yakin dia anak mu?”

“Ya mbah..”

“Orang yang kembali dari alam lain, tidak seharusnya bisa membuka mata. Kalau dia masih hidup, dia bukan dirinya sendiri.”

“Jangan ngawur mbah. Jangan mengatakan hal yang aneh mengenai anak saya. Sangat jelas dia adalah anak ku Tora.”

Matanya tajam, sikap yang dingin tanpa mau menjawab pertanyaan dari ibunya. Tora memilih memalingkan wajah ke arah lain. Saat kembali ke rumah, anak itu lebih suka mengurung diri di dalam kamar. Dia tidak mau makan dan minum, dia atas kasur sibuk mencoret buku tulisnya. Kembalinya Tora membuka harapan guru-guru bahwa Amat pasti akan segera di temukan.

Kunjungan siswa kali ini melibatkan banyak para guru yang datang ingin melihat keadaannya. Tora tampak tidak mengenali satupun dari mereka. Dia berteriak tidak ingin di ganggu, bersembunyi di bawah kolong tempat tidur sambil menutup telinganya.

“Maafkan anak saya ya bapak dan ibu, ini pasti karena dia masih trauma” ucap Ripa.

“Namanya juga anak-anak bu. Kami berharap Tora segera sembuh.”

Pak Edison mewakili guru lainnya meminta ijin permisi pulang.

......................

Petrok tidak pernah mau masuk ke dalam kelas, dia ketakutan mengingat kejadian waktu lalu. Sebangkunya Eno terlihat jelas di pelupuk matanya bagaimana dia melompat dari atas gedung. Ada sosok lain yang berdiri di belakang sahabatnya itu, Petrok tidak berani mengatakan kepada siapapun tentang kejadian sebenarnya. Petrok di pindahkan ke kelas 7 G, dia duduk memasang posisi berjaga. Raut wajahnya masih menunjukkan ketakutan.

“Kenalin nama aku Rendra, kenapa kok pindah kelas? Bukannya kelas A dan B itu favorit ya?”

Terpopuler

Comments

Forasima SMA N

Forasima SMA N

kalau ga panik 🤣 astagfirullah pentol stress lu

2023-07-13

0

Duri mawar

Duri mawar

menjerit melihat setan

2023-07-02

0

Tanah batak

Tanah batak

💗

2023-06-12

0

lihat semua
Episodes
1 Kaki tangan Iblis
2 Kerasukan iblis
3 Retaknya daging manusia
4 Racun
5 Teror hantu kepsek
6 Buku setan
7 Penampakan hantu kepsek
8 Terik
9 Berpindah ke dimensi lain
10 Kehilangan Dira dan lainnya
11 Meninggalnya Punawa
12 Gambaran masa silam
13 Naga berkepala dua
14 Mencari jalan pulang
15 Kekuatan bu Pentol
16 Menyiksa Grigi
17 Keputusan misteri
18 Keanehan yang terjadi di gedung sekolah
19 Kejanggalan Dira
20 Bersinggah
21 Riwayat Topi Penyihir Pentol
22 Hantaman
23 Disana terjerat setan
24 Kemelut
25 Terkuak
26 Pintu labirin terbuka
27 Berpindah ke masa silam
28 Tersesat
29 Mencekam
30 Sekolah lalu
31 Sengsara
32 Tajamnya kesesatan Rinal
33 Terjerat gangguan Pentol
34 Dunia carut marut
35 Menempa asa mistis
36 Bunyi tetesan darah
37 Pertahanan menghadapi Pentol
38 Tipuan si hantu
39 Awal sesatnya Amora
40 Menyiksa
41 Mengguncang
42 Dendam
43 Mengelabui si Kasim
44 Menyayat
45 Sifat asli Kasiman
46 Menyita waktu
47 Mengancam
48 Labirin Menyala
49 Kekacauan yang di ciptakan ibu kepsek hantu
50 Kembalinya sosok lain
51 Sengsara
52 Seribu topeng iblis
53 Pengancau
54 Tempat lain
55 Gusar
56 kelam
57 Dunia berpaut iblis
58 Tidak ada keadilan
59 Seribu topeng segumpal hati
60 Di jebak
61 Kemalangan
62 Peralihan
63 Hantam
64 Dunia hantu
65 Tajam
66 Membuang topi hitam
67 Manusia iblis
68 Jangan sampai kena mental
69 Tidak Ada keadilan
70 Sekutu setan
71 Menangkap/Memperangkap
72 Pintu rahasia lainnya
73 Mengincar korban
74 Sari
75 Memaksa
76 Hampir hilang kendali
77 Kibas setan
78 Kebusukan
79 Sesat
80 Skandal Sarma
81 Sengketa jeritan batin
82 Rantai alam bawah sadar
83 Racun iblis
84 Jerami setan
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Kaki tangan Iblis
2
Kerasukan iblis
3
Retaknya daging manusia
4
Racun
5
Teror hantu kepsek
6
Buku setan
7
Penampakan hantu kepsek
8
Terik
9
Berpindah ke dimensi lain
10
Kehilangan Dira dan lainnya
11
Meninggalnya Punawa
12
Gambaran masa silam
13
Naga berkepala dua
14
Mencari jalan pulang
15
Kekuatan bu Pentol
16
Menyiksa Grigi
17
Keputusan misteri
18
Keanehan yang terjadi di gedung sekolah
19
Kejanggalan Dira
20
Bersinggah
21
Riwayat Topi Penyihir Pentol
22
Hantaman
23
Disana terjerat setan
24
Kemelut
25
Terkuak
26
Pintu labirin terbuka
27
Berpindah ke masa silam
28
Tersesat
29
Mencekam
30
Sekolah lalu
31
Sengsara
32
Tajamnya kesesatan Rinal
33
Terjerat gangguan Pentol
34
Dunia carut marut
35
Menempa asa mistis
36
Bunyi tetesan darah
37
Pertahanan menghadapi Pentol
38
Tipuan si hantu
39
Awal sesatnya Amora
40
Menyiksa
41
Mengguncang
42
Dendam
43
Mengelabui si Kasim
44
Menyayat
45
Sifat asli Kasiman
46
Menyita waktu
47
Mengancam
48
Labirin Menyala
49
Kekacauan yang di ciptakan ibu kepsek hantu
50
Kembalinya sosok lain
51
Sengsara
52
Seribu topeng iblis
53
Pengancau
54
Tempat lain
55
Gusar
56
kelam
57
Dunia berpaut iblis
58
Tidak ada keadilan
59
Seribu topeng segumpal hati
60
Di jebak
61
Kemalangan
62
Peralihan
63
Hantam
64
Dunia hantu
65
Tajam
66
Membuang topi hitam
67
Manusia iblis
68
Jangan sampai kena mental
69
Tidak Ada keadilan
70
Sekutu setan
71
Menangkap/Memperangkap
72
Pintu rahasia lainnya
73
Mengincar korban
74
Sari
75
Memaksa
76
Hampir hilang kendali
77
Kibas setan
78
Kebusukan
79
Sesat
80
Skandal Sarma
81
Sengketa jeritan batin
82
Rantai alam bawah sadar
83
Racun iblis
84
Jerami setan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!