Bab 15 - Pengakuan Sebenarnya

"Nadaaaa!" Panggil Bima dari kejauhan.

Ia langsung berlari mendekati kekasihnya dan ingin menyentuh tangan Nada, namun Nada segera menepisnya dan kakinya mundur satu langkah.

"Sayang, Semua ini tidak seperti yang kamu bayangkan. Aku bisa jelaskan sayang, please?" ucap Bima memohon dan menatap sendu wajah kekasihnya yang sudah beberapa hari ia tidak bertemu.

"Jangan mendekat! Tidak perlu ada yang di jelaskan lagi Bima, aku sudah lihat semua dengan mata kepalaku sendiri!" ucap Nada datar.

Sungguh ia ingin sekali menangis, tetapi setelah melihat dari kejauhan senyum sinis dari bibir wanita yang menghancurkan hubungannya dengan Bima, membuat ia menahan akan tangisnya itu. Justru dalam benaknya, ia ingin sekali menampar pipi wanita yang merasa tak bersalah itu. Namun sayangnya, Shinta pintar sekali. Ia tidak mendekati Bima juga dirinya, karena wanita itu telah melihat Nada dari kejauhan yang telah mengepal kuat tangannya.

"Sialan! Tangan ku ini suatu saat akan mengenai wajah sok lugu mu itu Shinta! lihat saja nanti." batin Nada yang nampak marah sampai ke ubun-ubun. Namun ia mencoba tenang, menghela nafas pelan-pelan dan melepas genggaman kuat pada tangannya juga kembali menoleh wajah Bima.

"Ah, apakah kau sangat menikmatinya Bima? kau pasti melakukannya setiap hari bukan, hm?" tanya Nada dengan tenangnya yang sengaja menyindir Bima yang terlihat wajahnya nampak tegang. Ia jadi mengingat bayangan adegan laknat yang di lakukan beberapa hari lalu oleh mereka di apartemen kekasihnya.

"Tidaaaak sayang! Dia lah yang telah menggodaku!" ucap Bima tak terima sambil menunjuk Shinta yang berada jauh di belakangnya.

"Cukup! Tidak perlu ada yang di jelaskan lagi, Silahkan teruskan acara kalian! Maaf aku sudah mengganggu, permisi!" Nada mengucapkan semua itu dengan wajah datar dan tenang tanpa mengeluarkan ekspresi apapun.

Nada pun membalikkan badannya dengan angkuh. Gadis itu melangkah dengan menahan sesak pada dadanya.

Bima yang melihat, ia menggelengkan kepalanya. Dia tidak ingin Nada meninggalkannya, pria itu sangat mencintai Nada.

"Tidak Nada! Kau jangan pergi!" teriak Bima. Ia jalan menghampiri dan berusaha meraih tangan Nada yang sedang jalan meninggalkannya, namun gadis itu terus menepisnya. Karena Nada sudah merasa jijik di sentuh dengan pria itu.

"Argh...!" teriak Nada merasa kesakitan.

Bima berhasil mencekal kuat tangan Nada hingga gadis itu membalikkan badan dan menatap tajam dirinya. Gadis itu mengaduh kesakitan pada pergelangan tangan akibat di cekal kuat oleh Bima.

"Nada dengarkan aku! Dia lah yang selalu menggodaku, aku sudah menolak. Tetapi dia yang selalu merayuku Nada!" dusta Bima menjelaskan dan langsung menunjuk pada Shinta dibelakangnya.

Nada memejamkan matanya sesaat, mencoba mengusir bayang-bayang lagi yang datang, adegan laknat yang dilakukan pada mereka dan ia merasa Bima juga terlalu banyak berbicara bohong padanya agar ia luluh dan kembali pada Bima, namun ia sudah malas banyak berdebat dengan pria itu.

"Kak Bima, bukan kah kau juga menikmatinya kan? Bahkan kakak juga sudah sering menikmati tubuhku. Lagipula sudah dua kali ini kita sudah ketahuan oleh kekasih kakak. Lebih baik sebaiknya kakak bicara saja sejujurnya." ucap Shinta yang sengaja memanasi Nada, sambil jalan menghampiri Bima di belakangnya dan merangkul lengan pria itu.

"Sialan! berarti mereka sudah melakukan sejauh itu. Benar-benar keterlaluan! Aku akan membalas perbuatan kalian!" batin Nada kesal

"Tutup mulut mu Shinta! Kalau bukan kau yang merayu, Aku pasti tidak akan tergoda pada mu!" ucap Bima yang menatap tajam wajah Shinta dan seketika wanita itu melepas genggaman tangannya pada lengan Bima, karena melihat wajah pria itu yang penuh amarah.

Nada merasa sudah tidak tahan dengan semua pernyataan sebenarnya ini. Bima sang kekasih telah berkhianat bersama Shinta. Sepertinya wanita itu punya dendam dengan dirinya, hingga ia berani merebut sang kekasih dan dendam itu telah menjadi kenyataan.

Shinta yang sejak awal masuk kampus memang sangat tidak suka dengan kehadiran Nada. Terlebih pria yang ia sukai itu juga sangat mencintai dengan Nada, karena Nada dikenal gadis yang cantik dan supel di lingkungan kampus, begitupun juga Nada sendiri sangat mencintai kekasihnya Bima, tetapi cinta gadis itu sekarang telah di sakiti bahkan telah remuk.

Makanya Shinta sengaja berteman baik dengan Nada, bahwa itu hanya akal bulus semata wanita itu saja agar ia mengetahui sifat diri Nada yang bisa di sukai oleh Bima dan banyak orang. Wanita itu bahkan bertekad suatu saat ia akan merebut pria yang dikenal famous di kampus itu dari tangan Nada. Ia tidak akan membiarkan itu terjadi jika Nada akan bersanding dengan Bima.

Dan sekarang wanita itu telah berhasil merebut kekasih Nada walaupun dengan cara licik, tetapi ia rela jika di apa-apain pun dengan Bima.

"Mulai sekarang kita benar-benar putus, Bima! Dan untuk kau Shinta?? ambil saja pria yang tidak punya hati ini. Nikmatilah dia sepuasnya! Aku tidak sudi melihat wajah pria ini lagi" ucap Nada dengan tersenyum manis. Senyumnya itu bermaksud penuh arti.

Seketika Bima membelalakkan mata, ia menggeleng cepat dan ingin meraih tubuh Nada. Tetapi Nada langsung menatap tajam.

Shinta mengepal tangannya, Dia tidak percaya kalau Nada bisa setenang itu melihat perselingkuhan kekasihnya yang sangat di cintainya itu.

"Kamu tahu Nada, kenapa Bima bisa bersamaku? Itu karena kamu tidak mau di sentuh olehnya! Kamu itu sok suci, padahal banyak pria yang bisa melakukan itu dengan kekasihnya. Apalagi kalau sudah lama bersamanya. Kau tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Bima!" jelas Shinta dengan tersenyum sinis.

Nada hanya tertawa mendengar ucapan Shinta yang menyudutkannya.

"Shinta! Apakah kau tidak tahu? Kalau kau hanya dijadikan pelampiasan nafsu saja oleh Bima! Aku tidak menyangka seleramu sangat murahan. Ambil saja mantan kekasih ku yang selalu kamu puja itu. Aku sudah tidak butuh dia..!!" Ucap Nada dengan santai

"NADA!" Teriak Bima dengan kencang

Deg ......

-

- Bersambung 🍃

Terpopuler

Comments

dewidewie

dewidewie

buang saja pacarmu ke laut nad🤭🤣🤣🤣

2023-07-06

0

Tri Oktifatun

Tri Oktifatun

semangaatt Nada hempaskan manusia2 menjijikkan itu

2023-07-04

0

Iis Triningsih

Iis Triningsih

kereen nada kamu hebat dg tdk menunjukkan tangismu. lanjut thor makin bagus cetitanya

2023-07-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Pengkhianatan
2 Bab 2 - Penyesalan
3 Bab 3 - Pertemuan Pertama
4 Bab 4 - Wanita Atau Waria
5 Bab 5 - Gara-Gara Mabuk
6 Bab 6 - Gadis Gila
7 Bab 7 - Benar-Benar Gila
8 Bab 8 - Rezeki & Sial
9 Bab 9 - Identitas Sebenarnya
10 Bab 10 - Curahan Hati
11 Bab 11 - Curahan Hati Juga
12 Bab 12 - Pulang Bersama
13 Bab 13 - Sentuhan Tak Sengaja
14 Bab 14 - Bertemu Mantan
15 Bab 15 - Pengakuan Sebenarnya
16 Bab 16 - Tamparan Keras
17 Bab 17 - Cemburu Buta
18 Bab 18 - Serangan Pertama
19 Bab 19 - Melarikan diri
20 Bab 20 - Pelukan Pertama
21 Bab 21 - Satu Atap
22 Bab 22 - Ciuman Panas
23 Bab 23 - Tamu Tak Terduga
24 Bab 24 - Mulai Tumbuh Rasa
25 Bab 25 - Bima Kecelakaan
26 Bab 26 - Pencarian Bima
27 Bab 27 - Pesimis
28 Bab 28 - Satu atap lagi
29 Bab 29 - Malam mencekam
30 Bab 30 - Mimpi Buruk
31 Bab 31 - Bima kembali
32 Bab 32 - Kabar Buruk
33 Bab 33 - Pergi ke pemakaman
34 Bab Pengumuman Novel Baru
35 Bab 34 - Tinggal Bersama
36 Bab 35 - Ketemu calon Ibu Mertua
37 Bab 36 - Ungkapan Hati Terdalam
38 Bab 37 - Motif Sebenarnya
39 Bab 38 - Bertemu Sang Mantan
40 Bab 39 - Cemburu ku
41 Bab 40 - Satya Resek
42 Bab 43 - Keakraban mereka
43 Bab 42 - Pertama kali memasak
44 Bab 43 - Permainan di mulai
45 Bab 44 - Bertemu kembali
46 Bab 45 - Tamparan keras
47 Bab 46 - Penyusup
48 Bab 47 - Sandera
49 Bab 48 - Hadiah dari Satya
50 Bab 49 - Apa yang terjadi?
51 Bab 50 - Rapuh
52 Bab 51 - Terungkap
53 Bab 52 - Cinta atau Obsesi
54 Bab 53 - Masa Tenggang
55 Bab 54 - Lagi-lagi dia?
56 Bab 55 - Pengakuan palsu
57 Bab 56 - Terungkap
58 Bab 57 - Penyerangan Markas
59 Bab 58 - Sebuah melodi?
60 Bab 59 - Rekaman
61 Bab 60 - Berkhirkah?
62 Bab 61 - Kembali Pulang
63 Bab 62 - Kejutan Tak Terduga
64 Bab 63 - Kejutan tak terduga lagi?
65 Bab 64 - Tertembak kah?
66 Bab 65 - Tertembak
67 Bab 66 - Kabar Buruk
68 Bab 67 - Kecelakaan
69 Bab 68 - Dilema
70 Bab 69 - Rumor
71 Bab 70 - Kembali ke rutinitas
72 Bab 71 - Perdebatan kecil
73 Bab 72 - Untuk yang pertama
74 Bab 73 - Ketahuan Kan?
75 Bab 74 - Di minta janji
76 Bab 75 - Pergi Berkunjung
77 Bab 76 - Liburan Perdana
78 Bab 77 - Drama Pagi ini
79 Bab 78 - Upaya Pembunuhan
80 Bab 79 - Kecelakaan
81 Bab 80 - Kemarahan Satya
82 Bab 81 - Nada Pergi
83 Bab 82 - Berpisah
84 Bab 83 - Satya Mabuk
85 Bab 84 - Berita Bahagia
86 Bab 85 - Serangan Fajar
87 Pengumuman Novel Baru
88 Bab 86 - You Are Mine
89 Bab 87 - Posesif
90 Bab 88 - Tamparan Keras
91 Bab 89 - Upaya Balas Dendam
92 Bab 90 - Mengejutkan
93 Bab 91 - Amnesia Disosiatif
94 Bab 92 - Penangguhan
95 Bab 93 - Pers dari Satya
96 Bab 94 - Seorang Kurir Datang
97 Bab 95 - Upaya Pembunuhan
98 Bab 96 - Sebuah Teka Teki
99 Bab 97 - Mencari Tahu
100 Bab 98 - Memberikan Kabar
101 Bab 99 - Sebuah Memori
102 Bab 100 - Ingatan Kembali
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1 - Pengkhianatan
2
Bab 2 - Penyesalan
3
Bab 3 - Pertemuan Pertama
4
Bab 4 - Wanita Atau Waria
5
Bab 5 - Gara-Gara Mabuk
6
Bab 6 - Gadis Gila
7
Bab 7 - Benar-Benar Gila
8
Bab 8 - Rezeki & Sial
9
Bab 9 - Identitas Sebenarnya
10
Bab 10 - Curahan Hati
11
Bab 11 - Curahan Hati Juga
12
Bab 12 - Pulang Bersama
13
Bab 13 - Sentuhan Tak Sengaja
14
Bab 14 - Bertemu Mantan
15
Bab 15 - Pengakuan Sebenarnya
16
Bab 16 - Tamparan Keras
17
Bab 17 - Cemburu Buta
18
Bab 18 - Serangan Pertama
19
Bab 19 - Melarikan diri
20
Bab 20 - Pelukan Pertama
21
Bab 21 - Satu Atap
22
Bab 22 - Ciuman Panas
23
Bab 23 - Tamu Tak Terduga
24
Bab 24 - Mulai Tumbuh Rasa
25
Bab 25 - Bima Kecelakaan
26
Bab 26 - Pencarian Bima
27
Bab 27 - Pesimis
28
Bab 28 - Satu atap lagi
29
Bab 29 - Malam mencekam
30
Bab 30 - Mimpi Buruk
31
Bab 31 - Bima kembali
32
Bab 32 - Kabar Buruk
33
Bab 33 - Pergi ke pemakaman
34
Bab Pengumuman Novel Baru
35
Bab 34 - Tinggal Bersama
36
Bab 35 - Ketemu calon Ibu Mertua
37
Bab 36 - Ungkapan Hati Terdalam
38
Bab 37 - Motif Sebenarnya
39
Bab 38 - Bertemu Sang Mantan
40
Bab 39 - Cemburu ku
41
Bab 40 - Satya Resek
42
Bab 43 - Keakraban mereka
43
Bab 42 - Pertama kali memasak
44
Bab 43 - Permainan di mulai
45
Bab 44 - Bertemu kembali
46
Bab 45 - Tamparan keras
47
Bab 46 - Penyusup
48
Bab 47 - Sandera
49
Bab 48 - Hadiah dari Satya
50
Bab 49 - Apa yang terjadi?
51
Bab 50 - Rapuh
52
Bab 51 - Terungkap
53
Bab 52 - Cinta atau Obsesi
54
Bab 53 - Masa Tenggang
55
Bab 54 - Lagi-lagi dia?
56
Bab 55 - Pengakuan palsu
57
Bab 56 - Terungkap
58
Bab 57 - Penyerangan Markas
59
Bab 58 - Sebuah melodi?
60
Bab 59 - Rekaman
61
Bab 60 - Berkhirkah?
62
Bab 61 - Kembali Pulang
63
Bab 62 - Kejutan Tak Terduga
64
Bab 63 - Kejutan tak terduga lagi?
65
Bab 64 - Tertembak kah?
66
Bab 65 - Tertembak
67
Bab 66 - Kabar Buruk
68
Bab 67 - Kecelakaan
69
Bab 68 - Dilema
70
Bab 69 - Rumor
71
Bab 70 - Kembali ke rutinitas
72
Bab 71 - Perdebatan kecil
73
Bab 72 - Untuk yang pertama
74
Bab 73 - Ketahuan Kan?
75
Bab 74 - Di minta janji
76
Bab 75 - Pergi Berkunjung
77
Bab 76 - Liburan Perdana
78
Bab 77 - Drama Pagi ini
79
Bab 78 - Upaya Pembunuhan
80
Bab 79 - Kecelakaan
81
Bab 80 - Kemarahan Satya
82
Bab 81 - Nada Pergi
83
Bab 82 - Berpisah
84
Bab 83 - Satya Mabuk
85
Bab 84 - Berita Bahagia
86
Bab 85 - Serangan Fajar
87
Pengumuman Novel Baru
88
Bab 86 - You Are Mine
89
Bab 87 - Posesif
90
Bab 88 - Tamparan Keras
91
Bab 89 - Upaya Balas Dendam
92
Bab 90 - Mengejutkan
93
Bab 91 - Amnesia Disosiatif
94
Bab 92 - Penangguhan
95
Bab 93 - Pers dari Satya
96
Bab 94 - Seorang Kurir Datang
97
Bab 95 - Upaya Pembunuhan
98
Bab 96 - Sebuah Teka Teki
99
Bab 97 - Mencari Tahu
100
Bab 98 - Memberikan Kabar
101
Bab 99 - Sebuah Memori
102
Bab 100 - Ingatan Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!