Bab 6 - Gadis Gila

Nada dalam keadaan kondisi mabuk, ia telah membuka dress yang ia kenakan hanya dengan cara menurunkan saja sedikit dress nya sampai pinggang dengan kedua tangannya, hingga terpampang lah jelas kedua gundukan besar yang telah di lapisi kain penutup itu yang berwarna pink.

Sreeeet.......

Sedangkan kedua pria yang sedari tadi melihat tingkah aneh gadis itu, seketika mulutnya menganga dan matanya membulat sempurna melihat gadis itu bertingkah aneh lagi tiba-tiba. Namun Satya cepat tersadar, ia langsung menepuk kencang wajah Yudha yang masih menatap lapar tubuh indah Nada.

"Wah..." Yudha sampai tak sadar ia mengeluarkan sedikit air liurnya.

Plak!

"Auwh!" pekik Yudha sambil memegang matanya yang sangat perih, akibat tamparan keras tangan Satya.

Satya langsung mengambil jaket yang terlampir dari atas kursi kebesarannya, untuk menutupi tubuh Indah Nada yang terpampang jelas tadi.

"Kau itu sinting atau gila?" gumam Satya menatap tajam pada gadis itu sembari menutupi tubuh indah Nada dengan jaket denim miliknya, namun gadis itu tak ada jawaban. Ia justru mengalungkan kedua tangannya pada leher Satya dan kepalanya menyender pada dada bidang Satya juga.

Satya mendengus kesal, gadis itu ternyata tertidur kembali.

"Sial! kau telah menggangguku saja!" gumam Yudha dengan mata menatap sinis pada Satya, sambil tangannya memegang matanya yang terasa perih habis di tampar keras oleh tangan Satya.

Satya menoleh kebelakang, mendengar ocehan kesal yudha sedari tadi. Yang masih posisi ia menahan pinggang gadis itu yang terus memeluk dirinya dalam keadaan tidur.

"Kau lupa sudah punya istri! akan kubilang kau dengan istri galak mu itu! sudah punya anak mata masih saja suka jelalatan!" gerutu Satya dengan mulut mencebik kesal seperti tidak terima tubuh gadis itu di lihat oleh siapapun.

"Aku tidak takut!" sahut Yudha santai, dengan mata menatap sengit pada Satya. Kemudian ia mengedipkan matanya terus agar tidak terasa perih.

"Astaga, tadi itu apa? mata ku telah ternoda? kalah dengan punya istriku dia lebih besar dan sek*si sekali" batin Yudha yang baru tersadar akan lamunannya sambil mengusap wajahnya dengan kasar untuk menghilangkan rasa penasarannya tadi.

"Hei! Hilangkan pikiran kotor mu itu!" bentak Satya yang sedari tadi melihat Yudha seperti sedang berpikir khayal, namun tiba-tiba gadis yang berada di pelukan Satya merasa terusik mendengar kedua pria itu berisik sedari tadi.

"Argh..." Gadis itu melenguh karena merasa terusik, ia ingin melanjutkan tidurnya. Namun ia tak sengaja menginjak sepatu milik Satya hingga gadis itu menjatuhkan tubuh besar pria itu ke arah belakang beruntung disana ada sofa tamu bukan lantai.

Bruuuuk...

Nada menubruk dada bidang Satya, hingga ia terbangun dan mengigau kembali. Posisi gadis itu sekarang sedang mengungkung tubuh besar Satya.

"Sayang, kau kenapa sih mencampakkan aku, hm?" racau Nada dengan mata genitnya, ia mengelus rahang tegas Satya.

Sedangkan Satya yang melihat, ia bergidik ngeri sampai menutupi kedua dadanya, akan tingkah aneh gadis itu bermacam-macam lagi dengan dirinya.

"Wah kesempatan emas nih!jarang-jarang si bos di sentuh oleh seorang wanita!" batin Yudha dengan tersenyum jahat. Tiba-tiba ia mempunyai ide sembari merogoh saku celananya untuk mengambil sebuah ponsel, dan mengabadikan kedua orang itu. Yang ia yakini pasti mereka akan berjodoh. Yudha langsung membuka mode video pada ponselnya untuk merekam adegan gadis itu dengan Satya.

"Kau jangan menolak ku dong, Sayang!" racau gadis itu lagi, sambil mengedipkan sebelah matanya dan tak lupa memberikan sebuah ciuman jarak jauh pada Satya untuk menggoda. Seperti biasa, ia menyangkal pasti pria dihadapannya itu kekasihnya. Akibat gadis itu sakit hati akut telah di campakkan.

"Muach...Fiuh..." racau Nada dengan mulut, ia majukan dan di buat se se*ksi mungkin.

Glekkk ...

Satya sedari tadi menahan nafas dan menelan salivanya, bagaimana tidak? posisi dia intim sekali dengan gadis itu. Apalagi ia lupa menaikkan dress nya yang tadi gadis itu buka sampai pinggang, hingga kedua gundukan besar dan menyembul itu menyentuh perutnya. Ia pun juga pria normal melihat pemandangan indah dihadapannya dan ditambah sentuhan dari gadis itu saja membuat sesuatu dari balik celana merasa tercekat.

"Arghh sial!" gumam Satya yang masih menatap tajam gadis itu.

"Hm..." sahut Nada dengan tersenyum genit, mendengar sedikit ucapan Satya tadi dan wajahnya semakin mendekat dengan wajah Satya.

Glekk...

Satya menelan saliva nya kembali, sepertinya ia akan tergoda iman yang selama ini ia jaga dan tak pernah menyentuh wanita lagi.

Gadis itu semakin liar, ia dengan mode genitnya semakin mendekati wajah Satya. Apalagi dengan kedua gundukan besar itu berada dihadapannya semakin lama semakin menekan perutnya. Gadis itu tiba-tiba ingin mendekati bibir Satya, namun yang di dekati ia bingung untuk mundur. Rasanya itu tidak mungkin, hingga akhirnya ia terpaksa mengikuti alur permainan Nada. Ia merangkup kedua pipi gadis itu dan menatap seksama. Padahal pria itu tidak tahu saja ada sahabat laknat yang sedari tadi merekamnya.

"Cantik..." gumam Satya yang tak sadar akan ucapannya, ia masih menatap manik wajah cantik Nada.

"Wow amazing...! seperti adegan film biru...!" batin Yudha yang tiba-tiba matanya melotot tajam sembari memegang ponselnya merekam setiap adegan gadis itu dengan Satya.

Nada terus memajukan bibirnya pada bibir Satya. Sedangkan pria itu, ia pasrah akan tindakan aneh apa lagi yang akan di lakukan oleh gadis itu.

"Cup..."

Buug...

Tiba-tiba gadis itu tertidur pulas lagi di atas dada bidang Satya.

"Haaargggh... Haaaah..." suara tidur mendengkur gadis itu lagi.

-

- Bersambung 🍃

Terpopuler

Comments

Dewi Anggya

Dewi Anggya

yg lain pd kemana nihh pak pol yg tugas... 🤭🤭

2024-04-02

0

Tri Oktifatun

Tri Oktifatun

Wooiii ingat istrimu bang 😒

2023-06-23

0

dewidewie

dewidewie

ide bagus yudha🤭🤣🤣🤣🤣

2023-06-20

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Pengkhianatan
2 Bab 2 - Penyesalan
3 Bab 3 - Pertemuan Pertama
4 Bab 4 - Wanita Atau Waria
5 Bab 5 - Gara-Gara Mabuk
6 Bab 6 - Gadis Gila
7 Bab 7 - Benar-Benar Gila
8 Bab 8 - Rezeki & Sial
9 Bab 9 - Identitas Sebenarnya
10 Bab 10 - Curahan Hati
11 Bab 11 - Curahan Hati Juga
12 Bab 12 - Pulang Bersama
13 Bab 13 - Sentuhan Tak Sengaja
14 Bab 14 - Bertemu Mantan
15 Bab 15 - Pengakuan Sebenarnya
16 Bab 16 - Tamparan Keras
17 Bab 17 - Cemburu Buta
18 Bab 18 - Serangan Pertama
19 Bab 19 - Melarikan diri
20 Bab 20 - Pelukan Pertama
21 Bab 21 - Satu Atap
22 Bab 22 - Ciuman Panas
23 Bab 23 - Tamu Tak Terduga
24 Bab 24 - Mulai Tumbuh Rasa
25 Bab 25 - Bima Kecelakaan
26 Bab 26 - Pencarian Bima
27 Bab 27 - Pesimis
28 Bab 28 - Satu atap lagi
29 Bab 29 - Malam mencekam
30 Bab 30 - Mimpi Buruk
31 Bab 31 - Bima kembali
32 Bab 32 - Kabar Buruk
33 Bab 33 - Pergi ke pemakaman
34 Bab Pengumuman Novel Baru
35 Bab 34 - Tinggal Bersama
36 Bab 35 - Ketemu calon Ibu Mertua
37 Bab 36 - Ungkapan Hati Terdalam
38 Bab 37 - Motif Sebenarnya
39 Bab 38 - Bertemu Sang Mantan
40 Bab 39 - Cemburu ku
41 Bab 40 - Satya Resek
42 Bab 43 - Keakraban mereka
43 Bab 42 - Pertama kali memasak
44 Bab 43 - Permainan di mulai
45 Bab 44 - Bertemu kembali
46 Bab 45 - Tamparan keras
47 Bab 46 - Penyusup
48 Bab 47 - Sandera
49 Bab 48 - Hadiah dari Satya
50 Bab 49 - Apa yang terjadi?
51 Bab 50 - Rapuh
52 Bab 51 - Terungkap
53 Bab 52 - Cinta atau Obsesi
54 Bab 53 - Masa Tenggang
55 Bab 54 - Lagi-lagi dia?
56 Bab 55 - Pengakuan palsu
57 Bab 56 - Terungkap
58 Bab 57 - Penyerangan Markas
59 Bab 58 - Sebuah melodi?
60 Bab 59 - Rekaman
61 Bab 60 - Berkhirkah?
62 Bab 61 - Kembali Pulang
63 Bab 62 - Kejutan Tak Terduga
64 Bab 63 - Kejutan tak terduga lagi?
65 Bab 64 - Tertembak kah?
66 Bab 65 - Tertembak
67 Bab 66 - Kabar Buruk
68 Bab 67 - Kecelakaan
69 Bab 68 - Dilema
70 Bab 69 - Rumor
71 Bab 70 - Kembali ke rutinitas
72 Bab 71 - Perdebatan kecil
73 Bab 72 - Untuk yang pertama
74 Bab 73 - Ketahuan Kan?
75 Bab 74 - Di minta janji
76 Bab 75 - Pergi Berkunjung
77 Bab 76 - Liburan Perdana
78 Bab 77 - Drama Pagi ini
79 Bab 78 - Upaya Pembunuhan
80 Bab 79 - Kecelakaan
81 Bab 80 - Kemarahan Satya
82 Bab 81 - Nada Pergi
83 Bab 82 - Berpisah
84 Bab 83 - Satya Mabuk
85 Bab 84 - Berita Bahagia
86 Bab 85 - Serangan Fajar
87 Pengumuman Novel Baru
88 Bab 86 - You Are Mine
89 Bab 87 - Posesif
90 Bab 88 - Tamparan Keras
91 Bab 89 - Upaya Balas Dendam
92 Bab 90 - Mengejutkan
93 Bab 91 - Amnesia Disosiatif
94 Bab 92 - Penangguhan
95 Bab 93 - Pers dari Satya
96 Bab 94 - Seorang Kurir Datang
97 Bab 95 - Upaya Pembunuhan
98 Bab 96 - Sebuah Teka Teki
99 Bab 97 - Mencari Tahu
100 Bab 98 - Memberikan Kabar
101 Bab 99 - Sebuah Memori
102 Bab 100 - Ingatan Kembali
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1 - Pengkhianatan
2
Bab 2 - Penyesalan
3
Bab 3 - Pertemuan Pertama
4
Bab 4 - Wanita Atau Waria
5
Bab 5 - Gara-Gara Mabuk
6
Bab 6 - Gadis Gila
7
Bab 7 - Benar-Benar Gila
8
Bab 8 - Rezeki & Sial
9
Bab 9 - Identitas Sebenarnya
10
Bab 10 - Curahan Hati
11
Bab 11 - Curahan Hati Juga
12
Bab 12 - Pulang Bersama
13
Bab 13 - Sentuhan Tak Sengaja
14
Bab 14 - Bertemu Mantan
15
Bab 15 - Pengakuan Sebenarnya
16
Bab 16 - Tamparan Keras
17
Bab 17 - Cemburu Buta
18
Bab 18 - Serangan Pertama
19
Bab 19 - Melarikan diri
20
Bab 20 - Pelukan Pertama
21
Bab 21 - Satu Atap
22
Bab 22 - Ciuman Panas
23
Bab 23 - Tamu Tak Terduga
24
Bab 24 - Mulai Tumbuh Rasa
25
Bab 25 - Bima Kecelakaan
26
Bab 26 - Pencarian Bima
27
Bab 27 - Pesimis
28
Bab 28 - Satu atap lagi
29
Bab 29 - Malam mencekam
30
Bab 30 - Mimpi Buruk
31
Bab 31 - Bima kembali
32
Bab 32 - Kabar Buruk
33
Bab 33 - Pergi ke pemakaman
34
Bab Pengumuman Novel Baru
35
Bab 34 - Tinggal Bersama
36
Bab 35 - Ketemu calon Ibu Mertua
37
Bab 36 - Ungkapan Hati Terdalam
38
Bab 37 - Motif Sebenarnya
39
Bab 38 - Bertemu Sang Mantan
40
Bab 39 - Cemburu ku
41
Bab 40 - Satya Resek
42
Bab 43 - Keakraban mereka
43
Bab 42 - Pertama kali memasak
44
Bab 43 - Permainan di mulai
45
Bab 44 - Bertemu kembali
46
Bab 45 - Tamparan keras
47
Bab 46 - Penyusup
48
Bab 47 - Sandera
49
Bab 48 - Hadiah dari Satya
50
Bab 49 - Apa yang terjadi?
51
Bab 50 - Rapuh
52
Bab 51 - Terungkap
53
Bab 52 - Cinta atau Obsesi
54
Bab 53 - Masa Tenggang
55
Bab 54 - Lagi-lagi dia?
56
Bab 55 - Pengakuan palsu
57
Bab 56 - Terungkap
58
Bab 57 - Penyerangan Markas
59
Bab 58 - Sebuah melodi?
60
Bab 59 - Rekaman
61
Bab 60 - Berkhirkah?
62
Bab 61 - Kembali Pulang
63
Bab 62 - Kejutan Tak Terduga
64
Bab 63 - Kejutan tak terduga lagi?
65
Bab 64 - Tertembak kah?
66
Bab 65 - Tertembak
67
Bab 66 - Kabar Buruk
68
Bab 67 - Kecelakaan
69
Bab 68 - Dilema
70
Bab 69 - Rumor
71
Bab 70 - Kembali ke rutinitas
72
Bab 71 - Perdebatan kecil
73
Bab 72 - Untuk yang pertama
74
Bab 73 - Ketahuan Kan?
75
Bab 74 - Di minta janji
76
Bab 75 - Pergi Berkunjung
77
Bab 76 - Liburan Perdana
78
Bab 77 - Drama Pagi ini
79
Bab 78 - Upaya Pembunuhan
80
Bab 79 - Kecelakaan
81
Bab 80 - Kemarahan Satya
82
Bab 81 - Nada Pergi
83
Bab 82 - Berpisah
84
Bab 83 - Satya Mabuk
85
Bab 84 - Berita Bahagia
86
Bab 85 - Serangan Fajar
87
Pengumuman Novel Baru
88
Bab 86 - You Are Mine
89
Bab 87 - Posesif
90
Bab 88 - Tamparan Keras
91
Bab 89 - Upaya Balas Dendam
92
Bab 90 - Mengejutkan
93
Bab 91 - Amnesia Disosiatif
94
Bab 92 - Penangguhan
95
Bab 93 - Pers dari Satya
96
Bab 94 - Seorang Kurir Datang
97
Bab 95 - Upaya Pembunuhan
98
Bab 96 - Sebuah Teka Teki
99
Bab 97 - Mencari Tahu
100
Bab 98 - Memberikan Kabar
101
Bab 99 - Sebuah Memori
102
Bab 100 - Ingatan Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!