Bab 7 - Benar-Benar Gila

Mata satya seketika membulat sempurna dan jantung berdetak hebat, setelah ia dicium oleh gadis aneh yang tidak pernah ia kenal itu. Ia pun juga masih berada dibawah tindihan tubuh indah Nada, karena si gadis itu telah tertidur pulas lagi.

Satya kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar. Dalam hati, ia ingin sekali menyingkirkan tubuh gadis itu namun sangat sulit.

"Yah, selesai. Padahal lagi seru-serunya!" desis Yudha yang nampak kecewa, ia sedari tadi sedang fokus merekam. Namun ia kembali mematikan mode video pada ponselnya karena telah usai adegan panas yang dilakukan oleh kedua orang itu.

"Hei, Apa yang kau lakukan?" Kau merekam ku, yah!" teriak Satya yang menoleh ke samping mendengar ucapan Yudha yang sepertinya sedang membuat ulah.

"Itu tidak penting aku jawab." balas Yudha dengan santai sambil memasukan ponselnya pada saku celana.

"Sialan kau! " geram Satya dengan mulut mencebik kesal. Ia ingin bergerak beranjak dari sofa untuk membalas sahabatnya itu, namun gadis itu sepertinya merasa tidurnya nya terganggu lagi.

"Hm..." lenguh Nada yang sedikit terusik karena gerakan Satya, Namun ia masih saja tertidur pulas dan justru ia semakin mengusel wajahnya di atas dada bidang Satya hingga sangking nyamannya, gadis itu sampai mengeluarkan sedikit air liur pada mulutnya dan menetes pada baju Satya.

"Menjijikkan!" geram Satya dengan mulut mencebik kesal dan mata melotot tajam pada gadis itu.

Saat ini, ia pasrah tidak bisa bergerak apapun. Jika ia bergerak ia khawatir gadis itu pasti melakukan hal bodoh lagi dengan dirinya.

"Hahahaha..." Yudha tertawa lepas melihat ekspresi datar Satya dengan gadis itu sedari tadi.

"Sudahlah nikmati saja, Sat! Kau tidur saja dengan wanita itu sepertinya dia nyaman di atas tubuh mu itu." ledek Yudha dengan kedua tangan bersidekap pada dada dan tak lupa ia tersenyum miring mengejeknya. Kapan lagi kan Satya menyentuh seorang wanita bayangkan lima belas tahun lamanya pria itu betah menduda sampai lapuk.

"Pergi kau tidak usah mengejekku, sialan!" bentak Satya dengan tangan memukul udara ke arah Yudha, karena ia pun juga tidak bisa bergerak apa-apa takut gadis itu terbangun.

"Hm..." lenguh Nada lagi yang merasa terusik karena gerakan Satya.

Pria itu menatap kesal dan geregetan pada wajah polos gadis itu. Yang tanpa dosanya ia terus melenguh merasakan kenyamanan tidur di atas dadanya.

"Wleeeee..." ledek Yudha lagi sembari menjulurkan lidahnya pada Satya melihat pria itu tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi memukul dirinya.

Satya menoleh ke samping menatap sengit wajah Yudha yang terus meledek dirinya.

"Awas, kau yah!" geram Satya dengan mata melotot tajam dan tangan mengepal kuat mengarah wajah Yudha seperti siap-siap akan memukul pria itu.

Yudha pun langsung berhenti menertawai bosnya, karena bosnya jika kesal bisa berbahaya dengan dirinya. Ia pun lebih baik mengalah saja dari pada nanti tunjangannya dikurangin lagi. Tetapi ia tetap, sebelum pergi tersenyum miring terlebih dahulu dan tak lupa menatap ejek pada Satya lagi, seakan pria itu telah puas mengerjainya.

"Baiklah, aku akan pergi. Tetapi aku titip pesan pada mu?" pamit Yudha seketika berhenti berbicara, seakan seperti mengatakan sesuatu kembali sambil ia memasukkan kedua tangannya pada saku celana.

"Hm, pelan-pelan yah dimasukinya" titah Yudha bicara seperti berbisik-bisik seakan memberikan kode sesuatu pada bosnya. Sungguh pria itu bicara benar-benar seenaknya saja tanpa di saring dulu. Yudha pun langsung pergi dengan kembali bergelak tawa dan meninggalkan Satya dan gadis itu biarkan saja berduaan.

"Hahahhahah..." Yudha dengan santai langsung keluar dari pintu ruangan dengan kedua tangan masih dimasukkan ke dalam saku celana. Ia pun puas telah meledek Satya. Kapan lagi kan, ia mengerjai bosnya itu, berkat si wanita itu bosnya nya ada sedikit kemajuan dengan seorang wanita.

Kreeeggg... ( suara pintu ditutup)

"Dasar manusia gak punya akhlak!" geram Satya dengan tangan memukul udara lagi ketika Yudha sudah meninggalkan ruangan. Ia mana mungkin melakukan hal laknat pada gadis itu. Ia sudah jelas mengecap gadis itu sebagai wanita malam, lihat saja pakaiannya yang sangat mini. Apalagi lihat ia mabuk, bisa di kerjain oleh pria random pastinya di pinggir jalan. Beruntungnya gadis itu telah di selamatkan oleh polisi kalau tidak entah lah.

"Hm..." lenguh Nada yang terus mengusel wajahnya pada dada bidang Satya.

Satya pasrah ditindih oleh tubuh gadis itu. Apalagi gadis itu tidak mau pindah posisi sama sekali dan terlihat nyaman sekali berada diatas tubuh besarnya, benar-benar bagaikan tidur di atas kasur empuk saja.

Satya sendiri sedari tadi juga merasa tersiksa, apalagi dress gadis itu masih terbuka. Jika ia merapikan sekarang ia khawatir gadis itu mengigau lagi dan melakukan macam macam pada dirinya.

"Aduh! tidak ada yang memanggil mu Jhon!" batin Satya tersiksa. Ia semakin kesal dan menderita karena si Jhon panggilan kesayangan si tongkat kecilnya itu semakin berdiri tegak dari balik celananya.

"Tidulah, Jhon!" desis Satya yang merasa frustasi, sembari ia mengusap terus pahanya agar si Jhon bisa turun dengan sendirinya.

"Sh*it!" pria itu memejamkan matanya sesaat dan mengusap wajahnya dengan kasar. Ia mencoba usahanya agar si tongkat kecil itu bisa turun dengan sendirinya, namun nihil justru kulit ia semakin meremang.

"Sial, wanita merepotkan!" gerutu Satya dengan mata menatap sinis pada wajah gadis polos itu. Ia pun terpaksa mecoba untuk memejamkan matanya saja untuk tidur dan melupakan kejadian sial malam ini. Karena waktu sudah menunjukkan pukul dua pagi dan besok ia akan pulang dinas malam.

-

- Bersambung 🍃

Terpopuler

Comments

Dewi Anggya

Dewi Anggya

waduuuh gk bahaya tah wirrrr🤣🤣

2024-04-02

0

Tri Oktifatun

Tri Oktifatun

Ya Allah ngakak terus aku baca part ini dr Nada yg ngiler, Yudha yg rese, si bos yg tersiksa krn tongkat ajaibnya 😆😆😆😆🤣🤣🤣🤣🤣

2023-06-23

1

dewidewie

dewidewie

betul juga Yudha, Satya jangan jaim dong sikat saja🤭🤣🤣🤣

2023-06-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Pengkhianatan
2 Bab 2 - Penyesalan
3 Bab 3 - Pertemuan Pertama
4 Bab 4 - Wanita Atau Waria
5 Bab 5 - Gara-Gara Mabuk
6 Bab 6 - Gadis Gila
7 Bab 7 - Benar-Benar Gila
8 Bab 8 - Rezeki & Sial
9 Bab 9 - Identitas Sebenarnya
10 Bab 10 - Curahan Hati
11 Bab 11 - Curahan Hati Juga
12 Bab 12 - Pulang Bersama
13 Bab 13 - Sentuhan Tak Sengaja
14 Bab 14 - Bertemu Mantan
15 Bab 15 - Pengakuan Sebenarnya
16 Bab 16 - Tamparan Keras
17 Bab 17 - Cemburu Buta
18 Bab 18 - Serangan Pertama
19 Bab 19 - Melarikan diri
20 Bab 20 - Pelukan Pertama
21 Bab 21 - Satu Atap
22 Bab 22 - Ciuman Panas
23 Bab 23 - Tamu Tak Terduga
24 Bab 24 - Mulai Tumbuh Rasa
25 Bab 25 - Bima Kecelakaan
26 Bab 26 - Pencarian Bima
27 Bab 27 - Pesimis
28 Bab 28 - Satu atap lagi
29 Bab 29 - Malam mencekam
30 Bab 30 - Mimpi Buruk
31 Bab 31 - Bima kembali
32 Bab 32 - Kabar Buruk
33 Bab 33 - Pergi ke pemakaman
34 Bab Pengumuman Novel Baru
35 Bab 34 - Tinggal Bersama
36 Bab 35 - Ketemu calon Ibu Mertua
37 Bab 36 - Ungkapan Hati Terdalam
38 Bab 37 - Motif Sebenarnya
39 Bab 38 - Bertemu Sang Mantan
40 Bab 39 - Cemburu ku
41 Bab 40 - Satya Resek
42 Bab 43 - Keakraban mereka
43 Bab 42 - Pertama kali memasak
44 Bab 43 - Permainan di mulai
45 Bab 44 - Bertemu kembali
46 Bab 45 - Tamparan keras
47 Bab 46 - Penyusup
48 Bab 47 - Sandera
49 Bab 48 - Hadiah dari Satya
50 Bab 49 - Apa yang terjadi?
51 Bab 50 - Rapuh
52 Bab 51 - Terungkap
53 Bab 52 - Cinta atau Obsesi
54 Bab 53 - Masa Tenggang
55 Bab 54 - Lagi-lagi dia?
56 Bab 55 - Pengakuan palsu
57 Bab 56 - Terungkap
58 Bab 57 - Penyerangan Markas
59 Bab 58 - Sebuah melodi?
60 Bab 59 - Rekaman
61 Bab 60 - Berkhirkah?
62 Bab 61 - Kembali Pulang
63 Bab 62 - Kejutan Tak Terduga
64 Bab 63 - Kejutan tak terduga lagi?
65 Bab 64 - Tertembak kah?
66 Bab 65 - Tertembak
67 Bab 66 - Kabar Buruk
68 Bab 67 - Kecelakaan
69 Bab 68 - Dilema
70 Bab 69 - Rumor
71 Bab 70 - Kembali ke rutinitas
72 Bab 71 - Perdebatan kecil
73 Bab 72 - Untuk yang pertama
74 Bab 73 - Ketahuan Kan?
75 Bab 74 - Di minta janji
76 Bab 75 - Pergi Berkunjung
77 Bab 76 - Liburan Perdana
78 Bab 77 - Drama Pagi ini
79 Bab 78 - Upaya Pembunuhan
80 Bab 79 - Kecelakaan
81 Bab 80 - Kemarahan Satya
82 Bab 81 - Nada Pergi
83 Bab 82 - Berpisah
84 Bab 83 - Satya Mabuk
85 Bab 84 - Berita Bahagia
86 Bab 85 - Serangan Fajar
87 Pengumuman Novel Baru
88 Bab 86 - You Are Mine
89 Bab 87 - Posesif
90 Bab 88 - Tamparan Keras
91 Bab 89 - Upaya Balas Dendam
92 Bab 90 - Mengejutkan
93 Bab 91 - Amnesia Disosiatif
94 Bab 92 - Penangguhan
95 Bab 93 - Pers dari Satya
96 Bab 94 - Seorang Kurir Datang
97 Bab 95 - Upaya Pembunuhan
98 Bab 96 - Sebuah Teka Teki
99 Bab 97 - Mencari Tahu
100 Bab 98 - Memberikan Kabar
101 Bab 99 - Sebuah Memori
102 Bab 100 - Ingatan Kembali
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1 - Pengkhianatan
2
Bab 2 - Penyesalan
3
Bab 3 - Pertemuan Pertama
4
Bab 4 - Wanita Atau Waria
5
Bab 5 - Gara-Gara Mabuk
6
Bab 6 - Gadis Gila
7
Bab 7 - Benar-Benar Gila
8
Bab 8 - Rezeki & Sial
9
Bab 9 - Identitas Sebenarnya
10
Bab 10 - Curahan Hati
11
Bab 11 - Curahan Hati Juga
12
Bab 12 - Pulang Bersama
13
Bab 13 - Sentuhan Tak Sengaja
14
Bab 14 - Bertemu Mantan
15
Bab 15 - Pengakuan Sebenarnya
16
Bab 16 - Tamparan Keras
17
Bab 17 - Cemburu Buta
18
Bab 18 - Serangan Pertama
19
Bab 19 - Melarikan diri
20
Bab 20 - Pelukan Pertama
21
Bab 21 - Satu Atap
22
Bab 22 - Ciuman Panas
23
Bab 23 - Tamu Tak Terduga
24
Bab 24 - Mulai Tumbuh Rasa
25
Bab 25 - Bima Kecelakaan
26
Bab 26 - Pencarian Bima
27
Bab 27 - Pesimis
28
Bab 28 - Satu atap lagi
29
Bab 29 - Malam mencekam
30
Bab 30 - Mimpi Buruk
31
Bab 31 - Bima kembali
32
Bab 32 - Kabar Buruk
33
Bab 33 - Pergi ke pemakaman
34
Bab Pengumuman Novel Baru
35
Bab 34 - Tinggal Bersama
36
Bab 35 - Ketemu calon Ibu Mertua
37
Bab 36 - Ungkapan Hati Terdalam
38
Bab 37 - Motif Sebenarnya
39
Bab 38 - Bertemu Sang Mantan
40
Bab 39 - Cemburu ku
41
Bab 40 - Satya Resek
42
Bab 43 - Keakraban mereka
43
Bab 42 - Pertama kali memasak
44
Bab 43 - Permainan di mulai
45
Bab 44 - Bertemu kembali
46
Bab 45 - Tamparan keras
47
Bab 46 - Penyusup
48
Bab 47 - Sandera
49
Bab 48 - Hadiah dari Satya
50
Bab 49 - Apa yang terjadi?
51
Bab 50 - Rapuh
52
Bab 51 - Terungkap
53
Bab 52 - Cinta atau Obsesi
54
Bab 53 - Masa Tenggang
55
Bab 54 - Lagi-lagi dia?
56
Bab 55 - Pengakuan palsu
57
Bab 56 - Terungkap
58
Bab 57 - Penyerangan Markas
59
Bab 58 - Sebuah melodi?
60
Bab 59 - Rekaman
61
Bab 60 - Berkhirkah?
62
Bab 61 - Kembali Pulang
63
Bab 62 - Kejutan Tak Terduga
64
Bab 63 - Kejutan tak terduga lagi?
65
Bab 64 - Tertembak kah?
66
Bab 65 - Tertembak
67
Bab 66 - Kabar Buruk
68
Bab 67 - Kecelakaan
69
Bab 68 - Dilema
70
Bab 69 - Rumor
71
Bab 70 - Kembali ke rutinitas
72
Bab 71 - Perdebatan kecil
73
Bab 72 - Untuk yang pertama
74
Bab 73 - Ketahuan Kan?
75
Bab 74 - Di minta janji
76
Bab 75 - Pergi Berkunjung
77
Bab 76 - Liburan Perdana
78
Bab 77 - Drama Pagi ini
79
Bab 78 - Upaya Pembunuhan
80
Bab 79 - Kecelakaan
81
Bab 80 - Kemarahan Satya
82
Bab 81 - Nada Pergi
83
Bab 82 - Berpisah
84
Bab 83 - Satya Mabuk
85
Bab 84 - Berita Bahagia
86
Bab 85 - Serangan Fajar
87
Pengumuman Novel Baru
88
Bab 86 - You Are Mine
89
Bab 87 - Posesif
90
Bab 88 - Tamparan Keras
91
Bab 89 - Upaya Balas Dendam
92
Bab 90 - Mengejutkan
93
Bab 91 - Amnesia Disosiatif
94
Bab 92 - Penangguhan
95
Bab 93 - Pers dari Satya
96
Bab 94 - Seorang Kurir Datang
97
Bab 95 - Upaya Pembunuhan
98
Bab 96 - Sebuah Teka Teki
99
Bab 97 - Mencari Tahu
100
Bab 98 - Memberikan Kabar
101
Bab 99 - Sebuah Memori
102
Bab 100 - Ingatan Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!