Bab 3 - Pertemuan Pertama

"Sialan! sialan!" sudah mataku telah ternoda aku diputus pula!!" gerutu Nada dengan tak terima. Sambil jalan ia menghentakkan kakinya terus di jalan, setelah gadis itu keluar dari pintu apartemen Bima.

Tiba-tiba ia berhenti jalan dengan nafas yang masih memburu, mengingat kekasihnya itu melakukan pergulatan panas dengan sahabatnya.

"Tidak akan kubiarkan! suatu saat aku akan membalas kalian, lihat saja nanti!!" geram Nada dengan mata berapi-api menatap tajam kedepan. Kemudian ia meniupkan poninya asal yang sedikit berantakan tadi dan melanjutkan jalan lagi.

"Fiuuhh....."

Tak...Tak...Tak....

Gadis itu jalan bukan ke arah basemen parkir untuk mengambil mobil, melainkan ke cafe di sekitaran apartemen hanya sekedar minum saja untuk menghilangkan rasa dahaga dan emosi yang meledak, setelah ia melakukan aksi gilanya tadi. Gadis itu berpikir dari pada ia pulang ke rumah kosan masih ada perasaan dongkol dengan kekasihnya, kebih baik ia menenangkan hatinya dulu saja sambil minum.

🍃🍃🍃

Di lain tempat, ada sebuah mobil patroli sektor cabang kepolisian kota C sedang menyusuri tempat-tempat biasa para wanita kupu-kupu malam stand by untuk mencari mangsa. Biasanya para pria hidung belang itu juga suka jajan di lokasi sekitaran sini. Namun malam ini tumben di sekitaran sini tidak ada para wanita malam beserta para pria hidung belang itu.

Wiuw...wiuw...wiuw....

Di dalam mobil, ada seorang kepala polisi berserta rekannya yang

sedang menjalankan tugas karena memang malam hari ini ialah jadwalnya mereka. Kepala kepolisian itu ialah Satya Wiguna, ia seorang duda lapuk berusia 45 tahun namun biar sudah tua wajahnya masih terlihat tampan. 15 tahun berlalu pria itu telah ditinggal seorang istri karena perselingkuhan bersama pacarnya, namun tak lama perselingkuhan itu ketawan, istrinya telah meninggal bersama kekasihnya karena sebuah kecelakaan. Mungkin itu hukum karma bagi seorang istri yang telah membangkang kepada suami. Maka dari itu, sampai sekarang ia enggan membuka hati dengan seorang wanita entah itu ia pernah di khianati lagi.

"Yud, kita belok kesana saja disini tidak ada!" pinta Satya kepada teman seperjuangannya Yudha melihat sekilas pemandangan luar jendela yang nampak sepi lalu lalang orang.

"Oke... "sahut Yudha sambil menyetir mobil patroli sedangkan Satya di sampingnya sambil mengecek data-data sambil melihat sekitaran jalan.

"Bos, dari kemarin-kemarin buruan kita banyak waria bos, coba lihat dibelakang kita sudah dapat lika orang yang kita tangkap" ujar Yudha menjelaskan sambil menyetir mobil.

"Entah lah Yud, mungkin ia memang mencari nafkah, tapi bagaimanapun kita harus tetap mengamankannya dan memberi pembinaan" ucap Satya datar sambil mengecek data-data pada kertas yang ia pegang.

"Hm..." sahut Yudha lagi sambil menyetir dan melirik malas kepada temannya. Yudha umurnya tak jauh beda dengan Satya, Ia berumur 43 tahun namun ia sudah memiliki istri dan tiga anak. Sedangkan Satya ia boro-boro memikirkan anak, istri saja ia tidak punya dan malas memikirkannya. Terkadang pria itu kasihan dengan sahabatnya sendiri, ia ingin mencarikannya dia seorang istri, tetapi Satya nya malah menolak entahlah Satya itu ingin mencari seorang wanita seperti apa.

🍃🍃🍃

Ting nong..Ting nong..( bunyi jam dinding besar telah berbunyi )

Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, tetapi gadis satu ini masih belum juga pulang dan betah menenggak minumannya.

Tak.....( bunyi suara gelas sloki di atas meja )

"Eurghhh..." gadis itu berdahak karena kekenyangan minum

"Aku akan membunuhmu... aku akan membunuhmu.." racau gadis itu sambil kepala ia tidurkan ke atas meja.

Tiba-tiba pelayan cafe datang menghampiri gadis itu untuk memberi tahu bahwa cafenya akan ditutup.

"Permisi nona jam cafe kami sudah selesai.." ucap pelayan

"Ahh..." Nada menengadahkan kepalanya melihat seseorang datang menghampirinya sambil mengernyitkan dahi.

Gadis itu tiba-tiba tertawa sendiri dan masih menengadahkan kepalanya

"Aku akan membunuhmu.." racau gadis itu yang sudah setengah mabuk sambil menunjuk-nunjuk pada pelayan.

"Ah, dia mabuk sekali!" batin pelayan itu.

Tanpa pikir panjang, pelayan itu langsung membopong gadis mabuk itu untuk keluar cafe, karena tempat tersebut akan ditutup.

"Hai, kau mau apakan aku lepaskan aku dari tangan kotor mu itu, hah!" berontak Nada sambil menatap tajam pada pria yang memapah dirinya keluar cafe.

"Maaf, nona saya permisi." pamit pelayan itu menunduk sopan dan langsung masuk ke dalam cafe.

Nada menoleh kebelakang melihat pelayan itu telah pergi, kemudian gadis itu memijat pelipisnya untuk menetralkan kepalanya yang sedikit pusing dan mengerjapkan kedua matanya.

"Eurghhh... " suara dahak Nada

Merasa sudah agak mendingan, Nada jalan menuju parkir mobil walaupun jalannya agak sedikit sempoyongan.

Tak...Tak...Tak ..

Saat di mobil, Nada mengendari juga nampak sedikit bahaya ia jalan berkelok kelok pelan, beruntung jalanan tersebut sepi kalau tidak gadis itu bisa kecelakaan.

Brummm...Bruuuum...Bruuum...

Baru saja keluar sebentar dari apartemen kekasihnya, tiba-tiba mobil gadis itu mogok mengeluarkan asap pada mesin di dalam kap mobilnya.

Bushhh......

Kepulan asap memenuhi pemandangan luar kaca mobil depan Nada.

"Ahh, sial!" gumam Nada sambil memukul stir kemudinya. Kemudian tanpa pikir panjang lagi gadis itu keluar dari mobilnya untuk mencari bantuan.

Braaak..( suara pintu mobil di tutup )

"Ah, bagaimana ini aku pulang?" batin Nada yang setengah mabuk sambil menghentakkan high heels nya di jalan. Kemudian ia menengadahkan kepalanya ke atas sambil menduduki tubuhnya di atas kap mobil sambil berpikir.

Tak berselang lama gadis itu melihat kilauan cahaya dari kejauhan. Ia pun langsung menjauh dari mobilnya dan jalan kedepan ingin menyetop kendaraan itu untuk meminta bantuan.

Sedangkan tak jauh dari mobil gadis itu, mobil patroli sedang jalan seperti biasa menyusuri suatu tempat namun kedua polisi itu seperti melihat buruannya.

"Bos, sepertinya kita dapat buruan lagi, kau lihat saja dia!" gumam Yudha sambil menggerakkan dagunya ke arah depan.

"Iya ku yakin dia waria lagi Yud, dilihat pakaian nya saja sangat mini. Lebih baik kau samperin saja, Yud.!" ucap Satya datar sambil melihat sekilas ke depan dan kembali melihat lembaran kertas yang ia pegang.

"Tidak ah mana mungkin sepertinya wanita asli itu?" gumam Yudha sambil menyetir melihat dari kejauhan wanita itu.

"Tidak sudahlah kau jalani saja, mana ada wanita malam pakai pakaian mini itu, yang mini biasanya waria di tengah jalan" gumam Satya sambil mengecek data-data di lembaran kertas.

"Hmmm..." Yuda menghela nafas panjang dan melirik malas pada pria di sampingnya.

"Begini nih kalau sudah lama tidak kenal wanita. Semua yang di lihat sama." batin Yudha yang sambil menyetir.

Mobil pun melaju dengan cepat menuju gadis itu yang sedang melambai-lambai kan tangannya.

Bruuuuuuummm.....

-

- Bersambung 🍃

Terpopuler

Comments

Ara Julyana

Ara Julyana

kasihan Nada di kira waria🤣🤣🤣

2024-03-25

0

dewidewie

dewidewie

wah... kenapa sih duda selalu menggoda

2023-06-15

0

Iis Triningsih

Iis Triningsih

nada kenapa kamu harus minum minum rugi kamu. lanjut thor

2023-06-13

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Pengkhianatan
2 Bab 2 - Penyesalan
3 Bab 3 - Pertemuan Pertama
4 Bab 4 - Wanita Atau Waria
5 Bab 5 - Gara-Gara Mabuk
6 Bab 6 - Gadis Gila
7 Bab 7 - Benar-Benar Gila
8 Bab 8 - Rezeki & Sial
9 Bab 9 - Identitas Sebenarnya
10 Bab 10 - Curahan Hati
11 Bab 11 - Curahan Hati Juga
12 Bab 12 - Pulang Bersama
13 Bab 13 - Sentuhan Tak Sengaja
14 Bab 14 - Bertemu Mantan
15 Bab 15 - Pengakuan Sebenarnya
16 Bab 16 - Tamparan Keras
17 Bab 17 - Cemburu Buta
18 Bab 18 - Serangan Pertama
19 Bab 19 - Melarikan diri
20 Bab 20 - Pelukan Pertama
21 Bab 21 - Satu Atap
22 Bab 22 - Ciuman Panas
23 Bab 23 - Tamu Tak Terduga
24 Bab 24 - Mulai Tumbuh Rasa
25 Bab 25 - Bima Kecelakaan
26 Bab 26 - Pencarian Bima
27 Bab 27 - Pesimis
28 Bab 28 - Satu atap lagi
29 Bab 29 - Malam mencekam
30 Bab 30 - Mimpi Buruk
31 Bab 31 - Bima kembali
32 Bab 32 - Kabar Buruk
33 Bab 33 - Pergi ke pemakaman
34 Bab Pengumuman Novel Baru
35 Bab 34 - Tinggal Bersama
36 Bab 35 - Ketemu calon Ibu Mertua
37 Bab 36 - Ungkapan Hati Terdalam
38 Bab 37 - Motif Sebenarnya
39 Bab 38 - Bertemu Sang Mantan
40 Bab 39 - Cemburu ku
41 Bab 40 - Satya Resek
42 Bab 43 - Keakraban mereka
43 Bab 42 - Pertama kali memasak
44 Bab 43 - Permainan di mulai
45 Bab 44 - Bertemu kembali
46 Bab 45 - Tamparan keras
47 Bab 46 - Penyusup
48 Bab 47 - Sandera
49 Bab 48 - Hadiah dari Satya
50 Bab 49 - Apa yang terjadi?
51 Bab 50 - Rapuh
52 Bab 51 - Terungkap
53 Bab 52 - Cinta atau Obsesi
54 Bab 53 - Masa Tenggang
55 Bab 54 - Lagi-lagi dia?
56 Bab 55 - Pengakuan palsu
57 Bab 56 - Terungkap
58 Bab 57 - Penyerangan Markas
59 Bab 58 - Sebuah melodi?
60 Bab 59 - Rekaman
61 Bab 60 - Berkhirkah?
62 Bab 61 - Kembali Pulang
63 Bab 62 - Kejutan Tak Terduga
64 Bab 63 - Kejutan tak terduga lagi?
65 Bab 64 - Tertembak kah?
66 Bab 65 - Tertembak
67 Bab 66 - Kabar Buruk
68 Bab 67 - Kecelakaan
69 Bab 68 - Dilema
70 Bab 69 - Rumor
71 Bab 70 - Kembali ke rutinitas
72 Bab 71 - Perdebatan kecil
73 Bab 72 - Untuk yang pertama
74 Bab 73 - Ketahuan Kan?
75 Bab 74 - Di minta janji
76 Bab 75 - Pergi Berkunjung
77 Bab 76 - Liburan Perdana
78 Bab 77 - Drama Pagi ini
79 Bab 78 - Upaya Pembunuhan
80 Bab 79 - Kecelakaan
81 Bab 80 - Kemarahan Satya
82 Bab 81 - Nada Pergi
83 Bab 82 - Berpisah
84 Bab 83 - Satya Mabuk
85 Bab 84 - Berita Bahagia
86 Bab 85 - Serangan Fajar
87 Pengumuman Novel Baru
88 Bab 86 - You Are Mine
89 Bab 87 - Posesif
90 Bab 88 - Tamparan Keras
91 Bab 89 - Upaya Balas Dendam
92 Bab 90 - Mengejutkan
93 Bab 91 - Amnesia Disosiatif
94 Bab 92 - Penangguhan
95 Bab 93 - Pers dari Satya
96 Bab 94 - Seorang Kurir Datang
97 Bab 95 - Upaya Pembunuhan
98 Bab 96 - Sebuah Teka Teki
99 Bab 97 - Mencari Tahu
100 Bab 98 - Memberikan Kabar
101 Bab 99 - Sebuah Memori
102 Bab 100 - Ingatan Kembali
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1 - Pengkhianatan
2
Bab 2 - Penyesalan
3
Bab 3 - Pertemuan Pertama
4
Bab 4 - Wanita Atau Waria
5
Bab 5 - Gara-Gara Mabuk
6
Bab 6 - Gadis Gila
7
Bab 7 - Benar-Benar Gila
8
Bab 8 - Rezeki & Sial
9
Bab 9 - Identitas Sebenarnya
10
Bab 10 - Curahan Hati
11
Bab 11 - Curahan Hati Juga
12
Bab 12 - Pulang Bersama
13
Bab 13 - Sentuhan Tak Sengaja
14
Bab 14 - Bertemu Mantan
15
Bab 15 - Pengakuan Sebenarnya
16
Bab 16 - Tamparan Keras
17
Bab 17 - Cemburu Buta
18
Bab 18 - Serangan Pertama
19
Bab 19 - Melarikan diri
20
Bab 20 - Pelukan Pertama
21
Bab 21 - Satu Atap
22
Bab 22 - Ciuman Panas
23
Bab 23 - Tamu Tak Terduga
24
Bab 24 - Mulai Tumbuh Rasa
25
Bab 25 - Bima Kecelakaan
26
Bab 26 - Pencarian Bima
27
Bab 27 - Pesimis
28
Bab 28 - Satu atap lagi
29
Bab 29 - Malam mencekam
30
Bab 30 - Mimpi Buruk
31
Bab 31 - Bima kembali
32
Bab 32 - Kabar Buruk
33
Bab 33 - Pergi ke pemakaman
34
Bab Pengumuman Novel Baru
35
Bab 34 - Tinggal Bersama
36
Bab 35 - Ketemu calon Ibu Mertua
37
Bab 36 - Ungkapan Hati Terdalam
38
Bab 37 - Motif Sebenarnya
39
Bab 38 - Bertemu Sang Mantan
40
Bab 39 - Cemburu ku
41
Bab 40 - Satya Resek
42
Bab 43 - Keakraban mereka
43
Bab 42 - Pertama kali memasak
44
Bab 43 - Permainan di mulai
45
Bab 44 - Bertemu kembali
46
Bab 45 - Tamparan keras
47
Bab 46 - Penyusup
48
Bab 47 - Sandera
49
Bab 48 - Hadiah dari Satya
50
Bab 49 - Apa yang terjadi?
51
Bab 50 - Rapuh
52
Bab 51 - Terungkap
53
Bab 52 - Cinta atau Obsesi
54
Bab 53 - Masa Tenggang
55
Bab 54 - Lagi-lagi dia?
56
Bab 55 - Pengakuan palsu
57
Bab 56 - Terungkap
58
Bab 57 - Penyerangan Markas
59
Bab 58 - Sebuah melodi?
60
Bab 59 - Rekaman
61
Bab 60 - Berkhirkah?
62
Bab 61 - Kembali Pulang
63
Bab 62 - Kejutan Tak Terduga
64
Bab 63 - Kejutan tak terduga lagi?
65
Bab 64 - Tertembak kah?
66
Bab 65 - Tertembak
67
Bab 66 - Kabar Buruk
68
Bab 67 - Kecelakaan
69
Bab 68 - Dilema
70
Bab 69 - Rumor
71
Bab 70 - Kembali ke rutinitas
72
Bab 71 - Perdebatan kecil
73
Bab 72 - Untuk yang pertama
74
Bab 73 - Ketahuan Kan?
75
Bab 74 - Di minta janji
76
Bab 75 - Pergi Berkunjung
77
Bab 76 - Liburan Perdana
78
Bab 77 - Drama Pagi ini
79
Bab 78 - Upaya Pembunuhan
80
Bab 79 - Kecelakaan
81
Bab 80 - Kemarahan Satya
82
Bab 81 - Nada Pergi
83
Bab 82 - Berpisah
84
Bab 83 - Satya Mabuk
85
Bab 84 - Berita Bahagia
86
Bab 85 - Serangan Fajar
87
Pengumuman Novel Baru
88
Bab 86 - You Are Mine
89
Bab 87 - Posesif
90
Bab 88 - Tamparan Keras
91
Bab 89 - Upaya Balas Dendam
92
Bab 90 - Mengejutkan
93
Bab 91 - Amnesia Disosiatif
94
Bab 92 - Penangguhan
95
Bab 93 - Pers dari Satya
96
Bab 94 - Seorang Kurir Datang
97
Bab 95 - Upaya Pembunuhan
98
Bab 96 - Sebuah Teka Teki
99
Bab 97 - Mencari Tahu
100
Bab 98 - Memberikan Kabar
101
Bab 99 - Sebuah Memori
102
Bab 100 - Ingatan Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!