Bab 20 > Devanka Mengetahui Keberadaan Audrey

Rumah sakit ....

Bi Lina sudah kelelahan karena mencari keberadaan Audrey yang tak kunjung ditemukan. Sejenak dia beristirahat di bawah pohon yang berada si belakang rumah sakit. Dia duduk di sebuah kursi panjang dengan memandang ke arah danau.

"Minumlah dulu, Bi. Saya tahu Bibi lelah," ucap seorang pria yang tiba-tiba datang dan duduk di sebelah wanita paruh baya itu.

Sontak Bi Lina pun menengok ke samping. Dia melihat seorang pria dewasa yang tak asing. Pria itu tidak lain tidak bukan adalah Akandra Xaquille, tuannya sendiri.

"Tuan, datang ke mari?" Bi Lina menatap keheranan sembari menerima sebotol air mineral.

"Tentu saja, bagaimana saya bisa berdiam diri saja tanpa mencari wanita itu. Dia tidak bisa pergi semudah itu! Sedangkan hutang suaminya masih sangat banyak dan mustahil akan dilunasi oleh pria gila seperti Devan!" timpal Akandra dengan kesal.

Akandra tentu saja kesal, karena hutang Devanka bukan hanya puluhan juta saja melainkan ratusan juta. Dan sekarang, orang yang Devan gadaikan telah melarikan diri. Itulah kenapa Akandra sangat kesal pada saat mendengar kabar Audrey hilang.

"Sebenarnya Audrey hilang karena kesalahan saya, Tuan," ucap Bi Lina dengan napas yang panjang.

"Kesalahan Bibi? Apa maksudmu?" tanya Akandra sembari mengerutkan dahinya.

"Sebelum Bibi pergi membeli buku, Nona Audrey sempat bertanya mengenai Nona Alessa,"

"Apa yang dia tanyakan? Apa dia bertanya mengenai kematiannya?" tebak Akandra dengan wajah yang penasaran.

"Tidak, Tuan. Dia bertanya mengenai kemiripan wajahnya dengan Nona Alessa."

"Lalu, apa jawaban Bibi?"

"Bibi menunjukkan foto Nona Alessa padanya. Selain itu Nona Audrey juga bertanya tentang asal usul Nona Alessa dan Tuan tahu? Setelah Bibi mengatakan nama panti asuhan Nona Alessa berasal, Nona Audrey langsung mencabut seluruh alat yang terpasang dan berusaha pergi. Seandainya saya tahu jika Nona Audrey sedang menipu, saya tidak akan meninggalkannya. Maafkan saya, Tuan. Saya telah membuat kesalahan besar dengan menceritakan asal usul Nona Alessa," Bi Lina menjelaskan semua kejadian sebelum Nona Audrey pergi.

"Kenapa Bibi seceroboh ini? Seharusnya Bibi lebih berhati-hati dan jangan mudah mempercayai orang lain. Tapi, jika dipikir-pikir Audrey memang sangat mirip dengan Alessa. Apa mungkin dia saudari kembarnya Alessa? Jika benar begitu, kenapa Alessa tidak pernah memberi tahuku akan hal itu?" Kini Akandra dibuat bingung dengan keadaan ini.

"Bibi juga berpikir seperti itu. oh iya, Tuan. Sepertinya Bibi tahu ke mana Nona Audrey pergi," ujar Bi Lina.

"Ke mana?"

"Ke panti asuhan Harapan Mama,"

"Ya sudah, tunggu apalagi. Ayo kita ke sana. Bibi ikut denganku, ayo!" Akandra beranjak dari duduknya dan segera pergi menuju basement rumah sakit. Sedangkan Bi Lina, dia mengikuti tuannya dari belakang.

****

Brakk!

Daniel bersama Pak Arman mendobrak pintu kontrakan Devanka. Dia yakin jika Nona Audrey ada bersama suaminya. Namun, setelah pintu berhasil terbuka, Devanka tengah asyik minum-minum bersama dua orang gadis muda di sampingnya.

Melihat itu, Pak Arman segera mengambil ponsel di sakunya dan memotret apa yang dilakukan Devanka. Sementara itu, Daniel langsung berjalan ke arah pria yang tengah mabuk itu. Dan dalam hitungan detik, Daniel menarik kerah kemeja Devanka dan memukulnya dengan keras.

"Di mana istrimu?" bentak Daniel dengan mata yang memerah akibat emosi.

Bukan tanpa sebab Daniel semarah ini. Dia sangat membenci pria yang suka mempermainkan wanita termasuk istrinya sendiri. Bisa-bisanya dia bersenang-senang dengan gadis lain sedangkan istrinya digadaikan.

"Haha, pertanyaan bodoh! Cuih!" Devanka meludahi wajah Daniel.

"Br*ngs*k!" Daniel kembali memukul wajah Devanka tepatnya di sudut bibir.

Devanka mengusap darah segar yang keluar dari sudut bibirnya dan menatap tajam ke arah Daniel. "Aku tidak tahu di mana Audrey! Bukankah dia sudah aku gadaikan pada tuanmu? Kenapa kamu datang menemuiku? Kurang kerjaan sekali kalian!" tegas Devanka.

"Asal kamu tahu saja, Audrey menghilang! Dan kamu harus mencarinya sampai dapat! Jika tidak, Tuan Akandra akan memberimu pelajaran! Ayo, Pak Arman," ajak Daniel pada Pak Arman yang sedang berdiri di belakangnya.

"Audrey! Awas saja kalau ketemu, akan kuhajar dirimu karena berani bermain-main denganku!" Devanka mengepalkan kedua tangannya.

****

Panti asuhan Harapan Mama ....

"Ibu, Ibu!" panggil salah satu anak panti dengan panik dan napas yang ngos-ngosan.

"Ada apa? Kenapa kamu terlihat panik?" tanya Ibu panti yang tengah duduk dan merawat Audrey.

"Itu, Bu. Di luar ... di luar--"

"Di luar ada apa? Tenanglah dulu, dan bicara pelan-pelan."

"Di luar ... ada pria mabuk yang mencari Kak Audrey. Dia membawa benda tajam, kami takut, Bu. Kami takut Kak Audrey disakiti oleh pria itu," jelas anak panti.

"Tenanglah, biar Ibu yang temui pria itu. Kalian jaga Kak Audrey baik-baik ya. Ingat, jangan keluar dari kamar ini dan bila perlu kunci kamarnya! Ibu pergi dulu," pesan Ibu panti seraya beranjak dari duduknya.

Dan benar saja, setelah Ibu panti keluar dari kamar, anak panti yang berada di kamar Audrey dirawat langsung dikunci. Sementara itu, di sisi lain Ibu panti berjalan dengan dihantui rasa takut menuju keluar panti. Dia melihat pria mabuk itu memang memegang sebuah pisau dapur di tangan kanannya.

Perlahan Ibu Panti menghampiri pria itu. "Permisi, anda siapa? Kenapa membuat keributan di sini?" tanya Ibu panti dengan baik-baik.

"Aku suaminya Audrey. Aku tahu Audrey ada di sini. Cepat, suruh dia keluar sekarang juga!" bentak Devanka dengan terus meneguk minuman beralkohol yang dia pegang. Ternyata pria mabuk itu adalah Devanka, suaminya Audrey.

"Audrey tidak ada di sini. Bahkan sudah lama Audrey tidak pernah datang ke panti ini," jawab Ibu panti.

Mendengar itu, Devanka tersenyum kecut. Perlahan dia mendekati Ibu panti seraya menyodorkan pisau itu di leher Ibu panti. "Berani bermain-main denganku, maka pisau ini akan menyayat lehermu! Mau?" ancam Devanka.

Ibu panti bergetar sekujur tubuh. Bagaimana tidak, dia hendak dilukai oleh pria mabuk itu. "Saya tidak tahu di mana Audrey! Anda datang ke tempat yang salah," jawab Ibu panti dengan suara yang gemetar.

"Oh iya? Baiklah, mari kita buktikan ucapanmu." Devanka membuat sebotol minuman keras itu dan menarik lengan Ibu panti serta menyeretnya ke dalam panti.

"Tunjukkan di mana dia bersembunyi! Jika tidak menuruti perkataanku maka aku akan melukai semua anak-anak yang ada di sini!" Devanka kembali mengancam Ibu panti.

Mendengar hal itu, Ibu panti benar-benar dilema. Dia dibuat kesulitan, di satu sisi dia ingin membantu dan menolong Audrey dari suaminya. Akan tetapi, di sisi lain dia juga tidak bisa membiarkan anak-anak panti terluka.

Bersamaan dengan itu, tiba-tiba saja Audrey sadar dan keluar dari kamar. Dengan wajah yang pucat pasi, dia berjalan ke arah suami serta Ibu panti. "Jangan sakiti Ibu panti dan anak-anak panti. Aku akan ikut bersamamu, ayo." Audrey menarik lengan suaminya dan membawanya keluar.

Begitu sampai di luar, benar saja dengan ucapan Devanka beberapa jam yang lalu kalau dia akan menghajar istrinya jika ketemu. Saat itu juga, dia memukul istrinya sampai jatuh tersungkur. Dengan tubuh yang masih lemas, Audrey hanya bisa terkulai lemas dengan menatap sayu ke arah suaminya.

"Jika kamu ingin melukaiku, maka lakukanlah! B*n*h aku agar aku bisa terbebas darimu dan penderitaanmu!" ucap Audrey lemas.

"Baiklah, aku akan mengabulkan permintaanmu. Jangan kamu pikir aku tidak berani melakukan ini. Akan kutunjukkan jika aku bisa memb*n*hmu!" Devanka hendak men*s*k dada Audrey.

"Tidak!" teriak Ibu panti.

****

Stay tune :)

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

punya istri cantik justru di gadaikan lalu memungut lacur jalanan.. audrey kok betah malah minta di bunuh segala,, jadi wanita jgn terlalu bego napa,,heh audrey dunia tak selebar daun kelor

2023-10-10

2

Yullia Azahra

Yullia Azahra

jahat betul c,Devanka lebih dari binatang

2023-06-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 > Ide Gila
2 Bab 2 > Aku Bukan Pelacur
3 Bab 3 > ATM Berjalan
4 Bab 4 > Perumahan Bryce Wilton
5 Bab 5 > Tinggal Satu Atap
6 Bab 6 > Mantan Tunangan?
7 Bab 7 > Mirip?
8 Bab 8 > Makan Malam
9 Bab 9 > Saya Bukan Alessa!
10 Bab 10 > Flashback
11 Bab 11 > Satu Kamar
12 Bab 12 > Siapa Pria Itu?
13 Bab 13 > Devanka Kembali Berulah
14 Bab 14 > Akandra Turun Tangan
15 Bab 15 > Menikahi Audrey?
16 Bab 16 > Penjelasan Akandra
17 Bab 17 > Firasat Audrey
18 Bab 18 > Mencari Audrey
19 Bab 19 > Audrey Pingsan
20 Bab 20 > Devanka Mengetahui Keberadaan Audrey
21 Bab 21 > Menikahlah Denganku!
22 Bab 22 > Dikira Istri?
23 Bab 23 > Kepekaan Akandra
24 Bab 24 > Audrey Dibuat Penasaran
25 Bab 25 > Meresahkan
26 Bab 26 > Audrey Ketar-ketir
27 Bab 27 > Secret Room
28 Bab 28 > Persiapan Lamaran
29 Bab 29 > Apa Isi Amplop Itu?
30 Bab 30 > Talak Tiga
31 Bab 31 > Waiting For You
32 Bab 32 > Sikap Hangat Akandra
33 Bab 33 > Nasi Kebuli
34 Bab 34 > Akandra Yang Usil
35 Bab 35 > Unit 403
36 Bab 36 > Sang Pembuat Onar
37 Bab 37 > Love Story Akandra
38 Bab 38 > Percekcokan Double A
39 Bab 39 > Tamparan Dari Audrey
40 Bab 40 > Bertemu Alessa Untuk Pertama &Terakhir Kalinya
41 Bab 41 > SALTING
42 Bab 42 > Romantic Morning
43 Bab 43 > Cinta Yang Diragukan
44 Bab 44 > Saudariku Atau Cintaku?
45 Bab 45 > Audrey Bukan Saudariku!
46 Bab 46 > Pertengkaran Si Kembar
47 Bab 47 > Tujuan Alessa
48 Bab 48 > Dia Datang
49 Bab 49 > Telah Terdoktrin Alessa
50 Bab 50 > Kalimat Tamparan Untuk Alessa
51 Bab 51 > Ungkapan Tulus
52 Bab 52 > Aneh?
53 Bab 53 > Menjalin Kerja Sama
54 Bab 54 > Misi Dimulai
55 Bab 55 > Pengantin Yang Digantikan
56 Bab 56 > Kecurigaan Daniel
57 Bab 57 > Permainan Akandra
58 Bab 58 > Akandra Beraksi
59 Bab 59 > Akandra Terluka
60 Bab 60 > Pertengkaran Rumah Tangga
61 Bab 61 > Apa Kamu Siap Dimadu?
62 Bab 62 > Langkah Akandra
63 Bab 63 > Audrey Pergi
64 Bab 64 > Keputusan Akhir
65 Bab 65 > Kabar Buruk?
66 Bab 66 > Sandiwara?
67 Bab 67 > Aku Siap Mengandung Anakmu, Mas.
68 Bab 68 > Permintaan Audrey
69 Bab 69 > Tercyduk Suami
70 Bab 70 > Cara Licik Alessa
71 Bab 71 > Perihal Singa
72 Bab 72 > Bucinnya Seorang Akandra
73 Bab 73 > Melarikan Diri?
74 Bab 74 > Rencana Alessa
75 Bab 75 > Who Is The Masked Man?
76 Bab 76 > Daniel & Black Killer
77 Bab 77 > Alessa Hamil?
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1 > Ide Gila
2
Bab 2 > Aku Bukan Pelacur
3
Bab 3 > ATM Berjalan
4
Bab 4 > Perumahan Bryce Wilton
5
Bab 5 > Tinggal Satu Atap
6
Bab 6 > Mantan Tunangan?
7
Bab 7 > Mirip?
8
Bab 8 > Makan Malam
9
Bab 9 > Saya Bukan Alessa!
10
Bab 10 > Flashback
11
Bab 11 > Satu Kamar
12
Bab 12 > Siapa Pria Itu?
13
Bab 13 > Devanka Kembali Berulah
14
Bab 14 > Akandra Turun Tangan
15
Bab 15 > Menikahi Audrey?
16
Bab 16 > Penjelasan Akandra
17
Bab 17 > Firasat Audrey
18
Bab 18 > Mencari Audrey
19
Bab 19 > Audrey Pingsan
20
Bab 20 > Devanka Mengetahui Keberadaan Audrey
21
Bab 21 > Menikahlah Denganku!
22
Bab 22 > Dikira Istri?
23
Bab 23 > Kepekaan Akandra
24
Bab 24 > Audrey Dibuat Penasaran
25
Bab 25 > Meresahkan
26
Bab 26 > Audrey Ketar-ketir
27
Bab 27 > Secret Room
28
Bab 28 > Persiapan Lamaran
29
Bab 29 > Apa Isi Amplop Itu?
30
Bab 30 > Talak Tiga
31
Bab 31 > Waiting For You
32
Bab 32 > Sikap Hangat Akandra
33
Bab 33 > Nasi Kebuli
34
Bab 34 > Akandra Yang Usil
35
Bab 35 > Unit 403
36
Bab 36 > Sang Pembuat Onar
37
Bab 37 > Love Story Akandra
38
Bab 38 > Percekcokan Double A
39
Bab 39 > Tamparan Dari Audrey
40
Bab 40 > Bertemu Alessa Untuk Pertama &Terakhir Kalinya
41
Bab 41 > SALTING
42
Bab 42 > Romantic Morning
43
Bab 43 > Cinta Yang Diragukan
44
Bab 44 > Saudariku Atau Cintaku?
45
Bab 45 > Audrey Bukan Saudariku!
46
Bab 46 > Pertengkaran Si Kembar
47
Bab 47 > Tujuan Alessa
48
Bab 48 > Dia Datang
49
Bab 49 > Telah Terdoktrin Alessa
50
Bab 50 > Kalimat Tamparan Untuk Alessa
51
Bab 51 > Ungkapan Tulus
52
Bab 52 > Aneh?
53
Bab 53 > Menjalin Kerja Sama
54
Bab 54 > Misi Dimulai
55
Bab 55 > Pengantin Yang Digantikan
56
Bab 56 > Kecurigaan Daniel
57
Bab 57 > Permainan Akandra
58
Bab 58 > Akandra Beraksi
59
Bab 59 > Akandra Terluka
60
Bab 60 > Pertengkaran Rumah Tangga
61
Bab 61 > Apa Kamu Siap Dimadu?
62
Bab 62 > Langkah Akandra
63
Bab 63 > Audrey Pergi
64
Bab 64 > Keputusan Akhir
65
Bab 65 > Kabar Buruk?
66
Bab 66 > Sandiwara?
67
Bab 67 > Aku Siap Mengandung Anakmu, Mas.
68
Bab 68 > Permintaan Audrey
69
Bab 69 > Tercyduk Suami
70
Bab 70 > Cara Licik Alessa
71
Bab 71 > Perihal Singa
72
Bab 72 > Bucinnya Seorang Akandra
73
Bab 73 > Melarikan Diri?
74
Bab 74 > Rencana Alessa
75
Bab 75 > Who Is The Masked Man?
76
Bab 76 > Daniel & Black Killer
77
Bab 77 > Alessa Hamil?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!