"Perfect!" Devanka langsung berdiri dan terpesona melihat istrinya sendiri.
Entah harus senang atau tidak mendengar pujian yang dilontarkan Devanka. Di satu sisi dia merasa senang karena ini pertama kali Devanka memuji dirinya. Tapi semua itu tidak ada gunanya karena malam ini ia merias dirinya bukan untuk suami, melainkan pria lain.
Audrey hanya tertunduk tanpa mengatakan apa pun. Kemudian Devanka melangkahkan kakinya beberapa langkah. Dia mendekatkan bibirnya di telinga Audrey dan berbisik. "Kamu benar-benar sangat cantik. Aku yakin jika Pak Akandra akan betah melihatmu secantik ini. Kalau perlu buat dia puas selama kamu berada di sana. Hanya satu pesanku! Jangan pernah kamu mengandung anak Pak Akandra! Paham!" Devanka menarik pinggang ramping istrinya.
Deg!
Jantungnya tiba-tiba berhenti begitu mendengar bisikan sang suami yang begitu menyakitkan. Secara tidak langsung dia sudah menyuruhnya untuk tidur bersama pria lain. Audrey shock menyadari maksud ucapan Devanka. Rasanya seperti tersambar petir saat itu juga. Bagaimana bisa di melayani pria lain hanya untuk berbakti pada suaminya?
Apakah harus dengan cara seperti ini jika mau berbakti pada suaminya? Itu sama saja dirinya sudah menjadi seorang pelacur yang melayani pria lain. Apa gunanya dia menikah jika Devanka sendiri tidak bisa melindungi dan menjaga kehormatan istrinya? Apakah pria kejam seperti Devanka pantas dipanggil suami? Karena pada dasarnya suami tidak akan pernah menjual atau menggadaikan istrinya sendiri.
Lututnya terasa lemas sehingga tubuh Audrey merosot ke lantai dengan lelehan air mata. Malam ini adalah kehancuran hatinya yang terbesar. Napasnya sesak jantungnya sakit kala mendengar ucapan suaminya yang setajam katana itu.
Berbeda dengan Devanka, dia justru mengangkat tubuh istrinya dan menyeretnya keluar. Dia tidak peduli dengan keadaan istrinya yang begitu menderita, yang ada di pikirannya hanyalah uang dan melunasi hutangnya. Sesampainya di luar, Devanka menyuruh istrinya untuk naik ke kuda besinya.
"Hapus air matamu dan cepat naik!" perintah Devanka dengan nada sedikit tinggi.
Mau tidak mau, suka tidak suka dia harus menuruti suaminya. Audrey menyeka air matanya dengan kasar, perlahan ia menaiki motor matic Devanka. Tak menunggu waktu lama, Devanka langsung melajukan motornya.
Sepanjang jalan Audrey berdo'a agar dia mengalami kecelakaan saja dan menewaskannya. Yup, dia lebih memilih mati dari pada melayani pria lain. Ini dosa besar, dia tidak ingin menanggung dosa sebesar itu.
'Ya Allah, berikan aku petunjuk. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak mungkin memberikan kehormatanku pada pria lain?' batin Audrey menangis.
"Ingat! Jangan pernah menolak permintaan Pak Akandra! Kamu harus selalu terlihat tersenyum saat berada di sampingnya! Kalau perlu kamu goda dia sampai hatinya luluh, dengan begitu dia akan memberikan banyak uang untukmu dan juga untukku. Kita bisa kaya raya dalam sekejap, haha." Devanka bagaikan kesetanan, dia hanya mementingkan uang dari pada istrinya sendiri yang teramat sangat menderita itu.
"Astagfirullah hal'adzim, bagaimana aku bisa melakukan itu, Mas! Aku ini istrimu! Aku bukan pelacur! Uang bukanlah segalanya, lagi pula aku bukan kepala keluarga yang harus mencari uang untuk kesenanganmu saja," timpal Audrey dengan nada lirih. Dia terus mengusap dadanya beberapa kali sembari beristighfar dalam hatinya.
"Kamu salah besar, Audrey! Biar kuluruskan, kamu harus tahu kalau di dunia ini kita memerlukan uang banyak sebab segalanya butuh uang! Kamu memang istriku dan walau kamu bukan kepala keluarga tapi sejak awal aku sudah menganggapmu ATM berjalanku! Dan tugasmu saat ini, fokus mencari uang sebanyak mungkin! Paham!" bentak Devanka dengan terus melajukan motornya.
Audrey kembali menangis sesegukan, dia tidak menyangka jika suaminya tega melakukan dirinya seperti ini. Pria yang selama ini hidup satu atap dengannya tega mengatakan kalimat yang menyakitkan. Bagaimana mungkin suami menganggap istrinya sendiri sebagai ATM berjalan.
'Astagfirullah hal'adzim,' batin Audrey terus beristighfar agar hatinya tenang dan bisa mengontrol amarahnya.
****
Stay tune :)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Yullia Azahra
kasihan isterinya
2023-06-09
1
Sewindu
Halo Kak. Aku dari sewindu,,, suport balik hak Kak... (Pelukan Untuk Mai)
2023-06-09
1