"Gadai? Apa maksudmu, Mas?" tanya Audrey dengan penuh tanda tanya dalam benaknya.
"Aku akan menggadaikanmu pada Pak Akandra," jawab Devanka dengan nada santai serta memasang wajah tanpa dosa.
"Tapi kenapa, Mas? Kenapa kamu mau menggadaikanku? Itu sama saja kamu dengan menjualku!" Audrey melirik suaminya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku tidak menjualmu! Aku hanya menggadaikanmu saja sampai semua hutangku dianggap lunas. Setelah itu, barulah aku akan menebusmu kembali,"
"Gila kamu, MAS! Aku ini istrimu! Aku bukan barang yang bisa kau gadaikan seperti ini! Aku tidak akan menuruti semua ide gilamu ini! Aku tidak akan menjadi pelacur yang bisa kamu kirim aku ke sembarang lelaki! Aku masih punya harga diri! Lebih baik aku kerja banting tulang dari pada harus digadaikan kek gini!" Seketika Audrey naik pitam. Wajahnya merah padam karena marah.
Plakk!
Tanpa mengatakan apa pun, Devanka langsung melayangkan, sebuah tamparan keras di salah satu pipi istrinya. Tentu saja Audrey yang mendapat serangan secara tiba-tiba ini langsung membelalakkan matanya. Dia memegangi pipi yang terasa perih, panas dan meninggalkan bekas tamparan itu.
"Apa salahku, Mas? Sehina itukah aku di matamu?" Kini nada bicara Audrey terdengar lirih.
"Aku melakukan semua ini demi kebaikan kita berdua. Hanya ini satu-satunya cara agar kita terbebas dari hutang. Ayolah, kamu harus bantu suamimu. Ini waktu yang tepat untuk berbakti pada suamimu," ujar Devanka.
"Mas, selama ini aku selalu berbakti padamu. Aku selalu berkorban untukmu, bahkan aku rela mencari uang dengan berjualan keliling hanya untuk kebutuhan keluarga kecil kita. Tolong, mengertilah ... aku tidak bisa melakukan ini semua. Aku tidak mau mengkhianati pernikahan kita. Aku tidak mau menjadi noda dalam pernikahan kita." Audrey memelas dengan meneteskan air mata.
Dia berharap suaminya akan luluh dan mengurungkan niatnya. Istri mana yang mau digadaikan oleh suaminya sendiri. Itu sangat menyakitkan untuknya, karena digadaikan seperti ini sama saja suaminya telah menjual kehormatan yang selalu dia jaga selama ini.
Tanpa Audrey duga, Devanka menjambak rambutnya dan menyeretnya ke dalam kamar. Sesampainya di kamar, dengan kekuatannya sebagai seorang laki-laki, dia membanting tubuh Audrey ke ranjang. Dengan darahnya yang sudah mendidih sedari tadi, dia langsung merobek pakaian istrinya tanpa merasa iba sedikitpun. Kini tubuh Audrey sudah polos tanpa sehelai benang pun.
"Jangan membuatku murka! Cepat pakai pakaian seksimu dan rias wajahmu secantik mungkin!" perintah Devanka dengan mata yang membola dan berwarna merah pekat.
"Kamu jahat, Mas!" Audrey menangis merasakan sakit pada fisik dan hatinya.
Tidak masalah jika Devanka menyiksa fisiknya karena dia masih bisa menahannya. Tapi kali ini dia ingin menjual kehormatan yang selama ini dia jaga. Dosa apa yang dia lakukan sampai suaminya memperlakukannya sekejam ini.
"Jangan memancingku lagi, cepat kamu pakai pakaianmu atau aku bakar seluruh tubuhmu dengan rokokku?" ancam Devanka. sebelumnya dia memang pernah menyundutkan rokok di tubuh istrinya sendiri.
Sontak, Audrey yang mendengar itu langsung menyeka air matanya dengan kasar. Dia langsung beranjak dari ranjang. Dengan langkahnya yang berat dia berjalan menuju lemari.
Air matanya terus mengalir tanpa henti ketika dia membuka lemari dan meraih pakaian seksi yang selalu dia kenakan di depan suaminya. Namun, kali ini dia akan memakai pakaian itu untuk pria lain. Saat ini, dia sangat membenci Devanka dan juga dirinya sendiri. Malam ini juga, dia merasa sudah seperti seorang pelacur.
'Ya Allah, kenapa semua ini harus terjadi padaku? Selama ini aku selalu menjaga kehormatan ini tapi, dalam sekejap suamiku telah menjual kehormatanku ini,' ucap Audrey dalam hati dengan nada lirih yang begitu menyayat hati.
****
Stay tune :)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
kagome
ya ampun pengen tak jambak tu suami gendeng
2023-06-22
1
Miss Maybe
😙😙Suaminya ganti gadaiin ke toko barang loak yuuu
2023-06-10
1
Miss Maybe
😙😙Suaminya ganti gadaiin ke toko barang loak yuuu
2023-06-10
1