Bab 5 > Tinggal Satu Atap

Audrey yang mendengar itu seketika menoleh ke arah Akandra sembari mengernyitkan kedua alisnya. Dia tidak mengerti dengan maksud ucapan Akandra. Sedangkan Akandra hanya tersenyum kecut sembari melewati Audrey dan berbisik kepada Devanka.

Entah apa yang Akandra bisikan, karena setelah itu Devanka langsung pergi meninggalkan Xaquille Home. Audrey hanya bisa menatap kepergian suaminya yang pergi tanpa mengatakan apa pun. Wanita yang digadaikan suaminya itu merasakan ketakutan yang luar biasa. Tubuhnya sedikit gemetar kala Akandra memandangnya dengan tatapan yang penuh misteri.

"Kalian semua boleh pergi!" perintah Akandra pada para pelayan yang sedang berbaris itu.

Kemudian semua pelayan pun menundukkan kepalanya dan pergi. Sehingga tersisa Audrey dengan sang pemilik rumah. Jantung Audrey tak henti-hentinya terus berdegup karena takut. Kepalanya pun tertunduk tak berani menatap dua mata milik si empunya yang menakutkan itu.

"Ayo, ikuti saya!" Akandra mengajak Audrey ke salah satu kamar.

Audrey mengikuti Akandra dari belakang tanpa mengatakan sepatah kata pun. Dalam benaknya saat ini hanyalah memikirkan cara untuk keluar dari rumah Akandra. Tanpa dia sadari, pria bertubuh atletis itu pun tiba-tiba menghentikan langkahnya sampai tubuh Audrey menabrak Akandra dari belakang.

Seketika bola matanya langsung membola. "Maafkan saya, Pak." Audrey menundukkan kepalanya sambil meminta maaf.

Akandra yang mendengar permintaan maaf Audrey langsung membalikkan badannya. Dia melipat kedua tangan di dada. Kemudian kedua matanya menatap Audrey dari ujung kaki hingga ujung kepala.

"Makanya kalau jalan itu pandangannya fokus ke depan! Jangan tertunduk seperti itu. oh iya, lebih baik urungkan niatmu untuk kabur dari rumah ini sebab tidak ada seorang pun yang bisa keluar dari rumah ini dengan mudah!"

Akandra kembali melanjutkan jalannya menuju kamar. Sementara itu, Audrey hanya terdiam mematung. Dia melihat pria dengan bulu mata lentik pergi.

'Bagaimana dia bisa tahu kalau aku sedang memikirkan cara untuk kabur dari rumah ini? Apa dia seorang cenayang?' Audrey bertanya-tanya dalam hatinya.

"Ekhem! Ayo cepat! Mau sampai kapan berdiri di sana?"

Audrey lagi-lagi dikejutkan dengan pertanyaan Akandra. Kemudian dia berlari menyusul sang pemilik rumah. Sesampainya di hadapan Akandra, pria itu pun memberikan kunci kamarnya pada Audrey.

"Apa ini, Pak?" tanya Audrey dengan menerima kunci itu.

"Itu cincin!"

"Eoh?" Audrey mengerutkan keningnya.

"Itu kunci, Nona! Kenapa kamu bertanya hal konyol seperti itu?" Akandra menggelengkan kepalanya.

"Iya, saya tahu. Maksud saya kenapa Bapak memberikan kuncinya pada saya?" Audrey memasang wajah yang keheranan.

"Lantas ... apa harus saya yang membuka pintunya?" Akandra mendekatkan wajahnya ke wajah Audrey disertai tatapan yang sangat tajam.

Gleuk!

Audrey tertegun pada saat kedua mata saling bertemu dan bertatapan satu sama lain. Setelah bertatap-tatapan selama beberapa detik, dia pun tersadar dan melangkah mundur berniat untuk menjauhi pria itu. Tidak membuang waktu lagi, wanita yang sudah bersuami ini segera membuka pintunya.

Melihat tingkah wanita yang berada dihadapannya, Akandra hanya bisa tersenyum kecil. Setelah pintu terbuka, dia pun ikut masuk bersama Audrey. Terlihat jelas, pada saat Audrey masuk ke kamar itu, matanya sudah terpana melihat keindahan kamar itu.

Sehingga tanpa dia sadari bibirnya sudah tersenyum lebar. "Apa kamu menyukai kamar ini, Nona?" tanya Akandra sembari mengetes Audrey dengan memegang bahunya yang tidak tertutup pakaian itu.

Seketika Audrey langsung terlonjak kaget. Kedua bola matanya menyorot tajam ke arah Akandra. Dengan sigap kedua tangannya ia silangkan di dada untuk menutupi barang berharganya.

Lagi-lagi Akandra hanya tersenyum miring, lalu kakinya melangkah ke arah lemari pakaian yang terbuat dari kaca transparan. Terlihat dengan jelas, pria pemilik ruangan ini mengambil salah satu pakaian tidur berupa piyama dan membawanya. Tanpa mengatakan apa pun, Akandra memberikan piyama itu pada Audrey, lalu pergi.

"Tunggu dulu!" ucap Audrey yang keheranan dengan Akandra yang tiba-tiba memberikan pakaian padanya.

"Jangan bertanya! Pakai saja piyamanya! Kamu lebih cocok dengan pakaian tertutup!" timpal Akandra tanpa menoleh ke arah Audrey.

"Tapi ... piyama ini milik siapa? Bagaimana jika pemilik pakaian ini marah jika aku yang pakai?"

Huft!

Akandra mendengus kesal. Dengan cepat dia membalikkan badan dan mendekati Audrey. Tatapannya merah pekat, entah apa yang terjadi. Yang jelas, tatapan Akandra saat ini menunjukkan jika dirinya sedang marah.

'Ada apa dengannya? Apa aku berbuat kesalahan?' tanya Audrey dalam hatinya dengan diselimuti ketakutan yang belum mereda.

****

Stay tune :)

Terpopuler

Comments

Yullia Azahra

Yullia Azahra

baik juga yang punya rumah

2023-06-09

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 > Ide Gila
2 Bab 2 > Aku Bukan Pelacur
3 Bab 3 > ATM Berjalan
4 Bab 4 > Perumahan Bryce Wilton
5 Bab 5 > Tinggal Satu Atap
6 Bab 6 > Mantan Tunangan?
7 Bab 7 > Mirip?
8 Bab 8 > Makan Malam
9 Bab 9 > Saya Bukan Alessa!
10 Bab 10 > Flashback
11 Bab 11 > Satu Kamar
12 Bab 12 > Siapa Pria Itu?
13 Bab 13 > Devanka Kembali Berulah
14 Bab 14 > Akandra Turun Tangan
15 Bab 15 > Menikahi Audrey?
16 Bab 16 > Penjelasan Akandra
17 Bab 17 > Firasat Audrey
18 Bab 18 > Mencari Audrey
19 Bab 19 > Audrey Pingsan
20 Bab 20 > Devanka Mengetahui Keberadaan Audrey
21 Bab 21 > Menikahlah Denganku!
22 Bab 22 > Dikira Istri?
23 Bab 23 > Kepekaan Akandra
24 Bab 24 > Audrey Dibuat Penasaran
25 Bab 25 > Meresahkan
26 Bab 26 > Audrey Ketar-ketir
27 Bab 27 > Secret Room
28 Bab 28 > Persiapan Lamaran
29 Bab 29 > Apa Isi Amplop Itu?
30 Bab 30 > Talak Tiga
31 Bab 31 > Waiting For You
32 Bab 32 > Sikap Hangat Akandra
33 Bab 33 > Nasi Kebuli
34 Bab 34 > Akandra Yang Usil
35 Bab 35 > Unit 403
36 Bab 36 > Sang Pembuat Onar
37 Bab 37 > Love Story Akandra
38 Bab 38 > Percekcokan Double A
39 Bab 39 > Tamparan Dari Audrey
40 Bab 40 > Bertemu Alessa Untuk Pertama &Terakhir Kalinya
41 Bab 41 > SALTING
42 Bab 42 > Romantic Morning
43 Bab 43 > Cinta Yang Diragukan
44 Bab 44 > Saudariku Atau Cintaku?
45 Bab 45 > Audrey Bukan Saudariku!
46 Bab 46 > Pertengkaran Si Kembar
47 Bab 47 > Tujuan Alessa
48 Bab 48 > Dia Datang
49 Bab 49 > Telah Terdoktrin Alessa
50 Bab 50 > Kalimat Tamparan Untuk Alessa
51 Bab 51 > Ungkapan Tulus
52 Bab 52 > Aneh?
53 Bab 53 > Menjalin Kerja Sama
54 Bab 54 > Misi Dimulai
55 Bab 55 > Pengantin Yang Digantikan
56 Bab 56 > Kecurigaan Daniel
57 Bab 57 > Permainan Akandra
58 Bab 58 > Akandra Beraksi
59 Bab 59 > Akandra Terluka
60 Bab 60 > Pertengkaran Rumah Tangga
61 Bab 61 > Apa Kamu Siap Dimadu?
62 Bab 62 > Langkah Akandra
63 Bab 63 > Audrey Pergi
64 Bab 64 > Keputusan Akhir
65 Bab 65 > Kabar Buruk?
66 Bab 66 > Sandiwara?
67 Bab 67 > Aku Siap Mengandung Anakmu, Mas.
68 Bab 68 > Permintaan Audrey
69 Bab 69 > Tercyduk Suami
70 Bab 70 > Cara Licik Alessa
71 Bab 71 > Perihal Singa
72 Bab 72 > Bucinnya Seorang Akandra
73 Bab 73 > Melarikan Diri?
74 Bab 74 > Rencana Alessa
75 Bab 75 > Who Is The Masked Man?
76 Bab 76 > Daniel & Black Killer
77 Bab 77 > Alessa Hamil?
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1 > Ide Gila
2
Bab 2 > Aku Bukan Pelacur
3
Bab 3 > ATM Berjalan
4
Bab 4 > Perumahan Bryce Wilton
5
Bab 5 > Tinggal Satu Atap
6
Bab 6 > Mantan Tunangan?
7
Bab 7 > Mirip?
8
Bab 8 > Makan Malam
9
Bab 9 > Saya Bukan Alessa!
10
Bab 10 > Flashback
11
Bab 11 > Satu Kamar
12
Bab 12 > Siapa Pria Itu?
13
Bab 13 > Devanka Kembali Berulah
14
Bab 14 > Akandra Turun Tangan
15
Bab 15 > Menikahi Audrey?
16
Bab 16 > Penjelasan Akandra
17
Bab 17 > Firasat Audrey
18
Bab 18 > Mencari Audrey
19
Bab 19 > Audrey Pingsan
20
Bab 20 > Devanka Mengetahui Keberadaan Audrey
21
Bab 21 > Menikahlah Denganku!
22
Bab 22 > Dikira Istri?
23
Bab 23 > Kepekaan Akandra
24
Bab 24 > Audrey Dibuat Penasaran
25
Bab 25 > Meresahkan
26
Bab 26 > Audrey Ketar-ketir
27
Bab 27 > Secret Room
28
Bab 28 > Persiapan Lamaran
29
Bab 29 > Apa Isi Amplop Itu?
30
Bab 30 > Talak Tiga
31
Bab 31 > Waiting For You
32
Bab 32 > Sikap Hangat Akandra
33
Bab 33 > Nasi Kebuli
34
Bab 34 > Akandra Yang Usil
35
Bab 35 > Unit 403
36
Bab 36 > Sang Pembuat Onar
37
Bab 37 > Love Story Akandra
38
Bab 38 > Percekcokan Double A
39
Bab 39 > Tamparan Dari Audrey
40
Bab 40 > Bertemu Alessa Untuk Pertama &Terakhir Kalinya
41
Bab 41 > SALTING
42
Bab 42 > Romantic Morning
43
Bab 43 > Cinta Yang Diragukan
44
Bab 44 > Saudariku Atau Cintaku?
45
Bab 45 > Audrey Bukan Saudariku!
46
Bab 46 > Pertengkaran Si Kembar
47
Bab 47 > Tujuan Alessa
48
Bab 48 > Dia Datang
49
Bab 49 > Telah Terdoktrin Alessa
50
Bab 50 > Kalimat Tamparan Untuk Alessa
51
Bab 51 > Ungkapan Tulus
52
Bab 52 > Aneh?
53
Bab 53 > Menjalin Kerja Sama
54
Bab 54 > Misi Dimulai
55
Bab 55 > Pengantin Yang Digantikan
56
Bab 56 > Kecurigaan Daniel
57
Bab 57 > Permainan Akandra
58
Bab 58 > Akandra Beraksi
59
Bab 59 > Akandra Terluka
60
Bab 60 > Pertengkaran Rumah Tangga
61
Bab 61 > Apa Kamu Siap Dimadu?
62
Bab 62 > Langkah Akandra
63
Bab 63 > Audrey Pergi
64
Bab 64 > Keputusan Akhir
65
Bab 65 > Kabar Buruk?
66
Bab 66 > Sandiwara?
67
Bab 67 > Aku Siap Mengandung Anakmu, Mas.
68
Bab 68 > Permintaan Audrey
69
Bab 69 > Tercyduk Suami
70
Bab 70 > Cara Licik Alessa
71
Bab 71 > Perihal Singa
72
Bab 72 > Bucinnya Seorang Akandra
73
Bab 73 > Melarikan Diri?
74
Bab 74 > Rencana Alessa
75
Bab 75 > Who Is The Masked Man?
76
Bab 76 > Daniel & Black Killer
77
Bab 77 > Alessa Hamil?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!