Brugh!
Audrey terjatuh karena secara tidak sengaja telah menabrak Affandra yang hendak keluar rumah. Dengan cepat, Audrey bangun dan berusaha menutupi kesedihannya dari pria yang merupakan adik Akandra. "Maafkan saya, Tuan. Saya tidak sengaja," ucap Audrey dengan kepala yang tertunduk.
"It's okay, I'm fine," jawab Affandra sembari menatap ke Audrey yng tengah tertunduk.
Tanpa berlama-lama, Audrey pergi dari hadapan Affandra dan berlari menuju kamar. Sementara itu, Affandra hanya menatap kepergian wanita itu dengan mengernyitkan alisnya. Semua para pelayan yang melihat Audrey, hanya menatap iba sembari berbisik satu sama lain.
"Kasian ya Nona Audrey, seharusnya sebagai seorang istri dia bisa merasakan indahnya pernikahan tapi apa yang dia dapatkan ... hanyalah penderitaan. Suami Nona Audrey ini benar-benar tidak ada otak, istri secantik Nona Audrey bisa diperlakukan sekejam ini sampai digadaikan pula. Ih amit-amit saya punya suami kek suaminya Nona Audrey." Para pelayan bergidik sembari melihat kepergian Audrey.
"Ekhem!" Affandra berdehem mengejutkan para pelayan yang sedang bergosip.
Seketika semua pelayan langsung menundukkan kepalanya dan bubar. Sedangkan Affandra, dia melanjutkan langkahnya keluar rumah. Sekali lagi Affandra berpapasan, namun kali ini dia berpapasan dengan kakaknya.
"Kak, are u okay?" tanya Affandra setelah melihat raut wajah kakaknya yang terlihat kesal.
"Yeah, I'm okay. But ...."
"But?"
"Ah, tidak. Lupakan itu! Apa kamu akan pulang sekarang?" tanya Akandra dengan mengalihkan pembicaraan.
"Ya, aku harus segera pulang. Ada hal yang harus aku urus," jawab Affandra.
"Baiklah, next time kamu main lagi ke rumah,"
"Pasti, aku pamit." Affandra berpamitan sembari berjalan menuju mobil.
"Hati-hati!"
Affandra hanya membalasnya dengan anggukan kecil disertai senyuman. Setelah itu dia masuk mobil dan duduk di kursi belakang. Ya, Affandra pulang dengan diantar supir pribadi kakaknya. Setelah melihat adiknya sudah pergi, dia kembali memasuki rumah dan berjalan menuju kamarnya.
****
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu sebanyak tiga kali di kamar Audrey. Namun, pintu tak kunjung dibuka. Para pelayan yang sedang berdiri sembari membawa makanan untuk Audrey mulai merasa resah. Mereka takut sesuatu yang buruk terjadi di kediaman Xaquille.
"Nona Audrey, buka pintunya! Apa semua baik-baik saja?" tanya salah satu pelayan dengan suara yang panik.
"Nona Audrey, buka pintunya! Jika Nona tidak mau membuka kami akan Mendobraknya!" kepala pelayan mengancam Audrey agar mau membukakan pintunya.
Namun, ditunggu punya tunggu, beberapa menit pun berlalu Audrey tak kunjung membuka pintu. Para pelayan itu sudah panik, sehingga dia terus berusaha memanggil-manggil nama Audrey sembari menggedor pintunya. Sehingga, sang pemilik rumah pun datang menghampiri mereka.
"Ada apa ini? Kenapa kalian membuat keributan di kamar Audrey?" tanya Akandra dengan penampilan yang sudah rapi.
"Anu, Tuan. Nona Audrey tidak membukakan pintunya sejak tadi. Kami khawatir terjadi sesuatu yang buruk padanya. Kami hanya mendengar suara air shower yang menyala saja," jelas kepala pelayan.
"Pergilah dan bawa kembali makanannya, biar saya yang membujuk Audrey," perintah Akandra para semua pelayan yang tengah mengumpul di depan kamar Audrey.
"Baik, Tuan." Seketika semua para pelayan pergi meninggalkan kamar Audrey.
Setelah melihat para pelayannya pergi, Akandra merogoh saku jasnya dan membuka pintu kamar Audrey dengan kunci cadangan. Ya, Akandra memiliki kunci cadangan setiap kamar di rumahnya. Hal ini untuk mencegah hal buruk yang akan terjadi.
Tanpa berlama-lama, dia membuka pintu kamar Audrey dan segera masuk. Namun, setelah berada di dalam kamar, dia tidak melihat Audrey sama sekali. Kemudian dia berjalan ke arah suara air shower yang sedang menyala.
"Nona Audrey, apa kamu di dalam? Apa kamu sedang mandi? Nona Audrey, apa kamu baik-baik saja?" pertanyaan demi pertanyaan Akandra lontarkan sebelum dia mendobrak pintunya.
Dia tidak mungkin mendobrak pintunya sebelum memastikannya dulu apakah Audrey baik-baik saja di dalam. Dia tidak ingin membuat kesalahan dengan asal mendobrak pintu kamar mandinya. Namun, setelah beberapa menit, tidak ada sahutan sama sekali dari Audrey. Dengan cepat Akandra mendobrak pintu kamar mandinya.
"Audrey!"
****
Stay tune :)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Yullia Azahra
bunuh diri apa Audrey, kasian dia
2023-06-14
1