Audrey yang mendengar penjelasan Akandra langsung terdiam. Jantungnya secara tiba-tiba berdegup kencang. Entah karena tersentuh dengan ucapan cool sang pria tampan itu atau bukan. Yang jelas, Audrey tak berhenti memandangi kepergian Akandra yang sudah ditelan pintu.
Sementara itu, Akandra yang baru keluar dari ruang rawat Audrey langsung menghampiri Bi Lina. "Bi, tolong jaga Audrey. Aku ada urusan sebentar," perintah Akandra sembari pergi meninggalkan Bi Lina.
"Baik, Tuan." Bi Lina menatap kepergian tuannya.
Setelah itu, Bi Lina masuk ruangan dan duduk di sebelah Audrey. Dia melihat wajah Audrey terlihat gelisah. "Apa yang sedang Nona pikirkan? Bicaralah dengan Bibi, agar Nona tidak merasa sendirian lagi," ujar Bi Lina dengan suara yang ramah.
"Bi, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Audrey dengan tatapan yang ragu.
"Iya, tanyakan saja. Tidak perlu sungkan, anggap Bibi ini temanmu." Bi Lina tersenyum kecil agar Audrey tidak merasa canggung.
"Apa wajahku benar-benar mirip dengan Nona Alessa?"
"Nona mau tau semirip apa wajahmu dengan Nona Alessa?" tanya Bi Lina.
Dengan cepat Audrey menganggukkan kepalannya. "Baiklah, akan Bibi tunjukkan sesuatu." Bi Lina merogoh saku celana dan mengambil ponselnya.
Setelah itu, dia membuka galeri ponselnya serta mengklik foto dan menunjukkannya kepada Audrey. "Nona Audrey bisa lihat sendiri, ini foto mendiang Nona Alessa," ucap Bi Lina.
Audrey mengambil ponselnya dan melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Kedua bola matanya membelalak dengan sempurna. Bagaimana tidak, wanita yang ada di layar ponsel Bi Lina ini benar-benar sangat mirip dengan wajahnya. Hanya saja, style mereka berdua yang berbeda.
Alessa terlihat sangat modis, sedangkan Audrey terkesan cuek dengan penampilan. Namun, wajah keduanya sama-sama cantik. Bagaimana bisa di dunia ini ada orang dengan wajah yang benar-benar mirip jika tidak ada hubungannya darah?
'Apakah aku punya saudara kembar?' kini batin Audrey mengarah pada pertanyaan itu.
"Nona Audrey, Nona Audrey." Bi Lina melambai-lambaikan tangannya tepat di wajah Audrey yang tengah melamun.
Audrey tersadar dari monolognya. "Eh ... iya, Bi."
"Bagaimana? Wajah Non benar-benar mirip 'kan sama mendiang Nona Alessa?" tanya Bi Lina.
Audrey mengangguk membenarkan. "Kalau boleh tau, Nona Alessa ini berasal dari keluarga mana?" tanya Audrey secara tiba-tiba.
"Nona Alessa sebenarnya anak adopsi dari seorang pengusaha. Jika orang tua aslinya, tidak ada orang yang tahu. Bahkan Nona Alessa juga tidak tahu siapa orang tua kandungnya sampai dia meninggal pun," jawab Bi Lina.
"Kalau boleh tau, Nona Alessa berasal dari panti asuhan mana?" tanya Audrey lagi untuk memastikannya.
Selain untuk memastikan Alessa, dia juga sebenarnya berasal dari panti asuhan. Selama ini dia hidup seorang diri hingga dia dinikahi pria jahat seperti Devanka. Padahal Audrey pernah diadopsi oleh keluarga, akan tetapi dia dibuang kembali setelah keluarga itu dikaruniai seorang anak. Jantungnya sudah berdegup kencang menunggu jawaban dari Bi Lina.
"Kalau tidak salah Harapan Mama, tapi Bibi juga tidak tahu. Bibi tidak mengetahui lebih banyak lagi mengenai kehidupan Nona Alessa. Yang jelas, Nona Alessa pernah bilang sama Bibi jika dia mempunyai saudara kembar yang sudah diadopsi lebih dulu," jelas Bi Lina.
Deg!
Seketika jantung Audrey berhenti berdetak. 'Apakah aku saudara kembarnya Nona Alessa? Jika benar, kenapa Ibu panti tidak pernah memberi tahuku?' Wajah Audrey seketika memucat dengan pikiran yang berkelana ke sana ke mari.
"Nona Audrey kenapa? Apa Non merasa ada yang sakit?" tanya Bi Lina dengan wajah yang panik.
"Enggak, Bi. Sepertinya aku harus pergi, ada hal yang harus aku urus." Audrey bangun dari ranjang dan mencabut alat-alat yang terpasang ditubuhnya.
Dengan tenaganya yang masih lemas, dia berjalan sempoyongan menuju pintu. Akan tetapi Bi Lina mencegahnya. "Non mau ke mana? Kondisi Non belum sepenuhnya pulih. Kalau Non perlu sesuatu, katakan saja sama Bibi. Nanti Bibi carikan untuk Non," tawar Bi Arum.
"Baiklah, kalau begitu tolong belikan aku sebuah buku. Aku ingin membaca agar tidak jenuh di kamar seharian," jawab Audrey, berbohong.
"Owalah, Non. Bibi kira ada urusan yang penting ternyata cuma buku. Ya sudah, Bibi keluar bentar ya, Non kembali istirahat. Bibi akan segera kembali." Tanpa berpikir macam-macam, Bi Lina pun keluar dan meninggalkan Audrey sendirian.
'Maafin Audrey, Bi. Hanya ini cara satu-satunya agar aku bisa keluar dari sini. Aku harus mencari tahu tentang Nona Alessa. Firasatku mengatakan jika aku dan Nona Alessa memiliki sebuah ikatan.' Audrey bermonolog dalam lamunannya seraya berjalan pelan meninggalkan ruangannya.
****
Stay tune :)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Yullia Azahra
pantesan mirip rupanya saudara kembar Audrey dgn Alessya
2023-06-16
1