Akandra memegang kedua bahu Audrey dengan tatapan yang mengerikan. Audrey melihat ke tangan pemilik rumah itu dan berusaha melepaskannya. Namun, pria itu semakin mencengkram kedua bahunya.
"Aku akan pakai piyama ini, permisi." Audrey tertunduk, dia tidak berani menatap mata yang berwarna merah itu.
Mendengar itu Akandra langsung melepaskan cengkramannya. "Piyama itu milik mantan tunanganku yang telah lama mati!" tegas Akandra dengan membalikkan badannya dan pergi dari kamar Audrey.
Brakk!
Akandra menutup pintu dengan keras membuat Audrey mengelus dadanya. Dia terdiam beberapa saat sembari memegang piyama itu. "Jadi, dia punya tunangan tapi udah meninggal? Lalu, kenapa pakaiannya masih disimpan di rumah ini? Atau mungkin dia hanya sedang menakutiku saja?" Audrey bertanya-tanya melihat sikap Pak Akandra.
****
"Pak Arman!" panggil Akandra pada supir pribadinya.
"Iya, Tuan," sahut Pak Arman dari arah belakang.
"Siapkan mobil, saya mau pergi!" perintah Akandra dengan ekspresi yang dingin.
"Baik, Tuan." Dengan cepat Pak Arman pergi ke basement untuk mengeluarkan mobil serta memanaskan mobilnya terlebih dahulu sebelum digunakan.
Dengan langkahnya yang cepat, Pak Arman tiba-tiba berpikir kalau ekspresi tuannya itu tidak seperti biasanya. Malam ini Tuan Akandra bersikap seperti beberapa tahun yang lalu pada saat tunangannya meninggal. 'Sepertinya Tuan Akandra kembali teringat pada Nona Alessa,' pikirnya dalam hati.
Tak terasa Pak Arman sudah sampai di basement. Dengan cepat dia segera memanaskan mobilnya dan mengeluarkannya dari basement. Tentunya, sebelum itu dia membersihkan isi mobil agar tetap terjaga kebersihannya.
Sementara di sisi lain, Akandra sudah berdiri di depan rumahnya. Dia tengah menunggu mobil seraya melipat kedua tangan di dada. Tak lama kemudian Pak Arman datang dengan membawa mobil yang diminta tuannya.
Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Akandra menghampiri mobilnya dan Pak Arman keluar dari mobil. "Tuan mau ke mana tengah malam begini?" tanya Pak Arman dengan wajah yang sedikit khawatir.
"Saya mau ke bar! Oh iya, Bapak jagain wanita yang ada di kamar atas. Siapkan makanan mewah untuknya, jika dia menanyakanku katakan saja sedang keluar. Ingat! Jangan sampai dia kabur, pasang alarm rumah!" perintah Akandra.
"Baik, Tuan. Bagaimana dengan Tuan? Tuan akan pergi dengan siapa?"
"Saya bisa pergi sendiri, lagi lupa saya akan jemput Affandra terlebih dahulu. Cepat berikan kunci mobilnya," pinta Akandra.
"Ini, Tuan. Tuan hati-hati di jalannya." Pak Arman memberikan kunci mobilnya.
"Bapak pergilah, kunci semua pintu rumah!" ujar Akandra seraya mengitari mobilnya dan masuk.
Pak Arman mengangguk meng-iyakan. Dia membungkukkan kepalanya begitu mobil tuannya sudah melaju. Setelah itu, barulah dia kembali masuk ke rumah.
****
Di dalam mobil ...
Akandra melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Terlihat jelas jika dia sedang kesal, sesekali tangannya mengepal dan memukul stir. Setelah beberapa menit melajukan mobilnya, dia menepikan mobil dan menghubungi adiknya yang bernama Affandra.
Telepon terhubung!
"Hallo, Fan. Kau di mana?" tanya Akandra tanpa basa-basi.
"Di rumah, ada apa, Kak?" tanya Affandra dari seberang telepon.
"Aku sedang di jalan menuju rumahmu. Kau temani aku ke bar ya, aku ingin minum," jawab Akandra sembari mengajak adiknya untuk minum-minuman beralkohol.
"Siap, Kak. Aku tunggu depan rumah,"
"Okay. Tutt!" Akandra mengakhiri pembicaraannya dengan memutuskan sambungan telepon.
Telepon terputus!
Akandra memang memiliki seorang adik laki-laki bernama Affandra Xaquille. Affandra adalah anak bungsu dari keluarga Xaquille. Akandra dan Affandra merupakan dua bersaudara, mereka juga hanya terpaut usia 5 tahun. Kedua pria tampan ini merupakan anak yatim piatu.
Kedua orang tuanya mengalami kecelakaan pesawat pada saat pergi untuk acara bisnisnya, akan tetapi pesawat yang orang tuanya tumpangi mengalami kecelakaan sampai menewaskannya. Sejak mereka kecil, mereka hanya tinggal bersama kakeknya yang bernama Abirama Xaquille.
****
Stay tune :)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments