Setelah kurang lebih satu jam, Bi Lina akhirnya membeli beberapa buku atas permintaan Nona Audrey. Dia berjalan dengan langkah yang cepat menuju ruang rawat VIP. Begitu sampai di depan pintunya, Bi Lina masuk dengan hati-hati karena takut mengganggu istirahatnya Nona Audrey.
Kedua bola matanya terbelalak pada saat dia tidak melihat Nona Audrey di atas ranjangnya. Dengan cepat Bi Lina segera menyisir ruangan tersebut termasuk juga kamar mandi. Namun, Nona Audrey tidak ada.
Dengan rasa paniknya, Bi Lina segera mencari Nona Audrey di sekitaran rumah sakit. Setelah beberapa jam lamanya dia menyisir setiap penjuru, Nona Audrey tetap tidak ditemukan. 'Tuan Akandra akan marah besar jika tahu Nona Audrey menghilang,' Bi Lina bermonolog dalam lamunannya. Sembari terus melangkahkan kakinya.
***
Perumahan Elite Bryce Wilton ...
Akandra kini tengah duduk di sofa ruang pribadinya dengan menikmati secangkir kopi. Tak lupa dia juga menghisap rokok untuk menenangkan hatinya yang tengah gelisah. Dalam benaknya dia terus memikirkan tentang wanita yang sedang berada di rumah sakit.
Tiba-tiba ponselnya yang berada di atas meja berdering. Akandra mematikan rokoknya dan menyambar ponsel. Di layar ponselnya terlihat nama Bi Lina yang meneleponnya. Tanpa berpikir lama, dia menggeser layar telepon berwarna hijau dan telepon pun tersambung.
Telepon terhubung!
"Hallo, Tuan. Nona Audrey ..." terdengar suara Bi Lina dari seberang telepon dengan suara yang panik.
"Ada apa? Kenapa dengan Audrey?" tanya Akandra dengan suara yang santai.
"Nona Audrey, Nona Audrey--"
"Tenanglah dulu, bicara pelan-pelan. Kenapa dengan Audrey?" tanya Akandra sekali lagi.
"Nona Audrey menghilang,"
"Menghilang? Bagaimana bisa? Bukankah saya sudah memberimu tugas untuk menjaganya?"
"Maafkan saya, Tuan. Tadi, saya keluar sebentar untuk membeli beberapa buku yang Nona Audrey minta. Jika saja saya tahu Nona Audrey akan pergi, saya tidak akan meninggalkannya," jelas Bi Lina.
"Ceroboh! Seharusnya Bi Lina tidak menuruti perintahnya. Saya tidak mau tahu, cari dia sampai dapat! Tutt!" Karena kesal, Akandra langsung memutuskan sambungan telepon.
Telepon terputus!
"Wanita itu, tidak pernah membuatku merasa tenang," gerutu Akandra dengan menggebrak meja.
Akandra beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ruang pribadinya. Sesampainya di ruang utama, dia memanggil salah satu bodyguard-nya yang bernama Daniel. "Daniel!" panggil Akandra dengan suara yang lantang.
Tak lama kemudian Daniel datang dan berjalan menghampiri tuannya. "Iya, Tuan."
"Saya ada tugas untukmu!"
"Siap, Tuan. Tugas apa yang harus saya kerjakan?"
"Kamu cari Audrey sampai ketemu dan bawa dia kembali ke rumah ini!" perintah Akandra pada sang bodyguard.
"Baik, Tuan."
"Ya sudah, pergilah!"
Daniel menundukkan kepalanya sebelum akhirnya dia pergi untuk mencari Audrey.
****
Panti asuhan Harapan Mama ...
"Ya Allah, Nak ... apa yang terjadi padamu?" tanya Ibu panti pada saat melihat Audrey tiba-tiba datang dengan kondisi yang memprihatinkan.
"Aku baik-baik aja, Bu. Ibu bagaimana kabarnya?" tanya Audrey dengan suara yang lemas.
"Alhamdulillah, ibu sehat. Duduklah, Nak." Ibu Panti mempersilakan Audrey untuk duduk.
Tanpa berlama-lama, Audrey duduk dan menatap tajam pada sang Ibu panti. "Ada apa, Audrey? Kenapa melihat Ibu seperti itu? Dan apa yang membuatmu datang ke panti?" Ibu panti memasang wajah yang kebingungan.
Bagaimana tidak, Audrey ini sudah lama tidak datang ke panti. Dan sekarang dia dikejutkan dengan kedatangan Audrey yang kondisinya sangat memprihatinkan. Ibu panti tahu jika Audrey ini sudah menikah dan sejak itulah, Audrey tidak pernah mengunjungi panti.
"Ada hal yang ingin aku tanyakan pada Ibu." Tatapan Audrey semakin tajam.
"Iya, Nak. Tanyakanlah,"
"Apakah aku punya saudara kembar?" tanya Audrey.
Seketika bola mata Ibu panti langsung membola.
****
Stay tune :)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Yullia Azahra
seru lebih seru ditunggu lanjutannya
2023-06-16
1