Lee Yura mengisi bak berendam hingga tiga perempat bagian lalu menaburkan garam khusus berendam juga beberapa tetes wewangian. Lalu setengah berteriak ia memanggil Min Yoongi agar segera masuk kedalam kamar mandi.
“Terima kasih ya, Yura- ya, “ lelaki itu mengulum senyum. Lee Yura membalasnya.
Perempuan cantik itu segera keluar dari dalam kamar mandi untuk melanjutkan pekerjaan nya yang sedikit tertunda. Namun tempat tidur yang berantakan membuatnya sangat terusik, sehingga ia memutuskan merapikan dahulu pembaringan yang baru saja dipakai oleh Min Yoongi. Tanpa sengaja dilihatnya ponsel milik Min Yoongi yang tertinggal diatas tempat tidur.
Begitu penasaran hati Lee Yura ingin melihat ponsel itu barang sekerjap, tanpa permisi Lee Yura mencoba menekan tombol buka kunci. Namun sayangnya Min Yoongi memasang sandi dengan sensor wajah dan pin angka, hal itu membuat Lee Yura mengurungkan niat kurang ajarnya.
Namun meski hanya sekilas, Lee Yura bisa melihat dengan jelas, Min Yoongi memasang foto mesranya bersama Park Eunji sebagai gambar latar layar. Rasa cuwa kembali menggerogoti ulu hatinya.
“Benar kan, sudah kubilang jangan terlalu ingin tahu! Foto ini mungkin bukan apa – apa Lee Yura! Mungkin akan masih banyak hal lain yang bisa saja menyakitimu, jadi jangan terlalu ingin tahu! “ keluh Lee Yura pada dirinya sendiri.
Akhirnya Lee Yura menggeletakkan ponsel itu keatas nakas, ia kembali melanjutkan aktivitasnya membereskan tempat tidur. Tidak lama berselang, terdengar derit getar ponsel yang meraung – raung perlahan. Ponsel diatas nakas milik Min Yoongi bergeming, ada panggilan masuk.
Lee Yura kembali mencuri pandang, ada nama Park Eunji dengan tambahan emoticon hati dipenghujung kata, terlihat pada layar yang menyala – nyala redup itu. Park Eunji tengah menelpon suaminya. Perempuan itu hanya menatap nanar benda yang masih saja menyerukan panggilannya, Lee Yura tidak memiliki keberanian lagi untuk menyentuhnya. Hingga akhirnya panggilan yang sejenak terhenti bergaung kembali, Park Eunji menelpon kembali Min Yoongi bahkan hingga berkali – kali.
“Min Yoongi –ssi, ponselmu tidak berhenti berbunyi sejak tadi. Sepertinya ada panggilan telepon yang masuk, mungkin ada sesuatu yang penting “ ucap Lee Yura pada Min Yoongi yang baru saja keluar dari kamar mandi. Lelaki itu membungkus tubuhnya hanya dengan sehelai bathrobe berwarna putih, lalu ia bergegas cepat menyambar ponselnya lalu duduk disofa yang jaraknya hanya beberapa langkah dari bangku Lee Yura.
“Sepertinya sudah lima atau enam kali seseorang menelponmu. “ kata Lee Yura lagi.
“Oh iya benar, tapi bukan sesuatu yang penting. “ setelah mengetik beberapa hal pada telepon genggamnya, Min Yoongi kembali menggeletakkan benda itu diatas meja lalu menghilang di kamar ganti.
***
Malam harinya selepas menyantap hidangan yang telah dibuat oleh Bibi, Lee Yura menjatuhkan tubuhnya didepan televisi diruang keluarga. Perempuan itu kemudian menyalakan salah satu saluran dan menontonnya, mata Lee Yura yang sipit tampak terpejam saat tertawa terbahak – bahak.
“Kamu menonton apa? Kenapa bisa tertawa sekeras itu? “ Min Yoongi yang tadinya masih duduk dimeja makan tampak berjalan mendekati Lee Yura seraya menyuruput satu kaleng beer, agaknya ia sedikit terusik dengan suara tawa riangLee Yura.
“Asataga, kartun. “ Min Yoongi turut duduk disamping Lee Yura.
“Iya, ini satu – satunya hiburanku sepulang kerja. Lihatlah Yoongi –a, bukankah dia sangat menggemaskan, hahahaha. “ tawa Lee Yura kembali pecah. Min Yoongi tersenyum sekilas sembari terus menatap Lee Yura yang bisa tertawa selepas itu hanya melihat seekor larva yang jatuh kedalam saluran air.
“Yura –ya, “ ucapan Min Yoongi terputus.
“Iya, ada apa? “ Lee Yura menurunkan volume televisi dengan remot yang berada digenggaman tangannya, keduanya saling beradu pandang.
“Tidak ada, tidak apa – apa. “ Min Yoongi membuang muka dan langsung mengalihkan pandangannya pada layar datar selebar sembilan puluh inchi didepannya.
“Besok sudah mulai bekerja ya? Pasti sangat padat jadwal pekerjaan mu? “ Lee Yura kini yang memimpin pembicaraan.
“Iya, besok jika pukul empat aku belum bangun tolong bangunkan aku ya. Lalu kamu bagaimana? Apakah jadwal mengajarmu penuh besok? “
“Lumayan, ada empat kelas dan besok aku harus ada rapat, sepertinya aku harus mengerjakan proyek penelitian baru. “
Keduanya disergap sunyi.
“Yura –ya, apa malam ini aku masih boleh tidur dikamar kita? “ tanya lelaki itu kemudian.
Lee Yura tersenyum kecil dan secepat kilat ia kembali menanggalkan senyumannya, ia justru sangat bahagia jika Min Yoongi mau terus tidur bersama nya dikamar yang sama. Ia sangat suka berada didekat lelaki itu, bahkan ia ingin terus berlama – lama disampingnya.
“Hmm, tentu saja. Ini rumahmu, jadi kamu bisa memakai seluruh tempat dirumah ini dengan bebas bukan? “ Lee Yura mengiyakan, dan lelaki itu tersenyum.
“Yoongi – a, apakah boleh aku memanggilmu begini? Yoongi - a. “ tanya Lee Yura tiba – tiba.
“Tentu saja, aku sudah memanggilmu Yura –ya, Yura – ya sejak lama. Apakah kamu tidak menyadarinya? “ Min Yoongi menatap Lee Yura seraya mengerucutkan bibirnya yang mungil.
“Hehe, iya aku menyadarinya. “ Lee Yura terkekeh.
“Nah itu tahu, hmm aku mau makan buah. Ingin ku kupaskan sesuatu? “ tanya Min Yoongi sembari beranjak dari atas sofa.
“Biar aku saja, kamu mau makan buah apa? Sini aku saja yang kupas. “ Lee Yura berlari kecil mendahului Min Yoongi seraya mengikat rambutnya yang tadinya dibiarkan terurai, dan langsung membuka pintu kulkas. Kini keduanya sama – sama berdiri didepan lemari pendingin yang sebelah pintunya terbuka lebar. Lee Yura dan Min Yoongi sama – sama melongok kedalam kulkas untuk memilih buah yang mereka mau.
(Source : Pinterest)
“Ceri, ceri. “ ucap Min Yoongi seraya menunjuk buah berwarna merah tua yang tersimpan rapat didalam kotak kaca bening di rak ketiga didalam kulkas.
“Jeruk mau? “ Lee Yura meraih dua buah jeruk sunkist dan menggoyang - goyangkannya beberapa kali didepan mata Min Yoongi. Dan lelaki itu mengangguk, mengiyakan.
“Yah, buah pirnya habis. Yasudah kita kupas apel saja. “ Lee Yura menambahkan satu buah apel kedalam mangkok yang dipegang oleh Min Yoongi.
Setelah beres dengan pilihannya masing – masing, Lee Yura mengupas apel dan buah jeruk dalam sekejap lalu memotong – motongnya dan meletakkannya diatas piring kayu., Sementara Min Yoongi tampak mencuci lagi buah – buah ceri segar itu dalam mangkok terpisah.
Sepasang lelaki dan perempuan itu kembali mengisi ruang keluarga dan melanjutkan tontonan mereka sembari menikmati kudapan buah. Wajah Lee Yura terlihat begitu merekah, tawanya tidak luntur sedikitpun dari wajahnya, Min Yoongi juga turut menikmati acara yang sedang disaksikannya. Terkadang lelaki itu juga turut berteriak kegirangan, tak jarang ia menimpali dengan omelan.
“Hahaha, kenapa ada – ada saja tingkahnya. “ Min Yoongi tertawa terpingkal – pingkal, hingga kadang hampir tak bersuara.
(Source : Pinterest)
“Lucu kan, jangan sampai kamu melewatkan episodenya Yoongi –a. “ Lee Yura menimpali.
“Iya sangat lucu! " sesaat Min Yoongi melirik jam berwarna coklat yang menempel pada salah satu sudut dinding ruang keluarga. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas kurang sepuluh menit.
"Ya sudah ayo tidur, besok kita sudah harus bekerja lagi. “ ajak lelaki itu.
Min Yoongi beranjak dari sofa seraya membawa mangkok dan piring kayu yang sudah kosong tak berisi. Lee Yura juga turut beranjak, ia mematikan televisi dan merapikan kembali bantal – bantal diatas sofa yang berhamburan. Lampu ruang keluarga dipadamkan, keduanya berlanjut diatas pembaringan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Fenti
setangkai bunga 🌹 mendarat 😁
2023-07-12
0
Fenti
benar tuu, setuju. semakin banyak tau maka sebanyak itu rasa sakit yang di dapat
2023-07-12
0
Fenti
sakitnya 😥😥
2023-07-12
0