Lee Yura segera memasukkan kode kombinasi kunci digital pada tempat tinggalnya, perempuan cantik itu segera masuk kedalam rumah. Rumah tampak begitu lengang, Bibi juga sudah tidak terlihat batang hidungnya. Lee Yura langsung saja naik menuju lantai dua dan masuk kedalam kamarnya.
Tepat saat wanita itu masuk kedalam kamar, Min Yoongi baru saja keluar dari unit sebelah melalui connecting
door. Lelaki itu nampak terperanjat melihat kehadiran Lee Yura yang begitu senyap. Lee Yura menatap suaminya lekat, ia baru saja keluar dari dalam ruangan yang ia sebut sebagai kamar tidurnya sembari mengusap kepalanya yang basah dengan sehelai handuk putih ditangannya.
“ Oh, kau baru pulang? “ ucap Min Yoongi.
“ Hmm “ Lee Yura langsung bergegas menuju kamar mandi setelah beberapa menit yang lalu mengambil baju gantinya di closet room terlebih dahulu.
Sesaat Lee Yura menghentikan langkah kakinya saat ia hampir menapaki ubin didalam kamar mandi. Lantainya benar – benar kering, sejenak ia melirik ke arah Min Yoongi yang bersandar pada punggung sofa yang posisinya membelakangi arah kamar mandi. Pria itu masih menggosok – gosok rambut nya yang basah.
“ Min Yoongi –ssi, ternyata tekhnologi didalam kamar mandimu ini sungguh luar biasa ya? “ sindir Lee Yura.
“ Kenapa? “ Min Yoongi lantas beranjak dari sofa dan mendekati Lee Yura yang masih berdiri mematung didepan bilik air.
“ Iya, lihatlah padahal rambutmu saja masih sangat basah, sepertinya kamu baru selesai mandi. Tapi lantai disini sudah benar – benar kering “ sambung Lee Yura lagi.
“ Hmm aku, mandi didalam kamar tidurku “ gugup Min Yoongi. Lelaki itu langsung berjalan menjauh dari tempat istrinya berdiri, dan tergambar ekspresi puas pada wajah Lee Yura. Bahwa dugaannya benar ada kamar mandi didalam ruangan itu.
“ Wah lengkap sekali ya isi kamar rahasia itu “ cibik Lee Yura tepat sebelum mendengar jawaban Min Yoongi, Lee Yura bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membasuh tubuhnya.
Hampir setengah jam lamanya, Lee Yura membenamkan tubuh rampingnya didalam bathtub, ia berusahan menetralisir segala emosi yang ada didalam dirinya. Ia tidak berhak marah namun ia sangat marah, ia merasa kesal karena tidak dapat mengontrol hal – hal yang sebenarnya ia harapkan namun apa yang menjadi keinginannya itu tak pernah terjadi. Setelah cukup redam, Lee Yura bergegas membilas tubuh dan rambutnya yang basah lalu bergegas keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan setelan baju tidur.
“ Lee Yura – ssi, Ayah dan Ibu berkunjung , ayo turun “ ucap Min Yoongi tepat saat ia hendak membuka pintu kamar utama.
“ Hm, turunlah dulu aku menyusul “
***
Setelah mengganti setelan baju tidurnya dengan kaos biasa, Lee Yura bergegas turun menuju lantai bawah, terlihat kedua orang tua Min Yoongi duduk berdampingan di sofa ruang tamu. Sementara Min Yoongi tampak menyibukkan diri dengan ponsel ditangannya pada bagian tempat duduk lain tepat berseberangan dengan sofa ruang tamu.
(Source : Pinterest)
“ Selamat malam Ayah dan Ibu “ Lee Yura menyapa singkat, lalu mengambil sisi sofa yang masih kosong belum terisi.
“ Sudah sesore ini kalian baru selesai mandi? “ ucap Ibu Min Yoongi saat melihat rambut keduanya masih sama – sama basah. Lee Yura hanya mengulum senyum lalu tertunduk saat mendengar ucapan Ibu mertuanya.
(Source : Pinterest)
“ Ah kamu ini, biarkan saja nama nya pengantin baru “ Min Jisung tersenyum penuh arti sembari memukul pelan paha istrinya.
“ Hahaha Ayah bisa saja, aku baru saja kembali dari luar" Lee Yura berusaha meluruskan keadaan.
“ Hahaha baiklah Ayah mengerti, tapi sepertinya ada nyamuk besar menggigit leher Min Yoongi “ sambung Min Jisung lagi seraya menunjuk ke arah putranya yang masih sibuk sendiri.
Min Yoongi yang semula masih terpaku dengan benda pipih ditangannya, lantas saja terperanjat saat mendengar ucapan Ayahnya, gegas ia memeriksa lehernya dengan kamera ponsel yang sedang ia pegang. Wajahnya pias saat benar menemukan bercak merah, tanda kepemilikan disana yang ditinggalkan oleh Eunji siang tadi. Ia berusaha mengusap – usapnya agar bekas itu tidak begitu kentara, namun sialnya tidak terjadi perubahan apa – apa.
Sementara Lee Yura menatap lurus Min Yoongi dengan perasaan yang berkecamuk, ia langsung menyadari bahwa Park Eunji lah yang melakukannya. Ia kesal, marah dan tentu saja kecewa, ia tidak menyangka jika Min Yoongi yang sangat ia percaya tidak sepolos yang ia kira. Ia bahkan sudah melakukan hal – hal dewasa bersama Pak Eunji kekasihnya.
“ Hmm, kenapa kau mengatakannya, seharusnya diam saja! Lihatlah Lee Yura sekarang! “ Ibu Min Yoongi berbisik pelan kepada suaminya karena menyadari terjadi perubahan atmosfir yang tidak mengenakkan.
“ Hmm, Ayah Ibu ayo makan saja, sepertinya Ibu membawa banyak makanan enak hari ini “ Min Yoongi terlebih dahulu bangkit menuju ruang makan, untuk mengalihkan kecanggungan.
“ Oh iya! Ibu membawa galbi -(daging iga yang dipotong pendek di masak dengan bumbu khas Korea), ayo makan saja dahulu “
Dengan enggan Lee Yura turut beranjak dari tempatnya, turut membantu mempersiapkan makan malam yang sengaja sudah dibawa oleh mertuanya. Ia mengambil empat mangkok nasi dan menyajikannya diatas meja, sementara Min Yoongi membuka kotak – kotak makanan yang terisi penuh dengan galbi dan makanan pendamping lainnya.
Sesaat ruangan terasa lengang, semuanya menikmati makan malamnya dengan begitu lahap, kecuali Lee Yura. Ia menyuapkan beberapa sendok nasi kedalam mulutnya, dan ingin berhenti makan, namun ia merasa tidak enak hati pada mertuanya.
“ Kalian tidak pergi berbulan madu? “ suara Min Jisung memecah keheningan.
“ Tidak Ayah, semester awal baru saja dimulai, aku tidak bisa mengajukan cuti lebih panjang lagi “ Lee Yura memotong pembicaraan tepat sebelum Min Yoongi hendak membuka mulutnya.
“ Sayang sekali ya “ suara Ibu Min Yoongi terdengar lemah.
“ Tidak apa – apa, lagi pula kami bertemu setiap hari dirumah “ sambung Min Yoongi tanpa melihat kearah kedua orang tuanya.
Selepas makan malam, mereka berempat kembali berkumpul diruang keluarga, tidak banyak pembicaraan yang cukup berarti. Hanya sesekali terdengar obrolan ringan antara Min Yoongi dengan Ibunya, sementara Lee Yura semakin banyak diamnya, seolah ia memang enggan untuk turut membaur dan bersandiwara.
“ Ya sudah, Ayah dan Ibu pamit ya, lihatlah wajah istrimu sepertinya sangat lelah. Istirahatlah kalian berdua, besok lagi kami akan berkabar sebelum berkunjung“ wanita paruh baya itu lebih dahulu beranjak dari atas tempat duduk dan bergegas meninggalkan kediaman putranya bersama suaminya.
“ Terima kasih Ibu dan Ayah sudah mengunjungi kami “ Lee Yura membungkukkan badannya memberi hormat saat mengiringi kepergian keduanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Fenti
aku mampir kak 😁
2023-07-03
0
Ucy (ig. ucynovel)
aku mampir thor
2023-06-27
0
🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻
Kiss Mark Ya
PaMud Mampir
2023-06-27
0