Selepas kepergian kedua orang tuan Min Yoongi, Lee Yura terlihat melenggang kearah dapur untuk mencuci segala perkakas yang telah mereka gunakan bersama, termasuk piring yang dipakai untuk makan malam bersama Ayah dan Ibu mertuanya. Sementara Min Yoongi tampak mengelap air yang berjejak dari cangkir minuman diatas meja ruang keluarga.
“ Biarkan saja, biarkan Bibi mencucinya esok hari. Tadi Bibi izin pulang lebih awal karena harus menjemput cucunya yang baru saja datang dari Busan “ ucap Min Yoongi saat melihat Lee Yura berdiri di bak pencuci piring. Perempuan itu tidak menyahut.
Melihat Lee Yura yang hanya diam saja, Min Yoongi memutuskan untuk meninggalkan wanita itu sendirian dan masuk kedalam kamar utama dan berganti pakaian. Lelaki itu kemudian merebahkan tubuhnya diatas sofa, sembari masih terus memainkan ponselnya. Tak selang berapa lama Lee Yura menyusul masuk kedalam ruangan yang sama. Tanpa berkata apa – apa, gadis itu menyelinap masuk kedalam ruang ganti dan kembali menukar bajunya dengan piyama.
Min Yoongi hanya memandang Lee Yura tanpa bertanya apa – apa, ia hanya memperhatikan dari kejauhan Lee Yura yang sudah naik diatas pembaringan. Lampu kamar masih menyala terang, kelihatannya perempuan itu belum bersiap untuk tidur.
Tampak dari pandangan mata Min Yoongi, Lee Yura juga turut memainkan ponselnya sembari menyandarkan tubuh mungilnya pada punggung ranjang. Sesaat terbesit rasa bersalah didalam lubuk hati Min Yoongi, karena ia sadar telah memanfaatkan Lee Yura yang polos untuk melindungi Park Eunji kekasihnya.
“ Oh, yeoboseyo – (oh hallo), ada apa Oppa? “ tiba – tiba saja terdengar suara Lee Yura berbicara dengan seseorang yang baru saja menelponnya.
“ Hei Lee Yura, apa kau sedang sibuk? Mau pergi minum bersama ku? “ ucap Choi Siwan di seberang panggilan.
“ Ada apa? Apakah ada hal buruk terjadi? “
“ Kau ingat kasus perempuan yang ingin bercerai dipengadilan karena suaminya melakukan kekerasan? Kami gagal mendapatkan hak asuh anak, karena wanita itu dianggap tidak mampu secara finansial untuk membesarkan seorang putri “ lirih suara Siwan terdengar sayup ditelinga Lee Yura.
“ Kalian kalah dipersidangan? Oppa, “ ucapan Lee Yura terpotong.
“ Mungkin ini tidak akan cukup untuk menghiburmu, tapi aku tahu, kau sudah mengupayakan segala sesuatunya dengan sangat baik. Mungkin saja, putusan pengadilan memang sudah tepat Oppa, jujur aku tidak mengerti sama sekali mengenai hukum. Jadi aku berharap kau tidak perlu merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi, aku tahu betul kau tidak pernah setengah – setengah terlebih dalam memberikan bantuan hukum “
“ Tidurlah dirumah Oppa, jangan mabuk – mabukan, besok kita bertemu saja saat jam makan siang. Ada kedai guksu – (mie khas Korea) baru didekat kampusku, aku traktir dua mangkok mie khusus besok “ sambung Lee Yura lagi.
Choi Siwan tidak menyahut.
“ Oppa? Kau mendengarku bukan? “
“ Hmm tentu saja aku mendengarmu, baiklah, besok kita bertemu pukul dua belas ya. Selamat beristirahat, Yura – ya “ telepon terputus.
Lee Yura kini menggeletakkan ponselnya diatas nakas yang ada disamping ranjang tidurnya. Ia menarik selimut menutupi hampir seluruh tubuhnya, tersisa kepalanya yang masih menyembul keluar. Perempuan itu memiringkan tubuhnya, ia memunggungi Min Yoongi yang kini berbaring diatas sofa yang menghadap kearahnya.
(Source : Pinterest)
Hanya kesunyian yang membalut Lee Yura dan Min Yoongi, tidak terdengar sedikitpun percakapan dari dua insan manusia didalam sana, meski keduanya masih sama – sama terjaga.
“ Lee Yura – ssi “ suara rendah Min Yoongi memecah keheningan. Perempuan itu masih belum bergeming.
Sekerjap Min Yoongi bangkit dari tempatnya dan turut naik keatas peraduan dengan begitu berhati – hati, tangannya yang jenjang tampak ter ulur dan hampir menyentuh lengan istrinya. Namun sayangnya Lee Yura sudah terburu memutar badan dan memandang kearah Min Yoongi yang juga sedang menatapnya.
“ Lee Yura –ssi, aku sungguh meminta maaf “ ucap lelaki itu.
“ Maaf karena menggiringmu kedalam situasi yang membuatmu sangat tidak nyaman seperti ini. Aku mengakui aku salah, karena jujur saja aku memanfaatkan keberadaanmu untuk menyelamatkan nama baik Eunji “
“ Maaf jika membuatmu menjadi tidak nyaman berada didekatku Lee Yura – ssi “ sambung Min Yoongi lirih.
Lee Yura masih terdiam ditempatnya.
“ Jadi apa mau mu, Min Yoongi –ssi? “ kini Lee Yura menatap lekat kedua netra Min Yoongi. Dada nya berdebar tidak karuan, saat ia mulai menyadari bahwa jarak diantara dirinya dengan Min Yoongi begitu dekat.
“ Apakah tidak bisa jika kita seperti sebelumnya? Kita berteman dengan baik, saling bicara dan melakukan hal – hal menyenangkan seperti waktu kemarin – kemarin “ ucap lelaki itu. Lee Yura menghela nafasnya sedikit berat.
“ Lee Yura – ssi, apakah tidak bisa jika kita terus seperti semula? “
(Source : Pinterest)
“ Mungkin semuanya mudah untuk untuk mu Min Yoongi – ssi, tapi tidak demikian buatku “ suara Lee Yura seolah tertahan.
“ Kenapa? “
“ Apa kamu tidak menyadarinya? Bahwa sikapmu yang lalu – lalu, segala kebaikanmu kepadaku sungguh membuatku terlena Min Yoongi – ssi. Aku benar – benar menganggap kedekatan kita lebih dari seorang teman. Apakah kau tidak merasakannya? “ Lee Yura memberanikan diri bersuara.
“ Andai saja kamu menjelaskannya sejak semula, mungkin aku akan baik – baik saja “ sambung gadis itu lirih.
Kesunyian kembali menyelimuti Lee Yura dan Min Yoongi.
“ Maafkan aku Lee Yura – ssi “ hanya itu yang bisa terucap dari bibir mungil Min Yoongi.
“ Beri aku waktu, tolong. Biarkan aku menyelesaikan dahulu perasaanku, cepat atau lambat aku rasa semuanya akan membaik Min Yoongi – ssi “ sambung Lee Yura lagi.
“ Sampai kapan Lee Yura – ssi? Bukankah ini sangat menyesakkan? Kita hidup berdampingan, kita makan dimeja yang sama, mandi ditempat yang sama, menghirup udara yang sama tapi saling diam? “
Lee Yura tampak merenung, jujur saja ia sungguh tersiksa dengan sikapnya sendiri. Sesekali ia ingin bercengkerama dengan Min Yoongi, sesekali ia ingin melakukan hal - hal jahil pada Min Yoongi, sesekali ia ingin menjadi pelipur lara Min Yoongi tapi menahan diri. Ia ingat diwaktu – waktu keduanya saling mendekatkan diri, Lee Yura begitu leluasa melihat tawa Min Yoongi yang jenaka. Lee Yura begitu bahagia mendengar gelak tawanya. Jujur saja ia rindu akan itu semua.
“ Apa benar – benar tidak bisa kita kembali seperti semula? “ tanya lelaki itu lagi. Lee Yura tampak lekat menatap manik kehitaman milik Min Yoongi dan terdiam selama beberapa saat lamanya.
“ Hmm, baiklah akan aku coba, Min Yoongi –ssi “
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Aerik_chan
Egois gak sih dia...
2023-07-12
0
Fenti
iklan mendarat thor
2023-07-08
0
Fenti
aku nyicil yaa kak
2023-07-08
0