Kian lama hari – hari terus saja melahap Lee Yura dan Min Yoongi tanpa terasa, hampir satu bulan lamanya sejak kegaduhan terjadi di kediaman Min Jisung Hoejang Nim malam itu. Seolah dunia mereka berjalan baik – baik saja, Min Yoongi tetap pada semestanya. Berlalu lalang didepan layar kaca tanpa jeda, mengisi berbagai acara serta berbagi canda tawa bersama para penggemarnya.
Lee Yura pun demikian, menjalani harinya sama seperti hari – hari biasanya, mengisi kelas, membuat jurnal, menjadi narasumber dalam acara – acara seminar yang jujur saja sungguh menguras hampir seluruh tenaga dan pikirannya. Seolah ia tidak bisa menyelinap barang sejenak untuk memikirkan cara menolak perjodohan sepihak dari Min Jisung.
“ Waktu kalian tidak banyak lagi, putuskan dalam tiga hari “
Begitu bunyi pesan dari Min Jisung yang Lee Yura baca sesaat ia masuk kedalam mobilnya yang masih terparkir di basement sebuah hotel bintang lima tempat ia mengisi acara. Raga nya yang letih bercampur dengan pikirannya yang kian kalut serasa meruntuhkan asa didalam dirinya. Ia semakin lelah dengan hidupnya.
“ Arrrrggggh!!! “ pekiknya penuh amarah seraya memukul roda kemudi dihadapannya. Beberapa kali ia membentur – benturkan kepalanya pada setir mobil sembari terus mencucurkan air mata, ia kesal, ia marah dan terluka.
Tok.. tok.. tok
Hingga pada akhirnya seseorang mengetuk kaca mobilnya yang tertutup rapat hingga beberapa kali. Pria bermasker itu segera menanggalkan benda yang menutupi bagian hidung dan mulutnya tepat disaat Lee Yura sudah menurunkan kaca mobilnya hingga setengah bagian. Dalam temaram Lee Yura dapat mengenali sosok pria yang berdiri disamping mobilnya itu.
“ Boleh aku masuk? “ tanya lelaki itu meminta persetujuan dan Lee Yura mengangguk ringan mengiyakan.
Min Yoongi bergegas memutari bagian depan mobil lalu mengambil kursi penumpang yang kosong tepat disamping Lee Yura yang tengah bersiap mengendalikan mobilnya. Gegas wanita itu mengusap jejak air mata yang masih tertinggal pada hampir seluruh wajahnya.
“ Ada apa Min Yoongi – ssi? “ tanya Yura saat ia sudah beres dengan emosinya.
“ Apa kau menerima pesan Ayahku? “
“ Hmm, baru saja “ jawab Yura singkat.
“ Waktu kita hanya tiga hari bukan? Apakah kau sudang menemukan cara? “
“ Apakah kamu bersedia meminjamiku uang satu milyar won? “ Lee Yura menimpali pertanyaan Min Yoongi dengan nada sinis.
“ Aku bisa memakai uang itu untuk membayar pinalti pembatalan kontrak pada Ayahmu, aku bisa menolak menikah denganmu “
Min Yoongi mendenguskan nafasnya melalui mulutnya dan tersenyum getir saat ia mendengar jawaban Lee Yura. Satu milyar won bukan jumlah yang seberapa bagi Min Yoongi, namun itu hanya akan menyelesaikan masalah Lee Yura dengan Ayahnya. Masalah dirinya, Eunji dan Ayahnya akan tetap seperti bola api yang tersiram oleh minyak dan akan terus memanas.
Lelaki itu sudah benar berada dibibir jurang, ia paham benar bahwa satu – satunya cara yang bisa menyelamatkan citra Eunji hanyalah menikah dengan Lee Yura. Meski terlihat begitu licik, tetapi Min Yoongi tahu bahwa Ayahnya tidak akan pernah ingkar. Ia percaya Min Jisung akan menutup rapat segala keburukan Eunji saat dirinya bersedia menikah dengan wanita pilihan Ayahnya.
“ Lee Yura – ssi, kau sadar benar bukan bahwa kita tidak memiliki pilihan? “ Min Yoongi menatap tajam wanita yang duduk disampingnya itu. Dalam senyapnya buliran air sebening telaga lolos begitu saja dari pelupuk mata Lee Yura.
“ Jadi apakah aku kalah? “ Lee Yura kian terisak, ia tidak dapat menahan kekalutan hati dan pikirannya. Min Yoongi hanya bisa terdiam melihat wanita itu menangis tersedu - sedu.
(Source : Pinteres)
“ Lee Yura – ssi, ini bukan kalah tapi mengalah “ hibur lelaki itu.
“ Menikahlah denganku, kau bersedia bukan Lee Yura –ssi? “ imbuhnya.
Wanita itu belum memberikan jawaban, ia masih disibukkan dengan air mata yang menggenang dan terus mengucur dengan derasnya membasahi kedua sisi pipinya. Ia merasa hidupnya terlalu menyedihkan sejak semula ia terlahir didunia. Ditinggalkan di panti asuhan, berjuang sendirian menyelesaikan pendidikan, berlarian kesana
kemari mencari penderma yang siap menyokong biaya belajarnya bahkan sampai dengan ia harus menerbitkan karya masih saja terlunta – lunta.
“ Jadi ini pilihanmu? Menikah dengan ku? “ Lee Yura berusaha memastikan.
(Source : Pinteres)
“ Ya, ini pilihanku “
Sekali lagi wanita berparas ayu itupun menghela nafasnya panjang dan dalam, seolah ia tengah berusaha menanggalkan beban yang menghimpit dadanya. Ia berusaha menerima dengan lapang keputusan besar yang akan diambilnya, menikah. Bukan menikah dengan seseorang yang ia cinta, bukan menikah dengan seseorang yang sepadan dengan dirinya tapi menikah dengan cara yang sedikit dipaksakan, ia menikah dengan putra pemilik perusahaan tempat ia menghasilkan pundi – pundi uang. Ia menikah dengan pria idola jutaan wanita.
“ Jadi kau bersedia? “ Min Yoongi mengkonfirmasi.
Lee Yura hanya memberikan anggukan pelan sebagai bentuk jawaban, ini bukan sesuatu yang ia inginkan tetapi ia sungguh tidak memiliki pilihan. Hanya ini satu – satunya cara yang sangat mungkin dia lakukan, menerima keadaan.
“ Lee Yura – ssi, coba hubungi Ayahku. Kita sampaikan bersama – sama jika kita berdua setuju dan menerima perjodohan ini “ ujar lelaki itu selanjutnya.
Lee Yura segera meraih ponsel yang ia letakkan diatas dashboard, jemarinya yang lentik dengan kuku yang bersih terawat dan dipotong dengan rapi terlihat begitu gesit berselancar. Ia pun menghubungi Min Jisung Heojang Nim melalui sambungan telepon.
“ Selamat sore Hoejang Nim, “ sayup suara Lee Yura menyapa Ayah Min Yoongi.
“ Bagaimana apakah kau sudah memutuskan? “
Belum sempat Lee Yura menyahuti pertanyaan Min Jisung, lelaki yang duduk disampingnya itu bergegas mengambil alih benda yang semula berada di cengkeraman tangan Lee Yura. Ia mendekatkan bibirnya pada ponsel yang sedang melakukan panggilan itu dan menambah sedikit volume speaker nya.
“ Aboeji, ini aku “ potong Min Yoongi.
“ Kami memutuskan untuk menikah, kau puas bukan dengan ini semua?”
Keheningan menjeda selama beberapa saat lamanya, hampir tidak ada gaung yang terdengar dari diseberang sana. Hanya sesekali hembusan nafas Min Jisung yang sayup – sayup terekam masuk pada pendengaran mereka melalui telepon.
“ Hmm, ya memang ini satu – satunya pilihan yang paling tepat “
“ Dan aku akan terus mengawasi kalian, sampai proses pendaftaran pernikahan sekalipun. Pulanglah, kita bicarakan lagi dirumah, Lee Yura – ssi ikutlah pulang bersama Yoongi! “ sambungan telepon terputus.
Min Yoongi mengulurkan kembali benda pipih ditangannya itu pada pemiliknya, Lee Yura pun mengambil alih ponsel berwarna hitam itu. Hembusan nafasnya yang kasar seolah menjadi penanda bahwa ia kesal akan keputusan yang diambilnya.
“ Aku masih ada kelas mengajar, jadi aku tidak bisa kerumah Hoejang Nim saat ini juga. Jika dirimu akan pergi terlebih dahulu silahkan saja, aku menyusul sekitar pukul tujuh malam “ ucap Lee Yura datar.
“ Baiklah, sampai jumpa nanti malam “
Lelaki berkulit putih dengan perawakan yang sedikit berisi itu segera bergegas keluar dari dalam mobil Lee Yura, ia berlari kecil menuju Van berwarna hitam yang terparkir tepat diseberang mobil yang baru saja ia tumpangi. Sekelebat ia masuk dan menghilang bak ditelan remangnya petang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻𝘼𝙎𝙍𝙄k⃟K⃠
tapi tak mampu melakukan apapun
2023-07-26
2
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻𝘼𝙎𝙍𝙄k⃟K⃠
waduh tiga hari!!?
2023-07-26
2
triana 13
🌹 penambah semangat
2023-06-29
1