Kali kedua Lee Yura memarkirkan kendaraannya ditempat yang sama dihalaman rumah, kediaman Min Jisung yang megah. Perasaannya kian tidak karuan, ia ingin berlari tapi ia menyadari tidak akan ada lagi tempat untuk dirinya bersembunyi. Min Jisung akan tetap melakukan segala upayanya untuk mendapatkan Lee Yura sebagai menantunya.
“ Masuk lah, Lee Yura – ssi “ sambut Ibu Min Yoongi yang sudah menunggunya di ruang tamu.
Lee Yura dan Park Hae In segera masuk dan menuju ruang keluarga, terlihat wajah tegas Min Jisung yang kaku sedang menyaksikan acara hiburan yang tengah diputar oleh salah satu stasiun televisi dengan volume yang cukup rendah hampir tidak terdengar.
“ Selamat malam Hoejang Nim “ sapa Lee Yura seraya membungkukkan badannya.
“ Oh, duduklah “
“ Panggil Min Yoongi “ perintah lelaki itu pada istrinya.
Tak selang berapa lama Min Yoongi tampak menyelinap kedalam ruangan itu, wajahnya tampak sayu jelas terlihat ia baru saja bangun tidur. Rambutnya sedikit berantakan, bahkan ia hanya mengenakan kaos abu - abu oversized dan celana pendek setinggi lutut. Tapi justru dalam kepolosannya itu Lee Yura menyadari betapa tampannya Min Yoongi saat itu.
(Source : Pinteres)
“ Jadi benar kalian setuju untuk menikah? “ Min Jisung seolah tidak ingin berbasa – basi lagi.
“ Iya Ayah “ Min Yoongi menjawab singkat, sementara Lee Yura yang duduk beberapa sentimeter disebelahnya hanya mengangguk – anggukkan kepala nya pelan.
“ Tidak ada tendensi lain bukan? karena aku akan mengawasi kalian sampai benar – benar mendaftarkan pernikahan “ tukas Min Jisung penuh curiga.
“ Silahkan saja, aku bahkan berencana mendaftarkan pernikahan kami sehari setelah upacara pernikahan "
" Tapi Ayah harus berjanji tiga hal untuk ku dan Lee Yura Gyousu Nim “ imbuh Min Yoongi lagi.
“ Katakan saja apa mau mu “
“ Pertama aku dan Lee Yura tidak akan tinggal dirumah ini, kami akan menempati rumahku sendiri, kedua jangan pernah usik lagi pekerjaan Lee Yura bersama Moonlight Publisher dan terakhir lepaskan Eunji, anggap Ayah tidak pernah tahu apapun itu tentang Eunji “ suara Min Yoongi terdengar lirih di akhir kalimat.
Min Jisung seolah berpikir sejenak, menimbang – nimbang baik buruk kemungkinan yang bisa terjadi atas apa yang menjadi persyaratan anak bungsunya. Merasa tidak ada hal yang perlu di khawatirkan lelaki itu menyanggupinya. Ia tidak menolak pinta putranya.
“ Lee Yura – ssi, ada yang ingin kau minta dariku? “
“ Tidak ada Hoejang Nim “ jawab Lee Yura berserah.
“ Baiklah jika memang tidak ada yang Lee Yura inginkan, kita mulai bisa siapkan segala sesuatu nya mulai sekarang. Sementara menunggu hari pernikahan cobalah untuk kalian saling mengenal “ Min Jisung terus saja memimpin pembicaraan.
“ Baik Hoejang Nim “
“ Lee Yura – ssi, bukan kah kita akan menjadi bagian dari keluarga? Panggil saja kami Ayah dan Ibu “ suara Ibu Min Yoongi pada akhirnya terdengar. Pikir Lee Yura wanita itu tidak memiliki hak suara didalam rumah tangganya, karena sepanjang kemelut yang ia hadapi perempuan berparas ayu itu sama sekali tidak membuka mulut nya.
“ Iya, Yura – ya panggil saja kami Ayah dan Ibu “
***
Hari sudah hampir tengah malam, Lee Yura yang dipaksa untuk tetap tinggal dan menginap memaksa berpamitan dan pulang. Ia ingin sendirian, ia ingin merayakan kehilangan kebebasannya sendirian, ia ingin menangis tersedu – sedu tanpa harus didengar orang.
“ Yura – ya, bawalah ini sedikit untuk persediaan dirumah “ Ibu Min Yoongi mengejar Lee Yura yang sudah berada di halaman parkir seraya menenteng kotak – kotak makanan yang dibungkus rapi dengan kain sutra.
“ Samonim, tidak perlu seperti ini “ Lee Yura berusaha menolak.
“ Panggil Ibu “ ucap lembut wanita itu sembari menghusap lengan perempuan cantik didepannya.
“ Ibu meminta maaf yang sebesar – besarnya, Ayah Min Yoongi mungkin terlihat sangat arogan dan tidak memiliki sopan santun. Ia begitu memaksakan kehendaknya dan membuatmu ikut terlibat dalam keadaan yang rumit ini “
“ Maaf kan kami Yura – ya, kami hanya sedang menyelamatkan Min Yoongi agar ia tidak terjerumus semakin jauh bersama Eunji “ terdengar getar berat dalam ucapan Ibu Min Yoongi, sepertinya suara parau itu akan segera berubah menjadi isak tangis.
“ Lalu siapa yang akan menyelamatkan aku Bu? Bukankah aku yang akan menjadi korban dari keegoisan kalian? Jujur saja ini begitu berat untukku “ Lee Yura memberanikan diri melupakan kekesalannya.
(Source : Pinteres)
Tanpa disangka Ibu Min Yoongi menjatuhkan tubuhnya lalu bersimpuh degan kedua lututnya tepat didekat kaki Lee Yura. Seolah wanita paruh baya itu tengah memohon sebuah pengampunan, ia seperti ingin membuat Lee Yura menerima dengan lapang segala permintaan suaminya.
“ Ibu jangan seperti ini aku mohon berdirilah “ hati kecil Lee Yura tidak akan pernah sanggup melihat rintih tangis seseorang, terlebih tangisan sesama perempuan.
Segera ia mengulurkan tangannya dan menarik perlahan tubuh Park Hae In agar ia segera bangkit berdiri. Semakin terisak wanita itu, setelah sanggup bertumpu dengan kedua kakinya bergegas ia menangkup tubuh calon menantunya, tangisnya benar – benar pecah kali ini.
“ Ibu benar – benar meminta maaf yang sebesar - besarnya kepada mu Yura-ya “ ucapnya dengan terbata – bata.
Lee Yura turut terbawa suasana, ia ikut menangis, hati nya seperti hampir meledak! Perasaannya kian kalut, rasa kasihan pada Ibu Min Yoongi bercampur dengan rasa iba pada dirinya sendiri. Dirinya yang ia sangka sekuat baja ternyata bukan apa – apa, dirinya kalah, dirinya kalah total. Dirinya yang selalu terlihat bahagia ternyata hanyalah seseorang yang menyedihkan.
Bukan hanya Lee Yura dan Park Hae In saja, air mata juga turut jatuh dipelupuk mata Min Yoongi, dari balkon kamarnya ia turut merasakan kesedihan. Hatinya tercabik – cabik dengan begitu hebatnya, terlebih saat ia melihat dari kejauhan Ibu nya sedang bersimpuh pada kaki Lee Yura. Meski ia tidak mendengar apapun yang sedang dibicarakan oleh Ibu nya bersama Lee Yura, tapi tetap saja pemandangan malam temaram itu membuat hatinya terluka.
Sesaat rasa bersalah menyelinap kadalam lubuk hati Min Yoongi yang paling dalam, ia sadar bahwa sudah membuat Ibu nya menangis berkali – kali karena ulahnya. Sesaat ia merasa gagal menjadi anak yang berbakti, karena ia merasa hanya pandai melukai.
“ Mihane Eomma –(maafkan aku Ibu) “ bisik Min Yoongi lirih.
“ Mihane Lee Yura – ssi “ sambungnya lagi.
Lelaki itu bergegas melenggang dari balkon masuk kembali kedalam kamarnya, pikirannya sama kacaunya seperti Lee Yura. Namun sialnya ia tidak bisa dengan mudah meluapkan emosi didalam jiwanya. Ia memilih memejamkan mata, tidur dan sejenak melupakannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Noviyanti
iu dan suga 😍
2023-07-08
1
Buna Seta
Yura Yoongi namanya aku seorang lupa
2023-06-20
1
UQies (IG: bulqies_uqies)
Tiap bab ada visualnya, jadi berasa nonton Drakor 🤭
btw, semangat kak, sukses untuk novelnya 🥰
2023-06-20
1