Siapa Pemenangnya..?

Evelyn menatap jengah para pelayan yang selalu melayaninya, menyajikan makanan, menyiapkan pakaian bahkan mandi pun mereka tak membiarkan Evelyn melakukannya sendiri.

Sudah satu bulan Evelyn berada di rumah besar yang mereka sebut vila itu, tapi tuan yang menyewanya untuk dua tahun tak juga muncul.

Evelyn hanya diam terkurung di dalam vila dengan rasa bosan luar biasa karena dilarang keluar rumah bahkan hanya sekedar jalan- jalan menghirup udara segar.

Awalnya Evelyn merasa baik- baik saja karena semua kebutuhannya terpenuhi bahkan ada satu ruangan yang lebih mirip mini market karena banyaknya barang dan kebutuhan wanita serta camilan disana.

Tapi semakin lama Evelyn semakin merasa sesak, dia sudah seperti di kurung di sangkar emas.

Setiap keluar dari pintu dua bodyguard siap sedia mengikutinya seolah dia akan kabur dan melarikan diri, Evelyn di jaga dengan ketat.

Dan itu membuatnya semakin jengah, untuk apa sebenarnya dia di sewa, jika hanya di diamkan begitu saja.

Bukan dia haus belaian, tapi setidaknya setelah semuanya selesai Evelyn juga menyelesaikan tanggung jawabnya.

Meskipun sebenarnya itu bagus juga untuknya, karena tak perlu lelah melayani nafsu pria itu semalaman, Evelyn hanya tinggal menikmati harinya yang bak ratu karena apapun yang di inginkannya tersedia.

Malam ini seperti biasanya Evelyn berdiri di balkon menatap bintang- bintang yang mewarnai langit malam, Evelyn biasanya menikmati camilan sambil duduk santai, namun kali ini Evelyn merasa bosan dan hanya berdiri bersandar pada pagar besi menengadahkan kepalanya menikmati hembusan angin malam.

...

Devan berteriak frustasi saat melihat layar tv besarnya menunjukan Evelyn berdiri di balkon, kakinya menaiki pagar dengan tangan yang direntangkan seolah dia akan meloncat, jantung Devan berdegup kencang tiba- tiba kilasan mimpinya terlintas begitu saja saat Evelyn menjatuhkan dirinya dari balkon. "Apa kerja kalian, tidak lihat dia akan meloncat.."

"Cepat lakukan sesuatu, bodoh!"

"Jika sesuatu terjadi aku tidak akan mengampuni kalian." pria itu berteriak pada sambungan telepon.

Devan melihat Evelyn, dia bahkan selalu mengawasi wanita itu dari semua kamera yang sengaja dia letakkan di setiap sudut ruangan termasuk kamar dan balkon.

Devan merindukan dan ingin memeluk Evelyn namun Devan terlalu pengecut dan ketakutan mengingat Evelyn begitu membencinya, dan bagaimana jika mimpinya menjadi nyata, Evelyn yang nekad menyakiti dirinya, bahkan mengakhiri hidupnya sendiri, dan Devan tidak akan mengampuni dirinya sendiri jika itu terjadi.

Devan mendesah lega saat para pelayan masuk dan menarik Evelyn masuk.

.

.

Evelyn terkejut bukan main saat tubuhnya tertarik secara paksa dan di geret masuk ke dalam kamar "Astaga Nona, apa yang kau lakukan!"

"Jangan bertindak bodoh untuk mengakhiri hidupmu, jika sesuatu terjadi padamu maka tuan akan menghabisi kami.." Evelyn tertegun wajahnya memerah kesal, abahkan untuk keluar balkon saja dia tidak boleh.

Mengakhiri hidup apa maksudnya, dia hanya menikmati angin malam, apa itu juga tidak boleh? dan bagaimana mereka bisa masuk seingat nya pintu kamar sudah dia kunci.

Evelyn melihat ke arah bodyguard yang mengunci pintu balkon lalu mengantungi kuncinya. "Sudah cukup!, " geramnya tertahan "Sebenarnya apa mau tuan kalian hah!, aku tak boleh keluar, tak boleh melakukan apapun, bahkan hari ini dan seterusnya aku tak boleh melangkahkan kaki dari kamar ini!"

Semua pelayan tertunduk tak berani melawan "Baiklah, lakukan apapun yang kalian inginkan, dua tahun tidak akan lama.."

Evelyn berjalan ke arah pintu dan membukanya lebar- lebar "Keluar kalian semua!" Semua pelayan dan para bodyguard diam tak berani bicara dan memilih keluar dari kamar Evelyn.

Evelyn mengunci pintu, lalu matanya berpendar ke sudut ruangan dimana ada sofa disana dan mendorongnya hingga menghalangi pintu. "Baiklah lihat siapa yang akan menang, dasar pria aneh!" Evelyn membaringkan tubuhnya dan tertidur, dia tidak akan keluar hingga tuannya itu muncul dan mengatakan apa maksudnya mengurung Evelyn selama ini.

Keesokan harinya Evelyn terbangun dengan bibir cemberut, melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi, lalu menggosok giginya, tanpa membersihkan diri Evelyn kembali berbaring telentang di atas ranjang tak peduli suara pelayan mengetuk pintunya dan mengatakan jika sarapan sudah siap.

Evelyn berdecak, masa bodoh dengan sarapan, hingga dia mati bahkan dia tidak akan keluar sampai pria penyewanya datang ke hadapannya.

Di siang hari Evelyn hanya melakukan kegiatan pergi ke kamar mandi lalu berbaring lagi, bahkan hingga sudah menjelang malam Evelyn tak makan sedikitpun.

Evelyn lapar, perutnya terus berbunyi tapi Evelyn tak peduli, dia tidak akan makan sampai tuan aneh itu muncul, Evelyn yakin pria itu tahu apa yang dia lakukan, mengingat semua kebutuhannya tersedia bahkan sebelum dia bicara, Evelyn yakin pria itu selalu mengawasinya.

Dan dia akan melihat apa keinginan pria itu dengan menyewanya, apakah hanya untuk terkurung disini?.

...

Devan mendesah saat melihat Evelyn yang tak keluar kamar bahkan untuk sekedar makan, dia bahkan hanya tidur meringkuk memegang perutnya, dia menyiksa dirinya sendiri dengan tidak makan seharian.

"Aku tahu, dan aku melihatnya dia bahkan tak keluar dari kamarnya.." ada nada khawatir dari suaranya.

"Kau sudah pastikan apa keinginannya?"

"Ya, tuan. Nona bilang dia tidak akan keluar bahkan makan sebelum bertemu dengan anda."

Devan mengusap wajahnya kasar "Aku akan pikirkan," Devan berjengit saat tiba- tiba melihat dari layarnya Evelyn terjatuh saat berjalan ke arah kamar mandi "Sial.. cepat dobrak pintunya dia pingsan." Devan meraih jasnya dan berjalan cepat keluar ruangannya.

"Tuan anda akan kemana.." Devan berlalu begitu saja, bahkan dia tak menghiraukan Tina yang bertanya, bagaimana ini?.. Tina harus membuat alasan apa sekarang?.. Devan meninggalkan rapat yang seharusnya dia hadiri beberapa saat lagi.

Devan mengabaikan semua yang ada di sekitarnya, dan dengan cepat berlari ke arah mobilnya berada, yang ada di pikirannya hanya Evelyn yang jatuh pingsan, "Dasar bodoh tidak makan seharian bagaimana tidak pingsan."

"Bagaimana, kalian berhasil membuka pintunya?" Devan terus terhubung dengan pelayan yang menjaga Evelyn.

"Ya Tuan.. nona seperti pingsan karena tidak makan seharian" terdengar suara beberapa orang yang panik.

"Segera panggil dokter!, aku segera kesana." Devan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.

Perjalanan yang harusnya di tempuh dalam waktu dua jam, Devan habiskan dalam waktu satu jam saja.

Saat tiba Devan berlari ke lantai dua dimana kamar Evelyn berada "Bagaimana?"

"Nona sudah di periksa, tapi beliau belum sadarkan diri." Devan memasuki kamar terlihat beberapa orang sedang memperbaiki pintu yang sengaja di rusak demi masuk kedalam kamar Evelyn.

"Eve.." Devan tertegun melihat raut Evelyn begitu pucat, sebelah tangannya sudah terpasang jarum infus.

"Dokter mengatakan nona hanya kelelahan dan perutnya kosong..."

"Siapkan bubur untuknya!"

"Baik tuan.." pelayan tersebut pergi meninggalkan Devan, begitupun para pekerja yang telah selesai memperbaiki pintu.

"Apa yang kamu lakukan Eve..?" tangan Devan mengusap dahi Evelyn yang berkeringat dingin. "Kau membuatku hampir mati karena jantungan." Devan berlari dan melajukan mobilnya sekencang mungkin hanya karena khawatir akan kondisi Evelyn, dia bahkan lupa ketakutannya bertemu Evelyn.

Dan sekarang Devan sudah duduk di depan Evelyn, menggenggam tangannya.

Ada kebahagiaan di hati Devan, saat tangannya menggenggam tangan kecil Evelyn, perasaan hangat menjalari hatinya.

Devan menyunggingkan senyumnya "Bagaimana nanti saat kamu melihatku, apakah kamu akan berkata kamu membenciku.."

Devan mengecup tangan Evelyn "Tidak masalah aku akan terima kebencianmu, asalkan kamu tetap baik- baik saja."

...

Dua bab lagi hari ini..

lanjut..?

Terpopuler

Comments

Ikhlas Rayhan

Ikhlas Rayhan

lanjutkan kak

2023-06-17

0

M💐

M💐

lanjut

2023-06-17

0

rachma yunita

rachma yunita

lanjuuuttt

2023-06-16

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!