Panas 2

Willy membawa Evelyn ke hotel tempatnya menginap, menggenggam tangannya seperti sepasang kekasih yang sedang terburu- buru untuk tiba di kamar dan memulai kegiatan panas mereka.

Willy dan Evelyn berjalan berdua dan meninggalkan para bodyguard di belakang menjaga jarak, mereka mengerti tuannya butuh privasi.

Menekan tombol lift dan masuk sesaat setelah pintu terbuka.

Di saat yang sama pintu lift di sebelah mereka terbuka menampilkan Devan dan asistennya, Devan yang merasa melihat siluet seseorang yang dia kenal pun menoleh tepat saat pintu tertutup perlahan, "Eve.." Devan menghela nafasnya, tidak mungkin itu Evelyn bukan?, dia bersama seorang pria, dan pria itu mendekapnya dan sekilas Devan lihat pria itu mengecup bahu terbuka wanita itu.

"Aku pasti berhalusinasi.."

"Anda bicara sesuatu tuan?" Roger sejak tadi sibuk dengan ponsel pun mendongak.

Devan menoleh "Kau sudah mencari tahu tentang club itu?"

"Sudah tuan, aku pastikan besok pagi laporannya sudah anda terima."

Devan mengangguk puas, lalu melanjutkan langkahnya.

Dilobi hotel Tina sudah menunggu bersama beberapa pria berpakaian hitam yang akan mengawal Devan dengan aman, mereka akan pergi ke perjamuan yang diadakan rekan bisnisnya.

.

.

Willy dan Evelyn tiba di kamar dan dengan segera memulai kegiatan panas mereka, Willy menyerang Evelyn dengan menggebu, sejak di pantai tadi Willy berusaha menahannya, Evelyn benar- benar menggodanya bahkan hingga mereka menaiki mobil tangan Evelyn terus bergerak memberikan godaan padanya, maka saat pintu kamar tertutup Willy segera mencium bibir merah Evelyn dan menyesapnya lembut. "Kau sangat nakal…" Willy mengangkat tubuh Evelyn dan melingkarkan kaki Evelyn di pinggangnya.

Evelyn tertawa "Aku di bayar untuk menjadi nakal.." Evelyn menggigit kecil leher Willy hingga pria itu mendesis kecil.

Berjalan ke arah ranjang dengan lembut Willy membaringkan Evelyn, dan kembali menyerang Evelyn dengan ciumannya, tangannya dengan lincah melepas semua yang melekat di tubuh Evelin termasuk sepatu hak tingginya.

Willy sungguh memperlakukannya dengan lembut, ada desiran aneh di hati Evelyn saat melihat Willy membungkuk dan melepas sepatunya.

Apa keputusannya untuk menolak Willy sudah benar?, apakah harusnya Evelyn terima saja pria ini, menikmati hidup dengan uang yang di miliki Willy tanpa ketakutan lagi..

Tapi..

Evelyn merasa tak pantas..

Ah..

Evelin mendesis saat Willy mulai membasahi dirinya dengan kecupan lembut di bawah sana.

Oh..

Willy menggigit lembut benda kecil yang semakin membuatnya menggelinjang.

Seluruh sel di tubuh Evelyn mulai memanas seiring desakan yang semakin menguat..

Emmmh..

Evelyn menggelinjang hebat saat desakan itu tak dapat ditahan lagi dan menyemburkan kenikmatan tiada tara.

"Kau suka itu?" Wajah Evelyn memerah, dengan terengah Evelyn tersenyum menatap Willy yang kini berada di atasnya, Evelyn bahkan bisa merasakan nafas Willy menerpa wajahnya terasa panas dan menggoda.

Evelyn menangkup pipi Willy dan melu mat bibirnya "Kali ini aku yang memimpin.." Evelyn mendorong Willy dengan lembut dan mulai melepas pakaian yang masih tersisa di tubuh Willy, hingga kini tubuh mereka sama- sama polos.

Willy memejamkan matanya saat Evelyn memulai aksinya, era ngan dan desa han meluncur seksii di bibir Evelyn saat tubuhnya berpacu, bergerak naik turun, dan sesekali memutar untuk mencapai kepuasan.

"Kau seksii Eve.." sebelah tangan Willy menyingkirkan rambut Evelyn yang tergerai indah bergerak mengikuti gerakan tubuhnya, keringat di dahinya menambah kesan seksii dan menggoda membuat Willy semakin bergairah.

Dan satu lagi yang membuat Willy tak bisa berhenti menatap wajah cantik Evelyn, perasaannya semakin menguat, kali ini Willy yakin keinginannya untuk memiliki Evelyn hanya untuknya bukan hanya sekedar nafsu semata.

Willy merubah posisi saat dirasa Evelyn mulai kelelahan, akibat pele pasan yang baru saja di dapatnya, tanpa melepas diri Willy mencium bibir Evelyn dalam dan mulai memacu dirinya.

Desa han itu terus berlajut dan semakin panas, membuat suhu ruang yang sejuk akibat Ac tak lagi berpengaruh bagi mereka, tubuh mengkilat itu terus saling mengejar untuk bisa melepaskan satu sama lain.

"Oh, Will.."

"Aku segera datang Baby.."

"Ah,.."

"Oh.."

🙈🙈🙈🙈

Cung☝️ siapa yang terbakar 🤭

.

.

Boleh minta Vote di 'Dear My Ex Husband', atau hadiah juga boleh, atau rating 5nya juga boleh.

Buat yang ikhlas aja, kalau ada yang mau kasih, kasih disana ya, biar Ratingnya bertahan dan gak turun buat yang mau berbaik hati terimakasih 🙏

Ai lop yu all.. 😘

Terpopuler

Comments

Hartaty

Hartaty

hahaha bukan lg panas Thor ,hmmm🙈

2023-09-05

0

M💐

M💐

kemungkinan eve jadi begitu gara2 Devan nih , entah lah , lanjut Thor 💪💪 seru

2023-06-11

0

Nur halimah

Nur halimah

ahh Thor buat penasaran aja.lagi sayang" nya ditinggal😇😇

2023-06-11

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!