Devan menatap Irene yang duduk di depannya dengan salah tingkah, wanita itu terus membenarkan posisi duduknya dan memberikan gerakan- gerakan menggoda, seperti menggerakkan payu daranya yang besar hingga sedikit bergoyang, namun Devan sama sekali tidak tertarik.
Irene sedikit gugup pria di depannya sungguh tampan, bahkan menurutnya lebih tampan dari tuan Willy, hidung mancung dan bibir tebal khas pria, rahang tegas dengan bulu tipis di sekitarnya membuat penampilannya lebih maskulin.
Belum lagi tinggi badan yang menunjang hingga terlihat gagah dan mempesona, Irene kira dia akan lebih gagah jika sedang di atas ranjang.
"Jika anda mencari Eve, dia sedang tidak bisa di pesan sekarang.." Irene tahu hampir semua pria tergila- gila pada Evelyn, apalagi setelah para pria merasakan Evelyn, namun pria di depannya baru pertama kali datang ke clubnya.
"Anda pendatang tuan?"
Devan tak bergeming, hatinya masih belum percaya jika Evelyn bekerja di tempat ini dan juga sebagai wanita panggilan.
"Karena aku baru melihatmu.." Irene terkekeh "Dan biasanya jika para pria sudah memesan Eve dia akan ketagihan karena itu aku mematok harga mahal untuk Eve, dia anak emas ku.." Devan berdecak wanita ini bicara dengan ringan meski bicara tentang menjual tubuh seorang wanita.
Dan wanita itu Evelyn, kekasihnya..
Sialan..
"Aku akan bayar tiga kali lipat, asalkan bisa bertemu hari ini juga." Irene terbelalak, semudah itu pria di depannya mengatakan tiga kali lipat dari harga yang dia patok, sedangkan harga yang dia sebutkan sudah dia naikkan dua kali lipat, apa pria ini sungguh penasaran dengan Eve..
"Maafkan aku tuan, tapi Eve penuh sampai tiga hari ini, ah lebih tepatnya tiga hari dua malam lagi.."
Devan mengeryit "Bisakah di sewa secara penuh?" yang Devan tahu biasanya mereka di sewa hanya satu malam lalu pelayanan selesai begitu pun wanita itu akan pergi, dan itu berlaku di hari berikutnya, harus melakukan transaksi lagi baru bisa menyewa kembali, lalu bagaimana bisa menyewa secara penuh.
Devan tahu cara kerja mereka, karena dia sendiri juga bukan orang yang bersih..
"Itu layanan spesial untuk investor kami tuan.. dan sepertinya ada bumbu jatuh cinta, maka itu investor kami berani membayar mahal."
Dada Devan bergemuruh, Jatuh cinta?
Tidak, tidak boleh ada cinta lain di hati Evelyn, karena kisah mereka belum usai, Devan masih kekasihnya,dan sudah cukup Evelyn lari darinya. Kali ini Devan tidak akan membiarkan Evelyn pergi lagi.
"Satu bulan." Irene terbelalak "Berapa yang harus aku keluarkan untuk satu bulan?" Irene menghitung dengan otak cantiknya.. satu bulan?.
Devan menggeleng "Tidak berapa uang yang harus aku keluarkan untuk mengeluarkan Eve dari tempat ini..?" Irene sudah tidak bisa menghitung..
Siapa sebenarnya pria ini, dan bagaimana bisa dia mengeluarkan banyak uang hanya untuk wanita panggilan seperti Evelyn, ya meskipun tak dapat di pungkiri Evelyn memang wanita sejuta pesona yang mampu meluluhkan semua pria.
"Apakah kau mengenal Eve sebelumnya?" Irene jadi penasaran.. "Emmh maafkan aku, tapi jika untuk keluar dari sini itu adalah keputusan Eve, meski sebenarnya aku tidak rela melepasnya karena dia adalah salah satu favorit para pria disini, dan tentu saja penghasilan yang ku dapat besar. Tapi yang pasti Eve memang akan pergi jika hutangnya sudah lunas.."
"Hutang?" Devan tertegun, Evelyn memiliki hutang?.
"Ya, ini urusan pribadi.. namun jika kau ingin tahu nominal hutangnya adalah dua ratus juta dolar, itu pokoknya saja.. "
Devan tertegun, baginya uang itu tidak terlalu banyak, namun bagi Evelyn tentu saja uang itu sangat banyak, lalu untuk apa uang sebanyak itu..?
"Jangan tanya aku uang itu untuk apa.." Irene menggeleng, rautnya menunjukkan rasa iba, yang entah karena apa.
Kali ini jantung Devan serasa berhenti berdetak, apa hidup Evelyn begitu sulit, hingga berhutang sangat banyak..
Astaga.. Devan baru menyadari..
Devan tak tahu apapun tentang Evelyn..
Apa begitu tak pedulinya kah dirinya dulu?.
Bahkan Devan baru menyadari perasaanya saat Evelyn sudah pergi meninggalkannya.
Tanpa Devan ketahui bahkan apa yang terjadi pada Evelyn akibat dirinya, karena itulah Evelyn begitu membenci Devan hingga ke tulang.
"Aku akan bayar semuanya, beserta bunganya, tapi setelah itu Evelyn menjadi milikku.
...
Prang..
Gelas kristal di tangan Evelyn tiba- tiba terjatuh.
"Ada apa?" Willy segera menghampiri Evelyn yang berdiri di depan bar dengan tertegun.
"Aku menjatuhkan gelasnya.." mereka akan minum di sofa sambil menonton film dan Evelyn bertugas membawakan gelas sedangkan Willy membawa sebotol anggur.
Evelyn akan memungut pecahan kaca namun dengan cepat Willy mencegahnya.
"Apa yang kau lakukan!" Willy menarik Evelyn menjauh "Aku akan panggil layanan kamar.."
"Kau sakit?" Willy menatap wajah Evelyn yang pucat.
"Ah, tidak.. aku hanya terkejut.." Evelyn menghela nafasnya.
"Duduklah!"
Evelyn mengangguk dan duduk dengan pasrah, beberapa saat kemudian seorang cleaning servis datang dan membersikan pecahan kaca.
"Kau sungguh tidak apa- apa..?" Willy memeluk Evelyn dari belakang berharap bisa memberi kenyamanan untuk Evelyn.
"Aku tidak apa- apa sungguh.." Evelyn memberikan kecupan manis di pipi Willy.
Willy tertegun dengan kecupan manis Evelyn "Aku semakin ingin memilikimu.."
"Untuk saat ini aku milikmu.."
"Aku ingin memilikimu selamanya.."
Evelyn menghela nafasnya "Aku sudah. katakan sejak awal tuan.."
"Ya, ya.. diamlah.." Willy mengeratkan pelukannya.
Evelyn terkekeh "Setelah ini carilah wanita yang baik tuan.. cintai dia sepenuh hatimu, dan menikah seperti yang kau mau.."
"Kau percaya jika aku bilang aku sudah pernah menikah..?" Evelyn menoleh.
"Apa?" Evelyn menatap tak percaya.
"Aku bahkan memiliki seorang putra." Evelyn tertegun.
"Istriku meninggal saat melahirkannya lima tahun lalu.. dan sangat sulit mencari wanita yang tulus mencintai putraku, kebanyakan dari mereka hanya menyukaiku atau bahkan uangku.." Evelyn menelan ludahnya kasar, saat itu Willy pasti sangat sakit, kehilangan seseorang yang dicintai memang sangat menyakitkan, tapi setidaknya Willy memiliki gantinya yaitu putranya yang di lahirkan istrinya, tapi Evelyn..? saat itu dirinya kehilangan segalanya, dan saat dia merasakan kebahagiaan karena memiliki 'penggantinya' Evelyn kembali kehilangannya.
"Maaf aku.." Tatapan Evelyn melayang ke lima tahun lalu dimana dia juga menghadapi kemalangan- kemalangan yang tak terduga dan Evelyn tak menyangka jika dia masih kuat hingga sekarang.
Willy mengedikkan bahu acuh "Tidak apa. Sejak saat itu aku menutup hatiku, tapi saat aku melihatmu.. aku seperti menemukan sosok istriku padamu.. maaf tapi sungguh aku tidak membandingkan mu hanya kalian punya kemiripan.. dia sangat energik, ceria dan penuh semangat, sepertimu.."
Evelyn tidak tahu harus berkata apa, maka dia hanya diam mendengarkan, meski tak dapat dipungkiri dia seperti ikut mengorek luka lamanya.
Willy terus bercerita banyak tentang dirinya dan anaknya berharap Evelyn luluh dan menerimanya.
Namun hati Evelyn sudah mengeras dan tak bisa di goyahkan lagi, dia tidak ingin memiliki ikatan kekasih apalagi pernikahan.
"Anakku sangat tampan dan cerdas, persis seperti ibunya, namun wajahnya mirip denganku.." Willy terkekeh.
Malam itu mereka habiskan dengan bercerita. Hanya Willy, sedangkan Evelyn hanya mendengarkan dan sesekali menanggapi, Evelyn sendiri tak berniat bercerita tentang hidupnya, baginya lukanya hanya miliknya dan biarkan semuanya terkubur dengan berjalannya waktu.
Evelyn hanya berharap, kelak dia bisa hidup tenang, tanpa gangguan apapun apalagi masa lalu..
Tanpa Evelyn tahu, takdir di depan sana telah di ciptakan, dan bukan hanya masa lalu saja yang akan hadir, namun lukanya akan kembali ke permukaan.
...
Boleh minta Vote di Dear My Ex Husband, atau hadiah juga boleh, atau rating 5nya juga boleh.
Buat yang ikhlas aja, kalau ada yang mau kasih, kasih disana ya, biar Ratingnya bertahan atau setidaknya gak turun buat yang mau berbaik hati terimakasih 🙏
Ai lop yu all..😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Anita
bagussssssss ♥️❤️♥️
2023-07-18
1
Metti Sukmawati
thor ko blm up
2023-06-13
0
Nur halimah
semangat Thor makin seru aja.up yg banyak ya 😁😁
2023-06-12
0