Evelyn menggeliatkan tubuhnya yang terasa pegal dan kaku, dia baru saja membuka mata dengan pemandangan tak biasa.
Seorang pria yang masih terlelap di sebelahnya dan memeluk pinggangnya dengan mesra.
Willy..
Setelah puas menungganginya semalaman mereka tertidur lelap dengan perasaan puas dan lelah.
Evelyn bergerak turun dan berjalan ke arah lemari, dan benar saja semua kebutuhannya sudah terpenuhi, semua pakaian sudah tersedia untuk tiga hari kedepan.
Willy benar- benar mempersiapkannya.
Meraih sebuah baju renang Evelyn memasuki kamar mandi, beberapa saat kemudian Evelyn keluar dari kamar mandi dengan pakaian renang di balut handuk kimono Evelyn memutuskan untuk berenang, selama berada di sana bukankah lebih baik menikmati semua pasilitas yang ada, kamar mewah ini dilengkapi kolam renang di balkon kamar, bahkan ada sebuah jacuzzi air panas tepat di sebelahnya.
"Kau akan kemana?" Willy mendudukan dirinya, terbangun karena suara gemericik air dari kamar mandi, dan siapa lagi pelakunya jika bukan wanita yang menemaninya semalaman.
"Berenang.."
"Baiklah aku akan menyusulmu nanti.."
Willy bangun dan segera menyusul Evelyn yang sudah membuka pintu balkon kamarnya.
Evelyn membuka kimononya dan menurunkan kakinya kedalam air lalu turun dengan perlahan.
Evelyn membasahi dirinya, tangan dan kakinya mulai bergerak menciptakan gelombang air tak berarti, membuatnya terus melayang dan bergerak tanpa tenggelam.
"Nyamannya.." Evelyn menengadah dengan wajah mendongak ke atas, menampilkan langit cerah diatas sana.
"Kau suka?" Willy meraih pinggang Evelyn.
"Astaga kau membuatku terkejut.."
Willy terkekeh "Apa yang kau pikirkan hingga tak menyadari aku turun."
Evelyn melingkarkan tangannya di leher Willy, dengan tubuh yang merapat Evelyn memiringkan wajah "Memikirkan bagaimana jika kita bercinta di bawah sini.."
"Haruskah kita melakukannya?"
Evelyn mencium bibir Willy "Aku masih milikmu, lakukan apa yang kau mau.."
Willy meremas bo kong Evelyn dibawah sana dan mendorongnya ke tepi dan menghimpitnya diujung kolam. "Sayang sekali kita belum sarapan.. dan aku tak ingin kau sakit karena kelelahan." Willy menggigit kecil dada Evelyn hingga Evelyn meringis nikmat.
"Ingin memesan layanan kamar?"
Evelyn menggeleng "Aku ingin turun, aku bosan di kamar.."
"Baiklah ayo.."
"Beri aku satu putaran.." Evelyn mendorong Willy dan mulai berenang menjauh.
"Jangan terlalu lama Baby.."
...
Devan melempar semua data yang dia dapatkan mengenai Cctv club, juga semua informasi tentang club tersebut yang tak hanya menyediakan kesenangan sebagai tempat minum dan dunia malam, club itu juga menyediakan layanan ++.
Devan tahu setiap club pasti memiliki layanan tersebut entah itu secara terang- terangan atau pun sembunyi- sembunyi.
Tapi yang membuat Devan tak percaya ada satu nama yang dia kenali dan menjadi salah satu wanita penghibur disana.
Evelyn..
Jika itu hanya sekedar nama mungkin Devan tak akan percaya, tapi disana terlihat jelas wajah Evelyn melengkapi data dirinya dan foto itu di ambil dengan pose menantang.
Meski make up Evelyn cukup tebal namun Devan masih mengenali wajah itu.
Wajah yang selalu menghiasi hari- harinya di masa lalu.
Pipi Evelyn di poles perona berwarna pink dengan bibir yang juga di gincu merah menggoda.
Devan tahu itu Evelyn, tapi bagaimana bisa Evelyn menjadi wanita penghibur disana..
Apa yang terjadi..
Devan meremas rambutnya frustasi..
"Tuan, kita harus segera berangkat.." Tina mengabarkan, seharusnya mereka memang pulang hari ini pekerjaan mereka sudah selesai.
"Tunda keberangkatan, dan buatkan aku janji dengan pemilik club itu.." Tina mengeryit, merasa heran. Penerbangan mereka sudah siap dan tuannya menunda keberangkatan hanya demi membuat janji dengan pemilik club malam. Namun tak ada jalan lain selain menuruti keinginan tuannya, semua keputusan ada di tangan pria itu.
"Baik tuan.." Devan beranjak dan keluar dari dalam kamar, kepalanya di penuhi kemungkinan- kemungkinan buruk tentang Evelyn hingga rasanya ingin meledak, dadanya terasa sesak untuk bernafas.
Devan berjalan memasuki lift dan ingatannya tertuju pada kejadian tadi malam, dimana dia seperti melihat Evelyn bersama seorang pria.
Jika benar Evelyn menjadi wanita penghibur, apakah semalam dia juga sedang bekerja untuk melayani pria itu.
Devan merasa linglung kakinya serasa melayang dengan dada yang penuh sesak, bertumpu pada tepian lift Devan menekan dadanya yang terasa sesak.. tiba- tiba ingatannya memutar ke masa lalu.
Astaga, apa yang sudah aku lakukan.. Batin Devan berteriak.
(Bagus sekali bukan, dia itu sudah seperti pela cur bedanya jika pela cur mendapat bayaran, tapi dia suka rela melakukannya denganku tanpa bayaran.. bahkan sepenuh hati..)
Tiba di lantai satu Devan berjalan setengah berlari pergi ke ruang cctv, dia harus memastikan benarkah yang dilihatnya adalah Evelyn?.
Belum juga Devan masuk ke ruang keamanan tersebut, dari arah lift yang terbuka Devan melihat sosok yang di carinya berjalan bergandengan tangan dengan seorang pria.
Evelyn nampak tertawa ceria dengan tangan yang terus di kecupi pria di sebelahnya.
"Kau berlebihan tuan tampan.." mata Evelyn menggerling menggoda.
"Tapi aku suka aromamu.." Willy kembali mengecup tangan Evelyn.
Evelyn terbahak "Aku bahkan memakai sabun yang sama denganmu,"
"Tapi kenapa di kulitmu terasa lebih wangi.." Devan tak mampu lagi mendengar percakapan Evelyn dan Willy, karena mereka sudah berjalan semakin jauh dan memasuki restoran di sebelah kanan lobi.
Devan terpaku di tempatnya, dadanya terasa semakin sesak dengan tubuh yang serasa mati rasa.
Devan linglung, beruntung sebelum terjatuh sang asisten sudah berdiri di sebelahnya dan menopang tubuhnya.
Bagaimana mungkin, bagaimana mungkin apa yang di katakannya menjadi nyata.
Evelyn menjadi pela cur..
"Tuan, janji dengan pemilik club sudah di buat.."
.....
Boleh minta Vote di Dear My Ex Husband, atau hadiah juga boleh, atau rating 5nya juga boleh.
Buat yang ikhlas aja, kalau ada yang mau kasih, kasih disana ya, biar Ratingnya bertahan atau setidaknya gak turun buat yang mau berbaik hati terimakasih 🙏
Ai lop yu all..😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Ipul Pasha
ucapanmu devan.......geram q
2024-04-22
0
Saadah Rangkuti
kasih flashback thor
2024-03-31
0
Anisatul Azizah
flashback, flashback, flashback😅😅😅
2024-02-21
0