Menikmati suasana pagi memang paling menyenangkan bagi Evelyn, bangun tidur setelah lelah bekerja semalam dan menikmati secangkir kopi untuk meringankan beban tubuhnya.
Namun Evelyn mengeryit saat melihat toples kopi telah kosong, "Oh, habis.." Evelyn bergerak ke arah lemari es untuk menggantinya dengan susu, tak masalah susu bahkan lebih sehat. Meraih susu dan menutup pintu lemari es kembali, namun belum tertutup sempurna Evelyn kembali membukanya "Aku belum belanja.." melihat bahan makanan juga sudah habis Evelyn pergi ke arah kamarnya untuk membersihkan diri lalu memutuskan akan pergi berbelanja.
Jika dimalam hari Evelyn akan mengenakan gaun terbuka demi pekerjaannya tidak di siang hari, baginya siang hari adalah dirinya, merapikan rambutnya yang dibiarkan tergerai, lalu bersiap keluar kamar dengan pakaian sederhana, celana jeans semata kaki dan kaos longgar lengan pendek berwarna putih melekat di tubuhnya. sepatu plat menghiasi kakinya dan membuatnya nyaman meski kini tubuhnya tak terlihat tinggi jika dibanding mengenakan high heels.
Namun Evelyn menyukainya, menjadi dirinya sendiri sangat nyaman tanpa merasa sesak akan gaun ketat bahkan kaki yang pegal karena hak tinggi di sepatunya.
Memasuki mobilnya Evelyn melajukan mobilnya ke arah mini market langganannya.
"Selamat datang.." Sapaan dari penjaga toko membuat Evelyn tersenyum.
"Selamat pagi Boni."
"Oh, Eve.. kau berbelanja.."
"Humm, aku tak sadar jika makanan ku habis.." Boni mendengus.
"Bagus sekali, kau menunggu hingga kelaparan. Jika tak punya uang jual saja mobilmu, untuk apa memiliki mobil jika tak punya uang.." Evelyn terbahak.
"Kau benar, tapi bagaimana lagi aku terlihat kaya dengan mobilku, aku tak suka di anggap miskin.." Boni menggeleng sambil mencebik.
Evelyn bergerak ke arah troli dan berjalan ke arah rak. Evelyn memang sudah menjadi langganan di sana sejak dia tak punya apapun. Bahkan saat itu Boni lah yang dengan suka rela membantunya meski hanya dengan sebungkus roti tapi itu sangat berarti bagi Evelyn, Evelyn yang kelaparan dan tak punya tempat bernaung bertemu Boni di depan tokonya dan Boni memberikannya sebungkus roti untuk dia makan, karena itu Evelyn selalu datang ke sana, Toko itu dulu hanya sebuah toko kecil warisan orang tua Boni, hingga kepintaran Boni dalam mengolah toko tersebut kini toko itu menjadi besar dan lengkap, berbagai makanan kaleng, siap saji, hingga sayuran segar ada disana, persis seperti supermarket kebanyakan, namun dalam versi lebih kecil.
"Boni aku akan beli kopi dulu.." Boni mengangguk dan mulai menghitung belanjaan Evelyn, sedangkan Evelyn pergi ke sebrang mini market untuk membeli kopi.
Devan berolah raga pagi dengan berlari menyusuri trotoar jalanan kota, sejak dia melihat Evelyn semalaman Devan tak mampu memejamkan mata, rasa sakit di hatinya membayang hingga rasanya sulit bernafas, maka pagi- pagi sekali Devan keluar hotel untuk menghirup udara segar, Devan butuh bernafas.
Entah sudah sejauh mana Devan berlari, yang jelas nafasnya sudah terengah merasa lelah,dengan tubuh penuh keringat.
Devan berjongkok untuk mengambil nafas, melihat sekelilingnya dan memutuskan membeli sebotol minuman di sebuah mini market.
"Selamat datang.." Devan berjalan ke arah lemari pendingin dan mengambil sebotol air mineral, lalu kembali ke arah pintu keluar dimana kasir berada "Totalnya 4 dolar tuan.." Devan merogoh sakunya namun dia mengeryit saat tak menemukan dompetnya, sial apa dia tak menyadarinya jika keluar dari hotel dengan tangan kosong.
Sang kasir mengangkat alisnya saat melihat pria di depannya kebingungan dengan tangan meraba saku di celana trainingnya "Ada masalah tuan?"
Disaat yang sama seorang wanita masuk kedalam toko lalu meletakkan satu cup kopi dan satu kotak kecil cake "Boni untukmu.." Boni menoleh dan tersenyum.
"Terimakasih.. Eve.." Evelyn mengangguk belum menyadari siapa pria yang terpaku saat melihatnya, Evelyn sendiri sibuk dengan ponsel di tangannya.
"Berapa total belanjaanku?" Evelyn mendongak, saat itulah dia menyadari jika dirinya tak hanya berdiri sendiri di depan Boni.
Mata Evelyn membelalak saat melihat siapa pria yang berdiri di sebelahnya bahkan dengan tatapan tak berkedip.
"Lyn..Eve.." Devan masih terpaku dengan lidahnya yang terasa kelu, wanita yang dicarinya kini ada di hadapannya.
Untuk beberapa saat pandangan mereka beradu.
"Kalian saling mengenal..?" Evelyn lebih cepat mengendalikan dirinya dan menatap Boni.
"Ambil kembaliannya untukmu.." Evelyn menyimpan beberapa lembar uang kertas di atas meja kasir dan berlalu pergi.
"Eh, Eve..?"
Devan tersadar saat Evelyn keluar dari toko menuju mobilnya dan dengan cepat Devan mengejarnya dia bahkan tak peduli Boni berteriak.. "Tuan, minumannya bagaimana?!." Boni berdecak kesal, kalau tidak di beli kenapa harus diambil "Merepotkan!"
Tatapan Boni terarah pada Evelyn yang terlihat berdebat dengan pria tersebut, siapa pria Itu?, apakah mereka saling mengenal? rasa- rasanya selama berjualan dia baru melihat wajah pria itu.
"Eve,.." Devan berhasil mengejar Evelyn dan mencegahnya membuka pintu mobilnya "Kemana saja kau selama ini..? aku mencarimu, kau tahu aku rasanya hampir gila..." Evelyn mengeryit melihat Devan bertanya dengan berapi- api.
"Siapa yang kau maksud tuan..?" Evelyn menampilkan wajah acuh seolah tak mengenali Devan.
"Eve?" Devan tercengang melihat tatapan Evelyn begitu dingin.
"Menyingkirlah, aku tidak mengenalmu!" Evelyn mendorong Devan, jika dalam kondisi sadar Devan mungkin tidak akan bergeming hanya karena dorongan tangan kecil Evelyn, namun saat ini Devan yang terkejut melihat tatapan Evelyn hanya bisa mundur lemah saat Evelyn menyingkirkannya dan menaiki mobilnya.
Evelyn berusaha menenangkan dirinya, namun nafasnya terasa sesak dengan air mata yang menuruni pipi Evelyn berteriak keras "Akhhhh.." kenapa pria itu harus muncul lagi dihadapannya, Evelyn kira dia sudah selesai dengan masalalunya, dan terlepas dari Devan.
Namun hari ini pria itu ada di hadapannya dia seperti bertemu dengan hantu. Tidak, bukan rasa takut yang Evelyn rasakan, namun rasa jijik dan benci yang mendalam pada pria itu, Devan.
.....
Bab ini di buat setelah kalian banyak berkomen😅 jadi..
Komen..
Komen...
Komen...
😜😜😜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Ipul Pasha
q makin penasaran ada apa dengan masa lalu mereka ya...?
2024-04-22
0
Mengmeng
iya deh iyaa.. harus selalu diingatkan nih buat konen wkwk
klo enggak pasti cuma fokus baca
2023-12-02
0
prasty sakura
hadirrr...
2023-10-06
0