Sewaan Tiga Hari Penuh

Pertemuannya dengan Devan membuat Evelyn merasa enggan keluar rumah, takut- takut bertemu lagi dengan pria itu, Apa Evelyn terkesan menghindar?, tentu saja, dan Evelyn tak peduli. Evelyn memilih menghindari pria itu dan jika bisa seumur hidupnya dia tak ingin bertemu lagi dengan Devan.

Itulah alasannya lari ke negara ini, karena dia ingin menghindari masa lalunya, namun ternyata pelariannya membuat kisahnya belum usai hingga Devan mencarinya.

Devan mencarinya, pria brengsek itu mencarinya..

Untuk apa pria itu mencarinya?.

Bukankah harusnya dia bahagia karena Evelyn telah menghilang dari hidupnya?.

Lalu kini Devan muncul kembali dan berkata hampir gila karena mencarinya.

Pria itu bukan hampir gila lagi, tapi benar- benar gila!.

Evelyn meremas kedua tangannya, kakinya tertekuk memeluk diri sendiri, ingatan masa lalu yang pedih dan menyakitkan terlintas kembali, susah payah Evelyn menguburnya dan kini pria itu seolah menggali kembali kenangan itu.

Ponselnya berdering, sekilas Evelyn melihat nama Willy disana, ah iya dia punya janji untuk pergi menemani pria itu jalan- jalan, hampir saja dia lupa.

Bagaimana tidak lupa sejak tadi dia hanya memikirkan kemungkinan buruk apa yang akan terjadi setelah pertemuannya dengan Devan. Bahkan Evelyn tak lagi memikirkan makanannya.

Evelyn berjalan dengan menghela nafasnya lalu merapikan belanjaan yang sejak tadi masih di dalam tasnya, satu tangannya menempelkan ponsel di telinganya.

"Kau sudah siap?" Evelyn mengeryit.

"Ini belum pukul 7" setahunya mereka janji pergi pukul 7 malam.

"Ya, tapi aku sudah di depan rumahmu.."

"Apa?" Evelyn tercenung.

"Tidak ingin mempersilahkan aku masuk?."

Evelyn berjalan ke arah pintu dan membukanya, benar saja Willy ada di sana dengan senyum sinisnya "Seperti ini ratu Club jika sedang dirumah..?" Evelin masih mengenakan pakaian yang tadi pagi, dengan kaos dan celana jeansnya. "Kamu terlihat seperti remaja.."

Evelyn mendengus "Masuklah.."

Willy memasuki rumah Evelyn meski kecil, rumah itu terlihat nyaman dan bersih, ada perasaan hangat saat menginjakan kaki di dalamnya, sentuhan wanita lembut tergambar jelas di setiap sudut.

"Kau tinggal sendiri..?" Ruang tamu dan dapur menyatu hingga Willy bisa melihat Evelyn tengah merapikan belanjaannya.

"Kau fikir aku akan membiarkanmu masuk jika ada orang lain.."

Willy mengedikkan bahu "Aku kira ada ayah atau ibumu.." Tangan Evelyn yang sedang memasukkan kopi ke dalam toples terhenti.

Ayah dan Ibu..

Evelyn bahkan sangat merindukan sosok itu jika saja dia masih punya kesempatan untuk bertemu.

"Kau ingin kopi?" Evelyn mengalihkan pembicaraan.

Willy menghela nafasnya lalu mengangguk "Tentu.."

"Aku ingin bertanya dari mana kau tahu rumah ku, tapi aku lupa kalau ada Irene." Evelyn meletakkan secangkir kopi di depan Willy "Aku akan berganti pakaian dulu, nikmati kopimu." Evelyn akan pergi namun Willy mencegahnya.

"Ada sesuatu terjadi, matamu terlihat bengkak?." Willy memang ingin menanyakan sejak tadi, saat melihat Evelyn membuka pintu Willy sudah memperhatikan mata Evelyn yang merah, namun melihat suasana hati Evelyn yang tak banyak bicara dia menahannya, dan kini melihat Evelyn diam saja membuatnya tak tahan.

"Tidak ada." Evelyn menepis halus tangan Willy lalu pergi ke arah kamarnya.

Setelah beberapa saat menunggu, Evelyn keluar dari kamarnya dengan penampilan berbeda, jauh berbeda dengan Evelyn yang Willy lihat tadi.

Kali ini dress seksii sudah melekat di tubuhnya, wajahnya di polesi make up, meski terlihat cantik dan menggairahkan, tapi Willy rasa dia lebih suka Evelyn yang sederhana, bagaimana ini niatnya membuat Evelyn lambat laun menyukainya lalu jatuh cinta, tapi jika begini dialah yang malah semakin terpesona dengan sosok Evelyn yang baru dia lihat.

Evelyn berdehem "Kita belum memulai apapun tuan, jadi jangan terpesona dulu.." Evelyn menggerlingkan matanya.

Willy tertegun gaya bicara Evelyn sudah kembali ceria dan menggoda sekarang, Willy jadi bingung yang manakah sipat wanita itu sebenarnya.

Evelyn berjalan mendekat dan menggandeng tangan Willy "Ayo kita akan kemana?"

"Kau ingin kemana?" Evelyn mengeryit.

"Anda lupa siapa yang mengajakku tuan?"

"Biasanya wanita akan suka ke mall, menonton, belanja.." mereka berjalan ke aran pintu lalu keluar rumah.

Evelyn terkekeh "Dan aku bukan wanita kebanyakan, dan kegiatan seperti itu dilakukan pasangan yang berkencan.." Evelyn memiringkan wajahnya "Ataukah kita juga harus menyebut ini sebuah kencan? kencan panas." Evelyn menggerlingkan matanya menggoda.

Willy terkekeh "Jika begitu kau harus menjadi kekasihku dulu.." Willy membuka pintu mobil untuk Evelyn.

"Terimakasih.."

Willy mulai melajukan mobilnya, di depan dan belakang mereka ada sebuah mobil yang mengikuti dan mengawal tentu saja itu adalah para bodyguard Willy, entah apa pekerjaan pria ini selain menjadi investor club sehingga kemanapun dia pergi ada pengawal yang mengikuti.

Apa dia seorang Petinggi negara?

Ataukah seorang mafia?

Evelyn tak peduli, dia hanya bekerja menemani pria itu selama di sana, setelah itu pekerjaannya selesai.

Perjalanan yang di tempuh tak terlalu lama, Willy menghentikannya di sebuah pantai "Pantai.. oh kau serius?" Willy mengangkat alisnya "Haruskah aku menyebut ini benar- benar kencan?."

Willy mengangkat bahunya acuh, "Kau tidak suka mal?."

Evelyn menggeleng "Kau benar harusnya aku memintamu ke mal dan membeli perhiasan atau berlian?.." Evelyn mencebik dan membuka pintu mobil.

"Baiklah, nona mata duitan.. bagaimana jika setelah ini kita ke mal dan beli banyak perhiasan untukmu.." Willy memeluk bahu Evelyn "Tapi sebelum itu kita harus makan dahulu." Willy menunjukkan sebuah meja yang sudah di tata sedemikian rupa dan berbagai macam jenis makanan di atasnya.

Evelyn tertegun sesaat, ingatan masa lalu tiba- tiba hadir, saat seorang pria memperlakukannya romantis dengan berbagai kejutan yang manis dan indah untuknya, dan tentu saja pria itu adalah Devan.

"Ouh makan malam romantis.." Evelyn tersenyum dengan cepat menguasai dirinya.

"Kau suka?" Mata Willy menatap penuh harap.

"Aku ingin bicara untuk tidak mempersulit dirimu tuan, karena aku tidak akan berubah pikiran, jika ini kau lakukan untuk membuatku terkesan.."

Willy menghela nafasnya, niatnya sudah tertebak "Lalu apakah kita hanya akan melakukan kegiatan ranjang selama aku disini..?"

Evelyn mengedikkan bahu "Itu memang pekerjaanku.. kau menyewaku pada Irene untuk tiga hari penuh jadi selama itu pula aku milikmu, tapi setelah itu aku tidak berharap ada sebuah hubungan yang terjalin." Willy memang sudah menyewanya lewat Irene untuk tiga hari kedepan, dan Irene sudah menghubungi Evelyn dan mentransfer uang muka dari Willy.

Willy mengangguk, kini tatapannya berubah datar. "Aku mengerti, duduklah!" Willy menarik kursi dan membiarkan Evelyn duduk.

Selama kegiatan makan malam mereka diisi dengan keheningan, Evelyn hanya melihat Willy sesekali yang juga hanya diam, sepertinya pria itu marah padanya karena perkataannya, namun Evelyn tak ingin memberi harapan lebih untuk Willy, maka dari itu Evelyn harus menegaskan mulai sekarang.

"Tuan?."

Willy mendongak "Aku tidak suka jika hanya diam, Apa selama tiga hari ini kita hanya akan seperti sekarang?"

"Apa?"

"Kau terus diam dan kembali ke mode off seperti kemarin.." Evelyn mencebik dengan raut kesalnya.

Willy menatap Evelyn tak berkedip lalu tertawa "Astaga Eve.." Willy memang sedikit kesal, namun melihat raut wajah Evelyn yang menggemaskan, kekesalannya menguap begitu saja.

Evelyn tersenyum "Seperti itu bagus.. jadi kapan kita akan memulainya?" Willy menegang saat merasakan sesuatu menyentuh kakinya bergerak naik hingga ke paha.

Kaki Evelyn menggerayanginya di bawah sana.

...

Terpopuler

Comments

Lisa Putri

Lisa Putri

ok

2023-09-24

0

ika

ika

karya"nya bagus thor...
ga bertele"...
seru...
trus lah berkarya...

2023-09-21

0

Mom Dee🥰🥰

Mom Dee🥰🥰

cerita author ini bagus², semua kisahnya sdh hampir aku baca semua 🥰

2023-07-04

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!