Siapa Dia..?

"Anda di kontrak selama dua tahun dan dibayar secara penuh."

"Apa?!"

Sialan Irene benar- benar menipunya.

Evelyn menghela nafasnya "Begini, aku tidak tahu tentang hal ini, jadi aku akan bicarakan ini dengan Irene dulu." Evelyn bangun dan akan pergi namun tiba- tiba di belakangnya ada dua pria bertubuh kekar memakai pakaian serba hitam.

Evelyn mundur kebelakang, wajahnya pucat pasi "Apa- apaan ini?" Evelyn menoleh ke arah Tina yang bergeming.

"Maaf nona, Anda hanya perlu tanda tangan saja berkasnya."

"Tetap saja ini tak masuk akal.. kalian menipuku ya!" Evelyn menatap tajam dua pria berbadan besar di depannya.

"Kalian sindikat perdagangan manusia?"

"Tidak nona, kami hanya pegawai biasa, dan mereka hanya menjalankan tugas untuk memastikan anda tanda tangan."

"Aku tidak mau.. apa- apaan kalian!. aku harus menghabiskan waktuku selama dua tahun dengan pria yang tidak aku kenal.."

"Jika anda tetap tidak mau kami akan menempuh jalur hukum!"

Evelyn tertawa "Kalian pikir aku bodoh, bagaimana kalian bisa menuntutku hanya karena tidak mau tanda tangan kontrak."

"Bukan Anda Nona, tapi nyonya Irene, jika beliau tidak bisa membuat anda tanda tangan kontrak maka semua bisnisnya akan tuan kami hancurkan."

Evelyn terbelalak, lalu sedetik kemudian dia bisa menguasai dirinya "Bagaimana bisa kalian bersikap semau kalian, memang siapa kalian." benar memang siapa mereka bisa bersikap seenaknya, Evelyn tidak percaya.

"Tentu saja tuan kami bisa melakukannya, bahkan beliau juga membayar semua hutang anda beserta bunganya." Evelyn terbelalak bagaimana bisa ada orang yang tahu semua hutangnya, dan bagaimana bisa pria itu mengeluarkan uang yang tak sedikit hanya demi menyewanya.

Bahkan dengan bekerja selama dua tahun ini Evelyn masih belum bisa melunasinya.

Tina masih bergeming dalam hati meringis kasihan melihat wajah Evelyn sudah semakin pucat.

"Silahkan tanda tangan Nona.." Evelyn menoleh melihat pria berbaju hitam berkata dingin padanya.

Evelyn menatap tajam "Aku tidak akan tanda tangan, aku juga tidak pernah meminta tuanmu atau siapapun melunasi hutangku."

"Jika begitu kembalikan sekarang juga uang itu!, uang yang sudah tuanku berikan untuk melunasi semua hutang anda." Evelyn tertegun, lalu melihat Tina.

Sebenarnya siapa mereka kenapa membawa kerumitan dalam hidupnya.

Dan bagaimana bisa dia mengembalikan semua uang itu hari ini juga, tapi bisa saja jika Irene mengembalikan uang yang sudah di dapatnya dari tuan mereka, baru saja pemikiran itu terlintas suara Tina kembali membuat Evelyn terdiam.

"Dua kali lipat!."

"Apa!!" Evelyn berteriak tertahan.

"Kalian benar- benar akan menipuku!"

"Kenapa membuat rumit nona, anda hanya perlu tanda tangan kontrak selama dua tahun, dan anda akan terbebas dari semua hutang anda."

Evelyn masih diam sedangkan tangannya mencari ponsel di tas kecil miliknya, saat tangannya bergulir mencari no Irene sebuah pesan muncul membuat Evelyn tertegun dan lemas seketika.

Irene: Maafkan aku Eve, tapi sudah saat nya kau keluar dari dunia gelap ini, dan yang pasti kamu harus menikmati hidupmu, hutang mu sudah lunas jadi hiduplah bahagia.

Evelyn menggeram marah membaca pesan dari Irene tersebut, yang benar saja Irene ingin dia lepas dari dunia malam, namun menyerahkannya untuk melayani seorang pria selama dua tahun, bukankah itu sama saja, hanya bedanya hanya satu pria yang di layaninya, intinya Evelyn masih menjadi wanita pemuas nafsu pria hidung belang itu, dan tentu saja harus siap sedia saat pria itu menginginkannya.

Dan bukan tidak mungkin dia hanya menjadi simpanan, melihat kontrak yang tadi di sebutkan,

Evelyn harus menjaga privasi pria itu.

Dua tahun, dia harus hidup tersembunyi..?

"Apa bedanya nona, anda sama- sama bekerja, bedanya anda hanya akan melayani tuan kami, bukankah bagus, anda tidak perlu takut terkena penyakit menular, pekerjaan sebagai pekerja sekss komersial berisiko tinggi mengalami penyakit kelamin." Perkataan Tina sangat tajam dan menusuk hatinya, tapi Evelyn tak bisa berkutik karena wanita di depannya berkata benar, bahkan Evelyn juga merasa takut karena itu dia selalu memeriksakan diri secara rutin dan terkadang meminta si pria memakai pengaman .

"Dan lebih bagus lagi anda bisa melunasi hutang anda selama dua tahun, yang belum tentu bisa anda lunasi selama dua tahun kedepan."

Evelyn memejamkan matanya, dan menghela nafasnya "Baiklah tapi aku ingin syarat- syarat tertentu agar aku tidak dirugikan."

"Aku tidak ingin, melakukan sekss dengan cara tak lazim, atau cara- cara yang menyakiti tubuhku.."

"Anda bisa memegang ucapan saya."

Hanya dua tahun, dan Evelyn bisa bebas.

Bebas dari hutang dan Evelyn bisa hidup normal seperti impiannya, pergi ke tempat baru dan menjalani hidup baru.

Tina menghela nafas lega saat akhirnya Evelyn menyetujuinya, dia di perintahkan oleh Devan untuk membuat Evelyn tanda tangan, Tina bertanya- tanya kenapa tidak tuannya yang secara langsung menjumpai Evelyn namun pertanyaannya hanya ada di dalam hati, intinya dia tak berani membantah dengan perintah Devan yang bahkan tak masuk akal.

Bagaimana tidak, Devan membayar mahal wanita ini mencapai lima ratus juta lebih untuk hutang beserta bunganya, belum masuk hitungan uang yang dia berikan pada Irene untuk melepaskan Evelyn dari club malamnya.

Tina tahu Tuannya tidak mencintai kekasih sekaligus tunangannya nona Diana, dan menjalani hubungan ini karena sebuah bisnis, dan Tina menatap tak percaya pada Evelyn yang bahkan hanya wanita panggilan tapi Devan rela mempertaruhkan segalanya demi memiliki wanita ini, apa sebenarnya hubungan mereka hingga Devan bahkan tak berani menampakkan dirinya di depan Evelyn.

"Sudah." Evelyn menatap kesal lembaran kertas itu dan bangun dari duduknya. "Sekarang aku akan pergi."

Evelyn mengeryit saat kedua pria berbaju hitam itu masih bergeming di tempatnya "Apa mau kalian, bukankah aku sudah tanda tangan."

"Selama masa kontrak anda harus tinggal di tempat yang sudah tuan sediakan untuk itu kita akan segera berangkat."

"Apa lagi sekarang." Evelyn memijat pelipisnya "Baiklah, baiklah. Tapi izinkan aku untuk mengambil beberapa barangku, dua tahun bukan waktu yang sebentar, tidak mungkin aku pergi dengan tangan kosong bukan!?"

"Aku tahu orang kaya memang sudah pasti menyiapkan segalanya, tapi tetap saja aku memiliki barang berharga di rumahku."

"Jika begitu biarkan anda pergi dengan pengawalan." Suara Tina terdengar lagi setelah banyak melamun memikirkan siapa Evelyn bagi tuannya sebenarnya.

"Belum apa- apa aku sudah seperti tawanan." keluhnya.

"Aku tidak akan lari, dan aku yakin jika pun aku lari kalian masih bisa menemukan ku lalu menuntutku begitu kan?."

Evelyn menghela nafasnya "Dua tahun bukan waktu yang sebentar, dan aku juga harus berpamitan pada orang- orang terdekatku."

Tina terdiam sesaat lalu mengangguk.

"Baiklah, kami akan mengawasi anda dari jauh." Evelyn memutar matanya malas, sampai segitunya.

Dan kini di benak Evelyn ada sebuah siapa pria itu sebenarnya.

Kenapa dia tidak muncul secara langsung, dan menghadapinya tapi malah memerintah sekertarisnya untuk menemuinya dan membuat perjanjian.

Perjanjian gila, entah apa tujuan pria itu.

Jika ingin wanita dan takut tertular penyakit kela min harusnya menikah saja, kenapa malah mengontraknya, dan dua tahun?. Bukankah itu terlalu lama, benar- benar tak masuk akal.

"Satu pertanyaan ku?" Tina mendongak melihat Evelyn yang menatapnya serius.

"Siapa pria yang menyewaku?"

...

Terpopuler

Comments

Ipul Pasha

Ipul Pasha

q udah senang bagian bab ini....

2024-04-23

0

Mom Dee🥰🥰

Mom Dee🥰🥰

makasih up nya thor

2023-07-04

0

Nur halimah

Nur halimah

lanjut thor seru banget😁💪💪

2023-06-16

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!