Di teras luar Helen Greece berkata
"Tentang perahu itu."
Dave menandangnya dan berkata
"Saya tahu apa yang anda pikirkan dokter. Saya juga menanyakan kepada diri saya sendiri. Perahu itu seharus ya sudah tiba di sini sekak tiga jam yang lalu. Tapi sampai sekarang tidak ada tanda tandanya. "
Helen berkata
"Menurut anda perahu itu tidak akan datang."
Dave menyahut
"Menurut saya ini semua sudah di rencanakan."
Sebuah suara yang terdengar marah berkata
"Perahu sialan itu tidak datang juga. "
Dave mengalihkan pandangannya ke belakang dan berkata
"Anda juga berpikir demikian kapten."
Kapten Morris memandangnya dengan tajam.
" Tentu saja. Harusnya perahu itu sudah tiba sejak pagi tapi nyatanya sampai sekarang perahu itu tidak muncul. Kita semua terkurung di sini bersama dengan pembunuh gila."
Dia berbalik dengan cepat dan pergi menuju tepi pantai. Langkahnya gontai dan di seret. Seolah olah ada beban berat di pundaknya.
Helen berkata
" Sepertinya kita semua akan jadi gila sepertinya."
Dave berkata sambil tertawa
"Saya rasa anda tidak dokter."
Helen Greece hanya mengangkat bahunya. Dia kemudian masuk ke dalam rumah. Tiba tiba Brown dengan tergopoh gopoh menuju ke arahnya.
"Maaf dokter saya i gin berbicara dengan anda."
Greece cukup terkejut. Wajah Brown pucat seperti habis melihat hantu. Akhirnya dia menganggukkan kepala nya dan berjalan mengikuti Brown ke dalam.
"Ada apa Brown ? Kau tidak enak badan. Wajah mu sangat pucat."
"Mari kita bicara di sini dokter."
Brown membuka pintu ruang maka. Helen berjalan mengikutinya dan menutup pintu di belakangnya.
"Nah katakan sekarang ada apa ? "
Brown sangat gugup. Dia menelan ludah berkali kali. Berusaha membasahi bibirnya. Dia berkata
"Ada sesuatu yang aneh di sini dokter."
"Apa itu ? "Greece bertanya dengan hati hati.
Dengan gugup Brown berusaha berbicara
" Ini tentang boneka itu dokter. Boneka porcelain yang berjumlah sepuluh iitu. Boneka itu hilang dua dari sini dokter. Saya yakin kemarin masih ada sepuluh buah. Saya berani bersumpah."
Helen berkata dengan nada heran
" Memang ada sepuluh. Kemarin kami juga menghitungnya. Lalu kenapa ? "
"Sebenarnya semalam saat saya membereskan ruang makan. Saya melihat boneka itu cuma tinggal sembilan. Saya tidak ambil pusing. Sampai tadi pagi saat saya menyiapkan sarapan boneka itu tinggal delapan sekarang dokter."
Setelah makan pagi Victoria Barren mengajak Rebbeca Cluster untuk berjalan jalan dan melihat kalau kalu perahu datang. Rebbeca menyetujuinya.
Angin laut berhembus. Terdengar ombak ombak yang memecah karang. Akan tetapi tanda tanda perahu tidak terlihat.
Victoria berkata
"Apakah perahu tidak akan datang hari ini ? "
Rebbeca dian saja . Tidak menyahut atau pun memberikan jawaban.
Rebbeca sedang panik . Dia histeris. Dia berusaha menenangkan dirinya sendiri. Akhirnya dia menjawab
"Mungkin perahu akan datang sebentar lagi. Saya ingin segera pergi dari pulau terkutuk ini."
Victoria berkata dengan nada putus asa
"Kita semua juga mengharapkan seperti itu."
Rebbeca berkata
"Semuanya tampak luar biasa."
Victoria memandangnya dengan heran dan berkata
"Saya tidak bisa mengatakan betapa bodohnya diriku hanya karena rekomendasi pengacaraku yang membuatku berada dalam pulau terkutuk ini."
Rebbeca asal bergumam
"Ya saya rasa demikian."
Victoria menghela napasnya dan mengalihkan pandangannya ke laut dan berkata
"Ya tentu saja."
Rebecca menarik napas dalam dalam dan berkata
"Apakah menurut anda benar bahwa Brown dan istrinya membunuh majikan mereka?"
Victoria memandang Rebbeca dalam dalam. Sorot matanya tak bisa di artikan. Dia berkata
"Ya saya rasa demikian. Bagaimana menurut anda sendiri."
Rebbeca tertegun dengan pertanyaan Victoria. Dia berkata
"Saya rasa wanita itu sangat takut. Entah apa, wajahnya sangat pucat. Sikapnya takut takut. Ya saya rasa dia takut karena rasa bersalah itu."
Victoria berpikir sambil memandang laut. Kemudian dia berkata
"Semua mendukung teori tersebut. Dari cara wanita itu berteriak histeris, pingsan. Sikap Brown yang takut takut. Ya saya rasa itu sudah jelas. Tidak bisa di pungkiri, bahwakenungkinan itu ada. Mereka berdua membunuh majikannya."
Rebbeca berdeham dan berkata
"Bagaimana dengan yang lain?"
Dengan alis terangkat Victoria bertanya
"Maksudnya? Oh tuduhan yang lain . "
Dengan suara pelan Rebbeca berkata
"Ya tentang Kapten Morris tuduhannya atau tuan Andy Hart. ."
Victoria menjawab dengan sikat
"Saya percaya apa yang dikatakan tuan Morris. Dan untuk tuan Andy Hart saya tidak yakin. "
Setelah itu dia beranjak masuk ke rumah meninggalkan Rebbeca yang sibuk dengan pikirannya sendiri.
Helen Greece keluar dari ruang makan menuju teras.
Tuan Andy Hart sedang duduk di kursi sambil membaca sebuah buku.
Dave Hudson dan Kapten Morris sedang berbincang bincang sambil merokok.
Helen merasa ragu. Dia membutuhkan seseorang untuk di ajak bicara. Dia melihat Tuan Andy Hart merupakan seorang mantan khakim. Dia jelas memiliki wawasan dan pengetahuan luas. Tapi dia berpikir dia membutuhkan orang yang cepat dan tanggap. Dia memutuskan.
"Dave aku ingin berbicara dengan mu. "
Dave merasa heran, tapi dia tetap menjawab
"Ya"
Pasangan itu berjalan menjauh. Melalui jalan setapak mereka berada di taman kecil. Helen berkata
"Saya ingin berkonsultasi."
Dave tertegun
" Baiklah. Tentang apa ini ."
Helen berkata
"Bagaimana menurut anda tentang keadaan kita sekarang ini."
Dave berpikir sejenak kemudian berkata
"Bukankah sudah dapat di tebak."
"Bagaimana menurut anda tentang apa yang terjadi dengan wanita malang itu?"
Dave menghembus kan asap rokonya dan berkata
"Itu mungkin saja benar."
Helen menghembuskan napas lega. Dan Dave bukanlah orang bodoh yang tidak menyadarinya. Dia berkata
"Ini atas dasar keberhasilan suami istri Brown dalam melepaskan diri dari tuduhan tersebut. Bagaimana pendapat anda tentang wanita tua yang menjadi bekas majikan mereka? "
Dia meneruskan kata katanya
"Tadi pagi saya berbicara dengan Brown mengenai mantan majikannya. Seperti yang di bilang sebelumnya manta majikannya memiliki penyakit jantung. Mungkin saja obat jantung nya di tukar dengan vitamin dan bisa menjadi kematian yang alami. Itu sangat sederhana."
Dave Hudson berkata
"Karena sederhana itulah menjadi sangat menarik."
Helen melanjutkan
"Dan ya tidak perlu melakukan apa apa . Tidak perlu memberi racun atau sebagainya. Hanya perlu bersabar sebentar dan waktu yang akan menjawab nya. Dan saya yakin mereka berdua sangat yakin tidak ada yang mengetahui hal ini."
Dave tersenyum dan berkata
"Tapi seseorang mengetahui nya. Karena itulah tuduhan tuduhan tersebut di lontarkan pada malam itu."
Helen bertanya
"Anda mempercayai semua tuduhan itu?"
Senyum Dave makin lebar ketika dia berbicara
"Tentu saja saya yakin. Coba saja contahnya seperti Morris itu. Dia membunuh sahabat nya sendiri saya yakin itu. Dan itu di lakukannya dengan lihat. Sama halnya dengan si Tua Hart itu. Dia melakukan pembunuhan dengan kedok sebagai hakim."
Tiba tiba sebuah pikiran melimtas cepat di kepala Helen.
"Pembunuhan di rumah sakit. Jas putih, suntikan dan obat. Tenang semuanya aman."
Dave berseru
"Karena itulah kita di undang ke pulau ini. Kita akan di adili oleh si Tuan Smith ini."
Helen menarik napas dalam dalam. Dia berkata
"Apa maksudnya dia mengumpulkan kita di sini ?"
Dave Hudson berkata
"Bagaimana menurut anda dokter?"
Helen Grace berpikir sejenak dan berkata
"Mari kita mulai dari kematian wanita malang itu. Benarkah Brown membunuh istrinya agar rahasianya tidak terbongkar atau sang istri bunuh diri karena rasa bersalah."
Alis Dave terangkat sebelah. Dia berkata
"Bunuh diri? Saya rasa tidak."
"Kalau bukan bunuh diri berarti di bunuh. Begitu menurut anda ? "
Dave berkata
"Jika untuk kematian istri Brown mungkin pelakunya adalah Brown. Tapi bagaimana dengan Ian Castella ? Tidak mungkin jika anda mengatakan bunuh diri. Sama sekali tidak cocok. Dia tidak tampak seperti seseorang yang akan bunuh diri. Apalagi akibat kematiannya adalah sianida. Apakah menurut anda dia akan membawa bawa sianida dan meminumnya."
Helen merengut. Dia berkata
"Jarang ada yang mau bunuh diri menggunakan sianida. Orang waras pun tidak akan membawa sianida ke mana mana. Bahan seperti itu biasanya di gunakan untuk penyemprotan hama serangga. Seperti yang suka di bawa oleh tukang kebun."
"Maksud anda tukang kebun dokter. Jadi bukan Ian Castella yang memiliki kemungkinan untuk memiliki barang tersebut. Kecuali dari awal dia sudah berniat bunuh diri.Atau..."
Helen Greece mendesaknya
"Atau apa ? "
Dave Hudson meneribgai memperlihatkan deretan giginya yang putih. Dia berkata
"Kenapa anda meminta saya mengatakannya lagi. Kan sudah sangat jelas. Di pikiran anda juga sudah terlintas bahwa Ian Castella di bunuh."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments