Wajah Victoria berubah menjadi merah padam. Dia berkata
"Maksud anda si Hugo Armstrong. Dia adalah ayah tiri saya. Ayah kandung saya meninggal kerika saya berumur tiga bulan. Itu yang di katakan ibu saya. Kemudian ibu saya menikah lagi dengan pria itu Hugo Armstrong pada saat saya berumur dua belas tahun. Jujur saya tidak menyukai pria itu. Dia selalu melihat saya dengan tatapan menjijikan. Dari luar dia terlihat seperti suami penyayang dan ayah yang baik. Tapi di dalam dia selalu melakukan kekerasan kepada ibu saya. Ketika ibu saya pergi bekerja , dia mendekati saya. Dia bersikap tidak senonoh . Saya melawan nya. Saya mengambil barang apa saja yang bisa saya raih dan memukulnya. Saya kira dia hanya pingsan. Saya tidak sangka bahwa dia meninggal. Saya kabur dari rumah. Dan saya bahkan tidak pernah kembali ke sana atau pun menghubungi ibu saya. Saya hanya tahu dia meninggal dari berita di surat kabar. "
Victoria mengakhiri cerita nya dengan helaan napas yang berat.
Tuan Fraster berkata
"Tentu hal itu sangat berat bagi anda. Tidak ada seorang pun yang menyalahkan anda itu hanya kecelakaan."
Dave berkata sambil tertawa
"Sepertinya semua yang terjadi hanyalah kecelakaan. "
Tiba tiba Kapten Morris tertawa dengan nyaring dan berkata
"Bagaimana dengan anda Dr Greece ? Kesalahan kecil dalam operasi atau salah memberikan obat kepada pasien ?"
Rebbeca melihat nya dengan tatapan tidak suka atas kata katanya tersebut.
Dr Greece yang berkepala dingin itu dapat menguasai emosinya dengan baik. Dia menggelengkan kepala nya dan dengan tegas berkata
" Nama yang tadi di sebutkan , tentu anda semua kenal nama itu. Lady Mary Carmille. Wanita bangsawan keturunan terakhir dari keluarga Carmille. Wanita tua itu menderita penyakit kanker. Dia di masukan ke rumah sakit tempat ku bekerja. Dia adalah wanita tua manis. Sikapnya kepada para dokter dan suster sangat baik. Dia juga sangat murah hati. Dia memberikan donasi yang besar di rumah sakit. Sebenarnya dia sedang menunggu jadwal operasi akan tetapi keadan nya mendadak menjadi buruk dan mengalami koma. Dan seminggu kemudian atas permintaan pengacaranya kami mematikan alat penunjang hidupnya. Dan itulah akhirnya. Aku jelas tidak membunuh siapa pun. Wanita itu meninggal karena penyakitnya."
Dia menarik napas panjang setelah selesai menceritakannya.
Ruangan menjadi hening. Setiap orang sibuk dengan pikirannya masing masing. Kemudian semua orang memandang ke arah Tuan Fraster. Setelah satu dua menit , akhirnya Tuan Fraster berkata
" Apakah kalian menunggu saya bercerita ? "
Tuan Andy Hart berkata
" Tentu saja. Semua orang sudah menceritakannya. Sekarang hanya tinggal anda."
Tuan Fraster menghela napas nya yang berat dan bertanya
"Apa yang ingin anda ketahui ? Sebab kecelakaan itu sudah jelas sesuai seperti di berita berita. Mesin bermasalah. Sekoci yang tidak sesuai jumlah penumpang. Dan jaket nya juga tidak cukup. Apalahi yang perlu di ceritakan . Anak dan istri ku tidak mendapatkan jaket penyelamat. Sekoci pun tidak. Kami terpisah karena keributan penumpang. Kita berada di tenda itulah aku baru mengetahui mereka meninggal karena tenggelam. Jd apa lagi yang harus di ceritakan ? "
Ada perasaan tidak puas di antara mereka. Tapi mereka tidak berkata lebih lanjut.
Tuan Andy Hart berdeham dan berkata
"Penyelidikan ini cukup sampai di sini untuk sementara. Brown apakah masih ada orang lain selain dirimu dan istru mu dan juga kita semua di pulau ini ? "
"Tidak ada tuan. Hanya kami berdua dan anda semua berdelapan."
Tuan Hart melanjutkan bicara nya dengan gaya serius
" Saya masih tidak mengerti dengan maksud Tuan Smith mengumpulkan kita semua di sini. Akan lebih baik kalau malam ini kita meninggalkan pulau ini. "
Brown berkata
"Maaf tuan tapi tidak ada perahu atau kapal di sini ."
"Sama sekali tidak ada ? "
"Benar tuan. Tidak ada kapal atau pun perahu. Satu satunya hanyalah perahu yang mengangkut makanan yang datang setiap pagi. "
Dave berkata
"Kalau begitu besok pagi kita berangkat apabila perahu nya datang."
Mereka semua serempak dan beranjak meninggalkan ruang tamu ketika Ian Castella berteriak
" Bagaimana kalau kita memecahkan misteri ini dulu sebelum pergi . Ini seperti cerita cerita dalam novel. "
Ian menyeringai memamerkan gigi putih nya. Kemudian dia mengambil minumanya dan mi um dalam sekali teguk. Mungkin karena terlalu cepat , dia tersedak. Wajah nya berubah warna merah menjadi biru , dia batuk batuk. Berusaha bernapas. Tiba tiba tubuhnya rubuh dan tak bergerak lagi.
Kejadiannya begitu cepat. Semua orang terpaku di tempatnya masing masing. Lalu Dr Greece melangkah maju dan memeriksa tubuh yang terkulai itu. Ketika dia mengangkat kepalanya , matanya kelihatan bingung.
Dia berkata dengan suara rendah
" Dia sudah meninggal."
Mereka kaget. Mereka tidak percaya bahwa tiba tiba salah satu dari mereka meninggal. Pria yang masih muda sehat dan gagah. Mati begitu saja karena tersedak minuman. Sungguh tidak dapat di percaya.
Dr Greece memperhatikan wajah mayat itu . Bibirnya berubah warna menjadi biru. Dari mulutnya tercium bau sianida yang kuat. Dia mengambil gelas yang tadi di minum oleh Ian. Mencium nya dan tercium bau sianida kuat dari sana.
Kapten Morris bertanya
"Maksud anda dia meninggal karena tersedak ? "
Dr Greece menjawab
" Anda bisa mengatakan tersedak. Akan tetapi menurut saya dia meninggal karena di racuni. "
Dave berseru
"Apaa ?"
Semua orang tiba tiba menjadi takut. Bahwa salah satu di antara mereka adalah pembunuhnya.
Kapten Morris berkata
"Racun jenis apa ? "
Dr Greece berkata
"Kalau dari bau nya seperti nya sianida . Tapi tanpa pemeriksaan lab yang baik. Kita tidak akan tahu dengan pasti apa jenis racun nya.
Victoria berkata dengan nyaring
"Semua orang akan mati pada akhirnya."
Rebbeca berkata sambil berbisik
"Apakah ada sesuatu di minumanya ? "
Dr Greece mengangguk
" Ya . Tapi saya tidak bisa memastikan apa itu sebelum di periksa di lab. "
Tuan Hart berkata
" Apakah ada di dalam gelasnya ? "
Dr Greece menganggukan kepalanya dan berkata
"Ya."
Dia kemudian melangkah menuju tempat minuman. Dan membuka botol minuman tersebut. Dan mencicipinya. Kenudian dia menggelengkan kepalannya sambil berkata
"Minuman ini tidak masalah. Tidak ada tanda tanda di utak atik sebelumnya. Dan tidak ada racun. "
Dave berkata
"Maksud anda dia sendiri yang memasukan racun ke dalam gelas nya ? Jadi ini bunuh diri ? "
Dr Greece mengangguk. Dia tampak bingung
"Sepertinya begitu. Hanya saja aku tidak melihat alasannya bunuh diri.."
Fraster berkata
" Bunuh diri ? Terlalu aneh. "
Victoria berkata dengan perlahan lahan
"Tidak pernah terpikirkan bukan bahwa orang seperti dia memiliki keinginan bunuh diri. Dia begitu hidup. Begitu menikmati kehidupannya. Mungkin dia bunuh diri karena merasa bersalah telah menabrak dua anak itu. "
Semuanya dapat mengerti maksud dari ucapannya. Ian Castella sisok pria tampan. Wajah tampan dada bidang. Tampak sangat bergairah dan begitu hidup. Tapi sekarang tubuhnya terbujur kaku di lantai.
Dr Greece berkata
"Apakah ada kemungkinan lain selain bunuh diri? "
Semua orang menggelengkan kepalanya. Mereka yakin bahwa mereka sendiri melihat Ian mengambil minuman itu sendiri. Dan semua orang juga minum yang sama tapi mereka tidak apa apa. Racun di temukan di gelas nya Ian . Apalagi kalau bukan bunuh diri. Lalu apa alasanya dia bunuh diri. Merasa bersalah ?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments