Dewa Kematian Bergerak

Sebuah senyuman sinis di sunggingkan oleh Victoria. Dia berkata

"Kita telah membicarakan pembunuhan kedua. Dan setuju pada kenyataan nya bahwa tidak ada seorang pun dari kita yang lepas dari kecurigaan."

Dia berhenti dan berkata

"Sekarang mari kita lanjutkan lagi tentang kematian Kapten Morris. Itu terjadi siang ini. Saya ingin memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk memberikan alibinya. Saya sendiri tidak memiliki alibi. Sepanjang hari saya hanya duduk di ruang tamu sampai gong makan siang di bunyikan. Tetapi ada saat di mana tidak ada seorang pun yang melihat bisa saja saya ke pantai dan menikam Kapten Morris dari belakang lalu kembali lagi ke sini. Akan tetapi itu semua hanya spekulasi butuh bukti."

Fraster berkata

"Tadi pagi saya bersama sama dengan tuan Dave Hudson dan Dr Greece. Mereka berdua bisa membenarkannya."

Helen berkata dengan sengit

"Anda tadi masuk ke rumah untukmengambil tali."

Fraster berkata

"Ya itu benar. Saya menuju rumah dan langsung kembali."

Helen berkata

"Anda tadi lama..."

Wajah Fraster memerah dan berkata

"Apa maksud anda?"

Helen berkata

"Saya hanya mengatakan bahwa anda lama "

"Saya harus mencari tali itu terlebih dahulu kan. Mana bisa menggulung tali hanya dalam waktu lima detik."

Victoria berkata

"Ketika tuan Fraster pergi apakah kalian berdua selalu bersama sama."

Helen berkata dengan geram

"Tentu saja. Memang Hudson sempat pergi selama kira kira sepuluh menit. Akan tetapi saya tetap tinggal di sana."

Dave berkata sambil tersenyum

"Saya hanya pergi beberapa menit untuk melihat apakah bisa mengirim isyarat . "

Helen menganggukkan kepala nya tanda dia menyetujuinya. Dia berkata

"Benar . Tidak cukup lama untuk melakukan pembunuhan itu."

Victoria berkata

"Apakah salah seorang dari kalian membawa jam.?"

Helen berkata

"Tidak."

Davr juga berkata

"Saya juga tidak memakai jam tangan."

Victoria berkata dengan nada rendah

"Sepuluh menit kira kira kita tidak bisa menentukan waktu nya."

Dia menoleh pada Tuan Andy Hart yang sedang menghisap cerutu nya.

"Tuan Hart."

Tuan Andy Hart menoleh

"Saya duduk di teras sambil melihat laut.."

Victoria berkata

"Rasanya saya tidak melihat anda di sini."

"Benar saya mencari tempat yang tidsk berangin."

"Dan anda duduk di situ sampai gong tanda makan siang bunyi."

"Ya."

"Nona Cluster. "

Rebbeca menjawab dengan cepat.

"Pagi tadi saya berjalan jalan dengan anda sendiri nona Barren. Kemudian turun dan berbicara dengan Kapten Morris. "

Victoria bertanya

"Pukul berapa itu?"

Rebbeca tidak pasti. Dia berkata

"Saya tidak pasti. Saya rasa sekitar jam sebelas. Pokok nya kurang lebih satu jam sebelum gong makan siang berbunyi. "

Fraster bertanya

"Apakah itu setelah kami berbicara dengannya ? "

Rebbeca berkata

"Entahlah, saya tidak tahu. Tapi kondisinya aneh sekali."

Rebbeca menggigil walaupun udara tidak dingin

Victoria bertanya

"Bagaimana anehnya?"

"Dia mengatakan bahwa kita semua akan mati dan tinggal menunggu waktunya tiba. Dia juga mengatakan tentang saat akhir. Dia menakuti saya."

Victoria mengangguk puas. Dan berkata

"Apa yang anda lakukan kemudian?"

"Saya segera kembali ke rumah. Kemudian sebelum makan siang saya keluar lagi ke belakang rumah. Saya benar benar takut."

Victoria mengibaskan tangannya. Dia berkata

"Sekarang tinggal Brown saja."

Kemudia Brown di panggil. Dia di wawancarai dan hanya sedikit yang bisa di tambahkan nya. Dari pagi setelah menyiapkan sarapan . Dia cukup sibuk dengan urusan bersih bersih dan memyiapkan makan siang. Kemudian dia membawa minunan untuk tamu yang di teras dan naik ke lantai atas untuk mengemasi barang nya. Dia juga tidak mengecek jendela atau pun pintu. Dan saat dia kembali ke ruang makan dia berani bersumpah kalau ada delapan boneka porcelain."

Ketika Brown selesai menceritakannya.

Victoria berdeham dan berkata

"Setelah di selidiki untuk tiga kematian ini. Ada beberapa kemungkinan untuk beberapa orang melakukannya. Dan bisa di pastikan bahwa tujuh orang di sini salah satu nya adalah seorang pembunuh gila. Sayangnya kita tidak omemiliki bukti cukup untuk bisa tahu siapa pelakunya. Dan yang terpenting yang harus kita lakukan adalah terhubung ke daratan. Sebaiknya setiap orang bersikap waspada dan hati hati. Selama ini pembunuh tersebut sudah berhasil membunuh tiga orang itu di karenakan korban tidak curiga. Karena itu mulai sekarang kita haru mencurigai siapa pun dan jangan percaya pada siapa pun."

Rebbeca berkata

"Anda percaya ?"

Dia dan Dave duduk di ruang keluarga. Di luar hujan turun dengan lebat. Petir berseru seru dan angin sangat kencang sekali.

Sebelum menjawab pertanyaan Rebbeca Dave berpikir sejenak. Dia berkata

"Maksud anda apakah saya percaya dengan apa yang di katakan nyonya Barren tentang pembunuh itu salah satu di antara kita?"

"Ya."

Dengan nada pelan Dave Hudson berkata

"Menurutku itu mungkin saja. Tapi."

Rebbeca meneruskan kalimatnya.

"Tetapi sangat sulit untuk di percayai."

Dengan senyuman yang aneh Dave berkata

"Semuanya sulit untuk di percayai. Tapi setelah kematian si tua Morris semua bisa menjadi mungkin. Itu sudah pasti pembunuhan.dan sudah terjadi tiga pembunuhan di sini."

Rebbeca gemetar dan berkata

"Ini semua adalah mimpi buruk."

Dave menatap nya dengan sendu dan berkata

"Tenang saja . Sebentar lagi teh pagi akan di hidangkan."

Rebbeca berkata

"Oh betapa saya sangat mengharapkannya."

Dengan wajah muruh Dave Hudson berkata

" Sayang itu tidak akan terjadi. Kita semua harus waspada mulai sekarang. "

Rebbeca berkata dengan lirih

"Seandainya si Smith ini salah satu dari mereka.menurut anda yang mana ? "

Dave Hudson tiba tiba tersenyum lebar. Dia berkata

"Anda mengecualikan kita berdua. Baiklah. Aku memang yakin kalau aku bukan pembunuh nya. Dan saya juga yakin anda demikian. "

Dengan senyum di paksakan Rebbeca berkata

"Terima kasih."

Dave berkata

"Apa anda tidak mau mebalas pujian saya."

Dengan malu malu Rebbeca berkata

"Saya juga tidak bisa membayangkan anda sebagai orang yang melontarkan tuduhan tersebut."

Dave berkata

"Baiklah sekarang kita memusatkan perhatian kita kepada lima orang lainnya. Siapa di antara mereka adalah si Smith. Menurut saya adalah Tuan Andy Hart."

Rebbeca tampak terkejut. Dia bertanya

"Apa alasannya?"

"Sulit untuk di jelaskan. Tapi menurut saya mungkin karena dia punya Pengalaman betahun tahun sebagai seorang hakim. Atau dengan kata lain dia telah merasa bahwa dirinya berkuasa atas hidup orang lain . Dia yang boleh memutuskan mana yang hidup mana yang harus mati."

Dengan nada pelan Rebbeca berkata

"Ya itu mungkin."

Dave berkata

"Kalau menurut anda siapa ?"

Tanpa ragu Rebbeca menjawab

"Helen Greece. "

Dave bersiul

"Mengapa?"

Rebbeca menggelengkan kepalanya.

"Sebab dua kematian sebelum nya karena racun kan. Dan juga bahwa dia memberikan obat tidur pada Gladys Brown. "

Hudson mengakui

"Ya tentu saja."

Rebbeca berkeras

"Pekerjaan mereka membuat mereka tegang dan kemungkinan setelah ketegangan yang lama. Dokter bisa menjadi gila."

Dave Hudson berkata

"Mungkin tapi saya kurang yakin. Dia tidak punya cukup waktu untuk membunuh Kapten Morris. Dan bagaimana dengan motifnya ?"

Rebbeca tetap bertahan

"Dia mungkin tidak punya waktu saat itu. Tp mungkin kemudian dia punya kesempatan."

"Kapan ?"

"Ketika dia akan pergi memanggil Kapten Morris untuk makan siang. Itulah kesempatannya."

Dave bersiul

"Jadi anda berpikir dia melakukannya pada saat itu. Luar biasa sekali."

Rebbeca berkata dengan nada tidak sabar

"Apa resikonya? Dia adalah satu satunya dokter di sini. Dia bisa saja mengatakan Kapten Morris telah meninggal selama sejam sebelum dia temukan. Tidak akan ada yang tidak mempercayai nya kan."

Dave memandang nya

"Saya rasa teori anda cukup bagus."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!