Makan malam sudah selesai di hidangkan . Para tamu menuju ke ruangan tengah untuk menikmati minuman.
Makanan nya nikmat , minuman nya juga. Semua orang merasa sangat senang. Mereka mulai berbincang bincang dengan lebih akrab.
Tuan Andy Hart merasa sedikit mabuk. Jadi dia duduk di sofa sambil memejamkan mata nya. Dr Greece sedang berbincang bincang dengan Ian Castella. Sedangkan Dave Hudson sedang menggoda Nyonya Victoria Barren. Rebbeca sedang membaca sambil menyesap kopi nya. Kapten Morris sedang menceritakan tempat tempat yang pernah dia kunjungi semasa jadi tentara dulu dengan Tuan Fraster.
Ruangan tengah itu berbentuk persegi dengan perapian di tengah ruangan. Sofa sofa dan meja di satu sisi. Di sudut ruangan ada lemari berisi botol botol anggur mahal. Brown sedang meyajikan minuman tersebut ke gelas gelas dan nyonya Brown sedang mengedarkan gelas ke para tamu.
Tiba-tiba Ian Castella berkata " Lihatlah benda benda ini sangat menarik. "
Di meja sebelah jendela terdapat patung porcelin cantik. Patung itu berjumlah 10 buah. Bahkan patung tersebut juga mirip dengan para tamu.
Dave berkata " Sepertinya saya melihat patung yang sama di kamar saya "
Victoria juga mengiyakan
Rebbeca berkata dengan gugup " Patung ini berjumlah 10 , sama seperti jumlah orang yang berada di vila ini sekarang."
Ian tertawa terbahak bahak " Lihatlah ini juga di buat dengan sangat detail. Mirip dengan kita ya "
Semua orang mendadak diam. Hening seketika perasaan mencekam datang entah dari mana. Semua orang saling bersikap waspada lagi
Tuan Andy Hart tiba tiba terbangun. Dia berkata " Lelucon yang sangat tidak lucu." Kemudian dia pergi untuk mengambil minuman lagi
Victoria dan Rebbeca saling memandang lalu bangkit dan berdiri.
Dr Greece berjalan menuju jendela besar di ruang tengah.
Dia berkata " Sepertinya akan ada ombak besar. Tidak akan menyenangkan berada di sini jika badai"
Dave mengiyakan.
Victoria berkata " Saya rasa jika musim dingin tiba, tempat ini di tutup. Tidak akan ada pelayan yang mau tinggal di tempat ini selama musim dingin."
"Jaman sekarang sangat susah mencari pelayan yang baik dan jujur " seru Kapten Morris.
Rebbeca berkata " Tuan dan Nyonya rumah ini sangat beruntung bisa mendapatkan pekerja sebaik suami istri Brown. "
Victoria mengeluarkan kaca kecilnya dan memperbaiki riasan wajahnya. Tiba tiba pintu terbuka. Brown membawa nampan berisi kopi dan teh. Tuan hakim datang dan duduk dengan Victoria Barren. Dr Greece mendekati Rebbeca. Ian Castella beranjak menuju perapian. Kapten Morris memandang penuh minat pada belati belati yang di pajang di dinding.
Waktu menunjukan pukul sepuluh malam. Ketika tiba tiba sebuah suara berkata
" Para hadirin sekalian, selamat datang di Pulau Duyung."
Semua orang saling menatap satu sama lain. Mereka terkejut dan was was pada suara itu. Perasaan mencekam mulai menyelimuti mereka.
Suara itu dengan lantang berbicara lagi
" Helen Greece , apa yang anda lakukan pada tanggal 10 Oktober 2005, menyebabkan kematian pada Lady Mary Carmille. "
" Victoria Bannet pada tanggal 15 Januari 2007 , anda bertanggung jawab pada kematian Hugo Armstrong"
" Ian Castella pada tanggal 23 Maret 2014 , anda bertanggung jawab atas kematian si kembar Kenneth dan Jonathan Huges."
"Dave Hudson , anda menyebabkan kematian Sally Hope pada tanggal 20 Agustus 2012."
"Andy Hart, anda menyebabkan kematian pada Brandon Dayton pada tanggal 8 Mei 2020.
" Rebbeca Cluster pada tanggal 28 Juni 2017, ada bersalah atas kematian Cindy Mason."
" Harry Morris , anda bersalah karena telah menembak mati sahabat anda Edward Fuller pada tanggal 17 Juli 2012."
"Richard Freddy Fraster anda bersalah karena membunuh istri dan anak anda Madison Fraster dan Felix Fraster pada kecelakaan kapal laut Ostania pada tanggal 30 September 2019."
" Adam Brown dan Gladys Brown , kalian berdua bersalah atas pembunuhan terencana kepada Chloe Wade pada tanggal 15 Februari 2022."
"Terdakwa sekalian, silahkan mengajukan pembelaan kalian "
Hening
Mrs Brown menjatuhkan nampan nya. Kemudian dia menangis histeris sambil berlari. Tiba tiba terdengar suara keras seperti benturan. Dave dan Ian langsung berlari mencari sumber suara itu. Dia menemukan Mrs Brown terkapar di lantai.
" Brown !" seru Dave
Brown segera berlari. Dr Greece di belakang mengikutinya. Bersama sama mereka mengangkut tubuh Mrs Brown dan meletaknnya di sofa. Greece segera memeriksa Mrs Brown.
"Dia hanya pingsan. Mungkin karena lelah. Kata Grace "
"Ambilkan minuman" seru Ian
Mr Rogers kembali membawa secangkir teh hangat.
Rebecca berseru " Siapa tadi yang berbicara ? Dimana dia ? "
Andy berkata " Ini lelucon yang tidak lucu."
Suaranya terdengar seperti orang yang sekarat. Tubuhnya gemetar hebat. Suaranya parau. Matanya sayu.
Kapten Morris mengusap kumis nya. Mata Dave berkilat marah. Ian hanya diam saja . Dr Greece sibuk memberikan minum pada Mrs Brown. HanyaVictoria Barren yang bersikap biasa saja , begitu juga dengan Collin Fraster.
Akhirnya Dave mengambil inisiatif untuk memulai pembicaraan.
"Sepertinya suara itu berasal dari dalam rumah ini. Kata Dave.
Mata semua tamu segera menyapu seluruh ruangan mencari asal dari suara itu. Kemudian Tuan Andy Hart melihat sesuatu , dia memuju pintu penghubung. Membuka pintu nya dan berseru
"Aku menemukan nya ."
Mendengar teriakan Tuan Hakim, para tamu langsung bergegas menuju ruangan tersebut.
Ruangan itu kecil . Ruangan nya berbentuk bulat. Di sudut dekat tembok terdapat sebuah meja . Di atas meja itu terdapat kotak berisi speaker dan sebuah kaset rekaman.
Dave memeriksa pengeras suara tersebut. Dan menekan tombol play . Terdengar lah suara yg tadi.
Rebbeca bergidik" Siapa yang memasang alat ini dan untuk apa ? "
Ian menjawab sambil ngangkat bahu nya " Entahlah."
Dr Grece berkata " Lelucon yang tidak lucu."
Tuan Andy berkata dengan nada gusar " Sepertinya ada seseorang yang dengan sengaja mengatur ini semua ."
Dave berkata dengan nada heran " Apakah tidak ada yang menyadari kalau pengeras suara ini tidak mungkin bersuara sendiri kalau tidak ada orang yang menekan nya. "
Victoria bertanya " Jadi maksud mu ada orang lain selain kita di sini ? "
Kapten Morris menggerutu " Kita harus mencari tahu soal ini."
Mereka semua kembali ke ruang tamu bersama sama. Ian menutup pintu ruang menghubung dan meminta Brown untuk menguncinya.
Dr Greece kembali memeriksa kondisi Mrs Brown. Tampaknya Mrs Brown sudah siuman. Dia memandang wajah suaminya dengan penuh ketakutan.
" Gladys kau tidak apa apa. Tenanglah semua akan baik baik saja." Brown berusaha menenangkan Gladys.
Gladys memandang Dr Greece lama sekali akhirnya dia berkata " Apakah saya pingsan ? Sudah berapa lama ? Apa yang terjadi ? "
Dr Greece berkata " Kau akan baik baik saja Mrs Brown Kau hanya pingsan karena kelelahan. Sebaiknya kau beristirahat lagi. " bujuk Dr Greece.
"Suara itu.... aku tidak tahan." Tangis Gladys pecah seketika. Wajah nya pucat. Tubuh nya tampak lemah. Bahu nya bergetar.
Dr Greece berkata " Cepat ambilkan brandy Brown . "
Brown dengan cepat keluar dan kembali dengan segelas brandy.
Dr Greece menyuruh Gladys ubtuk meminumnya. Perlahan lahan rona merah di pipi nya muncul. Tangis nya mulai berhenti.
"Maafkan saya. Sekarang saya sudah tidak apa apa. " kata Gladys Brown.
Brown berkata dengan cepat " Itu membuat saya sangat kaget. Nampan saya sampai jatuh. Itu sungguh tuduhan yang terlalu."
Tuan Andy Hart berdehem. Dia berkata " Brown apa kamu yang memasang pengeras suara dan kaset itu ? "
Brown berteriak ketakutan
" Sungguh tuan saya tidak tahu apa isinya. Memang betul saya yang memasangnya. Tapi semua seperti yang di perintahkan oleh majikan saya Tuan Smith. Sungguh saya bersumpah ."
Tuan Andy Hart menganggukan kepala nya. Dia berkata " Tolong jelaskan Brown perintah seperti apa yang dikatakan oleh Tuan Smith.
Brown berkata " Kaset itu tersimpan di laci meja itu. Saya di haruskan memasang nya setelah para tamu selesai makan malam dan berada si ruang tengah. "
Dave berkata " Cerita yang luar biasa . "
Brown berteriak " Itu benar Tuan . Saya bersumpah demi Tuhan. Semua yang saya ceritakan itu benar. Saya tidak berbohong."
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments