10 Orang

Rebbeca berpikir disini hanya ada dua orang pengurus rumah di tambah dengan delapan tamu. Total menjadi sepuluh orang di sini.

"Saya pandai memasak, dan suami saya bisa membatu apa saja di rumah ini" kata Mrs Brown cepat.

Mrs Brown beranjak pergi dan meninggal Rebbeca sendiri di kamarnya. Rebbeca berjalan menuju jendela kamar nya. Membuka nya dan melihat pemandangan yang terhampar di hadapannya. Dia berpikir suami istri Smith sangat aneh sekali. Di hari pertama kedangan mereka ke pulai iniyang menyambut hanyalah sepasang pelaya. Tamu tamu yang di undang pun aneh. Dia bingung mengungkapkan nya rasanya aneh.

" Jika aku sudah bertemu dengan suami istri Smith mungkin aku akan lebih mengerti situasi ini. " Dia berdiri cukup lama dan merasa angin dingin. Lalu menutup jendela dan menarik tirai. Lalu beranjak pergi ke kamar mandi.

Dia memperhatikan seluruh sudut kamar nya. Kamar yang luas dengan sedikit perabotan. Hanya ada sebuah tempat tidur kayu. Sepasang meja lampu. Sebuah meja tulis berkayu putih lengkap dengan kertas dan pena. Sebuah lemari pakaian besar dengan kaca panjang. Dan sebuah sofa dengan beberapa bantal. Beberapa hiasan dinding seperti lukisan pun ada. Dilemari kaca terdapat 10 patung porcelain. Ada satu patung menarik perhatiannya. Patung kecil berambut hitam dengan pakaian seperti yang dia pakai.

"Aneh , ini mirip dengan ku " gumam nya pada diri sendiri."

Kamar mandi pun tidak lah terlalu besar tapi cukup nyama. Ada sebuah bak mandi lengkap dengan toilet dan westafelnya.

Selesai mandi dan berpakaian. Rebbeca kembali duduk di sofa sambil memandang pemandangan di jendela. Laut.... laut yang luas dan cahaya matahari terbenam seperti pantulan cermin di laut. Dia teringat Cindy, gadis kecil itu sangat senang berenang. Rebbeca sudah berkali kali mengingatkan nya agar tidak berenang ke tempat yang dalam. Tapi dia , Cindy bukanlah seorang anak kecil penurut. Dia berlari ..... berlari terus dan tidak kembali...

"Tidak aku tidak mau mengingatnya kembali. Aku ingin tidur.

Dokter Greece akhirnya tiba di Pulau Duyung. Waktu menunjukan pukul 4 sore ketika dia tiba. Ketika dia sedang di perahu dia berbicara dengan tukang perahu tentang Tuan Smith ini yang mengundangnya , tapi sedikit sekali yang di ceritakan kepadanya.

Dia merasa sangat letih dan lelah setelah perjalan jauh yang di tempuhnya. Dia sangat membutuhkan liburan yang tenang jauh dari kota dan para pasien nya. Sebenarnya dia mampu jika ingin berlibur lebih lama lagi ke tempat tempat lain. Ya secara finansial dia mampu. Tapi dia tidak ingin melakukan nya. Karena dia tidak ingin meninggalkan para pasien nya terlalu lamadan juga kedudukan nya sebagai dokter di rumah sakit besar.

Dia berpikir sambil memandang laut

"Petang ini semuanya sama saja, aku akan mengangap diri ini tidak akan pulang sementara waktu "

Ada sesuatu yang misterius pada pulau ini. Bahkan menurut dirinya. Pulau ini membuat dirinya terpisah dari dunia nya seolah olah dirinya pergi dan tak akan kembali lagi.

Dan dengan wajah penuh senyuman dia menaiki tangga karang menuju vila tersebut sambil merencanakan masa depannya.

Di teras duduk seorang pria tua. Pria itu sedang meghisap pipanya. Dr Greece merasa seperti pernah melihatnya. Oh ya dia ingat sekarang pria tua itu adalah Hakim Andy Hart. Kabarnya dia sudah pensiun. Rupanya dia juga mengenal Tuan Smith.

Dulu sekali Dr Greece pernah berurusan dengan Hakim Hart untuk kasus yang berhubungan dengan salah satu pasien nya. Dia memang dinyatakan tidak bersalah setelah melihat bukti bukti yang di kumpulkan oleh pengacaranya.

Hakim Andy Hart bertanya tanya pada dirinya

"Greece? Rasanya dia pernah mendengar nama itu. Ya akhirnya dia ingat bahwa dia pernah menjadi saksi untuk suatu kasus yang pernah di tangani oleh nya. Kesan tentang dirinya tidak begitu dalam hanya orang itu orang yang sangat waspada, berhati hati. Terlalu berhati hati mslah menurutnya. Jika di ingat ingat kembali percakapan mereka berdua dua tahun lalu.

Dia menggerutu dengan sebal

"Minuman ada di dalam"

"Saya harus menemui tuan rumah dahulu. " kata Greece

"Itu mustahil" seru Hart

" Kenapa ? Tanya Hart

" Karena sekarang yang ada di vila ini cuma kita berdelapan tamu nya temasuk anda dan sepasang pelayan suami istri. Sejujurnya saya bingung dengan keadan ini ? "

Dr Greece memandang Andy Hart dengan seksama selama satu atau dua menit. Ketika akhirnya dia akan beranjak pergi meningggalkan hakim itu. Tiba tiba Tuan Hart bertanya

"Apakah kau mengenal Laurel Pine? "

"Rasanya tidak . Siapa itu ?" Tanya Dr Greece penuh keheranan

"Tidak apa apa. Hanya saja saya menerima surat undangan dari nya untuk ke sini. Sekarang saya jadi ragu apakah dia yang mengundang atau orang lain.

Pikirannya kembali melayang kepada tamu tamu yang datang. Dua wanita . Satu seperti wanita pesolek dan satu wanita kaku. Oh bukab dua melainkan empat. Satu juru masak yang terlihat aneh. Dan satu wanita dokter yang baru saja tiba. Terlihat mata penuh dengan vitalitas jiwa yang muda.

Pada saat itu Brown datang membawa baki berisi kopi dan teh untuk camilan sore.

Hakim Hart bertanya padanya "Apakah Nyonya Laurel Pine akan kemari ? "

"Tidak tuan. Tamu tamu yang hadir hanyalah delapan orang sesuai instruksi Tuan Smith. Tidak ada tamu lain lagi yang akan datang. " jelas Brown

" Ah begitu" jawab Tuan Andy Hart

Ian Castella sedang berada di kamar mandi nya. Menikmati hangat nya air di bak mandi nya. SetelH cukuplama berendam , dia bangkit membersihkan diri dan bercukur sambil mematut dirinya di depan cermin. Dia berkata " Kau suda tampan sekarang Ian. Jadi ayo kita lakukan. "

Di pikiranya terlintas banyak hal. Tp semua di kesampingkan dulu. Bagi nya yg terpenting sekarang turun dan mengisi perutnya.

Tuan Fraster sedang bersiap di kamarnya. Dia merapikan kumis dan dasinya. Dia menganggukkan kepala tanda dia puas dengan pakaian nya.

Dia terkekeh ketika mengingat para tamu yang memandang nya penuh waspada. Bahkan tidak ada satu pun yang berani menatap nya. Hanya pemuda liar itu saja yang terus melihat nya dengan penuh selidik.

Lalu dia keluar dari kamarnya menuju ruang makan.

Kapten Morris menggerutu kepada dirinya sendiri. Kenapa dia mau menerima undangan ini. Sekarang dia terjebak di pulau terpencil ini bersama dengan orang asing. Dia ingin kembali tapi perahu sudah pergi dan baru akan datang tiga hari lagi . Bahkan tuan rumah pun tak muncul.

Gong makan malam telah berbunyi. Dave Hudson menuruni tangga menuju koridor ruang makan. Dia bersiul , hatinya sangat senang. Ya dia sangat senang karena dia mendapatkan mangsa yang sudah lama di carinya.

Di dalam kamarnya Nyonya Barrent sedang memoles mukanya. Dia memakai gaun satin hijau bersiap turun untuk makan malam.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!