Putri terdiam kala kalimat itu ia dengarkan langsung dari bibir sang suami. Tercengang, kaget dan tidak menyangka, itu sudah pasti.
"What! Pak Rama menyatakan cinta padaku? Ini rasanya tidak mungkin, bisa saja kan dia membohongi aku, dikiranya aku mudah tertipu apa!" batin Putri yang langsung menarik tangannya dari genggaman Rama.
"Sebaiknya Pak Rama istirahat saja, lama-lama omongan Bapak ngelantur. Saya juga mau istirahat, permisi!" Putri segera beranjak untuk pergi ke kamarnya.
Gadis itu tidak memperdulikan ucapan dari suaminya dan ia menganggap jika ucapan Rama itu candaan. Namun, setelah Putri keluar dari dapur, Rama ikut beranjak mengikuti istrinya dari belakang. Putri masih belum menyadari jika sang suami sedang berjalan di belakangnya. Ia pun terus berjalan hingga ia sampai di depan pintu kamarnya.
Pria itu diam saja mengikuti langkah Putri pergi ke kamarnya. Perlahan, Putri mulai menyadari saat dirinya akan membuka pintu kamar, jika ada seseorang yang sedang mengikutinya dari belakang.
Spontan Putri menoleh ke belakang dan benar saja, ternyata Rama sedang berdiri di belakangnya dengan tatapannya yang datar.
"Pak Rama! Pak Rama ngapain ngikutin saya?" tanya Putri.
Rama tidak menjawab, lagi-lagi Putri dibuat bingung dengan sikap suaminya itu. Karena tak ada jawaban yang serius dari suaminya.
"Ya elah malah diam, saya itu tanya sama Bapak, Pak Rama ngapain ngikutin saya? Tidak ada lagi yang kita bicarakan, saya mau istirahat, dan Pak Rama juga silakan istirahat. Saya sudah maafkan Bapak, meskipun Bapak gengsi dan tidak mau minta maaf. Tapi, ya sudahlah saya ikhlaskan saja, tapi lain kali tolong jangan campuri urusan saya lagi, dan setelah kak Dinda pulang. Saya bersedia untuk bercerai!" ucap gadis itu sambil membalikkan badannya dan segera membuka pintu kamar.
Tiba-tiba saja, Rama menarik tangan Putri dan berkata, "Aku tidak akan menceraikanmu!"
Seketika Putri membelalakkan matanya saat mendengar ucapan dari Rama yang benar-benar sangat tidak bisa ia percaya.
"Aku minta maaf jika sikapku sudah membuatmu terluka. Jujur, aku tidak tahu perasaan apa yang sebenarnya terjadi denganku. Sejak kedatanganmu di rumah ini, mungkin awalnya aku memang tidak bisa terima, karena seharusnya aku menikah dengan kakakmu. Tapi, semakin aku tidak bisa menerimanya semakin aku penasaran dengan sikapmu yang pecicilan, suka membantah dan terkadang membuatku kesal. Aku juga tidak tahu kenapa aku merasa begitu protektif terhadapmu. Terkadang aku ingin sekali menolak perasaan ini. Namun tatkala aku melihatmu begitu dekat dengan ayah dan ibu. Aku baru menyadari jika kamu adalah sosok menantu yang baik untuk mereka. Bahkan ayah dan ibu lebih membela dirimu daripada aku anaknya sendiri. Mereka sangat bahagia dengan kedatanganmu di rumah ini," ungkap Rama yang kali ini ia memberanikan dirinya untuk mengatakan apa yang sedang dirasakannya selama ini.
Putri masih membelakangi sang suami dan tangannya masih berada dalam genggaman Rama. Perasaannya masih campur aduk. Ia masih mencerna apa yang sedang dikatakan oleh Rama di waktu sore itu, diiringi hujan yang masih setia membasahi bumi.
Rama semakin mendekati istrinya dan ia pun mengatakan semua unek-unek yang masih ada dalam benaknya..
"Kau tahu, Put! Aku memang sangat mencintai Dinda, aku bersumpah tidak akan pernah berpaling dari wanita manapun, dan aku pernah berjanji padanya untuk selalu setia. Tapi kenyataannya, dia yang pergi. Aku memang memintanya untuk menjadi istri sepenuhnya setelah menikah nanti, biar aku saja yang bekerja. Tapi sepertinya Dinda masih ingin menjadi model, dari dulu dia bercita-cita seperti itu. Dan nyatanya dia merealisasikannya. Dia pergi di hari pernikahan kami." Rama berhenti sejenak untuk menjeda ucapannya. Dia berusaha untuk bersikap tenang agar Putri bisa mengerti.
Tentu saja Putri masih terdiam dan masih belum bisa berkata apa-apa. Hatinya mulai gugup, apalagi genggaman tangan Rama semakin erat. Tanpa disadari keduanya saling menggenggam tangan satu sama lain.
Kemudian Rama semakin mendekat hingga ia berbicara di dekat telinga sang istri. Dengan suara berbisik, Rama mengatakan sesuatu yang semakin membuat Putri deg-degan dan nafasnya mulai terasa sesak.
"Tapi, setelah kamu datang dalam hidupku, semuanya terasa sangat berbeda. Kepribadianmu yang masih sangat polos membuatku tertarik untuk mengenalmu lebih dalam. Hingga aku sadari jika aku mulai tidak suka saat kamu dekat dengan Alex. Kau tahu kenapa aku tidak suka? Karena aku cemburu ada laki-laki lain yang mendekatimu. Mungkin ini terkesan posesif, tapi percayalah! Aku sangat cemburu jika kamu bersama Alex," ucap pria itu yang semakin menggenggam erat tangan sang istri.
Nafas Putri semakin terasa sesak ketika pengakuan Rama yang benar-benar membuatnya shok. Ia pun segera membalikkan badannya dan menatap wajah sang guru yang kini menjadi suaminya.
Keduanya saling menatap, seolah suasana itu menjadi panas, padahal di luar sedang hujan deras. Rama terlihat berkeringat dan Putri pun juga tampak salah tingkah.
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Apa yg bikin Rama berubah pikiran secara drastis gitu??Apa yg Putri bilang kan semuanya benar adanya..
2024-01-06
0
Puja Kesuma
wah bakalan terjadi yg enak enak nih...
2023-07-01
0
CANTIKA
cieeee ad yg nervous nih dgn ungkapan cinta nya
2023-06-18
0