Bab 15 : Aku tidak akan menceraikanmu

Putri terdiam kala kalimat itu ia dengarkan langsung dari bibir sang suami. Tercengang, kaget dan tidak menyangka, itu sudah pasti.

"What! Pak Rama menyatakan cinta padaku? Ini rasanya tidak mungkin, bisa saja kan dia membohongi aku, dikiranya aku mudah tertipu apa!" batin Putri yang langsung menarik tangannya dari genggaman Rama.

"Sebaiknya Pak Rama istirahat saja, lama-lama omongan Bapak ngelantur. Saya juga mau istirahat, permisi!" Putri segera beranjak untuk pergi ke kamarnya.

Gadis itu tidak memperdulikan ucapan dari suaminya dan ia menganggap jika ucapan Rama itu candaan. Namun, setelah Putri keluar dari dapur, Rama ikut beranjak mengikuti istrinya dari belakang. Putri masih belum menyadari jika sang suami sedang berjalan di belakangnya. Ia pun terus berjalan hingga ia sampai di depan pintu kamarnya.

Pria itu diam saja mengikuti langkah Putri pergi ke kamarnya. Perlahan, Putri mulai menyadari saat dirinya akan membuka pintu kamar, jika ada seseorang yang sedang mengikutinya dari belakang.

Spontan Putri menoleh ke belakang dan benar saja, ternyata Rama sedang berdiri di belakangnya dengan tatapannya yang datar.

"Pak Rama! Pak Rama ngapain ngikutin saya?" tanya Putri.

Rama tidak menjawab, lagi-lagi Putri dibuat bingung dengan sikap suaminya itu. Karena tak ada jawaban yang serius dari suaminya.

"Ya elah malah diam, saya itu tanya sama Bapak, Pak Rama ngapain ngikutin saya? Tidak ada lagi yang kita bicarakan, saya mau istirahat, dan Pak Rama juga silakan istirahat. Saya sudah maafkan Bapak, meskipun Bapak gengsi dan tidak mau minta maaf. Tapi, ya sudahlah saya ikhlaskan saja, tapi lain kali tolong jangan campuri urusan saya lagi, dan setelah kak Dinda pulang. Saya bersedia untuk bercerai!" ucap gadis itu sambil membalikkan badannya dan segera membuka pintu kamar.

Tiba-tiba saja, Rama menarik tangan Putri dan berkata, "Aku tidak akan menceraikanmu!"

Seketika Putri membelalakkan matanya saat mendengar ucapan dari Rama yang benar-benar sangat tidak bisa ia percaya.

"Aku minta maaf jika sikapku sudah membuatmu terluka. Jujur, aku tidak tahu perasaan apa yang sebenarnya terjadi denganku. Sejak kedatanganmu di rumah ini, mungkin awalnya aku memang tidak bisa terima, karena seharusnya aku menikah dengan kakakmu. Tapi, semakin aku tidak bisa menerimanya semakin aku penasaran dengan sikapmu yang pecicilan, suka membantah dan terkadang membuatku kesal. Aku juga tidak tahu kenapa aku merasa begitu protektif terhadapmu. Terkadang aku ingin sekali menolak perasaan ini. Namun tatkala aku melihatmu begitu dekat dengan ayah dan ibu. Aku baru menyadari jika kamu adalah sosok menantu yang baik untuk mereka. Bahkan ayah dan ibu lebih membela dirimu daripada aku anaknya sendiri. Mereka sangat bahagia dengan kedatanganmu di rumah ini," ungkap Rama yang kali ini ia memberanikan dirinya untuk mengatakan apa yang sedang dirasakannya selama ini.

Putri masih membelakangi sang suami dan tangannya masih berada dalam genggaman Rama. Perasaannya masih campur aduk. Ia masih mencerna apa yang sedang dikatakan oleh Rama di waktu sore itu, diiringi hujan yang masih setia membasahi bumi.

Rama semakin mendekati istrinya dan ia pun mengatakan semua unek-unek yang masih ada dalam benaknya..

"Kau tahu, Put! Aku memang sangat mencintai Dinda, aku bersumpah tidak akan pernah berpaling dari wanita manapun, dan aku pernah berjanji padanya untuk selalu setia. Tapi kenyataannya, dia yang pergi. Aku memang memintanya untuk menjadi istri sepenuhnya setelah menikah nanti, biar aku saja yang bekerja. Tapi sepertinya Dinda masih ingin menjadi model, dari dulu dia bercita-cita seperti itu. Dan nyatanya dia merealisasikannya. Dia pergi di hari pernikahan kami." Rama berhenti sejenak untuk menjeda ucapannya. Dia berusaha untuk bersikap tenang agar Putri bisa mengerti.

Tentu saja Putri masih terdiam dan masih belum bisa berkata apa-apa. Hatinya mulai gugup, apalagi genggaman tangan Rama semakin erat. Tanpa disadari keduanya saling menggenggam tangan satu sama lain.

Kemudian Rama semakin mendekat hingga ia berbicara di dekat telinga sang istri. Dengan suara berbisik, Rama mengatakan sesuatu yang semakin membuat Putri deg-degan dan nafasnya mulai terasa sesak.

"Tapi, setelah kamu datang dalam hidupku, semuanya terasa sangat berbeda. Kepribadianmu yang masih sangat polos membuatku tertarik untuk mengenalmu lebih dalam. Hingga aku sadari jika aku mulai tidak suka saat kamu dekat dengan Alex. Kau tahu kenapa aku tidak suka? Karena aku cemburu ada laki-laki lain yang mendekatimu. Mungkin ini terkesan posesif, tapi percayalah! Aku sangat cemburu jika kamu bersama Alex," ucap pria itu yang semakin menggenggam erat tangan sang istri.

Nafas Putri semakin terasa sesak ketika pengakuan Rama yang benar-benar membuatnya shok. Ia pun segera membalikkan badannya dan menatap wajah sang guru yang kini menjadi suaminya.

Keduanya saling menatap, seolah suasana itu menjadi panas, padahal di luar sedang hujan deras. Rama terlihat berkeringat dan Putri pun juga tampak salah tingkah.

...BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Apa yg bikin Rama berubah pikiran secara drastis gitu??Apa yg Putri bilang kan semuanya benar adanya..

2024-01-06

0

Puja Kesuma

Puja Kesuma

wah bakalan terjadi yg enak enak nih...

2023-07-01

0

CANTIKA

CANTIKA

cieeee ad yg nervous nih dgn ungkapan cinta nya

2023-06-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Pengantin Pengganti
2 Bab 2 : Menikah ulang
3 Bab 3 : Pisang Tanduk
4 VISUAL + PENGUMUMAN GIVEAWAY
5 Bab 4 : Bapak sudah menodai saya
6 Bab 5 : Tertidur
7 Bab 6 : Siswa baru
8 Bab 7 : Putri pingsan
9 Bab 8 : Kecupan lembut
10 Bab 9 : Pak Rama menciumku?
11 Bab 10: Rasa susu kurang manis
12 Bab 11: Mulai nafsu?
13 Bab 12: Kehujanan
14 Bab 13 : Cakaran kuku
15 Bab 14 : Aku mencintaimu
16 Bab 15 : Aku tidak akan menceraikanmu
17 Bab 16 : Tentu saja boleh
18 Bab 17 : Tidak berdarah
19 Bab 18 : Hukuman 3 ronde
20 Bab 19 : Ikut Raker
21 Bab 20 : Dilaporkan ke kepala sekolah
22 Menikah Dadakan
23 I love you
24 Kanker otak
25 Kue donat
26 Tertusuk jarum
27 Terhimpit
28 Ganteng-ganteng Serigala Berbulu Ketek
29 Bersedia menikahi Dinda
30 Pernikahan Dinda
31 Harum tubuhmu
32 Aku cemburu
33 Menguji Iman
34 Hanya ingin membantumu
35 Mencuri hatiku
36 Aku juga sedang memikirkanmu.
37 Gara-gara Tausiyah
38 Lakukanlah, Mas!
39 Suami istri dunia akhirat
40 Pengakuan Bi Surti
41 Temani aku tidur
42 Murid yang pintar
43 Teler
44 Gemess!
45 Menghirup angin surga
46 Satu kelas gempar
47 Pewangi terbagus
48 Berusaha semaksimal mungkin
49 Berita Viral
50 Sepanjang itu, kah?
51 Nempel banget
52 Ciuman pagi
53 Ternyata oh ternyata
54 Bertemu Joice
55 Lewat di depan Rama
56 Menu daging-dagingan
57 Sate bakso bakar
58 Obrolan Rama dan pak Imam
59 Murid Kesayangan
60 Langsung mempraktikkannya di rumah
61 Kedatangan Zora
62 Mengusir Zora
63 Dinda pergi
64 Menyusul Dinda
65 Dinda terkejut
66 Kangen berat
67 Ada yang mengeras!
68 Iming-iming
69 Si nyamuk nakal
70 Sukses menanam benih
71 Pura-pura digigit serangga
72 Tatap mataku!
73 kekonyolan pak Dedi dan Bu Lili
74 Hamil??
75 Bayi kembar
76 Bertemu Nanang dan Ririn
77 Masih kecil
78 Les privat plus-plus
79 Sabun colek
80 Tukang cukur rambut
81 Bau mulut
82 Sambal terong
83 Pertemuan Putri dan Dinda
84 Sayang mesum banget
85 Makan daging mentah
86 Jangan bangun sekarang!
87 Bisikan nakal setan-setan baik
88 Ujian terbesar
89 Baby twins
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Bab 1: Pengantin Pengganti
2
Bab 2 : Menikah ulang
3
Bab 3 : Pisang Tanduk
4
VISUAL + PENGUMUMAN GIVEAWAY
5
Bab 4 : Bapak sudah menodai saya
6
Bab 5 : Tertidur
7
Bab 6 : Siswa baru
8
Bab 7 : Putri pingsan
9
Bab 8 : Kecupan lembut
10
Bab 9 : Pak Rama menciumku?
11
Bab 10: Rasa susu kurang manis
12
Bab 11: Mulai nafsu?
13
Bab 12: Kehujanan
14
Bab 13 : Cakaran kuku
15
Bab 14 : Aku mencintaimu
16
Bab 15 : Aku tidak akan menceraikanmu
17
Bab 16 : Tentu saja boleh
18
Bab 17 : Tidak berdarah
19
Bab 18 : Hukuman 3 ronde
20
Bab 19 : Ikut Raker
21
Bab 20 : Dilaporkan ke kepala sekolah
22
Menikah Dadakan
23
I love you
24
Kanker otak
25
Kue donat
26
Tertusuk jarum
27
Terhimpit
28
Ganteng-ganteng Serigala Berbulu Ketek
29
Bersedia menikahi Dinda
30
Pernikahan Dinda
31
Harum tubuhmu
32
Aku cemburu
33
Menguji Iman
34
Hanya ingin membantumu
35
Mencuri hatiku
36
Aku juga sedang memikirkanmu.
37
Gara-gara Tausiyah
38
Lakukanlah, Mas!
39
Suami istri dunia akhirat
40
Pengakuan Bi Surti
41
Temani aku tidur
42
Murid yang pintar
43
Teler
44
Gemess!
45
Menghirup angin surga
46
Satu kelas gempar
47
Pewangi terbagus
48
Berusaha semaksimal mungkin
49
Berita Viral
50
Sepanjang itu, kah?
51
Nempel banget
52
Ciuman pagi
53
Ternyata oh ternyata
54
Bertemu Joice
55
Lewat di depan Rama
56
Menu daging-dagingan
57
Sate bakso bakar
58
Obrolan Rama dan pak Imam
59
Murid Kesayangan
60
Langsung mempraktikkannya di rumah
61
Kedatangan Zora
62
Mengusir Zora
63
Dinda pergi
64
Menyusul Dinda
65
Dinda terkejut
66
Kangen berat
67
Ada yang mengeras!
68
Iming-iming
69
Si nyamuk nakal
70
Sukses menanam benih
71
Pura-pura digigit serangga
72
Tatap mataku!
73
kekonyolan pak Dedi dan Bu Lili
74
Hamil??
75
Bayi kembar
76
Bertemu Nanang dan Ririn
77
Masih kecil
78
Les privat plus-plus
79
Sabun colek
80
Tukang cukur rambut
81
Bau mulut
82
Sambal terong
83
Pertemuan Putri dan Dinda
84
Sayang mesum banget
85
Makan daging mentah
86
Jangan bangun sekarang!
87
Bisikan nakal setan-setan baik
88
Ujian terbesar
89
Baby twins

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!